Story HikmahNisa

OBAT OH OBAT

Assalamualaikum, kali ini saya ingin berbagi pengalaman dan tips agar anak mau minum obat tanpa dipaksa. Dulu saya sangat khawatir sekali apakah Nada akan seterusnya sulit minum obat sampai besar? Atau bahkan trauma minum obat?. Kekhawatiran saya ini berasalan, karena setiap Nada minum obat susahnya luar biasa, sudah mencoba berbagai macam cara, namun gagal, ujung-ujungnya saya kembali memaksa. Nada mengamuk meronta-ronta saya dekap dengan kuat, sampai ia tak mampu menolak, memasukan obat secara paksa ke mulutnya. Nada termasuk anak yang memiliki tenaga yang cukup kuat untuk seusianya menurut saya, sampai terkadang saya kewalahan memegangi Nada sendiri, jika tidak mampu saya minta tolong suami. Bahkan pernah suatu ketika Nada sakit bapil dan dokter menyarankan untuk Nebu, suami dan saya kewalahan memegangi Nada ketika Nebu. Sepanjang Nebu ia menangis meronta-ronta, berapa kali alat nebu lepas, saya dan suami sampai kewalahan memegangi Nada ketika itu. Huh πŸ˜₯

Mencoba Menghindari Pemberian Obat

Begitu terus setiap minum obat, batin saya rasanya menolak memberinya obat, sungguh tidak tega. Namun jika membiarkannya terus sakit berlarut-larut dan tambah parah, malah bukan memberikannya solusi 😣. Sampai saking lelah dan tidak teganya saya memberinya obat, saya sangat menjaga Nada agar tidak terserang sakit, namun ini benar-benar sulit. Saya tidak tahu pasti virus bakteri datangnya dari mana, melarang ia bermain di area kotor, padahal sedang masanya ia bereksplorasi, banyak melarang malah akan memberikan kekakuan padanya. Tidak pergi-pergian keluar rumah, aduh saya saja sungguh tidak mampu, demi menjaga kewarasan saya tetap harus jalan-jalan keluar rumah walau hanya 1 minggu 1 kali. Mengajak anak bermain diluar rumah Β itu banyak manfaatnya juga. Jadi yang paling saya bisa adalah mengontrol asupan makanan dan minuman Nada, itupun jika memang Nada tidak dalam masa susah makan alias GTM πŸ˜…. Jika sedang susah makan, ya sudah makan apa saja yang penting ada makanan masuk. Alhamdulillahnya GTM Nada masih mau ngemil biskuit atau makan buah.

Sebisa mungkin saya menghindari pemberian obat pada Nada, contohnya ketika bapil, saya coba obat-obat herbal dulu seperti ;

  • Membuat air madu plus jahe
  • Dipijat seluruh tubuh menggunakan bawang merah dan minyak telon.
  • Membuat uap sendiri, caranya masak air sampai mendidih diberi minyak kayu putih, didekatkan pada Nada untuk dihirup uapnya. Biasanya saya buat posisi Nada tengkurap diatas kasur, dan uap disimpan di bawahnya. Ini dapat .membantu melegakan ketika hidung tersumbat.
  • Memberi obat herbal yang hanya dioles atau disemprot. Saya biasanya memberi Transpulmin, dioles ke bagian dada, leher dan punggung. Aroma terapi Botanina cold and flu, disemprotkan pada baju, bantal (ketika ia tidur). Ini juga membantu melegakan ketika hidung tersumbat.

Saya beri waktu pemberian obat herbal ini sekitar 5 hari, jika dalam waktu 5 hari belum ada perubahan atau dalam waktu 3 hari terlihat semakin parah, saya akan membawanya ke dokter dan memberinya obat atas resep dokter.

Ketika ia demam, suhu badan diatas 37.5Β° saya harus langsung memberinya obat, jika masih dibawah suhu itu cukup saya kompres dengan air hangat di lipatan-lipatan badannya, seperti ketiak dan lipatan paha, karena ketika dibiarkan dan suhu badan semakin naik akan tambah berbahaya untuknya.

