Story HikmahNisa

Bercak Merah di Badan si Kecil Setelah Panas Tinggi? Jangan Panik Mom. Simak Tips Berikut

Pernah merasakan panik karena anak mengalami panas tinggi naik turun? Wow perasaan emaknya kaya main jetkoster yaa 😧😧

Anak panas tinggi sampai 39°C naik turun lebih dari 3 hari dan setelahnya muncul bintik merah. Jangan panik mak, mungkin itu Resoela Infantum. Apa itu?. Simak cerita pengalaman saya dan tips ketika anak terkena reseola yuk 😀.

Di usia 13 bulan Qatrunada mengalami panas tinggi turun naik selama 4 hari. Panasnya mencapai 39°C 😵. Jangan tanya bagaimana perasaan ibu nya. Panik? Sungguh sangat panik dan sangaatt khawatir tapi suami selalu jadi ‘es’ buat saya mengajarkan untuk tetap logis dan tenang.

Per-4 jam saya cek menggunakan termoneter manual, saya pilih manual karena lebih akurat. Saya beri obat penurun panas ketika panasnya lebih dari 37.5 dan bonding skin to skin. Biar dia nemplok terus seharian ga masalah karena saya yakin saat ini ia sangat butuh itu.

Hari ke-2 panas kami memutuskan untuk membawanya ke Dokter. Namun, panasnya masih berlanjut sampai hari ke-4. Akhirnya kami memutuskan untuk cek Lab di hari ke-4. Karena sudah lewat 3 hari panasnya masih naik turun, dan Dokter juga menyarankan cek Lab.

Hasilnya leukosit turun, trombosit rawan namun masih dibatas normal. Jika leukosit semakin turun trombosit otomatis ikut turun juga. Jika trombosit turun maka harus segera di rujuk ke RS. Begitu penjelasan dokter atas hasil lab kepada kami.

Jelas itu membuat kami lega tapi tetap mawas, karena besok Qatrunada harus kembali cek darah untuk memastikan leukosit harus naik. Saya kembali membuat kesepakatan kerjasama dengan Qatrunada agar cepat sembuh.

Saya menjalin komukasi dan menjelaskan mengenai kondisi Qarunada ketika ia sedang menyusu dan skin to skin dengan saya. Saya mengajak Nada untuk mau banyak minum dan banyak istirahat juga berdoa pada Allah.

Saya yakin ia mengerti, saya yakin ia merasakan apa yang saya rasakan. Alhamdulillah ia mau banyak minum dan makan. Ia juga mau banyak tidur istirahat dengan baik.

Besoknya kami bersiap cek Lab kembali, hasilnya?

Hasilnya alhamdulillah baik, leukosit naik, trimbosit naik, semua aman. Saya sampaikan terimakasih pada Qatrunada atas kerjasamanya bahwa hasil cek lab nya bagus. Dan mengajak berterimakasih pada Allah bersama-sama. Yaa alhamdulillah semua atas kuasa Allah.

Namun di hari itu muncul ruam merah sekitaran muka dan badan Qatrunada. Saya kembali panik dan bertanya pada Dokter, tidak masalah selagi bintik merah tidak terlihat tambah banyak dan tambah jelas katanya.

Kamipun pulang walau saya masih belum sepenuhnya lega karena muncul ruam merah. Saya masih terus melakukan bonding skin to skin, cek suhu badan setiap 4 jam, memberi lebih banyak cairan, buah juga sayuran.

Lalu googling lah saya mencari tau ada apa dengan ruam merah ini. Dan keluarlah Roseola Infantum. Apa itu?

Roseola, atau yang juga disebut dengan eksantema subitum, adalah infeksi virus yang menyerang bayi atau anak-anak, ditandai dengan gejala demam dan ruam merah muda di kulit. Umumnya, penyakit ini dialami oleh anak usia 6 bulan sampai 2 tahun.

Gejala roseola biasanya muncul setelah 1-2 minggu virus masuk ke dalam tubuh. Pada tahap awal, bayi atau anak-anak yang terkena roseola akan mengalami demam, batuk disertai pilek, sakit tenggorokan, dan tidak nafsu makan.

Demam umumnya mereda dalam waktu 3-5 hari dan diikuti dengan timbulya ruam kulitberwarna merah muda. Ruam ini tidak terasa gatal dan awalnya muncul pada dada, perut, dan punggung, lalu menyebar ke lengan, leher dan wajah. Dalam waktu dua hari, ruam akan berangsur-angsur menghilang. (Sumber : Alodokter)

Saat mengalami ruam merah Qatrunada sangat rewel, 1 hari full ia maunya hanya menyusu dan tidur di pelukan saya. Dan saya tak pernah membatasi itu, saya ikhlas seharian untuk Nada. Sudah tutup mata dan telinga untuk pekerjaan lainnya, biarkan saja. Alhamdulillah Ayah Nada selalu bantu selalu support ❤.

Dan benar saja setelah 2 hari ruam merah itu hilang dengan sendirinya. Qatrunada sudah aktif bermain kembali. Alhamdulillah 😊.

Untuk ibu-ibu ketika anak demam tinggi dan muncul ruam merah, tidak usah panik dulu. Mungkin itu Roseola Infantum.

Beberapa tips dari saya ketika anak terkena Reseola Infantum :

🎀 Selalu sedia obat penurun panas, cek suhu badan anak berkala 4 jam sekali dan jika diatas 37.5°C maka berilah obat penurun panas.

🎀 Kompres air hangat bisa di kening atay di lipatan ketiak.

🎀 Banyak minum, minum ASI atau air putih juga makanan sehat buah dan sayur.

🎀 Bonding skin to skin masih jurus tokcer ibu Nada ketika Nada sakit. Karena ia butuh rasa aman dan nyaman. Semua ia dapatkan yaa di puting susu ibunya atau di ketek ibunya 🙈.

🎀 Sugesti positif dengan mengkomukasikan tentang segala sesuatu yang dialaminya, yang dirasakannya dan yang harus ia lakukan. Percaya, ia mengerti.

🎀 Jika tidak ada perubahan signifikan bahkan panas semakin tinggi dan bercak merah semakin terlihat jelas segera hubungi dokter yaa mom.

Tidak usah panik bu, Insya Allah anak ibu akan segera pulih dan antibody nya akan meningkat setelah ini. Kata dokter menenangkan saya yang panik. Terimakasih dok 😊😊

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

5 thoughts on “Bercak Merah di Badan si Kecil Setelah Panas Tinggi? Jangan Panik Mom. Simak Tips Berikut

  1. Ketika anak demam, apalagi demam yang relatif tinggi 38-39 derajat celcius memang harus diwaspadai ya. Apalagi kalau demamnya turun naik atau justru gak turun-turun, khawatir terkena penyakit DBD

  2. Mbaaak, dulu anakku juga pernah kena Roseola ini tepatnya umur setahun setengah. Awalnya takut jangan2 demam berdarah karena panas 3 hari. Trus ada yang bilang ini campak. Akhirnya kami bawa ke dokter dan baru tahu yang namanya reseola ini.

    1. Hallo mba Yosa 👋, iya mba banyak yang mengira DBD atau campak yaa karena ciri awalnya mungkin sama, dan roseola ini belum banyak diketahui masyarakat pd umumnya. Alhamdulillah ya mba kita sebagai ibu harus selalu belajar. Semangat 💪

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top