Story HikmahNisa

Masalah Perilaku Makan pada Anak dan Cara Mengatasinya

Assalamualaikum,

Menjadi seorang ibu terutama ibu baru seperti saya, akan selalu menghadapi tantangan yang berkaitan dengan tumbuh kembang si kecil. Hal ini menuntut orang tua terutama seorang ibu untuk terus belajar dan mengupgrade ilmu tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Salah satunya tentang proses makan si kecil.

Dulu sebelum memiliki anak, saya tak pernah terpikir bahwa ternyata proses makan anak akan serumit ini. Ternyata banyak sekali tugas orangtua dalam mengenalkan makan yang menyenangkan pada anak dan ini tidak selalu mulus.

Alhamdulillah, Qatrunada dari usia MPASI 6 bulan sampai saat ini 22 bulan tidak memiliki masalah makan. Hanya saja sesekali ia makannya sedikit, tidak nafsu makan atau hanya ingin ngemil saja, biasanya ini berlangsung ketika ia sedang kurang sehat dan alhamdulillah tidak pernah berlangsung lama. Ketika Nada tidak nafsu makan karena kondisi sakit, saya bingung dan khawatir. Mencoba berbagai cara, berbagai menu agar ia kembali memiliki nafsu makan baik, namun ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa teman saya yang anaknya memiliki masalah makan seperti Β susah makan, pilih-pilih makanan, porsi makan anak sedikit, alergi makanan, kesulitan meningkatkan tekstur, mereka sangat bingung juga khawatir dengan keadaan tersebut. Saya saja sangat khawatir dan kebingungan ketika Nada nafsu makannya berkurang, apalagi ibu yang memiliki anak yang mengalami masalah makan, wuih~~lap keringet πŸ˜₯πŸ˜….

Hari Sabtu, 20 Oktober saya diberi kesnempatan untuk hadir di acara Bicara Gizi yang diselenggarakan oleh Nutrisi untuk Bangsa, judul yang diangkat adalah tentang β€œMasalah Perilaku Makan pada Anak dan Cara Mengatasinya” . Tentu saya sangat bersemangat mengikuti acara ini, ilmu ini akan sangat membantu untuk para ibu yang memiliki masalah makan anaknya. Selain itu ini sebenarnya ilmu bagi semua ibu tentang standar gizi untuk tumbuh kembang anak.

Acara ini menghadirkan dua pembicara, Ruth Dian Kurniasari adalah seorang mom influencer, dan dr. Nur Aisya Wijaya, SpA(K) adalah dokter yang memegang divisi nutrisi dan penyakit metabolik di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UNAIR dan RSU Dr. Soetomo Surabaya.

dr. Aisya juga mba Ruth Dian beserta Host

Diawali dengan mbak Ruth Dian yang berbagi pengalaman mengenai permasalah makan anaknya yang sulit dalam menaikan tekstur, dan menolak makan buah-buahan sehingga kekurangan serat yang berakibat BAB tidak teratur. Ini masalah satu diantara banyaknya masalah makan anak yang dialami ibu, sehingga penting sekali seorang ibu mengetahui masalah makan pada anak dan cara mengatasinya.

Orang tua harus mengetahui bahwa makan merupakan proses alamiah dan merupakan kegiatan kompleks melibatkan faktor fisik, psikologis dan lingkungan (caretaker).Β Eating : Kegiatan anak memaasukan makanan kedalam mulut. SedangkanΒ Feeding : Interaksi antara anak dan orangtua dalam kegiatan makan.

dr. Aisya menjelaskan, orang tua harus mengetahui mana yang memang benar adanya masalah makan pada anak atau yang bukan. Karena 50-60% orangtua melaporkan adanya masalah makan, namun hanya 20-30% yang memang ada masalah makan, dan hanya 1-2% yang memiliki masalah berat dan berkepanjangan. Berikut batasan masalah makan :

  • Ketidakmampuan anak mengkonsumsi makanan yang diperlukan secara alamiah, wajar dengan menggunakan mulut secara sukarela (tidak dengan paksaan).
  • Keluhan tidak mau makan yang menetap selama 1 bulan atau lebih yang mengganggu pertumbuhan (berat badan tetap/menurun, stunting).
  • Dapat disebabkan adanya penyakit yang mendasari atau tidak

Nah ketika anak tidak mau makan atau pilih-pilih makan atau porsi makan sedikit dan berlangsung lebih dari 1 bulan, sebaiknya cek ke DSA. Dan lagi ketika BB anak dari bulan ke bulan tidak ada peningkatan malah semakin menurun, ini pun harus diwaspadai dan bersegeralah ke DSA.

MENGAPA MASALAH MAKAN PADA ANAK MENJADI PENTING ?

Anak sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sangat pesat terutama pada sel otaknya, sehingga sangat perlu asupan baik dan srimbang untuk mengoptimalkan hal tersebut. Perlu pemberian makan yang mengandung zat gizi makro dan mikro yang adekuat untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan optimal.

