HikmahNisa

Masalah Perilaku Makan pada Anak dan Cara Mengatasinya

Assalamualaikum,

Menjadi seorang ibu terutama ibu baru seperti saya, akan selalu menghadapi tantangan yang berkaitan dengan tumbuh kembang si kecil. Hal ini menuntut orang tua terutama seorang ibu untuk terus belajar dan mengupgrade ilmu tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Salah satunya tentang proses makan si kecil.

Dulu sebelum memiliki anak, saya tak pernah terpikir bahwa ternyata proses makan anak akan serumit ini. Ternyata banyak sekali tugas orangtua dalam mengenalkan makan yang menyenangkan pada anak dan ini tidak selalu mulus.

Alhamdulillah, Qatrunada dari usia MPASI 6 bulan sampai saat ini 22 bulan tidak memiliki masalah makan. Hanya saja sesekali ia makannya sedikit, tidak nafsu makan atau hanya ingin ngemil saja, biasanya ini berlangsung ketika ia sedang kurang sehat dan alhamdulillah tidak pernah berlangsung lama. Ketika Nada tidak nafsu makan karena kondisi sakit, saya bingung dan khawatir. Mencoba berbagai cara, berbagai menu agar ia kembali memiliki nafsu makan baik, namun ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa teman saya yang anaknya memiliki masalah makan seperti  susah makan, pilih-pilih makanan, porsi makan anak sedikit, alergi makanan, kesulitan meningkatkan tekstur, mereka sangat bingung juga khawatir dengan keadaan tersebut. Saya saja sangat khawatir dan kebingungan ketika Nada nafsu makannya berkurang, apalagi ibu yang memiliki anak yang mengalami masalah makan, wuih~~lap keringet 😥😅.

Hari Sabtu, 20 Oktober saya diberi kesempatan untuk hadir di acara Bicara Gizi yang diselenggarakan oleh Nutrisi untuk Bangsa, judul yang diangkat adalah tentang “Masalah Perilaku Makan pada Anak dan Cara Mengatasinya” . Tentu saya sangat bersemangat mengikuti acara ini, ilmu ini akan sangat membantu untuk para ibu yang memiliki masalah makan anaknya. Selain itu ini sebenarnya ilmu bagi semua ibu tentang standar gizi untuk tumbuh kembang anak.

Acara ini menghadirkan dua pembicara, Ruth Dian Kurniasari adalah seorang mom influencer, dan dr. Nur Aisya Wijaya, SpA(K) adalah dokter yang memegang divisi nutrisi dan penyakit metabolik di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UNAIR dan RSU Dr. Soetomo Surabaya.

dr. Aisya juga mba Ruth Dian beserta Host

Diawali dengan mbak Ruth Dian yang berbagi pengalaman mengenai permasalah makan anaknya yang sulit dalam menaikan tekstur, dan menolak makan buah-buahan sehingga kekurangan serat yang berakibat BAB tidak teratur. Ini masalah satu diantara banyaknya masalah makan anak yang dialami ibu, sehingga penting sekali seorang ibu mengetahui masalah makan pada anak dan cara mengatasinya.

Orang tua harus mengetahui bahwa makan merupakan proses alamiah dan merupakan kegiatan kompleks melibatkan faktor fisik, psikologis dan lingkungan (caretaker). Eating : Kegiatan anak memaasukan makanan kedalam mulut. Sedangkan Feeding : Interaksi antara anak dan orangtua dalam kegiatan makan.

dr. Aisya menjelaskan, orang tua harus mengetahui mana yang memang benar adanya masalah makan pada anak atau yang bukan. Karena 50-60% orangtua melaporkan adanya masalah makan, namun hanya 20-30% yang memang ada masalah makan, dan hanya 1-2% yang memiliki masalah berat dan berkepanjangan. Berikut batasan masalah makan :

  • Ketidakmampuan anak mengkonsumsi makanan yang diperlukan secara alamiah, wajar dengan menggunakan mulut secara sukarela (tidak dengan paksaan).
  • Keluhan tidak mau makan yang menetap selama 1 bulan atau lebih yang mengganggu pertumbuhan (berat badan tetap/menurun, stunting).
  • Dapat disebabkan adanya penyakit yang mendasari atau tidak

Nah ketika anak tidak mau makan atau pilih-pilih makan atau porsi makan sedikit dan berlangsung lebih dari 1 bulan, sebaiknya cek ke DSA. Dan lagi ketika BB anak dari bulan ke bulan tidak ada peningkatan malah semakin menurun, ini pun harus diwaspadai dan bersegeralah ke DSA.

MENGAPA MASALAH MAKAN PADA ANAK MENJADI PENTING ?

Anak sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sangat pesat terutama pada sel otaknya, sehingga sangat perlu asupan baik dan srimbang untuk mengoptimalkan hal tersebut. Perlu pemberian makan yang mengandung zat gizi makro dan mikro yang adekuat untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan optimal.

Zat gizi yang diperlukan dalam makanan untuk proses pertumbuhan :

  1. Zat Gizi Makro yaitu, protein, lemak dan karbohidrat. Fungsinya untuk menghasilkan energi, menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan diperlukan dalam hitungan gram.
  2. Zat Gizi Mikro yaitu, vitamin A, B, E, C, K, D dan mineral (Na,K,Cl,Ca,Fe,Zn,Mg,Se, dll.). Fungsinya untuk membantu proses metabolisme zat gizi makro dan diperlukan dalam jumlah sedikit.

Dr. Aisya juga menjelaskan bahwa orang tua harus tau tujuan pemberian makan kepada anak, umumnya orang tua mengetahui tujuan pemberian makan pada anak hanya memenuhi aspek fisiologis saja. Namun ternyata tidak, berikut penjelasannya :

  1. Aspek Fisiologis : memenuhi kebutuhan berbagai macam zat gizi makro dan zat gizi mikro untuk proses metabolisme tubuh yaitu aktivitas dan tumbuh kembang.
  2. Aspek Edukatif : mendidik keterampilan, membina kebiasaan, membina selera, disiplin food (makan terjadwal).
  3. Aspek Psikologis : memberi kepuasan kepada anak dan orangtua dari hasil interaksi ketika makan.

PENYEBAB MASALAH MAKAN

Penyebab anak memiliki masalah makan tergantung usia anak tersebut dari bayi sampai 18 tahun. Penyebabnya juga berbeda dalam hal bentuk masalahnya, derajat masalahnya, lama masalah tersebut berlangsung juga penyebab masalahnya tunggal atau multifaktorial (banyak faktor). Berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi :

  • Faktor Fisiologis

Bayi 0-1 tahun : kurang keterampilan dalam menyusu dan mengonsumsi makanan padat. Bentuk kesulitan makan seperti makan kurang/berlebih, gumoh, muntah, diare, konstipasi, kolik. Bisa terjadi juga karena kurang pembinaan/ pengenalan tentang makan, pemberian makanan padat terlalu dini/lambat, cara pemberian makan memaksa, makan tidak terjadwal, makan sambil bermain, makan lebih dari 30 menit, dll.

Anak 1-5 tahun : proses adaptasi gagal/lambat dalam mengkonsumsi makan dengan menghisap (suckling) meningkat menjadi dengan makan (eating), konsumen pasif menjadi semi-aktif (mau makan sendiri, sudah memiliki selera, dll.), gangguan nafsu makan meningkat (meningkatnya aktivitas ruang gerak dan lingkungan, meningkatnya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit kekurangan gizi).

  • Faktor patologis (penyakit / kelainan organik).

Kelainan / penyakit gigi geligi dan rongga mulut, kelainan atau penyakit pada bagian saluran cerna, penyakit infeksi (infeksi TBC, infeksi saluran kencing, dsb.), penyakit non-infeksi (jantung,paru-paru, sarap dan otot, metabolik, endokrin, dll.)

  • Faktor Psikologis

Tidak dikenalkan makan dengan nyaman dan bahagia, trauma, dll.

Hasil penelitian di Indonesia untuk penyebab masalah makan pada bayi dan anak :

  • Small eaters (porsi kecil) 9.2%
  • Inappropriate feeding practices (jadwal makan tidak teratur, jenis dan jumlah makanan tidak sesuai usia, makan sambil bermain, durasi makan lebih dari 30 menit)  85.6%
  • Misperception (persepsi orang tua) 5.2%

Tentunya masalah makan anak ini tidak bisa dianggap remeh karena akan menimbulkan dampak yang tidak sepele juga, seperti :

  • Gangguan Pertumbuhan Fisik : Resiko gagal tumbuh, gizi kurang, gizi buruk, dan stunting.
  • Gangguan Kesehatan : Rentan terkena infeksi, kekurangan vitamin dan mineral.
  • Gangguan Perkembangan : Perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perilaku, gangguan cemas.

APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA?

Ketika anak mengalami ciri-ciri masalah makan dengan penjelasan di atas, maka orang tua harus melakukan beberapa langkah sebagai berikut :

  1. Identifikasi Faktor Penyebab : Identifikasi masalah makan pada anak ibu datangnya dari faktor yang mana, penyebabnya dari faktor yang mana. Semakin cepat dapat mengidentifikasi tentunya akan semakin baik untuk perbaikan.
  2. Evaluasi Faktor dan Dampak Nutrisi : Melihat tren pertumbuhan menggunakan growchart. Selalu cek pertumbuhan BB dan TB anak dengan rutin ke posyandu setiap bulannya.
  3. Melakukan Upaya Perbaikan : setelah mengetahui apa penyebab masalah makan pada anak, dan sudah mengevaluasi nutrisi apa saja yang kurang, maka selanjutnya adalah segera perbaiki. Melakukan langkah perbaikan dirumah, konsul dengan DSA dan lalukan perbaikan dengan konsisten juga komitmen.
Contoh growchart

Berikut edukasi feeding rules yang benar sesuai dengan kriteria aturan pemberian makan yang benar. Ini bisa untuk memperbaiki masalah makan anak dan yang tidak memiliki masalah makan pun sebaiknya mengikuti tata laksana pemberikan makan yang benar agar tidak terjadi masalah kedepan.

  1. Jadwal : ada jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur, yaitu tiga kaki makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. Susu diberikan dua-tiga kali sehari. Wakti makan tidak boleh lebih dari 30 menit. Hanya boleh mengkonsumsi air putih di antara waktu makan.
  2. Lingkungan : lingkungan yang menyenangkan (tidak boleh ada paksaan untuk makan). Tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat mainan elektronik) saat makan. Jangan berikan makanan sebagai hadiah.
  3. Prosedur : dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (menutup mukut, mengeleng-geleng kepala,menangis, dll.) Maka tawarkan kembali maksnsn secara netral (tanpa membujuk atau memaksa). Bila setelag 10-15 menit anak tidak mau makan, akhiri proses makan.
Semua yang hadir

Masya Allah seletah mengikuti acara ini saya semakin melek ternyata tugas kita luar biasa banyak dan tentunya semakin semangat untuk bersamai si kecil dengan cinta dan kasih sayang. Selamat feending, lalukan dengan bahagia. Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat 😊.

Waaslamualaikum.

HYPNOBIRTHING (1) – Benarkah melahirkan tanpa rasa sakit?

Pict from google

Assalamualaikum,

Tak dipungkiri melahirkan merupakan salah satu perjuangan seorang ibu yang luar biasa beratnya, setelah mengandung dengan banyaknya perubahan fisik juga psikis yang terjadi. Ibu kembali harus berjuang melahirkan yang sakitnya tidak perlu kita tanyakan lagi. Melahirkan antara hidup dan mati itu nyata adanya, oleh karena itu bagaimana Allah sangat memuliakan seorang ibu.

Rasa nyeri ini yang banyak dikhawatirkan, ditakutkan oleh sebagian besar ibu yang akan melahirkan. Bagaimana tidak? Cerita pengalaman orang-orang yang sudah melahirkan atau teori-teori tentang melahirkan itu luar biasa ngeri ya. Bahkan sekarang banyak yang mendokumentasikan proses persalinan yang ketika saya tonton itu ngeri-ngeri sedep. Walau ujungnya memang senyum bahagia seorang ibu yang melihat bayinya menangis, mengharukan. Banyak calon ibu yang stres dalam menghadapi persalinan karena begitu banyaknya rasa takut dan cemas dalam pikirannya.

Kesiapan ibu menghadapi proses persalinan ini salah satu dari sekian banyak hal yang harus dipersiapkan. Bahkan yang utama menurut saya, dibanding persiapan baju bayi dan seluk beluknya. Mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan lebih penting terutama untuk psikis ibu agar tetap stabil dan tidak mengalami stres.

Rekam Rasa Takut Mempengaruhi Proses Persalinan

Ketika seseorang mengalami stres atau memiliki rasa takut, cemas, pesan tersebut disampaikan oleh reseptor keseluruh tubuh. Tubuh secara otomatis akan mengeluarkan hormon stres yaitu katekolamin dan adrenalin. Ibu hamil yang tidak dapat melepaskan rasa takut, cemas sebelum melahirkan akan merangsang hormon stres yang tinggi. Secara fisiologis akan menyebabkan kontraksi rahim terasa semakin nyeri dan sakit.

Sebaliknya, dalam kondisi tenang, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yaitu penghilang rasa sakit alami dari dalam tubuh. Menurut para ahli, endorfin 200x lebih kuat dibandingkan morfin. Dengan kondisi tenang, nyaman dan stabil, seorang ibu hamil akan mampu menetralisir rekaman negatif mengenai kehamilan dan proses persalinan, menggantinya dengan program positif (afirmasi positif). Sehingga ibu akan mampu melewati masa kehamilan dan persalinan dengan nyaman dan lancar.

Mengapa memilih Hypnobirthing?

Basic ilmu psikologi yang saya miliki selama perkuliahan sedikit banyaknya menguatkan keyakinan yang saya miliki, bahwa ;

  • Psikis akan sangat mempengaruhi fisik.
  • Pengaruh alam bawah sadar lebih besar dibanding alam sadar.
  • Pikiran positif akan membawa kebaikan yang positif juga.

Dan akhirnya saya memutuskan untuk ikut pelatihan hypnobirthing untuk mengupayakan yang terbaik untuk proses kelahiran nanti dan sayah satu ikhtiar saya dalam mempersiapkan proses persalinan.

Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari dan diisi oleh bidan senior yang mendalami hypnobirthing juga, dan kodratullah beliau juga yang membantu saya dalam proses persalinan dengan metode hypnobirthing. Selama pelatihan berlangsung, setiap materi yang dipaparkan, setiap praktik yang dilakukan, semakin lama semakin saya merasa sangat cocok dengan metode ini. Saya merasa bahagia akan menghadapi persalinan.

Apa itu Hypnobirthing?

Hypnobirthing adalah upaya alami menanamkan niat kepikiran bawah sadar untuk menghadapi persalinan dengan tenang dan sadar.

Dikembangkan oleh Marie Mongan sejak tahun 1959. Hypnobirthing bukan sesuatu yang baru, namun saat ini sudah dilengkapi dengan penjelasan secara ilmiah dan terprogram sehingga hasilnya lebih optimal.

Hypnobirthing juga merupakan salah satu otohyonosis (self hypnosis) yaitu upaya alami menanamkan niat positif atau sugesti ke jiwa/pikiran bawah sadar dalam menjalani masa kehamilan dan persiapan persalinan.

Seperti yang banyak dikemukakan teori dasar psikologi bahwa pikiran bawah sadar berperan 82% terhadap fungsi dirinya sedangkan jiwa sadar hanya berperan 12%. Keyakinan yang tertanam di dalam jiwa bawah sadar akan menjadi kenyataan. Bisa dibayangkan jika pikiran dipenuhi rekaman negatif seperti takut, khawatir, cemas, rendah diri, dsb. Ini akan jelas sangat mempengaruhi keadaan dirinya baik psikis maupun fisik. Namun semua pikiran negatif ini bisa kita ganti dengan hal yang positif yang kita inginkan. Caranya dengan reprogramming dengan niar dan sugesti positif.

Sampai disini apakah sudah terbayang bagaimana hypnobirthing ini bekerja?. Agar lebih memahami dasar metode hypnobirthing, selanjutnya akan dijelaskan berbagai manfaatnya.

Manfaat Hypnobirthing

Selama Kehamilan :

  • Mengatasi rasa tidak nyaman selama hamil dan rasa sakit melahirkan tanpa efek samping terhadap janin.
  • Mengurangi rasa mual, muntah, pusing di trimester.
  • Membantu janin terlepas dari kondisi lilitan tali pusar, bahkan bisa memperbaiki posisi janin yang letaknya sungsang menjadi normal.
  • Membuat kondisi ibu hamil menjadi tenang dan damai selama kehamilannya. Ketenangan dan rasa damai juga akan dirasakan janin.

Menjelang Persalinan :

  • Mengurangi kecemasan serta ketakutan menjelang persalinan yang dapat menyebabkan ketegangan, rasa nyeri saat kelahiran.
  • Mampu mengontrol sensasi rasa sakit pada saat kontraksi rahim.
  • Meningkatkan kadar endorfin dalam tubuh untuk mengurangi bahkan menghilangkan nyeri pada saat kontraksi dan persalinan.

Setelah Persalinan :

  • Meningkatkan ikatan batin bayi dengan ayah dan ibunya.
  • Mempercepat pemulihan dalam masa nifas
  • Memperlancar produksi ASI
  • Pada saat lahir bayi lebih tenang (tidak mudah rewel)
  • Membantu mempersiapkan kesehatan janin sehat fisik, mental dan spiritual
  • Mencegah stres pasca persalinan (baby blues)

Masya Allah luar biasa ya manfaatnya, manfaat ini akan kita dapat dengan kesungguhan ikhtiar dalam menjalankan proses hypnobirthing, terus dan terus dilatih.

Berlatih Hypnobirthing

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, bahwa hypnobirthing ini adalah salah satu metode self hypno, artinya kita dapat melakukannya sendiri dirumah. Bagaimana caranya?

 

  • Relaksasi

 

Dasar hypnobirthing adalah relaksasi dimana kondisi istirahat tubuh dan jiwa (pikiran, kemauan, perasaan). Berikut langkah-langkah relaksasi :

  1. Pilih waktu yang tepat.
  2. Persiapkan tempat/ruangan dengan suasana yang tenang.
  3. Pastikan kandung kemih kosong.
  4. Kenakan baju yang longgar dan nyaman.
  5. Menggunakan musik yang tenang untuk relaksasi.
  6. Menggunakan aroma therapy.
  7. Lakukan relaksasi. Membuat otot lemas, rileks, sampai tidak mampu digerakan dan kita tidak mau untuk menggerakan saking rileksnya. Nafas tenang dan teratur, pikiran fokus hanya pada diri kita (proses relaksasi dan afirmasi positif yang diberikan).

 

  • Afirmasi Positif

 

Afirmasi positif sering disebut sugesti positif merupakan pengungkapan dengan kalimat positif mengenai hal-hal yang kita inginkan dalam proses kehamilan dan persalinan. Membuat afirmasi positif juga harus dengan kalimat yang baik dan positif, hindari kata negatif seperti kata ‘jangan’ atau ‘tidak’. Contoh kalimat afirmasi positif :

  • Aku mempercayai tubuhku, tubuhku sehat dan kuat.
  • Aku adalah wanita yang tegar dan kuat, aku menerima diriku sebagai wanita yang tangguh.
  • Tubuhku mengetahui bagaimana janin ini tumbuh, tubuhku juga mengetahui bagaimana caranya bayi ini lahir.
  • Leher rahimku dengan kuat dan aman menyangga dan menjaga janinku.
  • Persalinan adalah hal yang luar biasa, alami dan wajar.

Kita juga dapat membuat kalimat afirmasi sesuai dengan persalinan idaman yang kita idamkan atau inginnya dinamakan afirmasi khusus, contohnya :

  • Mulai saat ini sampai persalinan nanti posisi bayi normal, persalinan bisa alami, nyaman dan lancar.
  • Darah segera berhenti, tubuh saya masih membutuhkannya.
  • Setiap kontraksi adalah gerakan alami rahim saya, biarkan otot semakin rileks lentur dan mulut rahim membuka sempurna.
  • Mulai saat ini dan seterusnya tekanan darah normal, kehamilan nyaman, bayi tumbuh sehat sampai kehamilan 9 bulan, persalinan alami, nyaman dan lancar.

Pemberian afirmasi harus disertai dengan keyakinan pada diri sendiri. Pastikan niat atau tujuan sesuai dengan kalimat afirmasinya. Saya memiliki pengalaman niat/tujulan kurang sesuai dengan afirmasi atau sugesti yang diberikan. Saya memberikan afirmasi khusus “bayi lahir dengan berat badan 2.6kg”. Niatnya agar tidak dijahit juga proses persalinan tidak terhambat dengan berat badan bayi yang terlalu besar. Ternyata saya tetap dijahit, haha 😅, karena kalimat afirmasi kurang sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Afirmasi positif ini diberikan ketika kita sudah dalam posisi relaksasi.

Tentang hypnobirthing ini akan saya lanjutkan dengan 2 tulisan lainnya, jadi tulisan ini bersambung ya. Selamat berlatih 😊.

Semoga bermanfaat ❤

SEPENGGAL KISAH MENGHADAPI MAM WAR

Saya kembali menarik nafas panjang, menghapus air mata yang kembali mengalir. Merasa hidup saya sekarang direbut oleh bayi mungil ini. Perasaan bahagia, sedih dan tertekan, kini menjadi satu.

Sejak kuliah dulu saya aktif berkegiatan, beberapa organisasi dipegang, menjadi asisten dosen juga dijalani. Sebutlah saya tipe mahasiswi teladan, tugas harus tepat pada waktunya dan harus sebagus yang saya bisa. Ketika lulus, harus segara mendapat pekerjaan, tidak bisa berlama-lama dirumah dengan membuang waktu tak jelas. Saya sangat menjungung tinggi aturan juga norma dalam kehidupan.

Tak lama dari lulus kuliah saya bekerja sebagai HRD di sebuah Perusahan. Semenjak menikah, saya harus merelakan untuk resign dari pekerjaan, memutuskan ikut dengan suami dan tinggal di kota Jakarta. Saya penuh perencanaan, sebelum menikah sudah melamar beberapa pekerjaan di Jakarta. Seharian dirumah dan tidak ada kegiatan produktif itu hanya akan membuat saya pusing.

Saya saat bekerja di ranah public

Ketika proses seleksi dan interview di beberapa perusahaan, saya positif hamil. Suami dan keluarga besar bersuka cita, namun tidak dengan saya, saya belum ikhlas menerima kehamilan yang terbilang cepat ini. ‘Mana ada perusahaan yang mau menerima wanita hamil?’, batin saya mengeluh tak terima.

Tak menyerah sampai disitu, saya mencari pekerjaan freelance. Lulusan psikologi mampu bekerja menjadi freelance tester, observer atau scorer dalam rekruitment atau assesment. Tak lama, saya diterima disebuah perusahaan bidang recruitment menjadi freelance tester. Seminggu hanya bekerja 3-4 hari saja, hanya ketika ada proses rekruitmen di prusahaan tersebut. Jarak antara rumah dan kantor cukup jauh, saya harus naik angkutan umum, KRL, juga berjalan kaki. Badan mudah lelah, mudah capek, mudah pegal ketika bekerja.Saya baru menyadari bahwa kini tak bisa lagi menuntut diri saya seperti dulu, saya sedang hamil, ketika fisik yang lemah dan bertambah lemah ini menyadarkan bahwa saya tak seharusnya bersikap egois.

Berapa banyak wanita yang mengidamkan diberi keturunan namun tak kunjung datang?. Berapa banyak keluarga yang sedang menanti buah hati dan merelakan semua yang dimiliki dengan harapan adanya tangis dan tawa bayi mungil dirumah?. Lalu saya? Saya sungguh mengkufuri nikmat yang luar biasa dariNya. Saya menangis tersedu-sedu didalam shalat, menangis menyesali ketidakikhlasan saya atas ketepatanNya. Memohon ampun padaNya, semoga Allah mengampuni diri yang sungguh berlumur dosa ini. Amiin YRA.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Saya kembali menarik nafas panjang dan meyakinan diri bahwa segala ketetapan Allah itu baik.

Perut semakin membersar dan tiba waktunya untuk bayi didalam kandunhan ini keluar, saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan tinggal di Bandung untuk lahiran.

‘Nanti setelah bayi keluar, saya bisa bekerja lagi, saya bisa berkarir lagi, ya saya bisa melanjutkan study yang dari dulu di tunda-tunda.’ Pikiran mulai berjalan-jalan mencari harapan untuk bisa berkarir kembali. Lagi-lagi saya masih menginginkan pekerjaan dan karir bagus di sebuah perusahaan.

