Story HikmahNisa

Panggilan Sayang yang Unik dan Hanya Bisa Diartikan Oleh Hati

Assalamualaikum,

Apa panggilan sayang Ayah Ibu kepada anak-anak?. Tentunya Ayah Ibu sudah memberikan nama terbaik untuk sang buah hati. Semua orangtua ingin memiliki harapan anak-anak mereka menjadi anak baik yang membahagiakan kedua orang tua serta keluarga. Sehingga harapan orang tua biasanya diselipkan pada sebuah nama untuk anak-anak mereka. Nama adalah ciri, harapan sekaligus doa. Bahkan nama panggilan atau sebutan terkadang tidak memiliki arti secara harfiah namun memiliki arti batiniah.

Begitupun saya dan suami, memilih nama yang diberikan mama saya untuk anak kami. Qatrunada Hulwah Dawamah, artinya wanita laksana tetesan embun yang manis, yang taat beribadah terus menerus. Ya, nama yang dipilih merupakan harapan sekaligus doa yang kami panjatkan untuk putri pertama kami. Ibadah memang seumur hidup dan terus menerus, karena esensi hidup adalah untuk beribadah kepadaNya. Arti nama putri kami juga menjadi mengingat diri kami untuk terus memperbaiki diri dan menjadi orang tua yang taat beribadah kepada Allah.

Nama Panggilan adalah Ciri

Nama panggilan putri kami adalah Teteh Nada. Saya dan suami memiliki suku bangsa yang sama yaitu Sunda. Putri kami merupakan putri pertama dan cucu pertama di keluarga saya, sehingga kami menggunakan kata Teteh. Sebagai ciri bahwa ia adalah anak pertama dari keturunan keluarga sunda dan Nada diambil dari nama pertamanya, Qatrunada.

Anak Memiliki Banyak Nama Panggilan

Banyak dari orang tua tak selalu memanggil anak mereka dengan nama asli sang anak. Sering juga dengan sebutan sebagai harapan dan doa orang tua untuk anak-anaknya. Seperti ; anak shaleh/shalehah, anak pintar, anak rajin, anak cantik/ganteng.

Teteh Nada, anak shalehah nya ibu dan ayah 😘

Saya dan suami pun demikian, tak jarang memanggil teteh Nada dengan panggilan seperti :

“Sini dong, anak ibu ayah yang shalehah”,

“Anak cantik mau makan?”

“Anak ibu yang shalehah kita sholat yuk”.

“Anakku yang baik, minta tolong ambilkan lap ya”

Ya, semua sifat baik yang menjadi harapan orang tua bisa menjadi panggilan sehari-hari untuk anak.

Nama adalah doa, tentu tak ingin kan kita mendoakan hal buruk untuk anak-anak?

Panggilan untuk Anak dikala Orang Tua Marah

Bagaimana dengan panggilan untuk anak dikala Ibu/Ayah sedang marah?.

Kalau gemes manja ke anak kayak gini, manggil anak apa mak?

Ketika  sedang marah, kesal, tersulut emosi, banyak dari kita sebagai orang sulit mengendalikan lisan. Akhirnya keluarlah panggilan-panggilan spontan yang negatif untuk anak-anak. Setelahnya, baru menyesal, mengapa sampai panggilan buruk tersebut keluar dari mulut kita dan masuk ke telinga, pikiran bahkan hati anak-anak.

Bukankah ucapan orang tua adalah doa untuk anak mereka?

Maka, sekalipun sedang marah, tetap panggil lah  dengan panggilan baik. Memang sulit, oleh karenanya orang tua harus berlatih. Biarkan panggilan-panggilan baik untuk anak-anak menjadi kebiasaan kita sebagai orang tua dikala kondisi apapun.

Memanggil dengan panggilan baik ketika marah sesuatu hal yang perlu dilatih. Salah satu skill yang harus dimiliki orang tua adalah memilih kata dan kalimat ketika berbicara/ memanggil anak-anak.

Pernah suatu ketika teteh Nada memainkan air ketika sedang minum dengan membuat gelembung lalu disembur ke lantai sampai basah semua. Saya menarik nafas panjang, sambil memilih kata yang tepat.

“Waduh, minumnya yang baik dong sayang, Nada kan anak shalehah”.

“Kalau basah begini harus bagaimana ya?”

Tak lama Nada mengambil lap dari dapur dan mengelapnya sendiri.

“Terimakasih anak baik, kalau mau main air tidak sambil minum ya 😊”

Saya pun sering melihat, baik kakak atau bibi ketika memanggil anak-anak mereka dengan rasa kesal.

“Ish… ini mah si shaleh da”, dengan ekspresi gemas karena kesal.

“Aduh… anak ganteng main lipstik ibu ya”, sambil mengambil lipstik dan memberrsihkannya.

