Story HikmahNisa

Tipe Introvert Berbisnis? Kenapa Tidak – Resolusi Bisnis 2019

Assalamualaikum,

Memutuskan untuk berbisnis merupakan tantangan untuk tipe orang yang dominan introvert seperti saya. Honestly saya orang yang kurang percaya diri di dunia sales dan marketing, namun ketertarikan dalam berbisnis terus muncul. Income yang menjanjikan dengan waktu yang fleksibel, juga tidak ada aturan yang mengikat. Namun ketidakpercayaan diri merupakan salah satu yang menghambat untuk memulai berbisnis. Rasa-rasanya saya malu dan enggan harus bercuap-cuap menawarkan barang/produk langsung pada orang-orang, hehe.

Perkembangan teknologi berkembang pesat, media sosial dan internet kini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, salah satunya dalam berbisnis. Semenjak munculnya beberapa media sosial, saya menjadi berani untuk memulai bisnis, ya secara online. Berbisnis online salah satu solusi untuk tipe dominan introvert seperti saya, yang kaku dan tak mampu banyak bicara secara langsung untuk menarik pembeli. Dengan berjualan online, saya mendapat beberapa keuntungan, diantaranya :

  • Waktu fleksibel tanpa mengganggu kegiatan utama saya.

Saya memutuskan bisnis menjadi pekerjaan sampingan. Kuliah sambil berbisnis, kerja sambil berbisnis. Tanpa sama sekali mengganggu kegiatan kuliah dan pekerjaan saya. Saya bisa upload produk ketika jam istirahat, saya bisa membalas chat customer setelah beres perkuliahan dan saya bisa mengantar paket ketika pulang kuliah/kerja.

  • Minim modal bahkan bisa dengan tanpa modal.

Awal mencoba bisnis jaman kuliah dulu, saya bahkan tidak mengeluarkan modal. Menjadi reseller, cukup mempromosikan produk lewat media sosial, ketika ada yang tertarik dan membeli saya mendapat 10% dari penjualan. Tanpa saya harus packing, foto produk dll. Sangat simpel bukan?

  • Tidak repot membawa barang/produk.

Saya jarang sekali membawa produk ke kampus atau ke kantor, selain merasa repot, karena saya juga membawa buku, laptop dan perlengkapan kuliah. Saya juga tidak PD berjualan secara offline, lagipula saya belum menyetok barang terlalu banyak.

Selain berjualan online, saya juga sering sekali berbelanja online. Beberapa keuntungan ketika berbelanja online, diantaranya :

  • Berbelanja dari Rumah

Dengan berbelanja online, saya tidak perlu lelah berbelanja ke pusat perbelanjaan. Tentu memilih barang biasanya tidak hanya ke satu toko, saya membandingkan harga dan kualitas untuk mencari barang yang cocok. Sehingga sering sekali berputar-putar di pusat perbelanjaan mencari barang yang diinginkan. Ini cukup melelahkan fisik, terutama kaki.

  • Mengefisienkan Waktu

Dengan berbelanja online, saya bisa memilih barang ketika jam istirahat atau kapan saja. Tidak perlu waktu khusus menyengaja untuk datang ke pusat perbelanjaan yang biasanya menghabiskan waktu seharian.

Baca juga : Positif dan Negatifnya Berbelanja Online

Bisnis Saya Kandas Ditengah Jalan

Beberapa bisnis yang pernah saya coba, dari mulai produk kecantikan, buku anak, camilan, namun semua tidak ada yang bertahan lama. Hanya semangat di awal, ketika ditengah jalan ditolak customer atau sepi pembeli saya mundur, mental tempe nih memang πŸ˜….

Saat ini saya kembali ingin memulai lagi berbisnis, karena fleksibel dan menjanjikan. Apalagi sekarang sudah menjadi full time mommy, seharian dirumah cukup membuat jenuh. Setidaknya dengan menjadi blogger ditambah berbisnis saya memiliki kesibukan lain dan berpenghasilan. Sangat lumayan untuk tambah-tambah tabungan kan πŸ˜€.

Karena tidak mau gagal seperti yang sebelumnya. Kali ini saya melakukan evaluasi, apa yang menyebabkan bisnis-bisnis yang saya jalani dulu tidak berkembang? Akhirnya munculah beberapa poin berikut :

  • Niat

Saya mulai dari evaluasi niat, dulu-dulu saya hanya ikut-ikutan diajak teman, tidak enak jika menolak ajakan teman. Bukan keinginan sendiri untuk berbisnis, sehingga tidak fokus akhirnya bisnis berhenti ditengah jalan.

