Story HikmahNisa

Alasan Memilih Menulis dan Cerita Liku Menulisku

Assalamualaikum,

Ketika ditanya kenapa ngeblog? Ya karena suka nulis, alasannya klasik banget ya, haha. Ya memang itu kenyataannya. Namun saya kenal blog baru satu tahun 2017 loh. Helow? Kemana aja gw ? πŸ˜….

Padahal, dulu semenjak SMP masih imut-imut bau kencur πŸ˜… selalu rutin nulis diary, biasalah ya dulu kan jaman abegeh diary nya ga jauh-jauh masalah cowok, kecengan, pelajaran, teman, guru, dll. Nah, Β SMA sudah mulai stabil lah ya emosinya, sudah mulai beranjak dewasa #cieelah πŸ˜‚. Dari situ mulai ngembangin ke nulis-nulis cerpen, sampai akhirnya ikutan lomba dan dapat juara II se-kota Bandung saat itu, alhamdulillah. Dari situ β€˜ngeh’ bahwa menulis membuat saya senang membuat saya tenang. Tetapi saya sempat off nulis selama kurang lebih 7 tahun loh dan sekarang saya menyesali itu. 😒

Sibuk bukan Alasan tidak Sempat Menulis

Semenjak lulus SMA dan fokus kuliah, saya tidak pernah menulis lagi. Jangankan kenal blog, nulis diary saja sudah terlupakan. Mengambil jurusan Psikologi yang dari awal sampai akhir masa perkuliahan padat sekali, belum lagi jarak antara rumah dan kampus saat itu cukup jauh. Sampai rumah hanya lelah yang tersisa dan di rumah benar-benar untuk tidur dan mandi. Apalagi saya termasuk mahasiswa yang aktif, beberapa organisasi dan memegang aslab (asisten laboratorium psikologi) saat itu. Sangat menguras waktu, tenaga dan pikiran.

Setelah lulus sepertinya saya sudah β€˜lupa’ dulu saya suka sekali menulis, sudah β€˜lupa’ bagaimana bahagianya saya ketika menulis, sudah β€˜lupa’ bagaimana tenangnya hati saya ketika selesai menulis, bahkan sudah β€˜lupa’ bagaimana memulainya kembali.

Kuliah 4 tahun ditambah berkarir 3 tahun tanpa menulis, membuat hidup berputar begitu saja tanpa terekam. Membuat yang harus dilupakan benar-benar terlupakan, bahkan membuat yang seharusnya diingat menjadi menguap dalam memori seiring berjalannya waktu.

Saat ini saya membayangkan bagaimana banyaknya kenangan indah, penuh emosi (sedih, senang, terharu, kecewa dll.) Selama itu, yang tidak saya tulis. Bahkan momen-momen berharga benar-benar berlalu begitu saja. Ahh.. saya benar-benar menyesal. Tak seharusnya alasan sibuk sampai melupakan untuk mengabadikan momen, rasa dan asa, karena itu tak akan terulang kembali.

Berkah Ibu Penuh Waktu

Memutuskan untuk ikut suami setelah menikah, pindah ke kota Metropolitan, untuk pertama kalinya jauh dari orang tua dan keluarga. Saat itu banyak kejutan-kejutan yang terjadi pada diri saya, terutama semenjak melahirkan dan memiliki seorang putri cantik, Qatrunada. Saya banyak belajar arti hidup setelah menikah dan menjadi seorang ibu. Kesibukan di ranah publik kini tak lagi saya alami, keputusan ini membuat saya menjadi rendah diri, merasa tak berharga, karena banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah. Sangat berbanding terbalik ketika saya belum melahirkan dulu.

Namun ternyata dibalik itu, ALLAH menyiapkan berbagai macam keberkahan dalam hidup saya, salah satunya saya mengenal blog, memulai menulis kembali dan lebih bersemangat dalam berbagi. Ternyata keberkahan yang saya dapatkan menjadi ibu penuh waktu, belajar menjadi seorang mom blogger. Membagikan konten-konten positif tentang parenting dan pernikahan, background pendidikan saya juga sangat berperan, saya juga sering membagikan tema-tema psikologi. Kembali menekuni dunia menulis, membuat saya sungguh merasa bahagia, β€˜ini yang saya butuhkan’ β€˜ini yang saya cari’ yang dulu hilang selama 7 tahun, kini kembali ❀. Kini diri saya menjadi jauh merasa lebih berharga, saya menjadi ibu yang bahagia, Alhamdulillah.Β 

Tujuan Ngeblog

Kenal blog baru 1 tahun kebelakang, masih banyak yang harus saya pelajari berkaitan dengan ini. Namun menurut saya ada hal yang penting mendasar yang harus dimiliki sebelum memutuskan ngeblog, yaitu NIAT. Buat tujuan spesifik kenapa ngeblog, mulailah dengan jawab pertanyaan-pertanyaan seperti ; untuk apa ngeblog? Agar apa saya menulis di blog? Apa yang saya inginkan ketika ngeblog? Akan bagaimana arah blog saya nanti?. Yoyoi dijawab yu manteman, agar ngeblog lebih terarah dan sesuai dengan tujuan.

