Story HikmahNisa

Ayah, pulanglah…

Assalamualaikum,

Ini bukan seperti Bang Toyib yang 3x puasa 3x lebaran gak pulang-pulang ya 😂. Bahasan ini adalah akumulasi dari curhatan istri sekaligus ibu terutama yang stay at home. Tentang rutinitas barunya semenjak menikah yaitu menanti suami pulang 😅. Dimohon para suami dibaca dengan seksama dan boleh dalam tempo yang lama pula untuk diresapi 😂.

Konflik awal-awal tahun pernikahan yang utama adalah adaptasi. Yup, adaptasi dengan pasangan, baik kebiasaannya, sifatnya dsb. Selain itu juga kita harus siap menerima banyak perubahan dalam diri, siap melebur dengan ego satu sama lain. Baca selengkapnya di ‘Jangan Salahkan Perbedaan (Catatan Pernikahan)’

Saya juga pernah menulis tentang konflik di ‘Konflik yang Sering Muncul di Tahun-Tahun Awal Pernikahan dan Cara Mengatasinya’. Kali ini saya akan bahas satu poin dari konflik tersebut yaitu lingkungan pertemanan. Baca selengkapnya di :

Konflik Suami-Istri karena Lingkungan Pertemanan

Sadari bahwa ketika kita menikah maka ruang gerak semakin sempit. Ketika sudah memutuskan menjadi suami/istri kita tidak bisa lagi memutuskan keinginan sendiri tanpa memikirkan pasangan kita. Yang dulunya sering nongkrong dengan teman sampai larut malam, atau weekend dihabiskan bersama teman-teman. Ketika menikah sudah tidak bisa pulang larut karena istri dan anak menanti dirumah, weekend pun akan sangat jarang dihabiskan bersama teman-teman. Apakah akan memunculkan konflik? Iyes.

Mengenang kumpul bersama geng jaman belum nikah, kalau sekarang kumpul pasti udah gembol anak semua 😀.

Mungkin rata-rata para suami/ayah yang belum move on dari kelajangan mereka, wkwk. Beberapa teman saya (istri) mengalami hal serupa seperti :

  • Ayah Pulang Larut Malam

Sungguh tak masalah jika memang ini masalah tanggung jawab dalam pekerjaan. Yang jadi masalah adalah, pulang larut karena bertemu teman dan haha hihi dulu sampai pulang larut. Ingat kata Bang Haji wahai para suami ‘begadang boleh saja asal ada artinya’ 😅.

  • Ayah Sulit dihubungi

Entah kenapa kalau ayah sudah ketemu teman, serasa dunia milik mereka, tak ingat anak istri dirumah, huhu. Dihubungi pun sulit sekali, telepon gak diangkat, sms/wa boro-boro dibales, dibaca juga nggak 😷.

  • Ayah Tidak Mengabari

Mending kalau sulit dihubungi tapi sebelumnya sudah mengabari. Lah ini gak ada kabar, huhu. Tahukah bagaimana istri anda dirumah wahai para suami?

  • Ayah Tidak Tepat Waktu

Jadi janji pulang jam 19.00 eh nongol-nongol jam 22.00. Bilang pulang abis Isha, istri mikir jam 8an sudah sampai rumah, eh suami pulang tengah malam. Iya sih abis Isha juga namanya tapi kan… 😭😥

Mengapa Ayah?

Mungkin ibu/istri pun ada yang belum move on atau masih dalam proses adaptasi dari masa gadisnya. Namun rasa-rasanya jarang sekali yang lupa pulang apalagi jika sudah memiliki anak. Apalagi jika memang sudah memutuskan menjadi full time mommy dan mengurus anak juga rumah tangga sendiri.

Tapi ayah, mungkin masih lebih bebas dalam soal pertemanan, bertemu teman, nongkrong dsb. Tentunya tidak semua ayah/suami bertipe seperti ini. Biasanya seorang dengan tipe kecerdasan interpersonal, sosialisasi baik dan supel, senang bertemu orang, berkumpul, mengobrol, dsb.

Jangan Sepelekan Kekhawatiran Istri

Banyak para istri mengungkapkan bukan masalah tidak boleh ketemu teman, bukan masalah tidak boleh happy dengan teman-teman. Yang jadi masalah terbesar adalah kekhawatiran para istri terhadap anda wahai para suami.