Saat ini saya niatkan memulai berbisnis untuk pengembangan potensi diri dan menambah tabungan saya. Bismillah.. 😊

  • Disiplin

Niatnya sudah salah jadi menjalaninya juga asal-asalan. Tips dan trik berbisnis sudah saya dapatkan namun saya tidak melakukannya dengan benar, contohnya seharusnya update produk atau promosi setiap hari. Namun saya update hanya ketika ingin saja, bagaimana mood saja. Seharusnya pencatatan keuangan jelas namun saya bahkan tidak punya catatan keunanganΒ πŸ˜….

Sekarang, saya akan disiplin dengan rencana bisnis yang dibuat, ditambah tips dan trik agar bisnis berkembang juga akan saya lakukan dengan benar. Bismillah.. 😊

  • Konsisten

Dulu saya semangat di awal, ditengah-tengah sudah mulai loyo lalu akhirnya benar-benar berhenti. Apalagi ketika ada masalah seperti customer yang PHP, sepi pembeli dll. Saya langsung tak semangat berbisnis.

Sekarang, saya perlu menjaga kekonsistenan dalam berbisnis, baik ramai atau sepi pembeli, promo harus terus dilakukan, walau ada customer yang PHP namun bisnis harus terus berjalan karena masih banyak customer yang jujur di luar sana. Bismillah.. 😊

  • Komitmen

Komitmen yang kurang membuat bisnis saya tidak berkembang dulu. Tidak ada visi atau tujuan yang ingin saya capai membuat semakin kehilangan arah.

Sekarang, saya ingin memulai dengan membuat visi atau tujuan bisnis saya sehingga saya mampu komitmen dengan semua yang sudah saya rencanakan. Bismillah.. 😊

Bisnis Baru Saya

Bismillah dengan evaluasi poin di atas saya mulai bisnis baru. Kini saya memilih berbisnis pakaian bayi dan anak, juga camilan. Untuk camilan sistem penjualannya offline, utamanya di kantor suami, jadi bukan saya yang menjual secara offline tapi suami 😁.  Sedangkan pakaian bayi dan anak saya menjual dengan sistem online, QHD Store nama toko online yang saya buat. Namanya diambil dari singkatan nama anak saya, Qatrunada Hulwah Dawamah menjadi QHD, hehe😊.

Saya mempromosikan melalui media sosial, IG dan FB. Untuk IG saya membuat akun khusus untuk berjualan, alamatnya di @QHD_Store. Namun untuk FB masih menggunakan FB personal saya.

IG @QHD_Store

Untuk membantu menjalankan bisnis baru saya, saya memutuskan untuk bergabung di Ralali.com untuk mejadi penjual sekaligus pembeli. Dengan bergabung di Rarali.com saya bisa bertemu banyak pemasok produk yang ingin dijual dengan harga grosir sehingga bisa saya jual kembali.

Tentang Rarali.com

Tampilan depan Ralali.com

Ralali.com merupakan perusahaan e-commerce yang menyediakan layanan jual beli berbagai produk kebutuhan bisnis melalui website. Ralali.comΒ merupakan B2B marketplace (business to business) dalam artian memfasilitasi dan menghubungkan antara pemasok dan pelaku bisnis. Produk-produk di Ralali.com dijual dengan harga grosir sehingga dapat dijual kembali. Jadi setiap produk memiliki jumlah minimum pembelian (minimum order quantity).

Mendownload aplikasi Ralali di playstore

Saya dapat menemukan berbagai camilan dengan harga grosir yang dapat saya jual kembali di kantor suami 😁. Selain itu, saya mendaftarkan toko QHD Store di Ralali.com untuk menjual pakaian bayi dan anak secara grosir.

Saya sedang mendaftarkan QHD Store di Ralali.com

Selain produk berharga grosir, Ralali.com juga menyediakan jasa pemenuhan produk kebutuhan bisnis bernama RFQ (Request for Quotation), jasa pembayaran elektronik, seperti pembayaran listrik, BPJS, pembelian pulsa, paket data, dsb. Ada juga pendanaan bisnis melalui fitur kredit Kredivo atau Ralali Cicilan.

Sesuai dengan slogannya “business starts here”. Ralali.com menjadi solusi bagi yang ingin memulai dan menjalankan bisnisnya πŸ˜€.Β #IniSaatnya tau Ralali.com, dan membuat #ResolusiBisnis2019. Mari berkunjung ke pusat grosir online.

Semoga resolusi bisnis saya di tahun 2019 ini berjalan lancar dan berkembang, aamiin 😊.

Senang berbagi ❀

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

58 thoughts on “Tipe Introvert Berbisnis? Kenapa Tidak – Resolusi Bisnis 2019

  1. Yep, walau introvert tetep bisa bisnis kok. Ecommerce atau sosial media itu menjanjikan banget. Tinggal pintar foto produk, buat caption yang menjual dan share / promosi online juga.

