Story HikmahNisa

Pekerjaan Rumah Membantu Mencerdaskan Anak

Assalamualaikum,

Berbicara pekerjaan rumah, yang ada di benak saya adalah bahwa ini tidak akan pernah berakhir, never ending, haha. Apalagi kalau dirumah ada anak yang lagi meujeuhna (dalam bahasa sunda). Klop sudah, yang pasti akan terjadi adalah beresin, acak-acakin, beresin lagi, acak-acakin lagi, beresin lagi, acak-acakin lagi, begitu seterusnya sampai negara api menyerang, haha.

Penting Gak Sih Pekerjaan Rumah?

Ada yang berpendapat, gak usah diberesin aja sekalian, malah bikin cape berkali-kali kan. Eemm.. kalau saya termasuk yang kurang setuju sih dengan pendapat itu.

Pertama, saya tipe yang senang keteraturan dan kerapian. Saya termasuk orang yang idealis, terencana dan taat aturan. Sifat-sifat ini terkadang melelahkan jika TERLALU dijunjung. Tetap harus ada pemikiran bahwa realitanya “saya adalah manusia, tidak akan pernah sempurna” dan “Saya hanya bisa berusaha semampu saya”. Tentang sifat saya ini bisa baca di ‘5 Fakta Tentang Diri Saya yang Sebenarnya’.

Saya memilih untuk beresin, acak-acakan, beresin lagi, acak-acakan lagi, beresin lagi, acak-acakan lagi, REPEAT. Dibanding saya harus membiarkannya, namun ketika ada prioritas lain yang jauh lebih penting maka beberes rumah akan saya abaikan. Misalnya, jika Qatrunada sedang sakit dan butuh perhatian saya lebih ekstra, dan biasanya memang nempel terus kalau sedang sakit. Maka saya akan ada diposisi dengan pemikiran “Tak apa rumah kayak kapal pecah, diri saya cuma 1, tangan saya cuma 2. Yang penting Nada cepat sehat lagi”.

Kedua, anak akan belajar dari apa yang kita lakukan, ia juga akan lebih happy dengan rumah yang rapi dan bersih, walaupun akhirnya ia acak-acakin lagi, wkwk 🙈. Saya merasa, emm.. mungkin tidak hanya saya ya, tapi kebanyakan orang pasti lebih nyaman tinggal atau berlama-lama di rumah, istilahnya betah ditempat yang rapi dan bersih kan?. Yup begitupun dengan anak dan suami, akan betah berlama-lama ketika suasana rumah bersih dan rapi.

Pola bersih rumah ala saya :

  • Subuh ketika Nada masih tidur, ketika bangun dan akan beraktifitas rumah sudah rapi. Siang tentu sudah acak-acakan lagi kan, bekas Nada main, makan dan ngemil dll.
  • Siang ketika Nada tidur siang, saya kembali membereskan rumah. Sore tentu sudah acak-acakan lagi kan? Nada kembali bermain, makan, ngemil dll. setelah bangun dari tidur siangnya.
  • Malam ketika Nada sudah tidur, saya membereskan rumah kembali.

Jadi ada 3 kali beres-beres rumah dalam sehari. Dan alhamdulillah saya merasa tidak berat melakukan ini, masih batas wajar bagi saya.

Ketiga, saya bisa mengajak Nada untuk melakukan pekerjaan rumah bersama. Mengajak Nada itu berarti mengajarkan tentang kemandirian, self help, problem solving, kesabaran, motorik, daya tangkap, attitude dan lain sebagainya. Jadi yakin melewatkan momen beberes rumah ini?

Nah berikut beberapa pekerjaan rumah yang saya lakukan bersama Nada :

  • Mencuci Pakaian

Saya mencuci menggunakan mesin, jadi Nada hanya membantu memberikan atau memasukan pakaian kotor kedalam mesin.

  • Menjemur Pakaian

Ketika menjemur, biasanya Nada mendorong ember berisi jemuran. Membantu mengambilkan dan memberikan pakaian satu persatu pada saya untuk dijemur.

  • Mengangkat Jemuran

Nada hanya memisahkan baru dari hanger-nya, ini pun hanya hanger-hanger pakaian Nada, yang kecil. Ia belum bisa untuk pakaian-pakaian besar.

  • Merapikan Pakaian

Setelah saya lipat semua pakaian, dan siap untuk ditempatkan di beberapa tempat seperti pada lemari pakaian Nada, lemari ayah/ibu atau tempat baju setrika. Nada membantu dalam membawakan baju-baju yang sudah dilipat tersebut kepada saya. Walau memang terkadang kembaki acak-acakan karena tangannya masih kecil belum mampu membawanya dengan rapi, tapi saya tidak melarangnya. Malah saya ucapkan terima kasih setiap kali ia membantu saya.

  • Memasak

Ia membantu memetik sayuran seperti kangkung atau bayam. Membantu memasukan sayuran yang sudah saya potong ke wajan. Membantu mengupas telur rebus.

Oia kalau ada yang belum tau, saat ini Nada berusia 23 bulan. Ia melakukan hal ini dari usianya kurang lebih 16 bulan. Semakin besar semakin bertambah secara bertahap kemampuan bekerjasama dalam membereskan rumah dengan saya. Oia setiap apa yang anak bantu, jangan lupa tatap matanya dengan penuh senyuman berkata “terimakasih”.

Keempat, semua diperhitungkan, gak ada yang sia-sia. Maka kalau ada yang bilang ‘percuma diberesin juga’ saya sangat tidak setuju. Di dunia ini tidak ada yang percuma ketika kita yakin pada Allah. Semua di hisab, ada perhitungannya. Kebaikan dan keburukan. Sama dengan beberes rumah ini, tidak akan sia-sia, Insya Allah akan jadi amal shaleh untuk kita, ketika niatnya lurus untuk kebaikan 😊.

———

Jika ditanya pekerjaan rumah yang paling saya sukai adalah BEBERES PERABOT atau TATA LETAK BARANG. Bahkan saya senang berganti-ganti posisi barang yang ada di kamar. Berbeda dengan sekarang karena tidak terlalu besar rumah kontrakannya, jadi untuk pindah-pindah posisi itu kadang mentok ide, haha 😅. Tapi saya tetap suka beresin lemari baju misalnya, tempat makeup, tas, sepatu, piring gelas dsb. Daripada saya harus menyetrika 😂.

Tulisan ini diikutsertakan dalam challenge Blogger Perempuan Network.

Challage BPN

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

One thought on “Pekerjaan Rumah Membantu Mencerdaskan Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top