Pengalaman Sakit yang dialami Nada

Sejauh ini alhamdulillah sakit yang dialami Nada adalah sakit yang menyerang bayi/balita pada umumnya, seperti :

  1. Demam
  2. Flu
  3. Batuk
  4. Roseola Infantum, baca selengkapnya di ‘Bercak Merah di Badan setelah Panas Tinggi pada Anak? Jangan Panik, Simak Tips Berikut’
  5. Cacar

Nada minum obat tidak selalu karena sakit, ketika demam setelah vaksin dan demam karena tumbuh gigi, misalnya. Obatnya Pun tidak jauh-jauh dari obat penurun panas dan obat batuk pilek, bentuknya sirup dan puyer. Untuk puyer biasanya saya larutkan dengan air biasa atau air hangat.

Nada Sulit Minum Obat

Sejak bayi sampai usia -+9 bulan, Nada lancar sekali minum obat. Β Jelas ketika bayi sampai usia 3 bulan belum mampu menolak apa yang orang tua beri. Dulu masih menggunakan pipet, yang cenderung lebih lama dan berulang, saya memilih menggunakan pipet agar lebih efisien obat bisa masuk semua ke sesuai ml nya tanpa tumpah-tumpah, mulut bayi terlalu kecil untuk menggunakan sendok obat. Ini memang kurang efektif, pipet kan kecil jadi harus berulang kali ambil untuk mencapai ml obat yang dibutuhkan. Namun Nada sangat kooperatif mau dan tidak keberatan meminum obat secara berulang-ulang dengan pipet.

Di usia 4-8 bulan ia mulai tahu rasanya bahwa obat pahit, dan sudah bisa terlihat tidak suka dari gesture dan ekspresinya ketika diberi obat. Namun belum bisa menolak dengan meronta, ia hanya mampu memalingkan muka dan sesekali menangis. Lama kelamaan, masuk usia 9-15 bulan, ia mulai menolak minum obat ketika sakit. Kondisi yang saya ceritakan di atas bahwa ia mengamuk, menjerit, menangis ketika akan diberi obat. Ini sangat membuat saya khawatir, apakah Nada akan seterusnya sulit minum obat sampai besar? Atau bahkan trauma minum obat?.

Segala cara sudah saya lakukan, dari mulai memberinya pengertian, menggunakan berbagai macam media seperti boneka, buku, mendongeng dll. Namun semua tidak mempan, alhasil saya kembali memaksa lagi dan lagi.

Ketika Nada Mau Minum Obat tanpa dipaksa

Dari semenjak usia 13 bulan terakhir ia sakit cacar, Nada tidak pernah sakit lagi sampai usia 16 bulan. Usia 17 bulan Nada sakit bapil dan saya mulai deg degan karena bapil tak kunjung sembuh sudah satu minggu. Yang membuat saya dagdigdug adalah ketika harus memberinya obat lagi. Mau tak mau, suka tak suka saya kembali memberinya obat, dan surprise banget ketika saya memberi pengertian seperti biasa ketika ia sakit dan harus meminum obat, tanpa gesture dan ekspresi tidak mau, tanpa rengekan, ia mau minum obat sendiri tanpa saya harus mengeluarkan effort lebih. Masya Allah, Alhamdulillah πŸ˜€.

Lalu saya berfikir, apa yang membuat ia kembali mau minum obat tanpa dipaksa? apa yang sudah saya lakukan untuk membuatnya tidak trauma?. Mungkin karena beberapa kebiasaan yang saya lakukan terus menerus selama ia sakit dan minum obat ternyata berefek kuat sehingga ia mau minum obat tanpa dipaksa lagi. Berikut yang saya lakukan :

  • Sounding

Memberinya pengertian setiap akan memberinya obat. Seperti ; Nada lagi sakit, harus minum obat biar virus dan bakteri didalam kalah sama obat, Nada bisa cepat sembuh.