    Trus iya kalo mau jualan harus ada niat dan yg penting konsisten. Karena orang jualan gak langsung laris kan πŸ˜….
    Aku pernah bbrp kali jualan, tp stop karena nggak bisa bagi waktu, huhuhu.. Sayang banget sebenernya

  2. Waktu itu aku ya penasaran mba pengen usaha tapi kalau membayangkan bakalan ribet bawa-bawa barang kayaknya ngak. Dan aku jadi mantap buat belanja online nih mba. Sukses ya mba untuk resolusinya πŸ™‚

  3. Saya juga pernah jualan online, memang rasanya jatuh bangun banget. Apalagi kalau dapat customer yang banyak maunya. Tapi itu jadi pengalaman indah. Sekarang sih stop dulu karena anak masih butuh perhatian ekstra. Semoga bisnisnya lancar ya mbak, berkah dan laris.

  4. Untuk memulai berbisnis memang siapa saja bisa. Termasuk orang introvet. Karena bisnis harus didasari niat dan komitmen serta enggak maju mundur enggak jelas.

    Dan yang paling mudah untuk belajar bisnis, tentu saja dengan berbisnis online dong.. apalagi zaman sekarang sudah ada tempat seperti Ralali yang menyediakan layanan jual beli berbagai macam produk. Tentu ini sangat membantu.

  5. Tahun 2010an gitu aku pernah ikutan MLM dan zonk. Masalahnya aku payah dalam hal public speaking. Mau bagi-bagi brosur atau katalog pun ga pede hahahaha…. Tapi kepikiran sih mau merintis olshop, mulai dari reseller atau dropship dulu gitu deh. Manajemen waktunya nih harus dibenerin dulu

  6. ralali… ini asalnya apa dari kata “ora lali” (nggak lupa) ya? unik hihihi.

    semoga resolusinya terwujud ya mbak. saya sendiri masih maju mundur mau jualan online. masih takut ga bisa manajemen waktunya.

  7. Aku sempat bingung situs Ralali.com itu apa sih?
    Lalu aku baca pelan dan khusyu (((khusyu)))
    Ternyata B2B marketplace

    Sungguh aku baru tahu, setelah dapat undangan ikut lomba blog
    Kirain sama seperti e-commerce lain

  8. Aku sempat bingung situs Ralali.com itu apa sih?
    Lalu aku baca pelan dan khusyu (((khusyu)))
    Ternyata B2B marketplace ya…

    Sungguh aku baru tahu, setelah dapat undangan ikut lomba blog
    Kirain sama seperti e-commerce lain

  9. Saya juga bisnis jatuh bangun, nyobain semuanya hihii tapi memang ga jago. Marketing jadi sering dibantu adek buat promosi. Semangat mbak semoga laris manis usahanya, btw rarali ini ngebantu bgt yaa

  10. Sebenarnya arti “Mental Tempe” ini apakah?
    Hihii….aku dulu sering banget denger kata-kata ini. Aku pikir, karena orang Indonesia makanannya tempe. Jadi mentalnya mengikuti apa yang ia makan.

    Btw,
    Sukses terus bisnisnya…
    Aku jadi kepo sama Ralali.com

  11. Sekarang mah bisnis udah lebih gampang ya Mak. Gak jarus orang yang pandai bicara. Kita hanya butuh kemauan saja. Hehe… Yuk ah… bersama Ralali kita bisa. Hahaha…

  12. “Beberapa bisnis yang pernah saya coba, dari mulai produk kecantikan, buku anak, camilan, namun semua tidak ada yang bertahan lama. Hanya semangat di awal, ketika ditengah jalan ditolak customer atau sepi pembeli saya mundur, mental tempe nih memang πŸ˜…. ”

    Ini mah aku banget mbaa, berasa dicolek wkwkwk.. Tapi jujurly, pengen bisa nyoba belajar ngebakul meski introvert. Thanks ya mbaa sharingnyaa

  13. Semoga resolusinya dimudahkan untuk terwujud ya. Sekarang fasilitas untuk berjualan sudah serba mudah. Tinggal kita saja yang jangan sampai kehilangan semangat.

  14. Berkah dan barokah ya Mba usahanya. Dimudahkan dalam segala transaksinya. Karena ga semua konsumen sama heheheh pengalaman jualan online. Sukaes dengan ralali ini. Jadi pengen coba juga

  15. pernah jualan puding susu homemade, bukan online, cukup capek sih karena semuanya dikerjakan sendiri dari mulai masak puding, nuang puding ke cup sampai nungguin jualan di taman … walaupun laris tiap jualan selalu habis 50 cup tapi gak kuterusin, karena anak jadi gak ke-handle dan kerjaanku di luar jualan puding juga keteteran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top