Dan kini, bayi sudah lahir. Namun, hidup saya semakin tidak bebas, serasa terpenjara dalam rumah. Bayi ini kini merenggut seluruh hidup saya, bahkan untuk sekedar makan dan ke kamar mandipun harus cepat karena bayi masih ingin dipeluk, disusui, diganti popok. Lalu, mana harapan saya dulu yang bisa bekerja lagi? berkakir lagi? bisa sekolah lagi?.Mulailah dapat sindiran sana-sini, datang pertanyaan dan pernyataan yang sebenarnya hanya untuk basa basi yang tak perlu, dan itu hanya melukai hati yang kini mudah rapuh.

“Udah ga kerja ya? Sayang dong ilmunya”.

“Jadi kapan lanjut study nya? Kalau kelamaan nanti otaknya udah keburu tumpul”.

“Jadi sekarang dirumah aja? Emangnya ga bosan?”.

“Sekolah tinggi-tinggi ujung-ujungnya diem rumah lagi”.

Dan berbagai ‘nyinyiran’ lainnya yang membuat hati ini begitu sakit. Belum pulih jaitan pasca lahiran, belum benar-benar bisa mengatasi baby bluse yang mendera, lalu harus ditambah dengan ini. Rasanya? Wow luar biasa loh.

Life Is a Choice

Lagi-lagi saya yang tak sempurna ini ingin hidup yang sempurna, lagi-lagi idealisme saya mendominasi. Ingin ikut bersama suami dan jauh dari orangtua agar bisa lebih mandiri, ingin urus bayi berdua tanpa campur tangan oranglain, dan ingin kembali berkarir juga. Ingin urusan rumah tangga dan pengasuhan anak terhandle tanpa mengikutsertakan oranglain tapi karir juga harus berjalan baik. Hello? Siapa saya? Mau photocopy buat perbanyak diri?. ‘Tidak bisa, saya tidak akan mampu’, mencoba meredam ego yang sedang memuncak ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus memilih.

Saya harus memilih dan semua pilihan saya ada konsekuensi yang harus diterima dan harus siap. Kembali menguatkan batin untuk memilih. Setelah kegalauan yang cukup panjang, bismillahirahmanirahim saya memilih untuk focus bekerja dirumah. Walau setelah pilihan itu tak serta merta membuat saya langsung menerima. Proses panjang untuk adaptasi peran baru dan itu sungguh tidak mudah.

Saya selalu menguatkan diri dengan berbagai aktifitas yang bisa dilakukan dirumah, masuk komunitas ibu belajar, mengikuti seminar-seminar parenting, dan kegiatan lain yang membuat saya merasa produktif menjadi seorang ibu. Dari sini saya menyesali keegoisan diri saya semenjak hamil dulu dan ingin memperbaikinya.

Banyak godaan datang setelah saya memilih.  Beberapa teman menawarkan pekerjaan lagi pada saya. Tertarik? Sangat. Siapa yang tidak tertarik punya posisi yg bagus di perusahaan, punya uang pribadi lagi setiap bulan, mengembangkan ilmu dan kemampuan. Saya sangat bersyukur memiliki teman-teman yang peduli, saling bantu, selalu ingat walau sudah lama sekali tidak bertemu. Itulah ukhuwah, jazakallah teman-teman.

Dengan hati yang mantap saya menolak tawaran itu, karena saya sudah memilih. Memilih tinggal berdua bersama suami, itu artinya konsekuensi saya untuk urus bayi sendiri tanpa bantuan keluarga atau PRT. Saya sudah memilih memberi ASI langsung, itu artinya konsekuensi saya punya bayi koala yang nempok kemana-mana.

 

Tentu di setiap pilihan saya ada alasan, di setiap pilihan ada pikiran yang matang untuk memilih dengan segala konsekuensinya. Tidak hanya saya, seluruh ibu di dunia ini pasti memiliki alasan disetiap pilihannya dan yang dipilih itu pasti yang terbaik dari yang baik. Karena ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga. Dan disetiap pilihan ibu selalu ada cerita istimewa didalamnya.

Saya yang kini memilih bekerja di ranah domestik. Membersamai Qatrunada yang cepat sekali tumbuh besar.

Sungguh sangat tidak perlu mempersoalkan perbedaan disetiap pilihan ibu. Semua individu adalah berbeda dan unik, kita idak bisa membandingkan ibu dengan ibu lainnya, anak dengan anak lainnya. Cukup bandingkan diri kita sekarang dengan diri kita sebelumnya, apakah sudah lebih baik atau belum?.

Perdalam Ilmu dan Perluas Pertemanan

Perdalam ilmu yang sudah kita pilih, saya memilih untuk focus bekerja di rumah dan memilih mengoptimalkan diri dalam menulis. Jadi penting untuk saya perdalam ilmu tentang manajemen rumah tangga, parenting, manajemen diri juga ilmu mengenai kepenulisan. Mulailah saya mencari berbagai kegiatan dan komunitas yang dapat memperdalam ilmu yang sudah saya pilih ini. Beberapa seminar, workshop yang mengusung tema parenting dan manajemen rumah tangga saya ikuti. Saya juga membeli buku-buku yang menunjang kefokusan ini. Mulai mencari-cari komunitas ibu belajar dan alhamdulillah dipertemukan dengan Institut Ibu Profesional (IIP).

Saya juga kembali mengeluri hobi yang terlupakan karena kesibukan diluar rumah, saya kembali menulis. Saya ingin produktif walau hanya dari rumah. Mencoba menjadi blogger, sebagaimana blogger pemula, saya harus banyak belajar dan bergabung di beberapa komunitas blogger.

Sangat bersyukur masuk di komunitas ibu belajar IIP, komunitas-komunitas blogger. Banyak sekali ilmu yang di dapatkan dari sini, salah satunya bahwa semua ibu adalah ibu bekerja. Jadi tidak ada perbedaan, tidak ada deskriminasi, tidak ada yang mana yang lebih baik.

“Sejatinya, Semua Ibu adalah Ibu Bekerja. Yang satu memilih focus bekerja di RANAH PUBLIC, satu lagi memilih focus bekerja di RANAH DOMESTIC, kemuliaannya sama, kebanggannya sama. Yang membedakan keduanya adalah faktor KESUNGGUHAN dalam menjalankan peran peradabannya masing-masing” (Institut Ibu Profesional).

Dengan masuk komunitas ibu belajar,  mengembangkan sayap walau dari rumah,   otomatis saya memperluas pertemanan juga. Saya banyak belajar dari kehidupan orang lain, perjuangan ibu lainnya. Saat merasa diri paling merana, saat merasa sudah jadi ibu paling baik, cobalah perluas pertemanan, diatas langit masih ada langit.

Dengan memperluas pertemanan, kita akan lebih memahami perbedaan dan tidak alergi karenanya. Dengan memperluas pertemanan akan mengasah rasa empati diantara kita. Dengan memperluas pertemanan, kita akan tahu bahwa tak seharusnya kita membandingkan satu dengan lainnya.

Jadi habiskanlah waktu kita untuk memperbaiki diri sendiri, fokuslah memperdalam ilmu untuk diri dan sebar kebaikan pada lingkungan. Maka tak akan ada waktu untuk kita bisa membandingkan diri kita dengan orang lain, tak ada waktu untuk ‘menyinyir’ ibu lain hanya karena perbedaan.

Diantara perbedaan, jadilah kita saling menghargai, bukan saling menyindir satu sama lain. Jadilah kita saling berempati, bukan saling antipati. Tidak ada siapa yang lebih baik dari siapa, semua sama, yang membedakan hanyalah kesungguhan kita dalam menjalani peran yang sudah dilipih. So be profesional.