Jadikan Anak-Anak Percaya Diri

Nama panggilan berpengaruh besar pada anak. Nama panggilan positif akan berpengaruh pada keyakinan diri bahwa ia berharga, disayangi, dicintai, oleh orang tua dan keluarganya. Sebaliknya, panggilan yang negatif justeru akan mematahkan kepercayaan dirinya.

Si Cantik kalau lagi malu-malu kalau mau difoto 😍

Nama panggilan apabila terus diulang, maka akan tertanam didalam alam bawah sadar mereka, lama kelamaan akan percaya dengan nama panggilan tersebut. Ketika seringnya anak-anak dipanggil dengan “anak nakal”, “anak bodoh”, Lama kelamaan ia akan percaya bahwa ia nakal dan bodoh. Tanpa disadari mereka akan berperilaku seperti itu, seolah ingin mewujudkan keinginan dan harapan orang tua nya dengan terus memanggil panggilan buruk pada mereka.

Begitu juga ketika orang tua sering memanggil dengan kata positif, anak-anak akan tumbuh menjadi seorang yang percaya diri dan menjadi pribadi positif.

Nama Panggilan yang Artinya Hanya Bisa Dirasakan

Keluarga saya memiliki panggilan sayang satu sama lain, panggilan sayang kami adalah Nipong. Entah dari mana asalnya, ketika teteh Nada lahir, panggilan ini hadir untuknya. Walau tak memiliki arti secara harfiah namun kami memanggil Nipong sebagai panggilan sayang yang khusus dimiliki oleh keluarga kami saja. Mungkin jika diartikan seperti “sayangku yang manis dan lucu”. Kini panggilan Nipong tak hanya untuk teteh Nada, tapi untuk semua anggota keluarga baik saya dan suami. Suami suka memanggil saya Nipong, begitupun sebaliknya. Tak selalu, hanya di saat kami bercanda, dekat dan merasakan kasih sayang yang tak terkira satu sama lain.

Di keluarga saya pribadi pun memiliki nama panggilan yang unik. Panggilan sayang untuk mamah adalah Madun, untuk bapak adalah Padun, untuk saya adalah Tedun, untuk adik laki-laki saya adalah Adun, untuk adik bungsu saya adalah Dedun. Entah dari mana panggilan ini berasal, namun panggilan sayang ini seperti panggilan ‘manja nya’ kami satu sama lain. Memang tidak memiliki arti secara harfiah namun panggilan sayang kami dirasakan sampai ke hati. Hati kami bisa menerjemahkan panggilan sayang yang orang lain tidak mengerti.

Bagaimana panggilan sayang keluarga Ibu dirumah? 😊

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

49 thoughts on “Panggilan Sayang yang Unik dan Hanya Bisa Diartikan Oleh Hati

  1. terkadang panggilan yang orang lain tidak tahu artinya ini memang punya arti tersendiri ya Mbak. Kalau aku lebih sering memanggil anakku, anak cantik, anak pinter. Kalau pas marah, paling aku panggil nama mereka aja. Tapi sih kami biasakan memanggil anak lanang Mas dan anak perempuan Nok. Sama kayak Teteh dan Aa.

    1. Betul mba.. mungkin kita tidak paham artinya namun yang bersangkutan sangat mengetahui arti yabg dari hati itu.. hhee
      Jadi anak bisa membedakan kakau marah memanggil drngan panggilan nama ya mba

  2. panggilan sayang di rumah saya juga banyak, si sulung dulu kami panggil Kakak, lalu jadi Abang, adiknya Abang, adiknya lagi Mbak dan si bontot tupitotpitot dipanggil adek

    nama panggilannnya juga ga kalah seru, Bang Opal (Naufal), Bang Diong (Dio), Mbak Ica (Dirsya) dan adek Deldol (Derry) salam kenal untuk teh Nada yaaa

  3. Lucu banget mbak nama panggilannya. Untuk aku pribadi di keluarga dari pihak aku gak ada sama sekali nama panggilan. Tapi untuk anak aku papanya ada ngasih panggilan Kibuw, plesetan dari nama aslinya

  4. Aku jg membiasakan panggilan sayang buat anak2ku di rumah mbaa…
    Kayak rajaku, sayangku, sholeh/sholehahku, cintanya ibu, kekasih hati ibu dst…
    Efeknya beda ke anak-anak dan ke ikatan hati kita

  5. Waduh mbaaa… kalau Tedun itu dalam Bahasa Jawa artinya agak gimana lhooo 🙂 Beda daerah beda bahasa ya.
    Kalau lagi marah, kubiasakan memanggil anakku ‘ayooo anak sholeh segera sholat yaaa segera berangkat ke masjid’. Jadi meskipun marah, tetap bisa koq kata2 yang dikeluarkan tetap memanggil dengan baik. Padahal tampang udah sangar dan anak lari terbirit2 🙂

  6. Kalo untuk anak-anak memang harus pakai panggilan yang baik ya meski dalam keadaan marah. Nah kalo keluarga suami juga anak-anak nya punya panggilan sayang. Suamiku pun gitu. Sementara keluarga saya, ada panggilan sayang untuk anak-anak, biasanya kalo lagi nggodain sih munculnya

  7. Dan setiap keluarga memiliki nama panggilan yang unik dan lucu. Jadi makin berasa sayang kalau memanggil dengan nama panggilan yang sayang itu.