Zat gizi yang diperlukan dalam makanan untuk proses pertumbuhan :

  1. Zat Gizi Makro yaitu, protein, lemak dan karbohidrat. Fungsinya untuk menghasilkan energi, menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan diperlukan dalam hitungan gram.
  2. Zat Gizi Mikro yaitu, vitamin A, B, E, C, K, D dan mineral (Na,K,Cl,Ca,Fe,Zn,Mg,Se, dll.). Fungsinya untuk membantu proses metabolisme zat gizi makro dan diperlukan dalam jumlah sedikit.

Dr. Aisya juga menjelaskan bahwa orang tua harus tau tujuan pemberian makan kepada anak, umumnya orang tua mengetahui tujuan pemberian makan pada anak hanya memenuhi aspek fisiologis saja. Namun ternyata tidak, berikut penjelasannya :

  1. Aspek Fisiologis : memenuhi kebutuhan berbagai macam zat gizi makro dan zat gizi mikro untuk proses metabolisme tubuh yaitu aktivitas dan tumbuh kembang.
  2. Aspek Edukatif : mendidik keterampilan, membina kebiasaan, membina selera, disiplin food (makan terjadwal).
  3. Aspek Psikologis : memberi kepuasan kepada anak dan orangtua dari hasil interaksi ketika makan.

PENYEBAB MASALAH MAKAN

Penyebab anak memiliki masalah makan tergantung usia anak tersebut dari bayi sampai 18 tahun. Penyebabnya juga berbeda dalam hal bentuk masalahnya, derajat masalahnya, lama masalah tersebut berlangsung juga penyebab masalahnya tunggal atau multifaktorial (banyak faktor). Berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi :

  • Faktor Fisiologis

Bayi 0-1 tahun : kurang keterampilan dalam menyusu dan mengonsumsi makanan padat. Bentuk kesulitan makan seperti makan kurang/berlebih, gumoh, muntah, diare, konstipasi, kolik. Bisa terjadi juga karena kurang pembinaan/ pengenalan tentang makan, pemberian makanan padat terlalu dini/lambat, cara pemberian makan memaksa, makan tidak terjadwal, makan sambil bermain, makan lebih dari 30 menit, dll.

Anak 1-5 tahun : proses adaptasi gagal/lambat dalam mengkonsumsi makan dengan menghisap (suckling) meningkat menjadi dengan makan (eating), konsumen pasif menjadi semi-aktif (mau makan sendiri, sudah memiliki selera, dll.), gangguan nafsu makan meningkat (meningkatnya aktivitas ruang gerak dan lingkungan, meningkatnya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit kekurangan gizi).

  • Faktor patologis (penyakit / kelainan organik).

Kelainan / penyakit gigi geligi dan rongga mulut, kelainan atau penyakit pada bagian saluran cerna, penyakit infeksi (infeksi TBC, infeksi saluran kencing, dsb.), penyakit non-infeksi (jantung,paru-paru, sarap dan otot, metabolik, endokrin, dll.)

  • Faktor Psikologis

Tidak dikenalkan makan dengan nyaman dan bahagia, trauma, dll.

Hasil penelitian di Indonesia untuk penyebab masalah makan pada bayi dan anak :

  • Small eaters (porsi kecil) 9.2%
  • Inappropriate feeding practices (jadwal makan tidak teratur, jenis dan jumlah makanan tidak sesuai usia, makan sambil bermain, durasi makan lebih dari 30 menit) Β 85.6%
  • Misperception (persepsi orang tua) 5.2%

Tentunya masalah makan anak ini tidak bisa dianggap remeh karena akan menimbulkan dampak yang tidak sepele juga, seperti :

  • Gangguan Pertumbuhan Fisik :Β Resiko gagal tumbuh, gizi kurang, gizi buruk, dan stunting.
  • Gangguan Kesehatan :Β Rentan terkena infeksi, kekurangan vitamin dan mineral.
  • Gangguan Perkembangan :Β Perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perilaku, gangguan cemas.

APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA?

Ketika anak mengalami ciri-ciri masalah makan dengan penjelasan di atas, maka orang tua harus melakukan beberapa langkah sebagai berikut :

  1. Identifikasi Faktor Penyebab :Β Identifikasi masalah makan pada anak ibu datangnya dari faktor yang mana, penyebabnya dari faktor yang mana. Semakin cepat dapat mengidentifikasi tentunya akan semakin baik untuk perbaikan.
  2. Evaluasi Faktor dan Dampak Nutrisi :Β Melihat tren pertumbuhan menggunakan growchart. Selalu cek pertumbuhan BB dan TB anak dengan rutin ke posyandu setiap bulannya.
  3. Melakukan Upaya Perbaikan : setelah mengetahui apa penyebab masalah makan pada anak, dan sudah mengevaluasi nutrisi apa saja yang kurang, maka selanjutnya adalah segera perbaiki. Melakukan langkah perbaikan dirumah, konsul dengan DSA dan lalukan perbaikan dengan konsisten juga komitmen.
Contoh growchart

Berikut edukasi feeding rules yang benar sesuai dengan kriteria aturan pemberian makan yang benar. Ini bisa untuk memperbaiki masalah makan anak dan yang tidak memiliki masalah makan pun sebaiknya mengikuti tata laksana pemberikan makan yang benar agar tidak terjadi masalah kedepan.