Coba saja, tanpa kabar dan sulit dihubungi, janji pulang jam segini ternyata pulang jam segitu. Istri anda menunggu pak, istri anda cemas, istri anda khawatir. Kemana sampai larut begini belum pulang, kemana kok gak ada kabar, kok gak diangkat telponnya, kok gak dibaca wa nya, kok susah dihubungi.

Nunggu kabar yang tak kunjung datang.. huhu

Dan tahukah? Ketika istri anda khawatir, pikirannya akan jalan-jalan dan bisa sampai kehilangan arah.

‘jangan-jangan dicegat geng motor, nauzubillah..’

‘jangan-jangan motor mogok.. waduh’

‘jangan-jangan hp nya di copet.. aduh gimana ini’

dan jangan-jangan lainnya..

Maka memberi kabar pada istri itu wajib ya pak, demi keamanan, ketentraman dan penyelamatan isi rumah 😂😂.

Menanti Ayah Pulang, Menjadi Rutinitas

Bagi seorang istri apalagi sudah memiliki anak, ruang gerak dengan teman otomatis akan semakin sempit. Begitupun dengan para suami, ruang gerak pertemanan anda akan semakin sempit dan ini perlu kesadaran. Bertemu dan nongkrong bersama teman tidak bisa sesering dulu, tidak bisa selama dulu ketika sebelum menikah dan menjadi ayah. Saat ini situasi dan kondisi anda jauh berbeda, kini ada istri dan anak yang menanti dirumah.

Menanti ayah untuk bergantian menemani, mengajak main si kecil.

Menanti ayah untuk saling berbagi cerita kelelahan dan kebahagiaan di hari itu.

Menanti ayah untuk saling mencharge baterai yang sudah lemah.

Jika bukan dengan suami, dengan siapa lagi istri berbagi. Suami adalah teman utama bagi para istri terutama yang stay at home.

Menanti ayah pulang menjadi rutinitas. Jangan heran mengapa istri selalu bertanya:

“pulang jam berapa hari ini?”,

“kapan pulang?”.

Senangnya bukan main ketika ayah pulang tepat waktu bahkan lebih cepat dari biasanya. Jika ayah memberi kabar  akan pulang larut, ia menarik nafas panjang lalu dalam hatinya berdoa…

“Semoga ayah dimudahkan urusannya, cepat selesai pekerjaannya sehingga bisa cepat pulang”.

Ayah, pulanglah.. istri dan anakmu selalu menantimu dirumah 💖💖💖.

Senang berbagi 😊

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

25 thoughts on “Ayah, pulanglah…

  1. aaamin, semoga para suami dan para ayah, diberikan keselamatan dan kelancaran dalam beraktifitas termasuk lebih sering memberi kabar kepada istrinya supaya istrinya tidak khawatir ya, Mbak. Kujuga sering mengalami hal tersebut, ditelepon ndak bisa, dihubungi ndak diangkat tuh panggilan teleponnya, kan jatuhnya khawatir, eh kok jadi curhat

  2. semoga dimudahkan, aamiin.
    suamiku pas mau pulang telat bilang dulu. kalo telat banget, suka kutanyain via sms (krna internet ga sll aktif). selalu nungguin ampe nahan ngantuk stl anak2 tidur. pas dia udh pulang langsung deh aku pules hihihi

  3. Ini sepertinya terjadi sama temen2 kerja aku yg cowok Mbak hhee. Iya, pernah dengar gitu kalau udah nikah pas kerja sampai malam juga harus kabar2 sama yg di rumah hee. Soalnya ada yg menanti

    Aminn, smoga ayah diberi kelancaran dalam aktifitasnya dan bisa pulang ke rumah lebih cepat
    Makasih sharingnya Mbak Hikmah

  4. Suamiku ikut kerja di sebuah toko, jam kerjanya malah lebih banyakan aku :))) tapi alhamdulillah, beliau nggak pernah nongkrong sama teman-temannya sejak kerja di toko. Mungkin karena akan ada gap kali ya kalau bergaul dengan geng-geng hedon (temennya beliau).

