HikmahNisa

5 Fakta tentang Sifat Diri Saya yang Sebenarnya πŸ™Š

Assalamualaikum,

Kali ini mau nulis tentang fakta diri sendiri yang mungkin belum bahkan tidak diketahui oleh orang lain. Buka aib sendiri, haha πŸ˜…. Setiap individu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Semoga tulisan ini jadi salah satu pengingat diri saya untuk lebih baik, juga jadi hikmah buat pembaca. Yang baiknya ambil, yang buruknya hempaskan saja, oke oce πŸ˜‰.

Kuy kita mulai, bismillah.. 5 fakta tentang saya :

  • Keras Kepala

Saya termasuk orang yang keras kepala loh. Keras kepala dalam hal sulit diberi tahu, merasa benar dengan pendapat sendiri. Namun masih bisa menerima masukan dan kritik jika penyampaiannya dengan bahasa yang enak dan alasannya jelas.

Nah saya lagi coba untuk memperbaiki ini manteman, dengan sering mendengarkan pendapat orang lain, terutama orang-orang terdekat seperti orang tua dan suami. Memintai pendapat mereka tentang hal yang menurut saya sudah bagus dan ideal. Misalnya minta feedback ke suami tentang tulisan saya, tentang pengasuhan saya pada Qatrunada.

  • Gengsi

Ini bukan gengsi dalam hal materi ya, gengsi malu-malu tapi mau gitu, haha. Ke pasangan, orang tua dan orang-orang terdekat. Jadi kaya kangen bilang ga kangen gitu, pengen meluk tetiba kaku untuk membuka badan, maluuu πŸ™ˆ. Termasuk gengsi buat bilang sayang, cinta, kangen, maaf dll. Kecuali ke anak ya, kalau ke anak ga ada gengsi-gengsi nya malah sangat terbuka haha, ga keitung berapa kali cium / peluk anak dan bilang sayang setiap harinya.

Nah ini PR banget deh kalau ke suami suka gimana ya, malu tapi mau, haha. Padahal suami suka bahasa cinta yang sentuhan, ucapan (ini udah pake tes bahasa cinta). Tapi saya kaku dan gengsi gengs. Gimana dongs? Haha. Tapi sedang berusaha memperbaiki nih, seenggaknya sekarang saya sudah gak gengsi minta maaf dan mengakui kesalahan, walau kadang masih sudah ada embel-embel asalan buat pertahan diri, pertahanan gengsi, haha. Please jangan dicontoh ya, ini sedang dalam perbaikan πŸ™ˆ. Bagusnya sih ketika kita salah dan minta maaf, sudah tidak usah ada pembelaan juga dibelakangnya, walau memang kita punya alasan tapi cukupkan di maaf. Karena kesannya jadi gak ikhlas gitu minta maafnya, dan memang seharusnya begitu. Ketika salah, ya mengakui dan minta maaf, sudah. Ingin menjelaskan berjuta alasannya, tahaan.. tahaaan. Nanti saja jika sudah tenang dan damai, situasi kondisi stabil, baru deh β€œkemarin aku kaya gitu ini loh beb alasannya bla bla bla”.

  • Idealis

Saya cukup idealis loh mantan, tapi tidak sepenuhnya baik sih. Kadang ke-idealis-an ini mengantarkan saya pada kebingungan sendiri, jadi tertekan dan tidak nyaman. Saya sedang mencoba menurukan idealisme saja ketika memang tidak mudah saya capai. Contohnya, tugas BunSay saya harus kerjakan full tanpa rapel selama 15 hari, target dapat outstanding performance. Ehh tenyata saya tidak mampu, manajemen waktu masih acak-acakan, si kecil nempok terus, pekerjaan domesti masih menumpuk. Yaa dari pada saya stess maka sata turunkan ekspetasi, sesuaikan dengan realita, tapi tetap tertarget. Setidaknya saya mengerjakan 10 hari saja, mendapat badge excelent.

Namun ada juga beberapa idialisme saya yang benar-benar membuat saya giat dan sukses sesuai target yang diinginkan. Seperti mengASIhi Qatrunada sampai 2 tahun. Seperti yang pernah saya tulis tentang perjuangan saya memberi ASI untuk Nada, baca selengkapnya disini. Idealisme saya mengatakan bahwa Qatrunada harus bisa full ASI dan alhamdulilkah perjuangan saya sebentar lagi berhasil, kurleb 1 bulan lagi Nada 2 tahun 😘.

  • Ulet

Ulet keket kali, haha. Eh serius, ini masih berkaitan dengan sifat idealisme saya. Jadi kalau saya punya tujuan yang diinginkan, target yang harus dicapai, itu saya kaya ulet, terus maju pelan tapi pasti. Gagal, bangkit lagi, tidak menyerah dan tidak kenal lelah, terus berproses. Saya orang yang rajin, kalau bahasa sundanga mah β€˜keyeng’. Selama saya bisa berjuang, ya saya akan terus berjuang.

Kan ada pepatah bilang, orang yang pinter akan kalah sama orang yang rajin. Jujur saya gak pinter loh, IQ standar banget. Alhamdulillah saya punya sifat rajin, jadi bisa jalan bareng (bukan jalan bareng dalam arti sebenarnya) sama orang-orang yang pinter jaman sekolah dab kuliah dulu. Dan sifat rajin ini modal besar banget buat saya, nih lagi teris ikhtiar mempertahankan sifat ini.

  • Terencana

Saya orang yang senang sekali berencana, namun tetaplah Allah yang menentukan, hehe. Saya senang membuat jadwal selama satu bulan kedepan, seminggu kedepan. Merencanakan kegiatan, rencana keuangan bulanan, rencana jalan-jalan, dsb. Pokoknya seneng merencanakan. Saya selalu membuat rencana target pertahun, apa saja yang ingin dicapai dan apa yang harus dilakukan.

Ya, kata-kata β€˜manusia hanya bisa berencana namun hanya Allah yang menentukan’ itu jelas adanya, saya sangat meyakini itu. Banyak sekali rencana yang saya buat dan real nya tidak sesuai. Namun saya tidak pernah menyesali sudah membuat rencana, kalau hasilnya lebih buruk, akan saya evuasi dimana yang kurang dan pastinya ikhlas atas takdir yag Allah beri. Namun ternyata kebanyakan Allah gatikan dengan rencanaNya yang jauh lebih indah, alhamdillah 😊.

Saya sudahi tulisan ini, kalau nulis tentang diri sendiri suka gak ke rem πŸ™Š, pengen terus cerita, haha . 5 fakta ini sudah cukup lah ya menggambarkan diri saya, yang mungkn banyak orang yang tidak tahu, hanya orang-orang terdekat saya mungkin yang tahu sifat-sifat saya diatas. Adakah yang sifatnya sama dengan saya? πŸ™ˆ. semoga bermanfaat ya 😊.

Tulisan ini diikut sertakan dalam Challage Blogger Perempuan Network.

 

About Hikmahnisa.com

Hikmah ingin berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana bahagianya menjadi seorang Istri, Ibu, dan Hamba Allah. Blog ini akan berisikan tulisan seputar merried, parenting, islamic dan lifestyle. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

3 thoughts on “5 Fakta tentang Sifat Diri Saya yang Sebenarnya πŸ™Š

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top