Menyapih dengan Cinta (Weaning with Love)

Assalamualaikum,

Menyusui dan menyapih merupakan satu paket yang tak bisa dipisahkan, ibu memutuskan menyusui pasti ia harus siap untuk menyapih (kelak). Menyusui dan menyapih sama-sama bukan perkara mudah untuk sebagian ibu, perlu perjuangan dan persiapan untuk melakukannya.

Kini ada metode menyapih dengan cinta (weaning with love). Saya pribadi menggunakan metode ini ketika menyapih Qatrunada, merasa bahwa metode ini paling baik untuk menyapih. Dalam tulisan ini, saya akan berbagi apa itu metode WWL, apa yang harus dipersiapkan dan bagaimana melakukannya.

“Para Ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajipan ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajipan) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anak kamu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahui-lah bahwa Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah:233).

Jelas sekali dalam Ayat diatas bahwa ketika ingin menyapih harus  dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, ibu dan anak.
Bukan dengan kebohongan, ancaman dsb untuk mempermudah menyapih. Banyak ditemui para ibu dahulu melakukan proses menyapih dengan menggunakan olesan-olesan di payudaranya agar anak tidak mau menyusu lagi. Atau dengan kebohongan “tidak nenen lagi ya, susu ibu sakit” Namun metode ini tidak disarankan karena bukan dengan persetujuan dua belah pihak dan bukan dengan permusyawaratan.

Ternyata menyapih itu butuh kerelaan antara keduanya, bukan hanya anak tapi ibu juga, karena ikatan bonding menyusui itu begitu erat dan prosesnya hingga 2 tahun. Maka ketika akan memilih menyapih dengan cinta, para ibu harus mempersiapkannya jauh-jauh hari.

Hal Penting untuk Dipersiapkan ketika Memilih Metode Menyapih dengan Cinta

Memutuskan menggunakan metode menyapih dengan cinta tentu harus memahami alasan kuat kenapa memilih menggunakan metode menyapih dengan cinta. Salah satu alasan penting adalah PERINTAH ALLAH dan BERKATA JUJUR. Menyapih dengan kerelaan ibu dan anak adalah perintah Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 233. Ya.. orang tua diharuskan berkata jujur, menyatakan keadaan yang sebenarnya kepada anak, tidak ada kebohongan di dalamnya. Hanya saja perlu memilih kata dan kalimat yang mudah dipahami oleh anak.

Setelah memahami alasan mengapa menggunakan metode menyapih dengan cinta ini, selanjutnya menyiapkan mental untuk proses tersebut. Tentu menyapih bukan proses yang mudah bagi semua ibu, sama dengan proses menyusui. Tantangan setiap ibu berbeda satu sama lain, bagaimanapun selama 2 tahun kenyamanan bayi ada dalam menyusui, ketika ia gelisah, merasa tidak nyaman, solusi tokcer adalah menyusuinya, namun ketika menyapih menyusui bukan solusi lagi. Proses adaptasi ini mungkin menghadirkan ketidaknyamanan bagi ibu dan bayi, sehingga mempersiapkan mental penting dalam proses menyapih.

Selain menyiapkan mental, proses ini juga perlu menguatkan hati. Jangan sampai plin plan dalam proses menyapih ini, jika memang siap dan yakin akan menyapih maka kuatkan hati dan konsisten dengan keputusan yang sudah dibuat. Kesiapan menyapih ibu berbeda satu sama lain, maka jangan bandingkan. Jangan karena ibu lain mampu tepat usia 2 tahun sehingga memaksakan untuk bisa menyapih di waktu tersebut, padahal ibu dan anak belum sama-sama rela dan siap menyapih. Menyapihlah ketika ibu dan anak rela dan siap.

Selanjutnya, bekerjasama dengan suami. Meminta bantuan suami ketika akan dan proses menyapih dengan cinta, bagian mana yang bisa suami bantu. Tentu setiap keluarga berbeda, maka hal ini perlu dibicarakan untuk dipersiapkan.