OBAT OH OBAT

Assalamualaikum, kali ini saya ingin berbagi pengalaman dan tips agar anak mau minum obat tanpa dipaksa. Dulu saya sangat khawatir sekali apakah Nada akan seterusnya sulit minum obat sampai besar? Atau bahkan trauma minum obat?. Kekhawatiran saya ini berasalan, karena setiap Nada minum obat susahnya luar biasa, sudah mencoba berbagai macam cara, namun gagal, ujung-ujungnya saya kembali memaksa. Nada mengamuk meronta-ronta saya dekap dengan kuat, sampai ia tak mampu menolak, memasukan obat secara paksa ke mulutnya. Nada termasuk anak yang memiliki tenaga yang cukup kuat untuk seusianya menurut saya, sampai terkadang saya kewalahan memegangi Nada sendiri, jika tidak mampu saya minta tolong suami. Bahkan pernah suatu ketika Nada sakit bapil dan dokter menyarankan untuk Nebu, suami dan saya kewalahan memegangi Nada ketika Nebu. Sepanjang Nebu ia menangis meronta-ronta, berapa kali alat nebu lepas, saya dan suami sampai kewalahan memegangi Nada ketika itu. Huh 😥

Mencoba Menghindari Pemberian Obat

Begitu terus setiap minum obat, batin saya rasanya menolak memberinya obat, sungguh tidak tega. Namun jika membiarkannya terus sakit berlarut-larut dan tambah parah, malah bukan memberikannya solusi 😣. Sampai saking lelah dan tidak teganya saya memberinya obat, saya sangat menjaga Nada agar tidak terserang sakit, namun ini benar-benar sulit. Saya tidak tahu pasti virus bakteri datangnya dari mana, melarang ia bermain di area kotor, padahal sedang masanya ia bereksplorasi, banyak melarang malah akan memberikan kekakuan padanya. Tidak pergi-pergian keluar rumah, aduh saya saja sungguh tidak mampu, demi menjaga kewarasan saya tetap harus jalan-jalan keluar rumah walau hanya 1 minggu 1 kali. Mengajak anak bermain diluar rumah  itu banyak manfaatnya juga. Jadi yang paling saya bisa adalah mengontrol asupan makanan dan minuman Nada, itupun jika memang Nada tidak dalam masa susah makan alias GTM 😅. Jika sedang susah makan, ya sudah makan apa saja yang penting ada makanan masuk. Alhamdulillahnya GTM Nada masih mau ngemil biskuit atau makan buah.

Sebisa mungkin saya menghindari pemberian obat pada Nada, contohnya ketika bapil, saya coba obat-obat herbal dulu seperti ;

  • Membuat air madu plus jahe
  • Dipijat seluruh tubuh menggunakan bawang merah dan minyak telon.
  • Membuat uap sendiri, caranya masak air sampai mendidih diberi minyak kayu putih, didekatkan pada Nada untuk dihirup uapnya. Biasanya saya buat posisi Nada tengkurap diatas kasur, dan uap disimpan di bawahnya. Ini dapat .membantu melegakan ketika hidung tersumbat.
  • Memberi obat herbal yang hanya dioles atau disemprot. Saya biasanya memberi Transpulmin, dioles ke bagian dada, leher dan punggung. Aroma terapi Botanina cold and flu, disemprotkan pada baju, bantal (ketika ia tidur). Ini juga membantu melegakan ketika hidung tersumbat.

Saya beri waktu pemberian obat herbal ini sekitar 5 hari, jika dalam waktu 5 hari belum ada perubahan atau dalam waktu 3 hari terlihat semakin parah, saya akan membawanya ke dokter dan memberinya obat atas resep dokter.

Ketika ia demam, suhu badan diatas 37.5° saya harus langsung memberinya obat, jika masih dibawah suhu itu cukup saya kompres dengan air hangat di lipatan-lipatan badannya, seperti ketiak dan lipatan paha, karena ketika dibiarkan dan suhu badan semakin naik akan tambah berbahaya untuknya.

Pengalaman Sakit yang dialami Nada

Sejauh ini alhamdulillah sakit yang dialami Nada adalah sakit yang menyerang bayi/balita pada umumnya, seperti :

  1. Demam
  2. Flu
  3. Batuk
  4. Roseola Infantum, baca selengkapnya di ‘Bercak Merah di Badan setelah Panas Tinggi pada Anak? Jangan Panik, Simak Tips Berikut’
  5. Cacar

Nada minum obat tidak selalu karena sakit, ketika demam setelah vaksin dan demam karena tumbuh gigi, misalnya. Obatnya Pun tidak jauh-jauh dari obat penurun panas dan obat batuk pilek, bentuknya sirup dan puyer. Untuk puyer biasanya saya larutkan dengan air biasa atau air hangat.

Nada Sulit Minum Obat

Sejak bayi sampai usia -+9 bulan, Nada lancar sekali minum obat.  Jelas ketika bayi sampai usia 3 bulan belum mampu menolak apa yang orang tua beri. Dulu masih menggunakan pipet, yang cenderung lebih lama dan berulang, saya memilih menggunakan pipet agar lebih efisien obat bisa masuk semua ke sesuai ml nya tanpa tumpah-tumpah, mulut bayi terlalu kecil untuk menggunakan sendok obat. Ini memang kurang efektif, pipet kan kecil jadi harus berulang kali ambil untuk mencapai ml obat yang dibutuhkan. Namun Nada sangat kooperatif mau dan tidak keberatan meminum obat secara berulang-ulang dengan pipet.

Di usia 4-8 bulan ia mulai tahu rasanya bahwa obat pahit, dan sudah bisa terlihat tidak suka dari gesture dan ekspresinya ketika diberi obat. Namun belum bisa menolak dengan meronta, ia hanya mampu memalingkan muka dan sesekali menangis. Lama kelamaan, masuk usia 9-15 bulan, ia mulai menolak minum obat ketika sakit. Kondisi yang saya ceritakan di atas bahwa ia mengamuk, menjerit, menangis ketika akan diberi obat. Ini sangat membuat saya khawatir, apakah Nada akan seterusnya sulit minum obat sampai besar? Atau bahkan trauma minum obat?.

Segala cara sudah saya lakukan, dari mulai memberinya pengertian, menggunakan berbagai macam media seperti boneka, buku, mendongeng dll. Namun semua tidak mempan, alhasil saya kembali memaksa lagi dan lagi.

Ketika Nada Mau Minum Obat tanpa dipaksa

Dari semenjak usia 13 bulan terakhir ia sakit cacar, Nada tidak pernah sakit lagi sampai usia 16 bulan. Usia 17 bulan Nada sakit bapil dan saya mulai deg degan karena bapil tak kunjung sembuh sudah satu minggu. Yang membuat saya dagdigdug adalah ketika harus memberinya obat lagi. Mau tak mau, suka tak suka saya kembali memberinya obat, dan surprise banget ketika saya memberi pengertian seperti biasa ketika ia sakit dan harus meminum obat, tanpa gesture dan ekspresi tidak mau, tanpa rengekan, ia mau minum obat sendiri tanpa saya harus mengeluarkan effort lebih. Masya Allah, Alhamdulillah 😀.

Lalu saya berfikir, apa yang membuat ia kembali mau minum obat tanpa dipaksa? apa yang sudah saya lakukan untuk membuatnya tidak trauma?. Mungkin karena beberapa kebiasaan yang saya lakukan terus menerus selama ia sakit dan minum obat ternyata berefek kuat sehingga ia mau minum obat tanpa dipaksa lagi. Berikut yang saya lakukan :

  • Sounding

Memberinya pengertian setiap akan memberinya obat. Seperti ; Nada lagi sakit, harus minum obat biar virus dan bakteri didalam kalah sama obat, Nada bisa cepat sembuh.

Sounding yang saya lakukan tidak hanya ketika mau minum obat, ketika sedang menyusui saya selalu memberikan pengertian sambil mendoakan dia supaya cepat sembuh. Karena ketika menyusui adalah posisi ternyaman dan terdekat saya dengan dia.

  • Berkata Jujur

Berkata jujur, tidak ada kebohongan, tidak ada ancaman. Seperti ; Obatnya ada rasa pahit, tapi tidak apa-apa nanti minum yang banyak biar rasa pahitnya hilang.

  • Meminta Maaf

Ketika sudah memberinya pengertian dan berkata jujur namun tetap tidak bisa membuatnya mau minum obat, saya selalu meminta maaf ketika akan memaksanya. Saya akan membuatnya tidak nyaman dan ia pasti tidak suka sehingga saya perlu meminta maaf. Karena Nada tidak mau minum obat sendiri jadi maaf ya ibu akan memaksa, demi kebaikan Nada supaya cepat sembuh karena ibu sayang sama Nada.

Setelahnya ia masih menangis meronta-ronta saya kembali meminta maaf dan memeluknya.

  • Mengajak Berdo’a Meminta Kesembuhan pada Allah

Ketika akan meminum obat saya selalu mengajaknya berdoa, baca bismillah dulu yuk, minta kesembuhan sama Allah, ‘Ya Allah sembuhkan Qatrunada, aamiin’. Setiap setelah shalat saya selalu mengajaknya berdoa dan memohon kesembuhan kesehatan dan kemudahan dalam meminum obat. Berdoa dulu selesai shalat ya nak, ‘Ya Allah beri Qatrunada kesehatan, kemudahan meminum obat supaya segera sehat. Aamiin’

Selain itu mungkin rentan waktu cukup lama ke sakit lagi jadi dia lupa kalau dulu sulit minum obat 😅. Namun saya sangat percaya kekuatan sounding terus menerus akan masuk ke alam bawah sadarnya.

