Story HikmahNisa

Tantrum Pada Anak, Harus Bagaimana?

Assalamualaikum,

Ayah/ibu pernahkah hilang kesabaran ketika anak dianggap ‘bertingkah’? seperti, tidak mau menuruti saran atau nasihat orang tua, semakin dilarang semakin dilakukan olehnya.

Dasarnya keingintahuan anak sangat besar namun belum mampu membedakan baik/buruk untuknya, ditambah lagi anak balita belum optimal dalam bahasa/komunikasi, sehingga ia belum mampu mengungkapkan perasaan yang dirasakan, belum mampu mengungkapkan keinginannya dengan lancar dan mudah kepada orang tua. Begitupun ketika ia merasa kurang sehat, kelelahan, mengantuk, lapar namun enggan istirahat, enggan makan, masih ingin bermain dan bermain terus.

Perasaan jengkel, kesal, tidak suka, tidak mau, bukan begitu, dsb. Yang dirasakan oleh anak muncul dengan tangisan, jeritan, bahkan perilaku melempar, memukul, dsb. Tanda bahwa ia belum mampu mengontrol emosi dalam dirinya, belum mampu mengenal emosi dan mengungkapkannya seperti ; saya kecewa, saya marah, saya kesal, saya sedih, dsb. Secara umum perilaku anak dengan ledakan emosi ini disebut Tantrum.

Apa Itu Tantrum?

Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, dan sulit untuk menenangkan diri. Bahkan tak sedikit juga yang menyakiti diri sendiri seperti membentur-benturkan kepala, menangis sampai menjatuh-jatuhkan diri di lantai.

Tantrum pada anak merupakan hal yang umum terjadi. Hal ini bisa dijadikan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter pada anak. Namun ayah/itu tetap harus waspada untuk menjaga anak ketika tantrum terjadi, jangan sampai anak menyakiti dirinya sendiri.

Seperti yang dijelaskan diatas bahwa tantrum terjadi karena ketidakmampuan anak dalam mengungkapkan perasaannya atau keinginannya. Dan lagi masa egosentris sedang berkembang pada anak, sehingga pada umumnya anak enggan dilarang atau diberi nasihat, semakin dilarang semakin ingin dilakukannya.

Jenis Tantrum pada Anak

Ada dua jenis tantrum pada anak, dengan mengetahui jenis tantrum, ayah/ibu dapat memberikan respon sesuai dengan tantrum pada anak dan dapat  menangani tantrum dengan lebih baik.

  • Tantrum Frustasi

Anak mengalami tantrum frustasi biasanya karena kelelahan, merasa tidak enak badan/kurang sehat, dan gagal melakukan sesuatu. Penyebab tantrum frustasi ini awalnya akan membuat orang tua kebingungan karena tidak terlihat bentuk atau alasan mengapa anak sampai menjadi tantrum. Biasanya ditandai dengan serba salahnya anak, rewel dan tidak jelas keinginannya.

Pengalaman Nada ketika tantrum frustasi memang awalnya saya tidak paham mengapa ia mudah menangis dan serba salah. Ternyata Nada kelelahan karena selesai perjalanan jauh, setelah istirahat cukup ia kembali seperti biasa, ceria dan bahagia seperti anak-anak pada umumnya. Pernah juga karena ia belum pup selama 2 hari, mungkin terasa badan dan perut yang tidak nyaman, setelah pup alhamdulillah kembali ceria.

  • Tantrum Manipulasi

Tantrum manipulatif muncul biasanya ketika keinginan anak tidak dipenuhi atau ia tidak mau (bentuk penolakan). Dikatakan manipulasi karena tantrum ini dibuat-buat oleh anak agar keinginannya dipenuhi dan sebagai bentuk penolakan. Tantrum manipulasi ini mudah terdeteksi oleh orang tua, alasan mengapa anak menjadi tantrum cukup jelas, misalnya ingin mainan, atau ingin es cream, dsb.

Nada jarang sekali mengalami tantrum manipulasi ini, hanya pernah terjadi tantrum karena ia dipaksa berhenti main pasir ketika sudah berbahaya masuk ke mata. Nada menangis kencang dengan jeritan dan teriakan sebagai bentuk penolakannya karena ‘dipaksa’.

Baca juga : Penyebab Anak Rewel yang Jarang Diketahui Orang Tua

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

 

Ketika anak menunjukan ledakan emosinya, banyak dari orang tua terpancing untuk meledakkan juga emosi mereka. Padahal seharusnya orang tua mampu tenang karena tahu bahwa anak sedang belajar mengenali emosinya dan belum mampu mengendalikan emosi. Tugas ayah/ibu lah sebagai orang tua dalam mendampingi dan membimbing anak untuk mampu mengenali dan mengendalikan emosi mereka.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika anak tantrum?

  • Diamkan

Diamkan saja dulu anak meluapkan emosinya, karena ketika orang tua banyak mengalihkan dan akhirnya emosi anak tidak selesai menjadi emosi yang terpendam itu jauh tidak nyaman. Diamkan sampai tangannya mulai mereda.

  • Awas

Tak sedikit anak yang hilang kontrol diri ketika tantrum, ada yang mebentur-benturkan kepala, ada juga yang menjatuh-jatuhkan badannya ke lantai. Maka penting orang tua tetap awas dalam menjaga anak ketika tantrum. Tetap diam tak berbicara dan tanpa ekspresi apapun namun pandangan dan badan ayah/ibu harus standby dan bersiap menangkap anak ketika ia menjatuhkan diri atau membenturkan kepala. Tindakan apapun yang menyakiti diri perlu ayah/ibu lindungi.

  • Peluk

Setelah tangis anak mulai mereda, terlihat mulai lelah dengan tangisannya, saya biasanya berkata ; “Sini ibu peluk”, peluk sambil diusap-usap punggungnya. Setelah emosi keluar biasanya anak lelah dan butuh rasa dikasihi disayangi. Dengan memeluk akan membuatnya tenang dan merasa disayangi walaupun misalnya keinginannya tidak dipenuhi.

 

  • Tawarkan Minum Air Putih

Sambil memeluk biasanya saya tawarkan minum air putih. Emosi menguras tenaga perlu asupan cairan, akan membantu menenangkan.

  • Berbicara

Selama dipeluk biasanya lambat laun tangisnya mereda sampai benar-benar mereda baru mulai berbicara tentang hal yang membuat ia tantrum. Berdiskusi sambil memberi pengertian ketika anak sudah mengeluarkan emosi dan merasakan kasih sayang, akan jauh lebih baik. Namun ketika ia kelelahan sampai tertidur dalam pelukan, biarkan tidur dulu ketika bangun baru mulai diajak berbicara.

Ketika Tantrum di Tempat Umum

Ayah/ibu pernah mengalami anak tantrum ketika di tempat umum?. Saya belum pernah mengalami, hanya mengamati beberapa kejadian yang memang terjadi di depan umum. Jika anak tantrum di depan umum memang membuat orang tua bingung bahkan malu ya, berapa pasang mata yang melihat dengan pikiran-pikiran mereka yang menilai dari sudut pandangnya sendiri. Bingung antara khawatir membuat orang lain terganggu namun tetap ingin mendidik anak dengan konsisten. Lalu apa yang harus dilakukan?

Bawa anak ke tempat aman dan sepi terlebih dahulu, bagaimanapun sangat tidak nyaman ya dilihat orang lain dan orang lain pun tidak nyaman bahkan mungkin terganggu dengan hal tersebut. Kita harus saling menghargai kenyamanan masing-masing pengguna tempat umum.

Bawa anak ke dalam mobil atau ke toilet, ke tempat yang sekiranya sepi dan minim mengganggu orang lain. Setelahnya ayah/ibu bisa melanjutkan tahap mengatasi tantrum anak. Sambil mengajarkan anak juga etika/adab di tempat umum.


Prakteknya  memang semudah teorinya, namun ayah/ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak dengan pendidikan dan pengasuhan yang baik juga dari rumah. Anak memang mengajarkan kita untuk terus belajar dan proses menjadi orang tua terbaik untuk anak-anak kita, Insya Allah 😊.

Senang berbagi 💕

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

43 thoughts on “Tantrum Pada Anak, Harus Bagaimana?

  1. Yang jelas kalo anak tantrum, DOAKAN
    Karena ortu nih makhluk yg lemah bgt Mba.
    Jadi kudu terus-menerus minta tolong dan menghamba pd Sang Maha Segala
    *pengalaman pribadi akooh*

  2. Duh aku suka kalimat paling bawah itu mbak. Bener sih prakteknya nggak semudah waktu teori. Nah anakku pernah tantrum waktu mau buka puasa di masjid, biasa soalnya dia pengen main sebenarnya tapi udah jadwalnya mau berbuka. Jadi deh tantrum nangis jerit-jerit terus aku jauhkan dr orang² dulu dibawa ketempat yg agak sepi kayak Mbak bilang. Soalnya kadang ada ibu² senior suka nyinyir sok tau kalo ada anak yg nangis jerit² disini tuh. Hehe

  3. Kalau saya biasanya saya diamkan dulu, soalnya kadang pas dipeluk suka gak mau juga pas lagi tantrum. Sambil didiamkan, saya kasih tau kalau nangis terus ngomongnya gak jelas, ibu sama ayahnya ga tau nanti maunya apa. Baru dipeluk dan dikasih minum 🙂

  4. Nah, paling bingung tuh kalo anak tantrum di tempat umum ya, nggak enak dilihatin sama orang-orang hehe. Syukurlah, anak-anakku nggak pernah tantrum di tempat umum.
    Eh pernah sih nangis di tempat umum, sekali waktu bayi 4 bln, kuajak ke mall, digodain orang, lucunyaaa. Nangis deh nggak berhenti2, akhirnya balik pulang, padahal belum ada 1/2 jam di situ haha. Ini termasuk tantrum frustasi bukan ya? 😀

  5. Aku pernah lihat anak trantrum sampai guling2an gitu di jalanan karena minta sesuatu gak dituruti. Biasanya kalau anak nangis krn hal gak jelas aku diamkan aja sih, silakan mau nangis juga gak akan aku kasih hihihi terkesan tega tapi jadinya mereka mikir bahwa nangis tu bukan senjara

  6. saat anak tantrum justru aku diemin dulu neng biar dia puas karena anakku begitu sesudah lega dia akan meminta maaf sama aku atas perilakunya yang begitu..

    nah kalau tantrum pas di mall aku suka sebel sama orang yang malah bikin akunya emosi wkwkwk jadi waktu pas anakku nangis ada bapak2 yg heh diam tuh berisik aku kan jadi emosi padahal biasanya kuselow wkwkwk

  7. Pernah lihat anak tantrum di supermarket, pas di bagian mainan, kayaknya karena ninta mainan nggak dituruti. Sampai nangis guling-guling.

    Anak-anak saya jadi nggak berani mendekat ke arah bagian mainan, padahal niat semula emang mau beli mainan. jadi kantong mamanya aman hehehe….

  8. Kalau anak-anak saya sebetulnya gak pernah tantrum. Mungkin karena saya dan suami termasuk yang cukup tegas sama anak sejak mereka kecil. Jadi kalau kelihatan ada tanda-tanda mau tantrum, kami cuekin aja. Mereka jadi tau sendiri kalau percuma aja mau tantrum juga.

    Tetapi, memang mengalami juga menangani anak tantrum karena keponakan sempat tinggal serumah. Kalau saya dan suami gak berani tantrum karena gak bakal ditanggapi. Tapi, kalau sama kakek dan neneknya sering tantrum sampai sekarang.

  9. Ersysha allhamdulillah anak yang jarang tantrum. Semakin besar tantrumnya juga semakin berkurang. Semakin bisa mengendalikan emosinya dan semakin bisa mengungkapkan keinginannya dengan baik. Dan dia juga bukan tipe anak yang suka tantrum di tempat umum. Bahkan hampir belum pernah kayaknya. Terkadang aku suka mikir apa aku terlalu dewasa ya mendidik dia soalnya kecerdasan emosinya lebih bagus dari anak-anak seusianya dia

  10. Tantrum memang PR banget buat nguji kesabaran orangtua, apalagi aku yang waktu itu punya anak tiga masih kecil-kecil hahaha, biasanya aku diamkan dulu sambil ntak nungguin tapi kalau di tempat umum yah dilema juga soalnya agak malu, tapi biasanya setelah tantrumnya agak reda aku peluk…sekarang anak-anak sudah remaja sudah jarang bahkan hampir ngak pernah tantrum lagi karena sudah bisa mengkomunikasikan keinginannya dengan benar.

  11. Kalo tantrum di rumah, jelas pasti aku diemin.
    Tapi yang paling bikin serba salah emang tantrum di tempat umum sih, kalo didiemin takut ganggu orang lain, tapi kalo diturutin malah takut kebiasaan hehehe.

    tapi untung sekarang anak2 udah gede sih hehehe

  12. Ya allah masalah tantrum ini kadang aku nyerah loh mom.. Sampe pengen kebawa emosi gitu…tp aku berusaha tahan..

  13. Anakku sekarang udah pintar bikin tantrum manipulatif. Hihihi,kadang lucu lihat drama yang ia buat, tapi alhamdulillah, semua lancar dengan pelukan

  14. Anak aku kayaknya sering ngalamin tantrum manipulatif deh, terutama kalau di jam2 dia harusnya tidur tapi dia masih pengen main, trus aku larang. Bener sih Teh, didiemin dulu sampe keluar emosi nya trus setelah agak mereda baru aku peluk dan ajak diskusi.
    Nah, tantrum di tempat umum ini yg praktik nya agak sulit yaa hahaha

  15. Anak sulungku dulu yang sering tantrum, Mbak. Masih belum pengalaman ngadepin anak, jadi kadang ya terbawa emosi. Hehe. Sekarang alhamdulillah lebih tenang jika menghadapi anak kedua ketiga dan keempat nangis 😀

  16. Pengalamanku kalo anak tantrum itu obatnya dipeluk. Ada yang bilang didiamkan saja. Tapi anak-anakku kalo lagi ngamuk, langsung diam setelah dipeluk. Kalo didiemin, malah ngamuk terus. Beda-beda ya metodenya.

  17. Aku ngaku, sebagai salah satu yang suka nggak sabaran ngadepin anak tantrum, pilihannya kadangbtak tinggal aja, aku cuekin hahahaha

    Tapi next coba tak terapkan yang ada di tips ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top