Story HikmahNisa

Bullet Journal untuk Pemula : Hobby and Productivity Tools

Assalamualaikum,

Tanggal 1 Agustus lalu, aku mengikuti KulWap mengenai Bullet Journal, emm.. lebih tepatnya menjadi panitia KulWap. Bersyukur menjadi salah satu tim TnC Ibu Profesional Jakarta, bagian PJ Pengembangan Member yang setiap bulannya menyelenggarakan kulwap bagi member IP khususnya regional Jakarta.

Menjadi seorang ibu ternyata harus selalu meng-upgrade diri dan terus belajar, karena tugas utamanya sungguh berat. Oleh karenanya mengapa KulWap selalu diadakan dalam komunitas kami, terlebih KulWap sangat fleksibel karena berlangsung secara online sehingga mudah diikuti oleh ibu-ibu pembelajar dengan segudang aktivitasnya dirumah atau diluar rumah.

Bulan ini mengangkat tema Bullet Journal, salah satu tema yang aku minati. Dari sejak sekolah dulu, aku suka membuat agenda yang berisi jadwal, catatan, diary dsb. Namun saat itu belum mengetahui istilah bullet journal. Sayangnya, agenda-agenda yang aku buat seringnya tidak berlanjut, alasannya hanya karena ‘hiasan-hiasan’ yang aku buat di buku tersebut jelek. Sehingga tidak dilanjutkan dan beberapa bulan kemudian aku mengganti buku, juga kembali mengulang hal yang sama 😅. Setelah kerja aku sudah malas membuat jadwal dan catatan seperti itu, ya karena percuma, pasti tidak dilanjutkan karena aku selalu kecewa dengan hiasan yang ku buat sendiri.

Mengenal Bullet Journal

Mengetahui tentang bullet journal ini sudah cukup lama, tapi memang baru-baru setelah jadi seorang ibu. “Oh ternyata yang dulu aku suka buat, dan itu ada teorinya”, itu hal yang pertama terpikir setelah mengetahui ada konsep BoJu.

Ah, mengapa telat sekali mengena BoJu, rasa-rasanya ingin dari dulu, semenjak masih aktif bekerja, berkegiatan di luar. Mungkin dulu aku terlalu fokus pada yang ditekuni seperti kuliah dan kerja, ya fokus saja di kegiatan kuliah dan pekerjaan dengan lingkupnya. Sehingga kurang mencari tau ilmu lainnya, ya akhirnya memang tidak sempat mengenal BoJu.

Malah saat ini, semenjak menjadi seorang ibu banyak sekali ilmu dan informasi baru tentang hal-hal diluar kuliah dan pekerjaan dulu. Pikiran lebih luas dan terbuka, alhamdulillah. Namun tetap harus bisa mengontrol semuanya, jangan sampai terkena tsunami informasi yang malah akan menenggelamkan diri.

Bullet Journal 101 : Hobby and Productivity Tools Tools

Langsung aja ya ke materi KulWap yang aku dapatkan, pematerian adalah mba Laksita Rarastria (Ita), merupakan ibu dari 2 orang anak yang menekuni bidang kesehatan dan pendidikan anak usia dini. Salah satu hobi mba Ita adalah membuat BoJu, BuJu memang bukan sekedar hobi tapi juga alat yang membantu diri lebih produktif dalam menjalani hari.

Bullet Journal adalah salah satu sistem menulis jurnal yang dikembangkan oleh Ryder Carrol. Sistem ini merupakan rapid note-taking/ rapid logging, atau mencatat dengan cepat. Catatan dalam jurnal dibuat ringkas dan diberi tanda atau bullet (●) sesuai kategorinya dalam bentuk daftar (bulleted lists) oleh karena itu disebut dengan bullet journal. Sistem bullet journal nyaman digunakan karena bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing.

You can use it literally everything : planner, shopping lists, diary, sketchbook, financial tracer, etc.

Kategori / Key yang Digunakan

Kategori yang digunakan dalam bullet journal serta fungsinya :

  • Taks, merupakan tugas yang akan dikerjakan.
  • Events, kejadian atau hal-hal yang berkaitan dengan tanggal, dapat dituliskan untuk dijadwalkan.
  • Notes, dapat mencangkup ide, pemikiran, fakta atau hasil observasi dan informasi penting lainnya.

Simbol bisa disesuaikan dengan keinginan, misalnya taks (●), event (-), notes (○). Dalam bullet journal umumnya segala hal langsung dicatat tanpa memperdulikan urutan atau kategori, asalkan menggunakan bullet yang sesuai. We write it as we go, yang terpenting semua tercatat.

Core Collection

Core collection untuk mengelompokkan informasi-informasi yang saling berkaitan, bisa juga disebut topik atau tema. Dalam sistem bullet journal terdapat 4 core collection umum, yaitu :

  • Index, seperti daftar isi.
  • Future Log, gambaran kegiatan selama 1 tahun.
  • Monthly Log, gambaran kegiatan selama 1 bulan.
  • Daily Log, lists kegiatan harian.

Aku tidak membuat index dan future log karena untukku idealnya futur log untuk mengawali tahun, namun sekarang sudah masuk pertengahan bahkan akhir tahun sehingga aku memilih langsung membuat monthly log saja sudah cukup. Dan lagi aku mengganti daily log dengan monthly log karena untuk kegiatan sehari-hari kolom monthly log sudah cukup mewakili, well bukan kegiatanku tidak banyak, melainkan kegiatan rutin ibu rumah tangga yang tidak perlu banyak mencatat. Buatku cukup membuat 7 kolom untuk 1 minggu.

Custom Collection

Sistem bullet journal dibuat untuk memenuhi apapun kebutuhan penggunanya, oleh karena itu sangat disarankan membuat custom collection sesuai kebutuhan masing-masing. Beberapa contoh custom collection :

  • Habit tracker, mencatat dan mengontrol kebiasaan baik yang sedang kita bangun.
  • Mood tracker, untuk mengecek kesehatan mental dan mencatat hal-hal pemicu stress.
  • Doodle of the day, untuk latihan menggambar juga penyaluran hobi gambar.
  • Gratitude log, bisa menulis sesuatu yang disyukuri hari itu dengan lebih detail dibandingkan notes.
  • Brain Dump, digunakan untuk menulis apapun, baik singkat atau detail untuk membantu menjernihkan pikiran atau ketika ingin mencatat sesuatu tapi tidak tahu harus masuk ke kategori mana.

Aku membuat hampir semua custom log, ditambah aku pun membuat lists update blog untuk memudahkan mengingat dan merasa ada kepuasan tersendiri  jika melihat kolom update blog ku penuh 😁.

Memulai Bullet Journal?

Memulai bullet journal sangat mudah, bisa dikerjakan dalam waktu 1 jam atau 1 hari sesuai kebutuhan dan preferensi, kuncinya sudah memahami sistem bullet journal. Hal yang penting lainnya adalah menentukan tujuan dan gaya bullet journal.

Gaya bullet journal bisa basic minimalist atau artistic dibuat warna warni dengan gambar-gambar yang mendukung untuk menyalurkan hobi dan mengekspresikan diri. Sangat penting juga membuat alasan kuat untuk membuat bullet journal agar konsisten.

Bisa dimulai dengan mempersiapkan buku notes dengan alat tulisnya. Aku lebih memilih notes yang polos atau dots agar tidak kaku dan mudah untuk disesuaikan. Alat tulis, aku menggunakan pensil sepaket dengan penghapus untuk memulai membuat rangka untuk meminimalisir kesalahan ketika sudah menggunakan pulpen. Lalu ditebalkan dengan pulpen, bisa menggunakan pulpen warna-warni juga dan untuk kolom aku selalu menggunakan penggaris.

Bagaimana Konsisten Membuat Bullet Journal?

Memulai itu mudah yang sulit adalah konsistennya.

Aku salah satu yang setuju pake banget dengan kalimat tersebut. Memulai sangatlah mudah bagiku, namun konsistennya butuh perjuangan ekstra. Terlebih bagi yang mudah bosan dan moody, dalam KulWap juga banyak ditanyakan bagaimana cara untuk konsisten membuat BoJu?. Mba Ita mengungkapkan bahwa beliau pun masih terus belajar dalam hal konsistensi ini, namun semakin kita merasa hal atau kegiatan tersebut bermanfaat bagi kita, efeknya terasa, tentu akan membuat kita ingin terus mengerjakannya.