Semoga bermanfaat 😊

Makan, Ngobrol, Ngasuh di Fish Wow Cheese Bandung

Setelah menjadi warga Jakarta, pulang ke Bandung adalah sesuatu yang sangat di nanti. Memang kota kembang ini ngangenin banget, dan jujurly belum bisa move on dari kota ini, secara keluarga semua disini dan besar disini juga, kota Bandung selalu menyimpan cinta dan cita terlebih ketika saya meinggalkan kota ini dan tinggal di kota metropolitan.

Setiap akhir pekan Bandung selalu penuh dengan wisatawan, macet dimana-mana terutama di tempat-tempat wisata. Dulu ketika saya masih jadi warga Bandung, selau berkata “Ini mobil plat B menuh-menuhin Bandung setiap weekend, mau pada ngapain sih?”, dan setiap akhir pekan saya lebih memilih  tidak keluar rumah, sudah malas dengan kemacetan Bandung. Dulu teman-teman saya yang merantau bekerja/kuliah di luar kota selalu lebih hafal dan hatam kuliner dan wisata baru di kota Bandung, saya yang stay di Bandung malah belum pernah kesana, haha.

Kini semua berubah, saya bagian dari kemacetan setiap akhir pekan itu, saya bagian yang dikeluhkan ‘plat B menuh-menuhin Bandung’, dan akhir pekan di Bandung saya habiskan dengan keluar rumah. Menikmati kota Bandung, baik itu jalan-jalan bersama keluarga, ketemu teman-teman yang sekarang memang sudah jarang sekali bertemu, akhir pekan menjadi momen bagi saya untuk silaturahmi dengan saudara/teman yang dulu mudah sekali ditemui, tapi tidak dengan sekarang, sehingga kesempatan ke Bandung saya manfaatkan.

Termasuk akhir pekan kemarin, saya membuat janji dengan salah satu sahabat kecil saya, Icha. Kami memang sudah lama tidak bertemu, sehingga ketika saya ke Bandung segera membuat jadwal  untuk bertemu. Sudah tidak tahu seberapa banyak cerita yang akan di bagikan nanti, rasanya banyak sekali. Icha mengajak kami pergi ke sebuah tempat makan yang bisa dikatakan tempat makan hits baru di Bandung, namanya Fish Wow. “Disana ada playground-nya jadi Nada bisa main” kata Icha, sahabat saya ini mamang perhatian, ia paham sekarang saya sudah jadi ibu, bagaimana keribetan ketika membawa anak jalan atau makan diluar, sehingga ia mencari tempat makan yang ramah anak juga. Menu utama yang ditawarkan adalah Ikan, saya merasa cocok karena sudah bosan sekali dengan menu ayam dan daging, tapi makan ikan saya akan repot dengan tulang ikannya. “Cha, kalau makan ikan agak repot suapin Nada, milihin daging ikan dari cucuk nya”, dan jawaban Icha menenangkan dan menyenagkan saya, “Engak ko Hik, ikannya udah gak ada tulangnya, dan harganya terjangkau”.

Pengalaman Makan di Fish Wow Cheese Bandung

Fish Wow Cheese Bandung

Sampailah kami ke tempat makan, siang sudah menjelang sore, karena ketika akan berangkat eh, Nada tidur, jadilah menunggu Nada bangun dulu, sudah pastilah perut kami sedang berdemo, hahaha. Alhamdulillah perjalanan kami lancar menggunakan motor dan tidak terlalu jauh dari rumah saya, tepatnya di Jl. Lombok no.30 Cihapit, Citarum.Sampai sana ternyata penuh dan akhirnya Icha mengajak kami ke playgrond-nya dulu sambil menunggu meja kosong sambil Nada bermain. Qatrunada senang sekali, bangun tidur langsung diajak main, hihi. Saya menemani Nada bermain di playground, Icha standbye ketika ada tempat yang kosong, hihi. Playground-nya tidak terlalu besar, namun cukup untuk bermain beberapa anak. Disana terdapat beberapa permainan, seperti perosotan mini, bola warna warni, kuda-kudaan, dan lego. Ketika masuk di playgroud ada beberapa anak juga yang sedang bermain, namun memang yang paling kecil saat itu Nada, haha.

Nada sedang bermain di playgroud bersama beberapa anak lainnya.

Alhamdulillah tidak mengunggu lama, kami sudah mendapat meja kosong, lalu kami memesan beberapa menu makanan dan memang harganya terjangkau, harga tertera di kertas menu pemesanan. Saya meminjam baby chair untuk Nada kepada karyawan disana, responnyapun baik dan ramah. Memesan makanan dengan memberikan kertasnya ke kasir dan membayar dimuka. Sambil menunggu makanan datang, Nada kembali bermain di playgroud.

Tak lama datang minuman pesanan kami, namun untuk makanan proses menunggunya lumayan lama, mungkin karena penuh pengunjung juga pada saat itu. Ketika pesanan sudah datang semua, barulah kami bersiap mencobannya.

Makanan yang kami pesan

Overall semua makananya enak-enak, kami semua sepakat, Nada pun suka sekali. Porsinya cukup banyak menurut saya, sampai Macroni skotel-nya tidak habis, akhirnya saya minta bungkus sisanya, tetep emak-emak ga mau rugi, hahaha. Tentang harga, saya pesan 2 makanan dan 2 minuman hanya Rp.95.000 sudah dengan pajak. Menurut saya sih ini cukup terjangkau dengan rasa dan porsinya.

Nada makan sambil bulak-balik ke playground, karena memang meja kami tidak terlalu jauh dari sana. Saya dan Icha bergantian makan dan mengasuh Nada.

Nada makan bareng ateu Icha

Akhirnya semua cerita yang banyak banget itu dan rencannya akan kami sharingkan satu sama lain, kini masih mengendap, haha. Ngobrol ketika makan yang tidak fokus karena Nada bulak-balik ke playground, membuat kami mengalah untuk si kecil yang memang sedang me’jeuhna, haha. Susah banget sekarang untuk sekedar bercerita panjang lebar dengan teman, kecuali anak dititipin atau anak lagi tidur. oke sip, tapi ku bahagia jadi Ibu. Alhamdulillah 😊. Oia, akhirnya macroni skotel yang saya bawa dimakan oleh mamang dan ateu-nya Nada, mereka sependapat bahwa ini enak 😁.

 

Semoga bermanfaat 😊.

Anak Berlatih Memilih

“Qatrunada makan yuk, ibu hari ini masak sayur bayem, tempe goreng dan ayam goreng. Nada mau makan sama apa?”, sambil saya gendong dan menunjuk menu makanan yang tersedia kepadanya.

“Mekan (maksudnya makan), yam (maksudnya ayam)” , terkadang jawabannya hanya menunjuk menu makanannya, karena Nada masih belum lancar berbicara.

“Oh, mau makan sama ayam nak?” , ia tersenyum terkadang tepuk tangan tanda bahwa setuju dengan menu makanan yang dipilihnya.

“Nada mau makan pakai tangan atau sendok?”, sambil saya tujukan tangan dan sendok kepadanya.

Ia diam tak menjawab ataupun menunjuk, mungkin ia bingung atau belum paham maksud ‘pakai tangan dan sendok itu apa’, kalau seperti ini tugas saya mengarahkannya.

“karena Nada makannya sama ayam goreng, jadi pakai tangan saja ya, biar lebih mudah makannya”

Lagi-lagi responnya tepuk tangan dengan senyuman tanda ia setuju dengan pilihan yang saya ajukan dengan penjelasannya. Jika ia memilih makan dengan sayur tentu saya tidak akan memberikan ia pilihan, akan langsung saya sediakan sendok untuknya.

“Nada mau ibu suapin atau makan sendiri?”

“Diyi (maksudnya sendiri)”

“Iya sok atuh, Nada makannya duduk, makan yang baik ya, yang habis”

Ia langsung makan dengan lahap dan hati senang, seringkali jika makan atas pilihannya sendiri makannya lebih lahap dan sering nambah, alhamdulillah.

Read more

Jadilah Ibu yang Bahagia dengan #AsikTanpaTonic ~ Natsbee Lemon Honey

Semenjak menjadi ibu, saya dituntut terus beradaptasi dengan kehidupan baru. Kehidupan seorang ibu yang harus merelakan kepentingan pribadi demi anak dan keluarga, belum lagi pekerjaan yang tidak ada habisnya.