    Teteh Nada cantik, sholehah dan baik.. 😍😍

  8. Lucu-lucu ya panggilannya, adek kupanggil Bebe dari kata baby sedangkan kakaknya kupanggil kunkun, dari nailahku..ayahnya ayang..hihi..

  9. Padun, Madun, duh kaya nama orang malahan, hehehe

    Buat Ponakanku kalau ada yang lagi marah biasanya dipanggil pakai nama tengahnya, atau kadang Cantik gitu. Panggil pakai nama jelek, big no

  10. Kalau lagi kesal memang tantangan banget ya..jangan sampai deh, manggil anak dengan kata-kata yang buruk.
    Karena panggilan juga bisa berupa doa untuk anak, saya dan suami juga kerap memanggil anak-anak dengan sebutan, bageur, sholeh, sholehah atau pinter…berharap mereka bisa seperti yang kmi harapkan.

  11. Kalau lagi emosi atau kesal, memang suka keluar kata-kata panggilan ke anak yang kalau sudah diucapkan kadang menyesal. Tetangga sering menyebut anak saya nonet artinya kecil, karena memang dia badannya kecil tapi tinggi. Kadang saya pun suka keceplosan kalau lagi sebel. Lalu anak saya komplain. Dia bilang gak suka dipanggil nonet. Hehe.

  12. Saya panggil Zril: anak sholeh. Kalaupun dia acak2 rumah, saya gak bisa marah … diem ajah sambil manggil, “Anak sholeh mau bantuin Ibun gak? Ayoo balikin lagi.” Walau usianya masih 1.5 tahun namun sudah mengerti dan mau bantu bereskan rumah lagi. Ah emang anak sholehnya Ibun…

  13. Masya Allah Teteh Nada namanya bagus sekali artinya. Semoga harapan kedua orang tua dan keluarga besar atas namanya terkabul yaaa.
    Aku punya panggilan kesayangan ke suami “Baaa” singkatan dari Bapak dan dia manggil aku “Buuu” singkatan dari Ibu
    hehehe..untuk anak-anak juga ada nama panggilan sayang.

  14. Sekarang,
    Kami sudah jarang memanggil dengan nama candaan yang memang sampai ke hati, namun tiada arti.
    Ehm, kami cenderung menghormati anak-anak dengan nama yang kami sematkan pada mereka.

    Lucunya,
    Anak saya yang kedua, tidak bisa menyebut namanya sendiri (kalau reflek saat bercerita) karena kebiasaan sejak kecil yang rada pelat.
    Kebawa sampai sekarang, usianya 6 tahun.

    Padahal…dalam keadaan sadar, ia bisa menyebut namanya sendiri dengan benar.

    1. Betul mba.. akupun jarang memanggil nama oanggilan yang tidak ada artinya namun bisa dirasakan oleh hati.. sesekali ketika merasa sedang ingin manja dan mesra bersama anak dan suami.

      Hihi kebiasaan jadi refleks gt yaa mba..

  15. Kedua anakku juga ada panggilan khusus. Ada beberapa nama malah yang hanya ortunya yg tau 😀
    Hmmm, kalau marah biasanya aku panggil nama belakang mereka hehe.

  16. Saya kalau lagi kesal sama anak-anak, saya panggil pakai nama lengkap, dengan nada suara lebih tinggi dari biasanya. Karena keseringan kali ya, jadi anak-anak kini sudah tahu, kalau namanya dipanggil lengkap, artinya mamanya lagi marah sama dia

  17. di rumahku anak2 diapnggil kakak dan adek aja, supaya diluar rumah juga terbiasa begitu, karena dulu waktu si sulung kecil kami panggil pakai panggilan kesayangan, eh orang luar ikut2an panggil bgitu, diplesetin pula. jadi cari aman aja, panggil kakak & adek 🙂

    1. Hehe iyaa mba.. kalau nama panggilan yang khas biasanya kami menggunakannya hanya dirumah dan itupun jarang.. sesekali kalau sedang bercanda atau ingin manja2 bersama anak dan suami..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top