Story HikmahNisa

Games Level1 Day2 KomProd Bunsay

Ceritanya tadi malem Qatrunada susah tidur nyenyak. Bangun-bangun terus sampai jam 2 subuh. Nenen sudah ga mau, dilepeh-lepeh terus. Dan si ayah bobo dengan nyenyaknya. Memang tak dipungkiri ayah pulang malem terus dan kurang istirahat.

Tapi saya pun tak kalah lelahnya berkutat dengan rutinitas dirumah only ber2. Yang bikin lelah sejujurnya karena kebosanan dan sulit merasakan ‘me time’.

Saya sempat kesal juga dengan si ayah karena bobo begitu nyenyak dengan tidak menghiraukan saya yang lelah buat boboin Nada. Sampai.. saking lelahnya saya ketika Nada bangun dan nangis saya diamkan beberapa detik berharap ayahnya bangun dan mau bantu gendong eyong-eyong Nada. 

Alhasil? Failed. Si ayah cuma melek gitu aja liat anaknya nangis terus bobo lagi dengan santainya.

Paginya ayah minta tolong dipijit punggungnya. Sebelum mijit saya coba mengungkapkan unek-unek tadi malam. 

“Ayah, waktu malem Nada bangun bobo terus sampai jam 2subuh. Udah ga mau nenen, ibu udah ngantuk dan lelah banget. Ayah denger ga Nada nangis malem?”

“Denger”

“Kepengen ibu, ayah bantuin ibu kalau Nada lagi kaya gitu. Kalau nenen yaa pasti sama ibu da ayah ga punya asi kn? Tapi kalau Nada udah ga mau nenen, ayah kan bisa gendong eyong-eyong Nada.”

“Da ayah ga tau bu, kirain Nada nangis mau nenen aja.”

“Ayah liat ga waktu malem Nada didiemin sm ibu nangis beberapa detik?”

“Liat”

“Itu dia udah ga mau nenen. Ibu berharap ayah bangun dan gendong eyong2 Nada. Tapi ayah malah cuek dan bobo lagi”

“Ya ibu ga ngomong, ayah kan ga tau kalau Nada udah ga mau nenen. Kan ayah juga suga gendong eyong-eyong Nada kalau ibu ngomong mah.” 

“Ayah biasa aja dong ngomongnya.”

“Biasa ini juga.”

“Mana yang mau dipijit?.”

“Ga usah, ga jadi.”

“Jangan ngambek dong yah, ibu kan cuma ngomong keinginan ibu.”

“Enga ngambek.”

Pengaplikasian KomProd hari ini dengan si Ayah filed šŸ˜‚. Sama-sama emosi tinggi otomatis nalar pendek. Komprod hari ini gagal karena :

Situasi saya memulai pembicaraan teenyata masih direlungi emosi. Walau saya mencoba memperbaiki kalimat, mencari kalimat yang nyaman dan enak tetapi intonasi dan ekspresi saya tak sejalan, wkwk. Intonasi agak tinggi dan ekspresi masam. alhasil reaksi suamipun serupa. Iyes teori 7, 38, 55. Kata atau kalimat itu hanya 7%, intonasi 38% dan ekspresi 55%. So jadilah seperti ini.

Evaluasi dan perbaiki, Bismillah.. šŸ˜Š

ā€‹#day2

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top