Sebelumnya, saya buat blog tidak punya tujuan jelas loh, ya wong saya merasa ga ada kerjaan, jadi ngapain ya? Ya ikut-ikut orang aja bikin blog gitu, wkwk. Dan benar adanya blog saya tak terarah, haha. Timbul tenggelam, malah banyak tenggelamnya, ga pernah update, ga ada yang baca, lah gimana mau ada yang baca kalau blognya aja sepi, gak menarik.

Lalu setelah ikut kelas matrikulasi IIP, kan ada tugas games levelnya tuh, nah jadi saya mulai rutin tulis di blog, cuma niatnya emang buat nyetor tugas aja, gak lebih. Lama-lama saya mikir, ko saya jadi kaya begini, maksudnya setengah-setengah ngejalanin sesuatu. Dulu saya selalu sungguh-sungguh baik di kuliah atau kerjaan, lah kenapa sekarang saya jadi kaya hidup segan mati tak mau.

Dari saat itu saya mulai benahi dari hal yang sangat simpel namun yang penting dan mendasar yaitu TUJUAN/NIAT. Saya niatkan menulis untuk mencetak sejarah, agar kenangan tak berlalu begitu saja, agar momen tak terlupakan dengan waktu yang terus berputar. Saya niatkan menulis untuk berbagi ilmu dan pengalaman, sharing to caring. Saya niatkan menulis untuk mengembangkan diri saya dibidang ini, terus belajar dan berkembang mengikuti zaman.

Dari memperbaiki Niat bisa memperbaiki hidup, itu benar adanya. Kini menulis dan berbagi jadi kebutuhan saya, saya semakin bersemangat dalam belajar menulis dan blogging, bersemangat terus mengembangan potensi diri yang ALLAH beri, alhamdulillah.

Jadi begitu kisah menulisku, bagaimana kisah menulismu? 😊

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

51 thoughts on “Alasan Memilih Menulis dan Cerita Liku Menulisku

  1. saya juga menulis jadi kebutuhan..dulu emang suka menulis..sempet berhenti karena ngurus anak..di rumah aja bosen kalo cuma ngurus anak2..ngeblog membuat rutinitas sebagai IRT jadi lebih berwarna karena tetap bisa menyalurkan kreatifitas, menjalin silaturahim

  2. Sama, Mbak.. dulu saya nulis dari jaman putih abu-abu, terus abis lulus hilang deh nulisnya. Terus udah kerja mulai nulis lagi, tapi isinya galau-galau mulu…
    Dan sekarang mulai konsisten nulis, karena nulis memang kebutuhan untuk mencurahkan segala isi hati bagi saya. Kalau gak nulis nanti malah pusing sendiri.

  3. Semangat menulisnya luar biasaaa…
    Dan memang NHW Ibu Profesional itu yaa…membutuhkan managemen waktu yang baik.
    Sekalinya terlena, besoknya terulang lagi.
    Hiiks~
    Sedih kalau ga lulus.

  4. Yeayy…selamat datang di dunia tulis menulis melalui blog mba. Aku pun udah kenal blog dari 2010 tapi baru bener bener paham 3 tahun belakangan hahahaha. Sambil terus memperbaiki disana sini akutu…

  5. Semangat ya saay, aku juga menekuni dunia tulis-menulis juga karena resign dan ikut suami hihi..coba nulis buku anak juga..enak banget bisa dikerjakan dari rumah

  6. Saya nulis diary sampai kuliah lho mbak hihihi, kalau baca2 sekarang suka ketawa, diarynya numpuk banyak banget. Kalau ngeblog awalnya buat diary online, tapi terus akhirnya buat berbagi jurnal perjalanan.

  7. Hampir sama dengan saya mbak, alasan kenapa menulis karena suka menulis saja. Bahkan pas kenal blog, tulisan saya juga pokok nulis getu saja. Alhamdulillah makin kesini dan banyak kenal teman yang suka ngeblog juga, jd dapat banyak ilmu baru utk menulis lebih baik.

  8. Semoga terus konsisten ngeblognya ya mbak.
    Menulis dan sharing informasi emang sangat menyenangkan. Seenggaknya kita berbagi hal2 yg positif dan bermanfaat gtu ya buat banyak org😁

  9. Kisah menulisku justru dimulai saat aku masih kerja full time. Di antara tumpukan kesibukan dari Senin hingga Sabtu, dunia serasa membosankan sekali. Pekerjaan yang dilakukan ya hanya itu itu saja. Dengan ngeblog justru aku menemukan dunia baru yang membuat dunia makin berwarna. Kalau lagi sebel ama kerjaan, justru ngeblog menjadi penyejuk hati.

  10. Samaan nih mbak saya juga ngeblog saat bingung mau ngapain di rumah karena jadi full time wife..pas punya anak blogging jadi me time sendiri kalo sumpek ama kerjaan d rumah yg ga selesai2

  11. waaah pernah juara nulis se-Bandung ya? Itu udah jadi pertanda mbak perlu fokus ngeblog nih. Sekarang kan jadi produktif lagi setelah matrikulasi. Selamaaaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top