Menjadi seorang ibu bukan perkara mudah, ini sangat sulit menurut saya dan sebagian besar ibu lainnya. Saya harus terus mengupgrade diri tentang ilmu dan pengalaman dalam memberikan yang terbaik untuk anak dan keluarga. Saya harus memiliki kesabaran dan stamina yang ekstra dalam mendampingi buah hati juga mengurus rumah tangga, belum lagi rutinitas yang dijalani semakin lama semakin monoton, tak jarang membuat saya menjadi jenuh, jika dibiarkan berlarut ini akan menjadi sumber stres.

Kenali Sumber Stres

Beberapa hal menjadi sumber stres yang saya alami ;
1. Merasa Lelah (fisik/psikis) dan Bosan dengan Rutinitas.
Menjalankan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dengan rutinitas yang berpola, itu-itu saja, belum lagi pekerjaan yang tidak ada habisnya. Prilaku anak yang memang sedang mengeksplor segala keingintahuannya kadang membuat ibu naik darah. Butuh energi dan kesabaran ekstra dalam menjalankan peran sebagai ibu. Ini semua terkadang membuat saya sering merasa jenuh, jika tidak segera diatasi, akan sangat berpengaruh pada kesehatan psikis dan fisik saya.
2. Tidak Punya Waktu Sendiri.
Pekerjaan seorang ibu yang tidak ada hentinya, membuat ibu terkadang melupakan waktu untuk dirinya sendiri. Padahal ini sangat penting demi menjaga kewarasan seorang ibu.
3. Ekspetasi Menjadi Ibu yang Sempurna VS Realita Nenjadi Ibu Apa Adanya.
Terkadang ekspetasi tidak sama dengan realita. Contohnya, saya ingin agar anak tidak diberi gawai dibawah usia 2 tahun (ekspetasi) namun apa boleh buat ketika kebelet ke toilet dan anak tidak mau lepas, saya berikan tontonan lewat gawai 😥 (realita). Contoh lain, ketika anak tidur akan membereskan pekerjaan rumah (ekspetasi), namun apa boleh buat ketika seharian full berkatifitas lelah tak bisa dicegah, akhirnya ikut tertidur dan pekerjaan rumah masih menumpuk (realita).

Menjadi seorang ibu rentan mengalami stres, tak sedikit ibu baru yang mengalami ‘baby bluse sindrom’ dan banyak juga ibu yang  mengalami stres walau sudah bertahun-tahun berperan manjadi ibu.

Memurut Fina Febriani M.Psi,Psikolog, ketika ibu mengalami stres yang tidak dikelola dengan baik maka dapat menyebabkan:
1. Masalah psikologis yang serius, seperti depresi berat atau gangguan lainnya.
2. Menurunnya kekebalan tubuh, sehingga ibu mudah terserah penyakit fisik.
3. Terganggunya kesehatan janin pada ibu hamil dan berkurangnya produksi ASI pada ibu menyusui.
4. Menularnya emosi negatif pada anak, yang bisa berpengaruh pada munculnya perilaku yang negatif pula, seperti rewel, sulit diatur, dll.
5. Rusaknya hubungan ibu dengan orang-orang sekitarnya karena ibu cenderung mudah tersinggung, marah, atau bahkan ingin menyendiri.

Jadilah Ibu yang Bahagia!

Maka penting sekali bagi seorang ibu untuk bisa mengelola stres dengan baik, karena ibu haruslah bahagia. Seorang ibu merupakan jantung keluarga, ibu yang bahagia akan melahirkan keluarga yang bahagia juga. Ibu merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Cara ibu menghadapi tekanan/stres akan berpengaruh kepada anak serta keluarga.

Kelola Stress dengan Baik

Ketika tanda-tanda sumber stress datang, biasanya saya mengantisipasinya dengan :
1. Jika sudah datang tanda-tanda lelah dan bosan.
Saya rehat sejenak dengan mengajak anak jalan-jalan keluar rumah, tidak harus jauh, keliling komplek saja sudah membuat saya cukup fresh kembali. Atau ketika fisik terasa lelah, saya memutuskan tidur siang bersama anak tanpa memikirkan pekerjaan rumah lainnya.
3. Menurunkan Ekspetasi
Menurunkan  ekspetasi menjadi ibu yang sempurna menjadi ibu yang bahagia, karena saya sadar tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Kalaupun ada, pasti itu sangat sulit sekali dicapainya, dan bisa-bisa malah tertekan dengan keinginingan untuk menjadi sempurna. Kini, saya sudah berani mengambil resiko untuk melihat rumah berantakan demi istirahat yang cukup 😊.
2. Me Time
Bagaimanapun kini saya harus memiliki waktu untuk me time walau hanya sebentar. Me time setiap orang tertu berbeda, biasanya saya menitipkan anak pada suami untuk beberapa jam (1-3 jam). Saya bisa fokus me time dengan menulis sambil ditemani minuman yang menyegarkan dan menenangkan, itu sudah me time terbaik untuk saya. Dan kemarin saya baru coba minuman terbaru dari POKKA dan ini asli nyegerin banget, perpaduan madu dengan lemon yang pas banget rasanya.

Bersihkan Hari Aktifmu dengan Natsbee Lemon Honey
Setelah seharian menjalani rutinitas sebagai ibu rumah tangga, saya selalu butuh mengcharge dengan sesuatu yang bukan hanya menyegarkan tapi menenangkan juga. Salah satu cara mengcharge diri saya adalah dengan menulis, menulis membuat saya tenang dan segar kembali. Sama seperti minuman ini, pertama kali coba sudah langsung jatuh cinta. Perpaduan lemon dan madu nya membuat hati tenang dan tubuh kembali segar. Rasanya pas, tidak terlalu manis, pokoknya saya suka  deh 😍.

Natsbee Lemon Honey ini diproduksi oleh POKKA. Perusahaan POKKA sudah berdiri dari tahun 1957 di Jepang, dan kini POKKA sudah sampai di beberapa negara lainnya seperti Singapure, Malaysia, Eropa dan Timur Tengah. POKKA memproduksi berbagaimacam minuman, salah satunya Natsbee Honey Lemon ini. Tentunya Natsbee Honey Lemon ini sudah terdaftar di BPOMRI ya, dan mengenai kehalalannya jangan khawatir POKKA telah memperoleh sertifikat halal dari Malaysia.

Komposisi utama madu dan lemon yang khasiatnya sudah teruji untuk kesehatan tubuh, membersihkan tubuh kita dari zat-zat beracun, mengandung vitamin C dan dapat meingkatkan daya tahan tubuh. Jadi ketika sudah lelah dengan aktifitasmu seharian jangan lupa minum Natsbee Honey Lemon ya, minuman sehat yang membuat hati kembali tenang dan tubuh kembali segar.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Natsbee Honey Lemon ini, bisa berkunjung ke ;
Fanpage FB : http://facebook.com/POKKA.id
Instagram : http://instagram.com/pokka_id

Untuk membeli Natsbee Lemon Honey bisa datang ke supermarket terdekat ya ❤ .

Merayakan Hari Kemerdekaan, Mengapa dengan Perlombaan? Yuk Simak Tujuannya

17 agustus tahun 45,
Itulah hari kemerdekaan kita,
Hari merdeka nusa dan bangsa,
Hari lahirnya bangsa Indonesia,
Merdeka..
Sekali merdeka tetap merdeka,
Selama hayat masih ditanggung badan,
Kita tetap setia tetap setia,
Mempertahankan Indonesia,
Kita tetap setia tetap setia,
Membela negara kita.

9

Mendengarkan dan melantunkan lagu-lagu kebangsaan seperti mengecharge kembali jiwa nasionalisme yang sudah mulai meredup dengan kericuhan perpolitikan di negeri ini. Hari kemerdekaan 17 agustus juga jadi salah satu momen dimana semua orang kembali menyalakan jiwa nasionalismenya. Bagaimana tidak, hampir semua wilayah Indonesia serentak mempersiapkan peringatan 17 agustus, dari mulai memasang bendera merah putih di setiap rumah, membuat kepanitiaan karang taruna untuk acara 17 agustusan, sampai mengikuti rangkaian acara perlombaan dengan semangat sukacita, tentunya dengan hati penuh cinta kepada negeri Indonesia.