Kuatkan dengan Doa. Tidak mampu tanpa izin Allah, mohon kemudahan kelancaran dan keikhlasan ibu dan anak dalam proses menyapih ini. Ajak anak ikut berdoa demi kelancaran menyapih, karena sungguh hanya Allah yang dapat membantu kemudahan kelancaran proses menyapih ini.

Kutipan dari buku ‘Catatan Pejuang ASI’

 

Teknik Menyapih dengan Cinta

Lakukan proses menyapih secara perlahan dan bertahap. Sounding jauh-jauh hari sebelum proses menyapih dilakukan, katakan bahwa nanti 2 tahun kakak tidak nenen lagi. Bisa dengan sugesti-sugesti ke alam bawah sadarnya ketika anak sedang posisi nyaman. Bisa dilakukan ketika ia menuju tidur sambil menyusui, katakan, “Nak kalau sudah 2 tahun tidak nenen lagi ya, kamu sudah bisa makan dan minum”. Lakukan berulang-ulang, bisa dilakukan jauh sebelum proses menyapih itu dilakukan. Semakin dekat ke proses menyapih semakin sering sounding dan sugestikan pada anak.

Mengurangi secara bertahap frekuensi menyusui “do not offer, do not refuse”. Mendekati proses menyapih bantu dengan mengurangi frekuensi menyusui. Jangan menawarkan, tetapi jangan menolak ketika ia meminta. Ketika anak minta nenen, coba dulu untuk mengalihkan dengan menawarkan makan/minum atau ajak bermain. Namun ketika tidak mau dan bersikukuh ingin nyusu, jangan menolak, susui saja.

Menunjukan perhatian dan kasih sayang lebih dari biasanya. Karena pada dasarnya anak ingin menyusu itu bukan karena ia lapar atau haus tapi ingin kenyamanan. Ketika disapih anak sangat mungkin berfikir ibu sudah tidak sayang lagi kepadanya. Oleh karena itu ketika proses menyapih, jangan lupa menunjukan rasa cinta kita padanya, sering memeluk dan mencium ataupun mengatakan kata-kata yang menunjukkan kita menyayanginya. Bahwa kita menyapih bukan karena tidak sayang lagi tapi karena taat atas perintah-Nya. Saya dan suami lebih sering memeluk, mencium dan bermain bersama.

Lakukan Komunikasi dengan Anak. Seberapa kecil usia anak, tetap mereka memiliki kemampuan untuk mengerti. Ajak anak berkomunikasi tentang proses menyapih ini, misalnya ketika ada bayi yang sedang menyusui saya selalu berkata pada Nada “Ade bayi masih kecil jadi masih nenen, kalau ade bayi sudah 2 tahun sudah tidak nenen lagi kayak Nada”. Atau bisa dengan berdongeng, membacakan buku berkaitan dengan proses menyapih. Tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti anak.

Hindari Menyapih saat Anak tidak Sehat atau Lonjakan Emosi Tidak Stabil. Ketika anak sedang sakit, emosinya tidak stabil, jangan dulu melakukan proses menyapih. Anak sakit tandanya ia belum siap untuk disapih, bahkan menyusui jadi obat terampuh ketika anak sakit, maka susuilah dulu sampai ia benar-benar sehat. Setelah sehat, barulah lakukan proses menyapih.

Poin-poin diatas merupakan hal penting yang harus ibu persiapkan dan lakukan ketika memilih metode menyapih dengan cinta. Pengalaman saya yang syukur alhamdulillah diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah dalam proses menyapih menggunakan metode menyapih dengan cinta atau WWL ini. Insya Allah pengalaman menyapih Qatrunada beserta contoh riil tips dan trik personal yang saya lakukan, akan ditulis di blog setelah postingan ini 😊.

Senang berbagi ❤

HikmahNisa

29 comments / Add your comment below

  1. Dulu waktu neng Marwah kecil saya ga punya momen nyapih, karena ASI nya kurang banyak dan surut sebelum waktu sapih, hiks. Jadi kalau baca momen menyapih gini saya suka terharu seneng gitu.