  1. Jadwal : ada jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur, yaitu tiga kaki makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. Susu diberikan dua-tiga kali sehari. Wakti makan tidak boleh lebih dari 30 menit. Hanya boleh mengkonsumsi air putih di antara waktu makan.
  2. Lingkungan : lingkungan yang menyenangkan (tidak boleh ada paksaan untuk makan). Tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat mainan elektronik) saat makan. Jangan berikan makanan sebagai hadiah.
  3. Prosedur : dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (menutup mukut, mengeleng-geleng kepala,menangis, dll.) Maka tawarkan kembali maksnsn secara netral (tanpa membujuk atau memaksa). Bila setelag 10-15 menit anak tidak mau makan, akhiri proses makan.
Semua yang hadir

Masya Allah seletah mengikuti acara ini saya semakin melek ternyata tugas kita luar biasa banyak dan tentunya semakin semangat untuk bersamai si kecil dengan cinta dan kasih sayang. Selamat feending, lalukan dengan bahagia. Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat 😊.

Waaslamualaikum.

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

59 thoughts on “Masalah Perilaku Makan pada Anak dan Cara Mengatasinya

  1. Anak Saya 7 th MBA sempat susah makannya Dan pemilih..sekarang audah mendingan sih mau sayur buah dan Ada makanan yg disuka ..walau sy pengennya bervaroasi biar ga itu2 aja makannya

  2. Tentang masalah makan anak juga kompleks ya. Afa beberapa penyebab yang menjadikan anak-anak kurang nafsu makan. Dan dalam makanan pun harus dipenuhi zat-zat gizi untuk kesehatan tubuh.

  3. Bener banget tuch, suatu waktu saat akan memberikan tekstur yang berbeda, anak biasanya menolak dulu yaaa. Solusinya memang kudu pelan-pelan dan sugesti ke diri sendiri kalau anak bakalan mau kok menerima perubahan tekstur itu

  4. Anak-anakku nih, sewaktu masih balita pada picky eaters. Tapi makin ke sini makin enggak. Walopun tetep, ada kecenderungan suka sama satu makanan aja. Kayak anak ke-1 dan ke-3. Pada kurang suka sama sayur. Aku siasatinya dengan memasaknya secara variatif. Alhamdulillah berhasil.

  5. aspek paikologis juga bisa y mba dipaksakan terus menerus, aku jd ingt temen anakku yg masih TK dy sampe pindah sekolah krn di Tk anakku dpt catering sementara dy ga bisa makan sampe dibawa ke psikolog ga tau jg dy susah makannya

  6. Pernah ngalami anak yang picky soal menu, terutama terhadap sayur dan ikan. Saya sampai bikin deal-deal agar anaknya mau makan sayur dan ikan. Alhamdulillah saat sudah agak gede sekarang sudah bisa makan semua menu, sayur, ikan, daging, sikat semua.

  7. dr mrk masih baby smp sekarang mulai tumbuh jadi peteen
    persoalan seputar makan mereka selalu jadi PR dan ada saja hal baru yg challengin seputar makan ini…
    ibunya kudu updae terus belajarnya

  8. Masalah makan pada anak penting banget sih, krn mereka butuh makan utk tumbuh. Kesempatan mereka utk tumbuh masih sangat panjang. Cuma ya emang gaks ekadart makan tapi makan makanan bernutrisi ya mbak πŸ˜€ TFS

  9. Semoga para ibu yang mengalami kesulitan saat mendampingi putra-putrinya makan jadi punya solusi ya setelah membaca artikel ini. Kebetulan kedua anakku dulu hampir tidak ada masalah berarti dengan pola makan. Sebagai ibu yang harus bekerja keluar rumah saat anak-anak kecil dulu, aku jadi agak terbantu dengan kondisi pola makan anak2 yang mudah.

  10. Iya iih…anakku lagi masa susah makan.
    Dua-duanya…
    Padahal si kaka 7 tahun dan adik 5 tahun.

    Baru sadar pas kemarin beli timbangan.
    Lhaaa…BB nya kok cuma segini di umurnya?

    Hiiks~

  11. Anak saya sekarang sedang dalam tahap pilah pilih makanan dan suka request jenis makanan tertentu. Memang, kalau anak lagi GTM itu bikin mamak2 susah ya mba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top