Story HikmahNisa

Mencegah Penyesalan

Assalamualaikum,

Penyesalan itu datang dibelakang, kalau di depan namanya pendaftaran 😂😅. Dulu kata-kata itu jadi meme, sekarang udah basi dan gak lucu lagi, wkwk. Setiap orang punya penyesalannya masing-masing, ‘duh nyesel kenapa lewat jalan ini kan jadi kena macet’, ‘duh nyesel kenapa bulan lalu ga service motor, jadi sekarang mogok’, dll. Penyesalan-penyesalan ringan seperti contoh di atas sering ditemui bukan? Namun lama-kelamaan, seiring berjalannya waktu akan terlupakan, karena mungkin disepelekan.

Memiliki beberapa penyesalan yang tak bisa dilupakan, berarti hal itu menyangkut sesuatu yang penting dalam hidup kita. Lalu apa penyesalan saya?

  • Tidak Fokus Belajar B.Inggris

Well, saya tidak terlalu pintar b.inggris, malah kadang minder hanya mampu berbahasa inggris pasif. Penyesalan bertambah-tambah ketika saya masuk kuliah jurusan psikologi, rata-rata bukunya berbahasa inggris cyin 😅. Jika saja saya lebih mahir berbahasa inggris, mungkin akan lebih mudah bagi saya dalam menjalani perkuliahan. Ditambah ketika ingin lanjut S2 apa syarat skor Toefl yang belum saya capai. Ikut tes dan berapa kali gak lulus 😅, lelah rasanya 😥. Akhirnya keduluan ketemu jodoh dan menikah, lalu punya anak, lanjut studi nya entah kapan 😅. Kurangnya kemahiran saya dalam berbahasa inggris ini sangat menghambat cita-cita saya. Apalagi di zaman ini persaingan sangat ketat, b.inggris jadi hal yang wajib dikuasai saat ini.

Jangan kira saya tak berusaha, ikut beberapa les/kursus b.inggris dilakukan dari jaman SMP, SMA sampai kuliah, ketika akan S2 pun saya coba ikut kursus lagi. Mamun memang tak bertahan lama, hanya beberapa bulan lalu off. Saya pun pindah-pindah lembaga kursus, mengikuti kecocokan pengajaran dan juga pembayarannya. Karena KETIDAK FOKUSAN saya dalam mempelajari b.inggris, maka sampai saat ini saya hanya menguasai b.inggris pasif saja. Karena semua yang terjadi, saya jadi menyimpulkan bahwa saya memang ‘tidak punya bakat dalam hal ini’.

Jika boleh berandai, ‘andai dulu saya fokus belajar bahasa inggris dari kecil, mungkin saya akan lebih mudah menggapai cita dan karir saya’.

  • Tidak Berinvestasi Ketika Masih Bekerja

Dulu ketika saya masih bekerja, pengeluaran saya masih sangat minim karena masih tinggal dengan orangtua, punya kendaraan dan kantor dekat dengan rumah. Nongkrong dengan teman pun jarang, bahkan ketika weekend biasanya saya habiskan di rumah istirahat bersama keluarga.

Baca :  Arti Libur Ketika Masih Bekerja dan Setelah Jadi Full Time Mommy

Gaji saya masih sisa lumayan banyak setiap bulannya, ditabungkan biasa saja. Sayangnya saya tidak melek investasi, benar-benar ngeblank gak tau ilmunya, gak dapet ide untuk itu. Ilmu manajemen keuangan saya sangat standar.

Sekarang sudah jadi ibu penuh waktu baru terasa, biaya hidup di Jakarta, belum nanti pendidikan anak, cita-cita saya untuk bisa studi lagi, belum keinginan untuk ibadah ke tanah suci, dan harapan-harapan lainnya.

Baca : 5 Hal yang Ingin Saya Lakukan di Tahun 2019 serta Kunci Mewujudkannya

Dulu ketika masih lapang untuk bisa berinvestasi tidak saya lakukan, sekarang lebih sempit baru dilakukan walau sedikit demi sedikit. Jika boleh berandai, ‘andai dulu saya berinvestasi, lebih melek tentang keuangan’.

Penyesalan Bisa Dicegah

Namun alhamdulillah Allah beri saya penyesalan-penyesalan itu untuk saya belajar, belajar memperbaiki diri lebih baik. Saat ini dan seterusnya saya belajar untuk mencegah penyesalan dengan melakukan dan memberikan yang terbaik yang saya bisa saat ini.

“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok jadikan lebih baik dari hari ini”.

Rasulullah Muhammad S.A.W. sudah mengingat kan kita untuk mencegah penyesalan 5 hal utama dalam hidup, dikenal dengan cegah 5 Perkara sebelum 5 perkara. Untuk mengingat ini lebih mudah, saya sering mendengarkan lagu Raihan, begini liriknya :

Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian..
Melainkan, yang beriman dan beramal sholeh..
Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian..
Melainkan, nasihat kepada kebenaran dan kesabaran..
Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal..
Masa usia kita jangan disiakan karena ia takkan kembali..
Ingat lima perkara sebelum lima perkara..
Sehat sebelum sakit..
Muda sebelum tua..
Kaya sebelum miskin..
Lapang sebelum sempit..
Hidup sebelum mati..

Allah sudah mengingatkan kita tentang datangnya penyesalan, maka ikhtiarkan untuk bisa mencegah penyesalan itu datang lagi dalam hidup kita. Memang tak mudah, kuncinya fokus pada perbaikan dan kebermanfaatan diri di setiap harinya, Insya Allah dimudahkan Allah. Aamiin YRA 🙏.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Challenge Blogger Perempuan Network.

Challage BPN

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top