Story HikmahNisa

Dukung Anak Memiliki Kecerdasan Menyeluruh (IQ, EQ dan SQ)

Kecerdasan seorang anak erat kaitannya dengan dukungan orang tua. Dukungan dalam arti orang tua bergerak aktif memfasilitasi, mendampingi, mendidik anak untuk memiliki dan meningkatkan kecerdasannya. Penting orang tua meningkatkan kecerdasan anak demi kebahagiaan hidup, hidup yang bermakna (Meaningful Life). Hidup yang bermakna adalah kebahagiaan dalam berbagi (pleasure in giving), lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman.

Putri kami, Qatrunada Hulwah Dawamah kini berusia 17 bulan, sudah menunjukan kecerdasan sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Kami sebagai orang tua terus belajar untuk membantu meningkatkan kecerdasan anak, agar kecerdasannya menyeluruh ke semua bagian. Karena kecerdasan dikategorikan menjadi 3 bagian, yaitu ;

1. Kecerdasan Intelegensi (Intellectual Quotient)

Anak cerdas itu memiliki kemampuan untuk menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berfikir, kemampuan bahasa, dll.

Qatrunada sudah bisa memilih buku sendiri, membuka-buka bukunya dan bercerita dengan bahasanya yang belum sempurna, meminta kami untuk membacakan buku untuknya. Anak cerdas itu cinta pada buku ๐Ÿ˜Š. Ia sudah bisa menunjuk anggota badan, mengenal beberapa hewan, sayuran dan juga buah-buahan. Ia sudah mengerti bahasa perintah yang sederhana, seperti; “tolong ambilkan tisu” “tolong buang sampah ke tempatnya”, dsb. Anak cerdas itu cepat tangap.

2. Kecerdasan Emosi (Emotional Intellegence)

Anak cerdas itu memiliki kemampuan berempati, bersosialisasi, adaptasi dan memiliki attitude yang baik.

Qatrunada sudah bisa salam kepada orang yang lebih tua. Ia juga selalu mengetuk pintu ketika akan masuk rumah, mengucapkan salam ketika bertemu dengan keluarga/teman/tetangga, dadah dan kiss bye ketika berpisah. Anak cersas itu sopan dan santun.

3. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intellegence)

Anak cerdas itu memiliki kemampuan untuk mengenal Tuhan nya dan memahami posisinya sebagai hamba.

Qatrunada sering mengikuti gerakan shalat, walau belum sempurna, ia mengadahkan tangan ketika akan berdoa, bergumam dan menujuk-nunjuk isi dalam Al-Quran ketika sedang mengaji. Ketika ditanya “Binatang, ciptaan siapa?”, dan pertanyaan sejenisnya, ia akan menjawab “Awoh” maksudnya adalah Allah, ia belum mampu berbicara dengan jelas dan sempurna. Ketika sudah selesai makan dan minum selalu berkata “llaaahh”, maksudnya alhamdulillah. Anak cerdas itu yang ta’at kepada Allah dan RasulNya.

Tentunya ketiga bagian kecerdasan ini sangat penting dimiliki oleh anak, sehingga kecerdasannya menyeluruh, menyangkut IQ, EQ dan SQ. Untuk membentuk kecerdasan anak secara menyeluruh, tentunya orang tua harus memberikan effort lebih. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua dalam mendukung kecerdasan anak :

1. Memberikan Contoh/Tauladan yang Baik

Anak adalah seorang peniru ulung, apa yang ia lihat akan ia lakukan. Oleh karena itu, orang tua sebagai role model pertama dan utama untuk anak, sangat penting memberikan contoh/tauladan yang baik, dalam perilaku maupun perkataan. Bahkan banyak riset yang menunjukan bahwa anak akan lebih mudah mencontoh dibandingkan memahami perkataan orang dewasa.

2. Mengajak Anak Berbicara dan Bercerita

Sering mengajak anak berkomunikasi selayaknya kita mengobrol dengan teman. Coba untuk membuka diskusi dengan anak, berdiskusi hal yang simpel saja, seperti; akan menghabiskan liburan bersama dimana akhir pekan ini, ketika ibu bingung ingin memasak apa hari ini, bisa coba mintai pendapat anak. Sering bercerita tentang apa saja, bisa mendongengkan cerita di dalam buku, atau cerita tentang masa-masa ibu mengandung si kecil misalnya.
Dengan sering mengajak berbicara dan bercerita, akan meningkatkan kecerdasan anak baik dalam hal perkembangan bahasa dan otaknya. Selain itu, anak akan lebih percaya diri dan merasa berharga.

3. Mendampingi Anak dalam Bermain dan Belajar

Dampingi anak dalam proses bermain dan belajarnya, jiwa dan raga orang tua harus berada bersama anak ketika itu, dalam arti kita benar-benar bermain bersamanya, fisik, pikiran dan hati kita. Banyak orang tua yang fisiknya mendampingi namun tidak dengan pikiran dan hatinya, fisiknya ada disamping anak namun fokusnya pada smartphone. Bagaimanapun yang lebih berharga itu quality time (kualitas waktu bersama) dibandingkan quantity time (lamanya waktu bersama).

4. Memberikan Apresiasi dan Menanamkan Konsekuensi

Setiap kali anak melakukan hal baru dan itu baik, maka beri apresiasi. Apresiasi sangat sederhana, misalnya dengan mengacungkan jempol, bertepuk tangan atau mengatakan “anak ibu/ayah hebat”, itu sudah masuk ke dalam apresiasi, ini sangat bermakna untuk anak dan dapat menguatkan prilaku tersebut.

Ketika anak melakukan hal yang kurang/tidak baik, maka tanamkan konsekuensi. Misalnya; ketika ia lompat-lompat diatas kasur, dan kita ingatkan untuk turun karena khawatir terjatuh, namun ia mengabaikannya dan tetap melompat-lompat, ketika ia terjatuh maka itu konsekuensi yang ia harus terima dari pilihannya. Katakan bahwa ini adalah konsekuensi ia yang mengabaikan peringatan ibu/ayah. Ini juga membantu untuk memperlemah perilaku kurang/tidak baik.

Apresiasi dan konsekuensi ini berbeda dengan reward dan punishment. Saya pribadi lebih memilih menanamkan apresiasi dan konsekuensi.

5. Memberikan Nutrisi yang Baik dan Seimbang

Ini tak kalah penting, mencetak generasi dengan kecerdasan optimal dan menyeluruh pastinya harus dengan nutrisi yang cukup, baik dan seimbang. Beri anak makanan yang dapat membantu mengoptimalkan kecerdasannya, bantu anak untuk menyukai makanan-makanan sehat seperti sayuran, buah, daging, ikan dan perlu dibiasakan sejak dini.

Orang tua bisa memberikan Cerebrofort, multivitamin anak untuk membantu kecerdasan si kecil, kini Cerebrofort dalam berbagai kemasan yang tentunya disukai anak seperti Marine Gummy ini.

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

4 thoughts on “Dukung Anak Memiliki Kecerdasan Menyeluruh (IQ, EQ dan SQ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top