  5. Lhooo koq semua ciri si ayah itu sama ya dengan suamiku :)) Dia kayaknya tipe ga bisa move on dr masa lajangnya. Tapi ya gimana lagi, lama2 terbiasa juga koq. Ntar gantian pas istrinya jalan ma teman2 si ayah yg jagain anak :))

  6. suamiku pulang kerja selalu tepat waktu, ga pernah nongki bareng temen2nya, alasannya sih dulu waktu lajang udah kenyang hehe , sekarang suka inginnya cepet2 pulang main sama anak

  7. Hemmm ga papa mak skrng kalau kumpul kita playdate aja yaa sama anak kita yaa.. Moga bisa kumpul lagi yaa kitahhh

  8. Persis judul seminarnya Bu Elly Risman yaa..
    Pulangkan Ayah Ke Rumah.

    Aku setuju banget…
    Dulu,
    sewaktu awal-awal menikah, aku kerap kesal dengan hal-hal seperti ini. Kaya kalo hang-out sama temennya sampai malam, seolah lupa ada istri yang menanti.

    Tapi yakin deeh…
    Seiring bertambah usia pernikahan, semakin banyak anak, in syaa Allah membuat Ayah juga semakin sempit lingkaran pertemanannya.

    Doa.
    Kuncinya…

  9. Pernah mengalami masa-masa seperti ini, terutama saat sudah tidak menjadi wanita kurir eh karir lagi. Suka sensi, hihihi…

    Namun karena aku tipe perempuan ekspresif, yang tak bisa menahan uneg-uneg, aku langsung ungkapkan ke suami, tentu sambil memilih waktu yang tepat dong ya.
    Hindari saat suami lelah atau lagi bad mood.

    Yup, aku percaya, komunikasi adalah jalan terbaik
    Beritahu Ayah semua perasaan gundah gulana itu, Maria
    … dan bersama mencari jalan keluarnya

    Selamat mencoba…
    Ntar share lagi ya, hasilnya 😉

  10. Anak saya pernah nggak mau tidur sampai nungguin ayahnya pulang. Udah ngantuk berat ia tahan-tahan. Kasihan lihatnya. Sementara si Ayah lagi di jalan nggak bisa dihubungi. Terkadang ayahnya tidak informasi kalau pulang telat, yang khawatir tidak hanya istri tapi anak juga.

  11. Poinnya mgeselin semua itu.

    Pernah dua kali pulang telat ampek dua jaman, gak ngabarin, saya hubungin hapenya gak bisa. Ternyata ada kerjaan dadakan. Yang kedua malah gak bawa hape. Keselll rasa.

  12. I feel u mbaa.. pernah melewati masa2 begini. Akhirnya aku terus terang sama suami, gimana khawatirnya aku, kadamg sampe mules kalau suami nggak bisa dihubungi. Dan sekarang solusinya, kami pakai aplikasi family tracker, jadi aku selalu bisa tau posisi suami tanpa dikit2 ganggu dia dg pertanyaan dimana? 🙂

  13. Ayah kalau belum di rumah memang mengkhawatirkan ya
    Apalagi kalau pas sakit dan ga bisa kerja, bikin hati anak sama istrinya dagdigdug nggak karuan

  14. Samaaa. Saya juga selalu nunggu suami pulang. Anak jadi ikut2an. Kalau udah dengar suara motor, langsung teriak, “Ayah!” dan langsung bukain pintu. Menyambut dengan sumringah. Apalagi kalau beliau bawa makanan. Ahahah

  15. Sejak kami masih pacaran, saya dan suami itu termasuk pasangan yang cuek. Jarang sekali berkirim pesan dan laporan sedang di mana atau lagi ngapain, karena sudah sama-sama percaya aja. Ternyata kebiasaan ini kebawa sampai nikah. Suami kadnag lupa ngabarion istri kalau mendadak lembur atau ada acara, jadi kesal juga yang udah nungguin di rumah. Untung setelah saya complain suami jadi ngerti dan sekarang rajin berkabar.

  16. Ini tulisannya harus dishare ke para suami, tapi mereka jarang mau baca hehehe.. suamiku juga cirinya begini tapi pulang malam karena pekerjaan. Ya sudahlah, namanya juga nyari duit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top