HikmahNisa

4 Hal yang Harus Kamu Pertimbangakan Jika Ingin Mengoleksi Barang

Assalamualaikum,

Seru ya liat teman-teman kolektor, itu loh orang yang mengoleksi barang yang mereka suka. Dari yang kecil dan menurut kita remeh, kaya penghapus, sapu tangan, prangko dll. Atau yang wah sekalian kaya tas branded, sepatu, dll. yang harganya berjuta-juta bahkan puluhan juga. Rata-rata alasan mereka mengoleksi barang-barang tersebut karena suka dan hobi.

Labil dalam Mengoleksi Barang

Saya dulu pernah juga loh mengoleksi barang-barang tapi jaman cilik dulu, haha. Lagi suka-sukanya sama sinetron Amigos, duh jadi ketauan deh tua nya πŸ˜…. Jadi dulu itu masih SD mau beranjak remaja, caelah. Jadi suka ngumpulin barang-barang bergambar Amigos gitu, haha. Dari poster sampai tempelan-tempelan kecil. Setelah sinetron itu berakhir, dan beranjak SMP, barang-barang itu pun sudah tidak bernilai harganya di mata saya, haha. Ujung-ujungnya saya buang juga deh πŸ˜…. Yah mengoleksi karena masih labil dulu jadi begitu deh, haha.

Tidak hanya saya loh, banyak juga teman-teman saya yang mengoleksi barang karena sedang trend. Ketika sudah tidak trend lagi, ya udah deh bye, masuk ke tong sampah πŸ˜…. Lagi suka korea, koleksi barang-barang per-korea-an, udah ga suka lagi, ya udah bye. Jadi ikut-ikutan, karena lagi trend. Nah koleksi macam gini biasanya ga tahan lama ya, karena bukan dari hati yang paling dalam mungkin *lebay πŸ˜….

Koleksi Baju Malah Makin Bingung Milih πŸ˜‚

Jaman gadis dulu, suka banget sama fashion hijab, jadi saya lebih cenderung tertarik beli baju dibanding makanan atau kulineran gitu. Sampai lemari penuh, dan kelupaan bahwa ada baju yang belum pernah dipakai setelah dibeli beberapa lama, masih ada segelnya juga πŸ˜….

Ternyata buat saya semakin banyak baju bukannya semakin mudah memilih β€˜pakai baju apa’ tapi semakin sulit dan lama milih nya, haha. Semakin geleng-geleng saya kalau milih baju dengan tumpukan baju di lemari πŸ˜…. Sampai-sampai dari mandi udah mikirin mau pakai baju apa, biar ga terlalu lama didepan lemari dan ga ngacak-ngacak lemari juga πŸ˜….

Dipikir, ko jadi ribet ya ke diri sendiri, jadi merasa ga happy, malah jadi beban pikiran πŸ˜‚. Sepertinya saya memang bukan tipe yang menyukai koleksi barang πŸ˜…, mungkin lebih tepatnya gak ada bakat ya, haha. Akhirnya, baju-baju saya sortir dan mulai dihempaskan dari lemari, ada yang di preloved, ada yang di turunkan ke adik, yang tidak layak sudah dijadikan elap aja, wkwk πŸ™ˆ

Baca juga Jadikan Real Hidupmu Seindah Medsosmu

Mengoleksi Barang Itu Harus…

Ternyata gak mudah loh mengoleksi barang itu, tidak semua orang bisa. Termasuk saya, saya tipe yang ternyata tidak bisa mengoleksi barang. Menurut saya mengoleksi barang itu harus :

  • Ada Manfaatnya

Sejauh mata memandang, *eh. Maksudnya, sejauh ini saya merasa koleksi barang yang saya lakukan dulu, tidak membawa manfaat untuk diri saya khususnya. Point ini sangat penting menurut saya, karena setiap apa yang kita miliki akan dipertanggungjawabkan *eh ko jadi segem gini ya bahasannya πŸ˜….

Banyak kolektor-kolektor yang koleksinya membawa manfaat untuk dirinya dan sekitarnya. Koleksi mobil-mobil jadul, nah biasanya suka disewa untuk foto atau acata tertentu. Kan bermanfaat ya, bisa menghasilkan, juga bisa membantu orang yang membutuhkan koleksinya di momen tertentu.

  • Bisa Merawatnya

Nah ini juga, saya gak mampu merawat baju-baju itu. Tertumpuk gak jelas, kadang ngambil baju sambil ngacak-ngacak yang lainnya. Sampai ada yang belum pernah terpakai sama sekali, kan jadi mubazir dan tidak enak dilihat karena selalu acak kadut lemari saya, haha.

Ada kolektor yang koleksinya terpajang rapi, ada tempat khusus dan rutin dibersihkan. Kan seneng liatnya juga ya, kaya koleksi miniatur-miniatur kecil yang biasanya dipajang di lemari kaca sebagai aksesoris penghias rumah juga 😍.

  • Perlu Modal

Barang-barang koleksi itu jelas gak geratis gegs, perlu modal. Apalagi koleksi barang yang unik dan mahal gitu, jelas butuh budget khusus. Nah buat kamu yang ingin mengoleksi barang, perlu mengkhususkan budget sendiri untuk koleksimu ya 😘.

  • Perlu Konsisten

Nah ini, perlu usaha untuk konsisten, jangan labil macam saya πŸ˜…. Konsisten dalam usaha nyari barangnya, apalagi barang yang unik dan susah ditemui, tentunya perlu usaha ekstra. Konsisten nabung buat budget nya, konsisten ngebersihin dan ngerawatnya. Memulai itu mudah, yang sulit konsistennya.

————————

Semenjak itu, belum pernah lagi deh saya mengoleksi barang. Memang tidak ada barang yang saya suka banget sih. Semuanya B aja, sesuai kebutuhan aja. Dan yang jelas, saya belum memenuhi 4 poin diatas. Bagaimana dengan kamu?. Semoga bermanfaat ya 😊

Tulisan ini diikutsertakan dalam challage Blogger Perempuan Network.

About Hikmahnisa.com

Hikmah ingin berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana bahagianya menjadi seorang Istri, Ibu, dan Hamba Allah. Blog ini akan berisikan tulisan seputar merried, parenting, islamic dan lifestyle. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top