  2. Menyapih ini harus bener bener dikuatkan mentalnya. Aku pernah nyoba nyoba gitu awalnya, sambil nenenin sambil nangis nggak karu karuan. Akhirnya nggak aku terus, sampai bener bener hatiku mantap dan siap. Alhamdulillah di usia Aqla 2,5 tahun aku udah rela banget nyapih. Jadi nyaoihnya lancar banget gitu, nggak ada drama

  3. Baca2 tentang WWL bikin aku keingetan dosa sama 4 anak saya. Semuanya selalu diniatkan untuk WWL saat nyapih. Tapinya akunya gregetan. So, akhirnya ikut cara ortu pake bratawali. Huhuhu… kebayang lagi deh gimana mereka nangis saat nenennya pait. Semoga ibu-ibu pada sabar ya. Jangan kayak saya. Gak sabaran. 🙁

  4. Jadi inget proses menyapih anak saya dulu, sudah diniatkan banget dari awal, cari-cari referensi tapi gagal lagi gagal lagi, mungkin karena sayanya yg belum merasa siap. Pas usia 2,5 tahun baru nyapih tapi tetep pakai bantuan Brotowali hiks.. untungnya anaknya manut dan nggak pakai drama lebih, nggak rewel berkepanjangan juga 😅

  5. Kalau anak saya malah memang sudah nggak mau lagi nenen sebelum 2 tahun. Sedih sih awalnya karena saya rasa nggak sempurna masa menyusuinya. Tapi ya mau gimana lagi anaknya udah nggak mau.

  6. Aku terharu membacanya, “weaning with love”
    Aku percaya, apapun jika dilakukan berdasarkan cinta, Insya Allah akan baik hasilnya.
    Insya Allah, Insya Allah,

    Aku akan share di FB dan mention mba ya.
    Semoga bermanfaat bagi pembaca

    Note:
    Mba,
    Aku coba klik akun FB mba di atas hasilnya, “halaman ini tidak tersedia”
    Ayo dibenahi mba,
    Biar tidak error blognya pas dirayapi robot.
    Ntar japri aku, akun FBnya ya…
    Biar bisa aku mention pas share link ini di FB
    Terima kasih, mba…

  7. Di tempatku banyak hlo ibu2 yg menyapih dgn kebohongan.
    Kalau aku dulu, setahun anaknya ggmau sendiri mbak. Pernah di gigit mpe putih, terus kukasih handsaplast malah anaknya ggmau. Habis setiap hari nyusuin terus tiba2 enggak itu kayak kehilangan….. Seedih gt

  8. Bunda dulu punya anak pertama sampe anak ke-4 gk pernah nyapih karena sdh dijadwal menyusui sampai anak berumur 5 bln itupun stlh 5 bulan bunda semaksimal yg bunda bisa menyimpan susu di botol sblm berangkat ke ktr. Selama di ktr pun aktivitas memompa susi tetP dilakukan dan ketika pulang aku bawa dlm kontener kecil utk pendingin.

  9. Bunda dulu punya anak pertama sampe anak ke-4 gk pernah nyapih karena sdh dijadwal menyusui sampai anak berumur 5 bln itupun stlh 5 bulan bunda semaksimal yg bunda bisa menyimpan susu di botol sblm berangkat ke ktr. Selama di ktr pun aktivitas memompa susi tetP dilakukan dan ketika pulang aku bawa dlm kontener kecil utk pendingin.

  10. Benar banget mbak proses menyapih harus ada kerelaan dari ibu dan anak ya, kadang sebagai ibu nggak tega banget melihat anak merengek minta nenen, di satu sisi anak sudah harus di sapih..suka dengan tulisannya menyapih nya harus dengan penuh cinta.

  11. Nice artikel mbak. Kebetulan aku lagi mengASIhi anak ke dua nih, pengen deh nerapin WWL ni nanti. Iya sih, dulu waktu menyapih anak pertama aku pake olesan2 gitu biar dia takut. Duh, baca tulisan ini jadi merasa bersalah sm anak. Smg ga kejadian lagi di anak kedua ini. Makasih infonya ya mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *