Story HikmahNisa

Playground Bukan Sekedar Area Bermain

Assalamualaikum,

Kali ini mau cerita soal playground/playzone. Nada 2.5 bulan senang sekali main di playzone, ย daripada berenang, Nada lebih sedang main di arena bermain seperti itu, mandi bola, trampoline, ayunan, kuda-kuda, perosotan, dsb.

Sejak usia 1 tahun, ketika Nada baru bisa jalan, ia sudah senang main di playground. Namun kami tidak sering menyengaja untuk bermain play zone di mall yang harganya cukup mahal itu, hehe. Sampai dengan saat ini, Nada hanya bermain di play zone mall berbayar itu 2x saja. Ibu pelit? Haha saya merasa menyengaja bermain di playground berbayar tidak urgensi. Nada masih bisa dan tetap happy bermain di playground yang gratis. Beberapa mall Jakarta juga menyediakan playground gratis juga, biasanya kami mencari tempat makan yang menyediakan arena bermain, bahkan di puskesmas Kebon Jeruk dekat rumah ada arena playground nya juga loh, hehe.

Memberikan Kepercayaan Pada Anak Ketika Bermain

Pertama kali Nada bisa menikmati arena playzone itu ketika usia 1 tahun dan kami sedang menunggu antrian imunisasi di puskesmas Kebon Jeruk. Memang, untuk playground gratis di tempat-tempat umum seperti puskesmas/resto itu tidak terlalu besar, dan resikonya penuh, harus antri dan berbagi mainan dengan anak-anak lainnya.

Ketika itu, banyak anak-anak di atas Nada yang ikut bermain. Mungkin karena penuh, beberapa orang tua khawatir sehingga mengatur anaknya bermain.

“Kesini, main yang ini aja”

“Disitu penuh, awas itu kakak mau lewat”

“Disini aja sama bunda, disitu penuh takut jatuh”

“Main kuda-kuda saja sini kosong”

Padahal mungkin si anak inginnya main perosotan bukan kuda-kudaan. Malah saya melihat beberapa orang tua yang inisiatif mengambilkan plus menjaga mainan kuda-kudaan untuk anaknya, maksudnya agar tidak diambil anak lain.

Padahal di area playground anak akan banyak belajar tentang kemandirian, penyelesaian masalah, mengambil keputusan, menerima konsekuensi, dsb. Hanya saja orang tua harus memberikan kepercayaan pada anaknya.

Saya memilih untuk menjaga, melihat, mengamati Nada bermain tanpa intervensi, kecuali memang ada hal yang berbahaya. Nada sangat bermain dengan enjoy, beberapa kali memang didahului tanpa antri oleh anak-anak usia di atasnya, namun Nada its fine, dia gak apa-apa ko, dia tetep happy. Tak jarang juga Nada dihalangi untuk tidak bermain perosotan, ternyata Nada mencari alternatif mainan lain atau bahkan bersikukuh ingin main perosotan. Selama ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, saya tetap tidak intervensi, cukup mengamati.

Cerita Nada Tertindas di Playground?

Cerita 3 hari lalu mampir ke tempat makan sebelum pulang. Nada seneng banget ada playzone di tempat itu. Awalnya sendiri tapi lama-lama ada 2 orang anak yang ikut main juga, dua-duanya perempuan dan sudah di atas Nada sekitar usia 6/7 tahun.

Awalnya main biasa, tapi lama kelamaan Nada jadi tertindas gitu ๐Ÿ˜…. Gak boleh main, mau perosotan dihalangi katanya : “kamu gak boleh main ini, sana aja main kuda”

Nada dengan muka polos turun dan naik kuda2an warna biru, baru saja naik kudanya di tarik-tarik sama kakak itu sambil ngomong : “Jangan kuda yang ini, kamu kuda yang itu aja yang paling jelek” sambil nunjuk kuda yang merah.

Nada dengan muka polosnya lagi pindah ke kuda merah, dan main lagi dengan happy. Yup Nada mungkin belum mengerti atau mungkin tidak menganggapnya sebuah kekecewaan.

Saya dan suami mantau dari tempat makan yang jaraknya cukup dekat. Rasa hati ingin bilang ke 2 anak perempuan itu kalau mainnya harus berbagi tidak boleh seperti itu. Tapi ditahan-tahan, selama Nada happy dan tidak tersakiti atau menyakiti.. its oke ๐Ÿ‘

Akhirnya kami pulang duluan, dan Nada dadah-dadah ke kakak-kakak itu walau di cuekin. duh malah ibu yang baper kan ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜….

