Story HikmahNisa

HANYA BISA TIDUR DI GENDONGAN

Saya sempat frustasi ketika pasca lahiran dan awal memerankan peran sebagai Ibu. Yaa.. Qatrunada hanya bisa tidur di gendongan dan hanya bisa tidur dengan menyusui pada saya.

Bisa dibayangkan baju saya ga pernah bener, kancing selalu kebuka untuk nyusuin SEHARIAN FULL, masuk angin? Udah jelas ga usah di tanya πŸ˜‚πŸ˜‚. Sesi satu kali menyusui Qatrunada bisa 2-3 jam bahkan lebih dan tidak pernah kurang πŸ˜…πŸ˜…. Ketika sudah lepas PD dan terlelap tidur, saya coba pindahin ke tempat tidur, jangan ada suara yang bikin kaget, pelaaann, pellaannn, bener-bener pelan-pelan. 

Walau saat itu saya sudah nahan pipis, nahan perut lapar, nahan bau badan sendiri gegara belum mandi. Oke alhamdulillah berhasil pindahin ke tempat tidur. Saya beranjak pergi dari kasur lagi lagi pelan-pelan, sangat pelan malahan. Ketika napak di lantai senegnya ga bangun. 

Oke lanjut beranjak antara ke dapur dan kamar mandi. Hanya beberapa langkah saja. “Eeeeaaaaaaakkkkkkkkk” 😰😰😰

Tangisan bayi sudah terdengar jelas, semakin lama semakin keras. 

REPEAT setiap saat, setiap hari sampai berbulan-bulan πŸ˜₯ pikiran saya jalan-jalan terus.

“Apa ASInya kurang?”

“Apa Qatrunada sakit?”

“Apa harus dipaksa bobo dikasur?”

“Kapan polanya berubah ya?”

“Apa seterusnya bakal kaya gini ga yah?” Dll.

Setiap hari saya selalu googling, tanya-tanya apapun tentang bayi. 

Dan kecemasan yang saya buat merambat ke hal-hal yang memang ga terlalu penting sebenernya. Dan itu semakin membuat saya mendekati frustasi.

Tubuh  masih butuh pemulihan pasca lahiran ditambah begadang terus dan Qatrunada ga bisa lepas dari gendongan saya SETIAP HARI. Belum lagi saya lelah dengan pikiran-pikiran saya sendiri. Pikiran saya harus segera ‘dijernihkan’ dari segala macam kekhawatiran dan pikiran-pikiran negatif yang berseliweran. Dari mulai konsul ke bidan dan dokter.  Saya juga sempat juga konsul dengan @ibupedia_id 

Ibu-ibu baru, adakah yang seperti saya?jika ada moga sharing saya bermanfaat yaa. Saya akan share rangkuman hasil konsultasi dan hal yang membuat saya tenang dan siap menghadapi pola bayi yang hanya ingin tidur di gendongan.

Seorang profesor bernama James McKenna menjelaskan, β€œKarena bayi secara biologis mampu untuk merasakan ada sesuatu bahaya yang terjadi ketika terpisah dari orang terdekatnya. Dan mereka merasakan, melalui kulit mereka, ada sesuatu yang berbeda seperti kehilangan kelembutan dari sentuhan ibu, panas dari tubuh ibu, bau ASI sang ibu, kelembutan gerakan ibu, dada ibu yang bernafas dan rasa terlindungi. Bayi terjaga karena merasa ditinggalkan maka ia merasa itu adalah waktu baginya untuk terbangun dan memanggil kembali orang yang paling dekat dengannya.” (Sumber : ibupedia)

Saya jadi teringat materi jaman kuliah dulu bahwa tahapan perkembangan psikososial menurut Erik Ericson, tahapan pertamanya yaitu Trust Vs Mistrust (Percaya Vs Tidak Percaya). Trust Vs Mistrust (Percaya Vs Tidak Percaya) terjadi pada usia 0 s/d 18 bulan yang merupakan tingkatan paling dasar dalam hidup yaitu membangun kepercayaan πŸ’–. Bayi sangat bergantung pada kita, perkembangan kepercayaan didasarkan pada ketergantungan dan kualitas dari pengasuhan kita pada bayi. Jika bayi berhasil membangun kepercayaan, dia akan merasa selamat dan aman dalam dunia.

Kita tidak rela dan tidak ikhlas secara emosional, atau seakan menolak mengendong bayi terlalu lama atau menolak menyusui bayi dengan waktu yang lama juga. Apalagi membiarkan ia menangis terlalu lama,  dapat mendorong perasaan tidak percaya diri pada bayi. Kegagalan dalam mengembangkan kepercayaan akan menghasilkan ketakutan dan kepercayaan bahwa dunia tidak konsisten dan tidak dapat melindunginya.

Yaa.. Qatrunada kecil dan bayi-bayi lainnya butuh percaya, percaya bahwa ia aman bersama ibunya, percaya bahwa ia terlindungi, ia dikasihi secara fisik dan emosional πŸ’ž.

Membiarkan tangisan bayi semakin menjadi  hanya membuat tingkat kecemasannya meningkat. Bayi berpikir kalau ia ditelantarkan atau ia berada di situasi yang tidak aman. Memang ini bisa melelahkan si ibu, dan kadang menjadi hal yang membuat stres. 

Hidup saya jauh lebih ringan ketika saya relakan hidup saya untuk si bayi dan tidak perhitungan lagi padanya. Perhitungan bahwa saya sudah mengendong ia seharian atau ia sudah menyusu sangat lama pada saya. Dan ternyata bayi bisa lebih bahagia ketika tidak terlalu terikat pada aturan, aturan ia harus bobo dikasur, aturan ia harus menyusui hanya dengan durasi 30 menit misalnya.

Menomorduakan semua hal yang harus saya lakukan dan mengutamakan si bayi dengan mendekapnya lembut ternyata menjadi solusi yang paling baik. Sadari bahwa bayi sedang mengkomunikasikan rasa takutnya dan bukan memanipulasi saya. Kesadaran ini menjadi sangat penting untuk saya.

“Hujan ge aya raatna”. Pola bayi akan terus berubah seiring tahapan perkembangannya. Penuhi tahapan perkembangannya dengan baik, karena tahapan itu tidah bisa kembali lagi. Mommies masalah ini akan berlalu. Semua kondisi yang ibu anggap sulit dalam merawat bayi hanya bersifat sementara 😊😊. 

Ketika si kecil sudah tidak terlalu ingin terus menerus merasa aman dalam dekapan ibunya, ia akan menjadi seseorang yang lebih percaya diri. Hal ini merupakan hal yang penting bukan?. Jadi bersabarlah para Bunda hebat. Kita sama-sama tau kalau kita selalu ingin memberikan yang terbaik bagi sang buah hati πŸ’–.

Semoga beemanfaat 😊

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

One thought on “HANYA BISA TIDUR DI GENDONGAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top