Sehingga penting mengetahui manfaat membuat bullet journal, diantaranya :

  • Sebagai planner dan organizer agar lebih produktif dan efektif dalam beraktifitas.
  • Bisa digunakan sebagai diary.
  • Sangat berguna bagi seseorang yang harus menulis di kertas untuk mengingat sesuatu.
  • Dapat dimodifikasi dan dibuat sesuai kebutuhan.
Brain dump yang aku buat berisi ide dan free writing

Tips konsisten membuat bullet journal buatku pribadi salah satunya lebih fokus pada isi journal dibandingkan ‘hiasan-hiasannya’. Yup, dulu yang membuatku tidak konsisten adalah merasa down ketika melihat hasil BoJu ku tidak seindah referensi. Sekarang lebih memilih desain yang minimalis, terlebih aku tidak terlalu bisa menggambar dan ketika harus menghias pastinya memerlukan waktu lebih, sehingga aku memutuskan untuk membuat template minimalis dalam BoJu yang penting isi dalam BoJu yang membantuku dalam aktivitas sehari-hari. Namun bagi yang memiliki bakat dan minat menggambar biasanya BoJu menjadi salah satu sarana menyalurkan hobi 💕.

J
Bullet journal

Bagaimana teman-teman berminat membuat bullet journal?

Senang berbagi 😊

 

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

21 thoughts on “Bullet Journal untuk Pemula : Hobby and Productivity Tools

  1. Nah setuju, mulai tuh gampang yang susah itu konsisten. Aku awal mah rajin lama kesini makin males, habis baca ini jadi pengen ngejournal lagi deh. Sebenarnya ini catatan juga sih buat bikin refleksi diri di tahun berikutnya.

  2. Bullet jurnal atau apapun namanya itu, hanya alat bantu aja. Bagi sebagian orang mungkin cocok, belum tentu bagi yg lainnya.
    Klo sy sepertinya termasuk tipe yg tak mau ribet dgn catatan yg ribet, sukanya yg simpel2 aja hehe…

  3. Sampai sekarang aku masih belajar konsisten ngisi journal, padahal udah ku custom sebagus mungkin, tapi tetep lupa terus dan males buat nerusin, padahal journal itu perlu banget buat bahan renungan pencapaian yang sudah kita buat sebelumnya, tapi memang belum sedetail ini, makasih mbak atas referensinya, siapa tahu kalau bikin begini aku jadi rajin ngisi journal.

  4. Dulu sebelum ada bayi, aku tiap hari rajin bgt bikin burjo, sampai aku beli spidol khusus buat gambar2 :), enak, buat stress relief
    tapi sejak ada bayi jadi bikinnya yaudah list to do list biasa ajalah, karena gak ada waktunya :))

  5. jaman kuliah dan awal-awal kerja jadii sekretaris a.k.a pembantu eksekutip ku cukup rajin bikin Bullet Journal mba. Warna-warni pulak. Isinya rapi deh. Kalo sekarang mah udah males huhuhu karena lebih mengandalkan notes dari hape aja

  6. Bullet journal ini suka saya lihat di akun Mak Carra, duh keceh-keceh burjo-nya. 😀 Asli sebenarnya pengiiin banget bikin juga. Cuma mesti sediain waktu khusus ini mah. Kalau sekarang hanya andelin notes di hp. Huhuhu
    Semoga next bisaa bikin gini. Karena saya pikir membantu banget untuk manage kerjaan.

  7. Aku belum pernah nyobain bullet journal mbak. Tahu cuman belum mraktekin, tapi emang bikin berdecak kagum sih kalau liat temen2 yg konsisten bikin Boju, jadi pengen bikin juga ahhh di rumah hehehee
    TFS yah, Mbak

  8. Duh aku sampai kelupaan tadinya mau ikutan. Untung deh bisa baca hasil kulwapnya di sini.
    Mau memulai ah bikin bullet journal semoga bisa konsisten ya

  9. Mba aku tuh dari dulu pengin banget ikutan di komunitas IP tetapi selalu telat..

    Oh Iya aku tuh orang yang gak konsisten banget buat ngisi jurnal, tetapi dengan ada nya tulisan ini jadi semagat buat ngisi jurnal lagi

  10. Saya tuh lagi kesulitan nyari buku polos yang nggak bergaris. Kebanyakan notes di toko buku bergaris semua. Kalau yang pakai binder, seringnya malah lepas dan hilang.

    Kapan itu sempat jilid sendiri dari kertas HVS. Tapi ternyata nggak enak ditulis pas ditengahnya.

  11. Sy ga pernah bikin jurnal hihi paling cuma bikin list rencana mau ngerjain apa dan kapan . Klo lihat jurnal begini asik ya bagus…tp ya itu bikin konsistennya susah heheeh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top