Story HikmahNisa

Day4 Games Level1 KomProd Bunsay


Tadi malam Qatrunada bobonya ga nyenyak sampai subuh, bangun-bangun terus. Paginya main seperri biasa dengan emang dan tante-tante nya. 

Sekitar jam 10.00 Qatrunada sudah terlihat ngantuk dan minta nen. Alhamdulillah saya nenen kan dan bobo. Qatrunada bobo di kamar Ambu Abahnya di lantai bawah karena di lantai atas rame sekali takut susah tidur dan kebangun-bangun lagi. Jadi saya putuskan bobo nya dibawah aja. 

Setelah Nada bobo, saya amankan dengan menumpuk bantal di pinggir-pinggirnya. Jaga-jaga karena Nada kalau bangun tidur ga nangis, langsung duduk dan ngerondang cari ibu. Apalagi ranjang di kamar abah dan ambu lumayan tinggi, khawatir jatuh.

Saya bulak-balik mengecek ke kamar takut Nada bangun dan masih aman. Akhirnya saya stay didepan pintu kamar sambil ngobrol dengan ambu nya. Eehh tetiba Nada nangis kenceng. Kagetlah saya dan cepet lari dengan paniknya kekamar. Dan benar terjadi, dia jatuh sudah posisi duduk di bawah. Saya gendong dan usap2 punggungnya. 

Nada terus nangis akhirnya saya nenenin lagi, mungkin sakit badannya tadi jatoh atau dia masih ngantuk, pikir saya. Nada nenen dengan nikmatnya sambil matanya merem melek. Saya masih merada bersalah karena Nada jatoh lagi. 

Saya usap dengan lembut kepalanya dan berkata : 

“Nada, maafin ibu yaa, bu ga tau Nada tadi bangun.” Nada melek terus merem lagi sambil terus mulutnya menghisap ASI. 

“Nanti kalau Nada bangun bobo terus ga ada ibu. Nada panggil aja ibu nya yaa ‘buu buu’ gitu aja  atau Nada bisa nangis buat panggil ibu, nanti ibu dateng.” Dia melek dengan terus menghisap ASI saya, teelihat ia sedang mendengarkan ibunya bicara.

“Nada ga usah ngerondang ya. Duduk boleh tapi jangan kemana-mana, panggil aja ibunya, nanti ibu datang, ya nak”. Sambil saya terus elus kepalanya dan berkata dengan intonasi lembut, diakhiri dengan kecupan di kening. 

Saya tidak berkata sekali, tapi berulang. Saya ukang-ulang kata-kata itu. 

Setelah itu Nada kembali main dan jam 13.00 sudah mulai mengantuk lagi. Saya nenein dan ia pun tertidur. Saya kembali bentengi dengan bantal sekelilingnya. Dan sekarang pintu kamar tidak ditutup agar tidak colongan lagi.

Dan tetiba dengar suara “wwaaaaakkkk huuuuu buuuuuu” yuupp Nada nangis, saya lari lagi dan alhamdulillah dia nangis dengan duduk di ranjang tidak bergerak di posisinya. Subhanallah, dia mengerti ucapan saya tadi, dia menangis untuk memanggil saya 😙.

Langsung saya gendong dan usap-usap punggungnya.

Alhamdulillah terimakasih Ya Allah, Komprod hari ini sukses 😊😊.

​#day4

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top