Sounding yang saya lakukan tidak hanya ketika mau minum obat, ketika sedang menyusui saya selalu memberikan pengertian sambil mendoakan dia supaya cepat sembuh. Karena ketika menyusui adalah posisi ternyaman dan terdekat saya dengan dia.

  • Berkata Jujur

Berkata jujur, tidak ada kebohongan, tidak ada ancaman. Seperti ; Obatnya ada rasa pahit, tapi tidak apa-apa nanti minum yang banyak biar rasa pahitnya hilang.

  • Meminta Maaf

Ketika sudah memberinya pengertian dan berkata jujur namun tetap tidak bisa membuatnya mau minum obat, saya selalu meminta maaf ketika akan memaksanya. Saya akan membuatnya tidak nyaman dan ia pasti tidak suka sehingga saya perlu meminta maaf. Karena Nada tidak mau minum obat sendiri jadi maaf ya ibu akan memaksa, demi kebaikan Nada supaya cepat sembuh karena ibu sayang sama Nada.

Setelahnya ia masih menangis meronta-ronta saya kembali meminta maaf dan memeluknya.

  • Mengajak Berdo’a Meminta Kesembuhan pada Allah

Ketika akan meminum obat saya selalu mengajaknya berdoa, baca bismillah dulu yuk, minta kesembuhan sama Allah, β€˜Ya Allah sembuhkan Qatrunada, aamiin’. Setiap setelah shalat saya selalu mengajaknya berdoa dan memohon kesembuhan kesehatan dan kemudahan dalam meminum obat. Berdoa dulu selesai shalat ya nak, β€˜Ya Allah beri Qatrunada kesehatan, kemudahan meminum obat supaya segera sehat. Aamiin’

Selain itu mungkin rentan waktu cukup lama ke sakit lagi jadi dia lupa kalau dulu sulit minum obat πŸ˜…. Namun saya sangat percaya kekuatan sounding terus menerus akan masuk ke alam bawah sadarnya.

Semoga bermanfaat 😊

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

49 thoughts on “OBAT OH OBAT

  1. sounding ini beneran ampuh, anakku ( 3 th ) udah ga pake paksa lagi, sudah dengan rela hati dan sadar diri dia, klo sakit minum obat. Gitu juga sebaliknya klo ga mau sakit dan minum obat, ya harus sehat

    Awalnya memang dgn cara paksa apalagi sy bukan tipe yg sedikit sedikit gampang kasih obat / suplemen / vitamin

  2. nah kalo anak saya sekalipun anak tiri dan udah remaja sih kudu paksain juga dia minum obat. waktu pertama kali okelah dia mau minta belikan obat yang cocok buat dia. Lama kelamaan sakit meski batuk pilek sampe udah lama nggak mau diajak ke puskesmas apalagi ke dokter umum biasa. nggak diperhatiin dikira kejam diperhatiin bilangnya gak mau minum obat biarin aja kayak gitu (padahal pas saya pegang keningnya udah panas aja).Karena kesel juga akhirnya dibiarin aja hanya sediakan obat2an khusus jadi biar butuh minyak kayu putih langsung ambil. eeh ya malah akhirnya mau juga meski cuma sebatas minta kayu putih atau minta dipijetin sama adeknya. hadeh2…

  3. Tiap anak beda2 ya kalo soal minum obat ini.
    Anak sulungku dulu waktu kecil juga susah minum obatnya. Udah minumnya susah terus dimuntahin obatnya hiks. Anakku yg ke 2 nggak terlalu rewel minum obat.
    Semoga anak2 sehat2 selalu ya.

  4. Jadi inget saat anak-anakku balita mba. Duh, PR banget kasih obat tanpa paksaan. Kalau obat sirup lebih mudah karena nggak pahit. Yang susah itu obat pil atau puyer, weeh..bisa disembur tuh.

