Story HikmahNisa

Sarana Silaturahmi yang Paling Dinanti

Assalamualaikum,

Bulan Ramadhan bisa dikatakan bulan silaturahmi. Mengapa? Karena banyak fasilitas bulan ramadhan yang mempermudah kita melakukan silaturahmi. Bahkan seperti jadi budaya dan kebiasaan bahwa ramadhan dan idul fitri identik dengan berkumpul bersama keluarga dan bertemu sanak saudara juga teman-teman.

Ajang Silaturahmi di Ramadhan

Jika di awal bulan puasa ada istilah munggahan, dimana masyarakat menyambut bulan ramadhan dengan berkumpul keluarga untuk sahur perdana. Bagi yang keluarganya dekat tentu memanfaatkan momen ini, namun ketika jauh memilih untuk sabar menunggu cuti dan mudik lebaran tiba.

Bulan puasa selama 30 hari ini dimanfaatkan oleh teman dan kerabat untuk menjalin silaturahmi dengan buka bersama. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat ketika puasa selalu ada kumpul untuk buka bersama. Biasanya bertemu dengan teman-teman lama ya hanya satu tahun sekali ketika buka bersama saja. Maka tak heran banyak yang memanfaatkan buka bersama sebagai ajang silaturahmi teman lama. Karena saking banyaknya buka bersama, terkadang waktunya bentrok dan memang harus memilih tentunya dari skala prioritas kita.

Yup, artinya tidak semua buka bersama harus kita ikuti. Tentunya disesuaikan dengan waktu dan keuangan kita ya, karena tak dipungkiri buka bersama salah satu lifestyle bulan puasa yang lumayan menguras dompet jika dilakukan terlalu sering. Maka penting sekali membuat skala prioritas, mana yang bisa kita datangi mana yang tidak, disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing.

Baca juga : Talk Show Anti Boncos Selama Bulan Ramadhan

Selain melihat situasi kondisi, bukber juga harus ingat waktu. Jangan sampai yang wajib terlewat karena fokus pada yang sunnah. Saya pernah tulis di IG @hikmah_nisa.

#SharingRamadhanStory
Day 11

Silaturahmi dapat memperpanjang usia dan meluaskan rezeki. Rasul bersabda :
“Barang siapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim” [H.R. Al-Bukhaariy no. 2067].

Ajang buka bersama di bulan Ramadhan digalakkan sebagai ajang silaturahmi satu tahun sekali, dari teman sekolah sampai teman kerja dan tongkrongan. Tentunya banyak dari kita tak mau ketinggalan memanfaatkan momen tersebut. –

Namun terkadang banyak juga lupa dan blaasss (kebablasan ngobrol, makan, haha hihi dsb.) ketika buka bersama, lupa yang wajibnya, shalat magrib yang kita sama-sama tau waktunya singkat. Jangan sampai ajang silaturahmi namun ternyata tidak ada Ridho Allah didalamnya.

Prioritas tetap berlaku dalam segala situasi. Tak harus semua bukber kita hadiri jika memang ada kewajiban lain yang lebih utama, tak harus ikut sampai akhir jika memang ada hal lain yang lebih urgent.


Jangan sampai melakukan yang sunnah namun meninggalkan yang wajib.

Selamat mengatur jadwal bukber ya gengs, semoga ajang silaturahmi kita benar2 mendapat keberkahan dari Allah ❤

#storyramadhanhikmah
#ramadhan2019
#ramadhan1440h

Setelah bersuka cita silaturahmi dengan teman-teman di ajang buka bersama, saatnya yang dinanti tiba menjelang hari-hari terakhir ramadhan, yaitu mudik lebaran. Sarana berkumpul di kampung halaman bersama keluarga tercinta.

Tak sedikit karyawan yang mengambil cuti lebih untuk dihabiskan di kampung halaman bersama keluarga. Apalagi jika memang kampungnya jauh dan hanya memanfaatkan 1 tahun sekali ketika lebaran untuk pulang.

Jelas sekali memang ramadhan merupakan sarana silaturahmi paling dinanti oleh masyarakat pada umumnya.

Rasa Silaturahmi

Jika ditanya perasaan yang dirasakan ketika silaturahmi, tentu senang dan bahagia kan. Namun ada saja hal yang membuat sedih dan kecewa, hal ini tak jauh dari lisan. Lidah yang tak bertulang ini sering kali jahil dengan saudara atau teman yang jarang sekali bertemu. Alih-alih dijaga agar tidak menyakiti karena jarangnya bertemu, tetapi ternyata banyak yang khilaf, tak sadarkan diri mengeluarkan pertanyaan dan pernyataan yang menyakiti.

Huih, disinilah empati kita dilatih. Bagaimana adab dalam bersilaturahmi, latih diri kita. Ada juga keluarga yang sudah melatih anak-anaknya beradab ketika silaturahmi, membuat kesepakatan dengan keluarga sebelum mudik dan berkumpul dengan keluarga besar. Saya kira ini penting untuk kita, jangan sampai silaturahmi berbuah dosa karena menyakiti sesama.

Oia saya pernah menulis tentang ini lebih rinci, silahkan baca juga : Jangan Asal Bicara Jika Tidak Bisa Memahaminya.

Selamat berkumpul keluarga dan sanak saudara, selamat bersilaturahmi. Semoga keberkahan dari Allah selalu tercurah untuk kita semua 😊.

Senang berbagi ❤

 

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top