Cerita Nada bertemu dengan Kakak Baik Hati di Playground

Cerita sudah lama sekali, waktu itu Nada masih 1 tahun kurang, sudah bisa jalan namun terkadang masih oleng, hehe. Saya janjian dengan teman untuk bertemu dan makan siang, saya request bertemu di tempat makan yang ada playground nya.

Di playground tersebut sebenarnya tidak terlalu banyak anak-anak yang bermain, waktu itu hanya 4 orang bersama Nada dan semua usianya di atas Nada.

Saat itu, ada 1 anak perempuan sekitar usia 4 tahun yang menguasai semua mainan, Nada tidak boleh main ini dan itu. Padahal saya ada loh disitu karena saya harus memegangi Nada yang masih belum stabil jalannya. Saya tidak berkomentar atau mengatakan sesuatu, saya biarkan saja dulu Nada mengamati disekitarnya.

Lalu ada 1 anak perempuan sekitar usia 6 tahun dan adiknya sekitar usia 4 tahun, sedang bermain kuda-kudaan. Anak perempuan itu melihat Nada dan mungkin merasa kasihan karena tidak mendapatkan mainan kuda-kudaan. Akhirnya anak perempuan itu memberikan kuda-kudaan nya pada Nada. Ia tidak melihat dan berkata pada saya, tapi ia melihat dan berkata pada Nada :

“ini dek main kuda yang ini saja”

Terimakasih ka” ucap saya, lalu ia tersenyum dan duduk melihat yang lain bermain.

Ya Allah, saat itu saya terenyuh sekali. Masya Allah baik sekali kakak itu ๐Ÿ’•.

Kakak baik hati itu yang pake kerudung pink di foto ini ๐Ÿค—.

Tak lama, nada berdiri (mungkin pegal) mainan sudah direbut kembali oleh anak yang nyebelin itu ๐Ÿ˜ฅ. Nada merengek ingin main kuda lagi, saya berkata : “sebentar ya nak, gantian”

“Main nya kan sama-sama jadi harus gantian”

Setelah menunggu beberapa lama, kuda-kudaan belum kosong juga. Anak perempuan itu menghampiri dan ย berbisik ke adiknya, entah berkata apa tiba-tiba adiknya mau meminjamkan mainan kuda-kudaan tersebut pada Nada. Kakak itu berkata lagi kepada Nada : “ini dek, main lagi”

“Terimakasih ya ka” jawab saya, ia kembali tersenyum.

Masya Allah, kakak itu baik sekali, ia mampu berempati dan memiliki attitude sopan dan baik ๐Ÿ’•. Lalu saya bergumam dalam hati, Insya Allah Nada akan seperti kakak itu, memiliki attitude baik dan mampu berempati pada orang lain.

Jarang sekali ditemui di arena playzone. Biasanya yang sering dijumpai adalah anak-anak yang bermain semaunya, egois dan tidak mau berbagi ๐Ÿ’”. Saya rasa adab bermain sangat perlu diajarkan pada anak-anak.

Adab Bermain di Playzone

Adab bermain di tempat umum perlu sekali diajarkan pada anak-anak, setidaknya anak kita mampu tertib dan tidak mengganggu orang lain. Beberapa adab yang perlu diajarkan, diantaranya :

  • Aturan Main

Jadi semacam main perosotan itu naiknya dari tangga, bukan dari perosotannya.

  • Mengantri

Mengantri ketika akan main perosotan, biasanya anak-anak banyak yang menyele dari bawah perosotannya ๐Ÿ˜ฅ.

  • Berbagi

Misalnya mainan lego, ada beberapa playground yang menyediakan lego. Anak-anak perlu diajarkan berbagi jangan semua diambil dan dimainkan.

  • Begantian

Seperti main kuda-kudaan mainnya bergantian, kuda-kudaan itu bukan milik pribadi jadi jangan suka dibawa-bawa atau di tag ‘ini punya saya’ yang lain tidak boleh pinjam.