  5. Aqla dulu takut banget minum obat,sering teriak2 gitu. Jadi pas mau aku minumin obat lagi,aku ajak dia ambil tempat obat dan cari obatnya. Sejak saat itu dia nggak nangis pas mau minum obat

  6. Anak-anak saya kebalikannya. Mereka suka banget minum obat. Termasuk yang rasanya pahit. Gak pernah sampai ketagihan trus ngamuk minta nambah, sih. Tapi, saya tetap harus simpan obat jauh dari jangkauan mereka. Kalau enggak nanti mereka bakal minum sendiri

  7. Hai hai Mbak Hikmah,
    anakku malah lebih rajin minum obat dibanding emaknya. Dia senang aja tuh minum obat, bahkan saat gak sakit ya minta minum obat. Err….

  8. dua anakku beda2 dulu si sulung pas bayi minum obat nangis kayak yg ditamparin emaknya sedang si bungsu kayak minum biasa lalu skrg si sulung sejak liat adenya begitu santai tiada lagi drama kumbar minum obat mba πŸ˜€

  9. Makanya saya kdg merasa “sia-sia”pergi ke dokter (tanda kutip) krn obatnya ga bakalan masuk. Saya soundingnya masih kurang banyak nih kayaknya mbak ^’^. Anak saya 4 th dan menolak sgala yg namanya obat.

  10. alhamdulillah anak2ku ga ada yg heboh kalau urusan minum obat..
    yang susah mengahndel manjanya kalau sakit heheh..
    terlebih kalau ada yg harus dirawat, misalnya luka dst ini yg susah…takut duluan

  11. bener mba, soal jujur itu aku juga terapka. anak anak relatif lebih kooperatif saat kita bilang jujur ‘agak pahit” daripada kita bohong sih. tapi setelah dijelaskan fungsi minum obat, mereka biasanya tetep mau minum meski dari raut wajahnya kelihatan kalau nahan nahan rasa pait gituuu hihihi

  12. Ponakanku pas kecil juga suka drama kalau minum obat. Kudu banyak yang pegang dan lainnya. Lama-lama akhirnya mau. Paling sering tuh oles bawang merah dan telon. Ini rumahan banget

  13. Bener banget mba, harus jujur. Kadang ortu tuh selalu bilang manis, padahal pahit πŸ˜€

    Anakku jarang banget minum obat. Minum obat cuma pernah PCT aja karena demam pasca imun, tapi itu pun kalau diminumin harus dipaksa. Gara2 dulu pernah kasih PCT puyer, jadi taunya semua obat itu pahit.

  14. Memang butuh effort sendiri ya mba saat membujuk anak untuk minum obat. Hal ini juga kurasakan saat anak2 masih kecil. Bahkan ketika sudah gede pun timbul permasalahan baru. Karena terbiasa minum obat dalam bentuk puyer, anakku yang sudah mau remaja tetap obatnya minta dihaluskan :))

  15. Anak pasti bakal menolak untuk minum obat setelah dia tahu rasanya tidak enak ya, Memang komunikasi paling penting, supaya anak paham betul minum obat ini emang ga enak makanya cuma diminum pas sakit, kalau sudah sehat gak perlu minum ini lagi.. alhamdulillah anakku waktu sakit mau minum dan menelan obatnya meski ada drama renegek2 dikit tapi dia ngerti akhirnya hehe,,,

  16. anakku menolak obat waktu masih umur 2 tahun, makanya aku paling ‘takut’ anakku sakit karena susah diminumin obat … alhamdulillah dengan berbagai teknik, di umur 3 tahunan gak nolak obat lagi … batuk, demam atau flu ya mudah aja minum obat

    buebu emang kudu kreatif dan banyak akal ya mak

  17. Anak2ku Alhmdulillah sih klo urusan minum obat gak susah. Tapi tetep sebisa mungkin gak pakai obat apalagi antibiotik. Mudah-mudahan anak2 selalu sehat ya..

  18. Anakku dulu juga susah minum obat. Makanya kalau sakit ringan masih dicoba dengan herbal kayak propolis, madu, iq q, dan lainnya. Kalau terpaksa minum obat aku pilih yang ada sirup pengencernya yang ada gambar mobil2an atau kartunnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top