Mengapa peringatan kemerdekaan identik dengan acara perlombaan? Beberapa kali pertanyaan iti muncul dalam benak saya. Mengapa harus lomba? Apa tujuannya?. Adakah yang sama bertanya-tanya seperti saya? Hihi. Setelah mencari tahu dan menganalisa, ternyata tujuannya luar biasa loh. Yuk simak, berikut beberapa tujuannya ;

1. Semangat Gotong Royong dalam Mencapai Satu Tujuan Bersama.
Perlombaan yang berkempok, mengharuskan anggota tim bekerja sama membuat strategi dalam mecapai tujuan yang sama. Membuat mereka harus bergotong-royong, bahu-membahu demi mencapai satu tujuan. Seperti dalam perlombaan legendaris, lomba panjat pinang dan lomba bakiak.

Pict from google

Kini banyak permainan modern yang dimodifikasi, namun tujuan akhirnya sama untuk menanamkan semangat gotong royong. Seperti di daerah komplek rumah tante saya, ada perlombaan kebersihan lingkungan, tim terdiri dari 1-8 rumah. Mengharuskan warga bergotong royong membersihkan daerah rumahnya, dari mulai rumah, jalanan disekitar, selokan, dll.

2. Kerja keras dalam Persatuan dan Strategi Mengalahkan Lawan.
Perlombaan ini juga biasanya berkelompok, namun langsung berhadapan dengan lawan, sehingga harus menyiapkan strategi dalam mengalahkan lawan. Contohnya pada permainan tarik tambang, bagaimana tim harus bekerja sekuat tenaga untuk menang dari lawannya. Contoh lain, dalam pertandingan olahraga seperti sepak bola, basket, volly, dan lain sebagainya.

Pict From Google

3. Tetap Semangat walau dalam Kesulitan dan Keterbatasan (Mengenang Perjuangan Rakyat Indonesia sebelum Merdeka).
Seperti yang kita ketahui bahwa sebelum merdeka keterbatasan sandang, pangan, papan, yang dirasakan rakyat Indonesia sangatlah memilukan, namun keterbatasan dan kesulitan itu tidak mematahkan semangat mereka untuk berjuang demi kemerdekaan bangsa. Pesan ini yang ingin disampaikan dalam perlombaan legentaris, lomba makan kerupuk dan lomba balap karung.

Pict From Google

Perlombaan makan kerupuk dan balap karung menjadi simbol bahwa kita harus tetap semangat walau didera kesusahan dan keterbatasan (yang disimbolkan dengan kerupuk dan karung).

Pict from google

Read more

TIPS AGAR NGEBLOG RUTIN, MALAS MENYINGKIR – PRODUKTIVITAS NGEBLOG

 

Tak dipungkiri saat ini dunia blogger berkembang sangat pesat berbanding lurus dengan teknologi digital yang terus berevolusi menjadi semakin maju. Kini, banyak orang berbondong-bondong masuk dunia blogger, kebanyakan dari mereka yang memiliki hobi menulis dan berbagi. Ternyata tidak hanya sebatas hobi, blogger kini bisa dikatakan profesi yang cukup menjanjikan loh. Bukan sembarang blogger, tentunya blogger profesional yang sudah memiliki jam terbang, yang berpengalaman dan memiliki kualitas baik dalam konten tulisan blognya.

Tentunya menjadi blogger profesional tak serta-merta seperti membalikan telapak tangan, tetaplah harus banyak belajar dan berlatih. Tak sedikit blogger pemula hanya semangat di awal namun tak bertahan lama,  karena berbagai macam alasan tentunya. Ngeblog juga perlu konsistensi, nah yang paling sulit memang konsistennya ini, apalagi untuk blogger pemula yang harusnya banyak berlatih.

Saya bisa dikatakan sebagai blogger pemula, mengalami juga masa-masa semangat diawal dan kemudian menghilang 🙈. Biasanya alasannya karena gak mood nulis, gak ada ide, gak ada waktu, minder liat tulisan dan blognya orang lain bagus-bagus. Padahal seharusnya ini bisa jadi motivasi untuk bisa seperti mereka ya. Setelah saya beberapa kali timbul tenggelam dalam dunia blogger, dan bertanya pada diri sendiri, bagaimana mau jadi blogger profesional kalau malas-malasan seperti ini. Akhirnya saya membuat strategi agar bisa terus konsisten ngeblog.

Alhamdulillah sekarang saya sudah tidak pernah menghilang lagi dan malah semakin semangat belajar dan berlatih ngeblog. Berikut beberapa tips yang saya lakukan untuk bisa konsisten ngeblog ;

1. Kuatkan Niat/Tujuan
Niat/tujuan ini menjadi hal yang paling penting dalam melakukan segala sesuatu termasuk dalam ngeblog ini. Tanyakan pada diri sendiri tujuan/niat untuk ngeblog itu apa sih. Kalau saya ingin mengembangkan diri, menyalurkan hobi menulis secara positif, ingin berbagi ilmu dan pengalaman untuk orang lain. Niat ini bisa jadi motivasi ketika sedang khilaf, hihi. Maksudnya ketika sedang tidak semangat ngeblog. Ketika malas datang kembali ingat niat awal, kembali ingat tujuan ngeblog apa dan manfaat untuk diri sendiri dari kegiatan ngeblog apa?, bisa menyalurkan hobi nulis, mengembangkan diri, berbagi ilmu dan pengalaman untuk orang lain, jadi berputar kembali lagi ke niat. Dan salah satu dasar motivasi dari niat saya adalah ilmu yang bermanfaat salah satu amal jariah yang tidak akan pernah putus sampai akhirat. Tentunya niat/tujuannya harus positif dulu ya. Kalau masih negatif coba luruskan dulu niatnya dan buat jadi positif.

2. Banyak Membaca


Alasan timbul tengelam ngeblog itu salah satunya adalah tidak ada ide atau bingung merangkai kata-kata dalam menulisnya. Nah ini solusinya banyak baca, selain banyak wawasan yang akan memunculkan ide-ide dalam diri kita, otomatis juga akan menambah kosa kata kita dalam menulis, dan ini salah satu modal menjadi penulis dan blogger ya. Bisa baca buku, mampir ke blog teman dan baca-baca tulisannya, baca majalah atau apa saja yang dapat menambah wawasan dan perbendaharaan kata kita nantinya.

3. Mengikuti Berbagai Macam Event
Ini juga salah satu cara untuk menambah ide dan wawasan kita, tak hanya itu mengikuti berbagai macam event blogger juga membuka jalan memperluas pertemanan kita dengan blogger-blogger lain. Semakin banyak teman semakin semangat ngeblog kan? Hehe.

4. Masuk dalam Komunitas Blogger
Nah ini yang tak kalah penting, komunitas akan membantu kita belajar dan berlatih menjadi blogger profesional. Kita juga belajar bagaimana bisa berkontribusi positif dalam komunitas tersebut. Banyak informasi kegiatan blogger, dan kita semakin kuat dengan komunitas.

5. Mengikuti Lomba Blog
Ini salah satu andalan saya dalam konsisten ngeblog, yup ikutan lomba, hihi. Tujuannya adalah untuk berlatih, seolah dipaksa ngeblog
Apalagi lomba sudah ada ketentuan tema dll. Sehingga lebih memudahkan untuk mencari ide, menurut saya 😁. Ketika kalah gak masalah, sudah bersyukur karena bisa ngisi blog terus, jadi gak menghilang lagi, hihi. Karena niat awalnya untuk strategi konsisten ngeblog. Ketika menang? Ini bonus dari Allah karena kesungguhan kita.

6. Buat Mood Selalu Datang
Alasan lainnya ya gak mood nulis, ini bisa siasati dengan memunculkan mood. Jadi jangan menunggu mood datang, karena kalau menunggu entah kapan datangnya 😁. Deadline banyak tapi mood belum datang, ide sudah banyak tapi mood belum datang, lomba sebentar lagi ditutup tapi mood belum datang, cape deh kalau nunggu mood 😅. Kita bisa kok membuat mood itu selalu datang, caranya? Buat situasi dan kondisi supaya mood datang. Ini setiap individu berbeda, ada yang nyaman ketika menulis sambil minum kopi / teh ditemani cemilan, atau nyaman ketika menulis sambil mendengarkan musik, atau seperti saya, nyaman ketika menulis setelah anak tidur, emak-emak life banget ya 😂.

Nah itu tips dari saya agar konsisten ngeblog, teman-teman juga bisa baca tulisannya Intan Novriza Komala Sari tentang Meningkatkan Produktifitas Ngeblog  .

Tulisan ini diikut sertakan dalam #KEBBloggingCollab kelompok DiSas, Post Trigger ke-5.

Scroll To Top