  • Sabar

Nah yang belum kebagian, misal kuda-kudaan nya penuh atau legonya dipakai semua, jangan direbut ya. Sabar menunggu atau jika lama bisa berkata baik-baik “gentian ya ka”. Kalau main perosotan yang di depan lama, jangan didorong, bisa di semangatin mungkin dia takut.


 

Playground itu bukan hanya tempat bermain, tapi juga tempat anak-anak belajar bersosialisasi, belajar berempati, belajar pemecahan masalah, belajar pengambilan keputusan, belajar menerima konsekuensi, dsb.

Sounding dan melatih anak-anak supaya punya adab bermain di tempat umum penting sekali, agar anak kita cerdas emosi dan karakternya ๐Ÿ’•.

Senang berbagi ๐Ÿ˜Š.

 

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

25 thoughts on “Playground Bukan Sekedar Area Bermain

  1. saya jadi inget cerita teman yg kl nemenin anaknya main ke playground jadi ajang ribut sama mamak lain… karena masalah itu…rebutan mainan…. gak mau ikut antrian and so on… Di tempat bermain itulah anak2 berinteraksi ya mak, jadi belajar bahwa kl sama orang lain harus mau sabar, mungkin kadang mengalah…

  2. Waktu anak-anak saya masih kecil, saya suka juga temenin mereka ke playground. Masalah yang sering terjadi biasanya gak tertib sama gak mau antre. Di satu sisi, saya suka kesal. Apalagi kalau orang tuanya terkesan cuek.

    Jadi, ya daripada ribut, saya mengalihkan perhatian anak ke permainan lain. Sambil pelan-pelan, saya mengajarkan anak tentang bagaimana etika bermain di tempat umum.

  3. Kalo saya, ketika anak main di playground gratis di sebuah Mall di Jakarta ada kakak kakak usia sekitar 6-7tahunan yang bossy dan ngga boleh anak saya main disitu. They even said it in English, yang mana anak saya bingung ngga ngerti. Suka gregetan tapi ngga bisa ngapa-ngapain. Tapi pas main baloon castle di sebuah mall kecil lainnya di Jakarta juga, kakak kakak yang ikutan main justru pada baik, ikut megangin dan ngajak main sama sama. Well, money can’t buy manner or attitude memang ya.

    Semoga saja anak-anak kita adalah anak yang memiliki tingkah laku yang baik ya.

  4. Ya ampun ternyata begitu ya Mak. Aku cuma pernah ke satu jenis playground yang di mall sih. Kebetulan anak di daycare jadi diajari berbagi, jadi kalau mainan dia diambil teman santai aja karena nanti temannya harus balikin ke dia lagi kalau sudah waktunya gantian. Makasih sudah share tentang etika tersebut Mba, mungkin ada ortu yang ga ngeh kalau anaknya kurang mau berbagi ketika di playgorund. Salam untuk Dhek Nada yang cantik dan baik hati ๐Ÿ™‚

  5. Bener banget mbaaa
    Banyak drama terjadi di playground, di kota/resto manapun dah.
    Yang jelas,ortu emang kudu banget mem-briefing dan mengawasi anak di Playground

  6. Wah, salut sama Nada, sabar banget sih dek.. Masyaallah.. Semoga jadi anak sholihah ya..

    Btw, saya yang sudah dewasa ini juga suka main ke Playground. Jadi kalo lagi disana, yg main bukan hanya anak-anak, tapi emaknya juga, hihihi.

  7. Saya juga termasuk ortu yang senang mengawasi Dari jauh. Playground atau apa pun itu memang sarana belajar tentang kemandirian, penyelesaian masalah, mengambil keputusan, menerima konsekuensi, dsb.

    Sejauh ngga berbahaya banget saya membolehkan mereka mencari solusinya sendiri. Bahkan ketika mereka nyempil di pojokan dulu karena emang “panasnya lama”

    Di Playground juga banyak melihat dan memperhatikan cara ortu lain menangani anak anak mereka ya. Semoga Nada bisa mandiir dan pede. Semangaaaaat Nada!

  8. main di playground mengajarkan anak untuk bersosialisasi, utamanya belajar berbagi. makanya anak yg sering ke sana udah biasa berbagi mainan. ada teman pengen naik kuda2an, pasti ngalah dan malah mendampingi. dulu saya sering banget dampingi ponakan main di playground. awalnya dia egois lama2 suka berbagi

  9. aku salfolk sama foto wanted live or die -nya mbak nisa….hahahahha

    playground mmg tempat anak juga belajar interaksi sosial dan bagaimana menggunakan fasilitas bersama ya kan.. mmg jd baper kalo ada anak yg nyebelin. tapi bersyukur Nada-nya juga polos aja ya mbak. setidaknya mengerem ortu utk ga ikutan emosi.

  10. Namanya juga bocah. Kalau dilarang-dilarang ini itu malah nggak berkembang kemampuannya untuk menyelesaikan masalah di situ kan.

    Kecuali kalau sudah berantem, atau udah nyentuh ke fisik. Ini si anak yang perlu dikasih pengertian. Mana yang boleh dan nggak.

  11. playground itu juga arena belajar bersosialisasi dan berinteraksi antar anak-anak seusia mereka ya. Bagaimana mereka bisa bertemu orang lain yang bukan keluarga, dan gimana harus bersikap terutama dalam hal akhlak dan etika.

  12. Senang ya putrinya sekarang bertambah besar ya mak, dan mulai belajar untuk bersosialisasi dengan orang-orang yang baru di temuinya. Ternyata bermain di playground memiliki manfaat yang luar biasa untuk anak-anak yang masih balita.

  13. Alhamdullilah putrinya sekarang sudah bertambah besar dan mulai bisa bersosialisasi dengan teman-teman yang baru bertemu dengannya, dan itu ngak mudah. Ternyata bermain di Playground memiliki manfaat yang luar biasa untuk anak-anak ya mak, terutama untuk anak-anak yang masih kecil dan masih senang bermain.

  14. Kalau lagi di playground, terus ada anak yang menindas anak kita gitu kok gimana yah, hehehe
    Juna juga pernah ngalamin, tapi ya dipantau aja selagi Juna enggak dinakalin secara fisik dan anaknya masih enjoy2 aja

  15. Sering banget ketemu anak tipe begini, kalau aku biasanya menghindar karena biasanya orang tuanya tak jarang sama tipenya, hehe cari mainan yang lebih aman dari konflik. Kalau orang tua yang tau kelemahan anaknya gak mau berbagi tentu tak mungkin ia meninggalkan tanpa didampingi, apalagi area umum yang menjadi permainan bersama

  16. Ternyata banyak hal baik yang bisa diajarkan pada anak sejak dini ketika beraktifitas di playzone ya mbak. Banyak adab yang bisa ditanamkan dengan cara yang menyenangkan saat anak-anak bermain di playzone

  17. Iya bangeett~
    Aku selalu wanti-wanti anak-anak untuk gak bermain di tempat yang terlalu ramai. Takut mereka terdorong. karena kan playground gak hanya ada anak perempuan, anak laki pun ada. Dan mereka tenaganya jauh lebih kuat.

    Semoga anak-anak bisa belajar indahnya kebersamaan, saling berbagi dan tidak menyakiti satu sama lain, terutama dengan yang usianya lebih muda.

  18. I feel u mak.. anakku juga lagi seneng-senengnya main di playground.. akupun carinya yang gratisan hehhee. Dan bener banget akutu suka baper kalau ada anak yang usia di atas anakku menindas anakku. Huhu.

    Aku ajari anakku untuk pertahankan apa yang lagi dia mainkan sambil bilang “gantian nanti ga kak mainnya”… Tapi ya gitu dasar anak anak kadang keberaniannya memang kudu dilatih lebih lanjut y

  19. Seumuran Nada memang belum paham arti kecewa ya. Taunya ya udah manut aja sama yang udah agak gedean. Semoga aja ntar kalau udah gedean Nada jadi anak yang welas asih seperti kakak berkerudung pink tadi.

  20. Benar mak ngajak anak main d play ground mengajarkkan anak berbagi giliran, percaya diri juga krn anak bertemu orng2 baru…anak2 sy dulu seneng banget diajak k play ground di mall mandi bola hehe

  21. Salam kenal Mak, baru pertama mampir kesini. Aku sendiri juga ga intervensi kalo anak-anak main di playground. Mantau aja dari jauh sambil melihat mereka bertemu masalah dan bagaimana mencari solusinya. Perlu banget untuk orangtua mengajarkan adab2 selama di playground kepada anak-anak, termasuk kita ini. Semangat terus ya kaka Nada…..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top