Story HikmahNisa

Penyebab Anak Rewel yang Jarang Diketahui Orang Tua

Assalamualaikum,

Seorang anak bagi orang tua merupakan anugerah dari Allah yang sangat berharga, setuju ayah/ibu?. Ini terbukti dengan banyak dari orang tua rela bekerja keras, bekerja ikhlas untuk membesarkan anak-anak mereka. Titipan yang berharga dari yang Maha Kuasa ini sepatutnya disyukuri juga dijaga dengan baik.

Aku pernah mengikuti sebuah seminar parenting, dalam sebuah narasumber berkata ;

“Bayangkan bagaimana jika anda dititipi seorang anak Bos, nanti akan di jemput kembali oleh si Bos”.

Aku membayangkan, dan menjawab dalam hati pasti akan ku perlakukan anak tersebut dengan baik, jangan sampai membuatnya menangis, kecewa apalagi sakit hati.

Tak lama narasumber melanjutkan ;

“anda hanya dititipi anak Bos, sekarang coba lihat anak-anak anda, mereka titipan ALLAH. Yang Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Esa, yang tak tertandingi oleh siapapun, anda mau bagaimana?”

Aku akhirnya tak mampu menjawab dengan kata, hanya terasa air jatuh membasahi pipi. Analogi itu real sekali, benar adanya, bahwa anak-anak adalah titipanNya, aku benar-benar harus menjaganya dengan baik. Namun, semua memang tak mudah. Alih-alih menjaga tak sedikit orang tua yang merusak titipanNya. Nauzubillah…

Ini Tidak Mudah

Tentu membesarkan anak dengan baik bukan perkara mudah. Terkadang ketidaksengajaan membuat kesalahan pada anak membuat orang tua merasa sedih dan menyadari di akhir setelah anak terlelap dalam tidurnya. Seperti memarahi anak, berteriak pada anak bahkan memukul anak. Itu dilakukan diluar kendali orang tua yang sedang emosi. Salah satu sebabnya yang sering terjadi adalah karena anak rewel juga serba salah dan orang tua hilang kendali kesabarannya.

Anak rewel memang merupakan ujian kesabaran bagi para orang tua, bagaimana tidak? rewelnya anak tidak menunggu mood ayah/ibu sedang baik atau tidak menunggu ayah/ibu sedang tidak dalam kondisi kelelahan.

Mengapa Anak Rewel?

Jika kita amati bahwa semakin anak besar frekuensi menangis semakin kecil. Bisa dilihat bayi baru lahir sering sekali menangis, namun semakin besar semakin berkurang intensitas menangisnya, mengapa?. Alasannya karena menangis adalah bentuk komunikasi anak.

Anak belum mampu berkomunikasi dengan baik, perkembangan bahasanya masih belum optimal sehingga ia belum mampu mengungkapkan apa yang dirasakan atau apa yang diinginkan. Oleh karenanya munculah tangisan yang terus menerus sering kita sebut rewel. Ini terjadi karena kita sebagai orang tua tidak mengerti apa yang diinginkan anak dan anak belum mampu mengungkapkannya.

Anak rewel bisa jadi karena kelelahan, merasa tidak enak badan, atau kesal karena dilarang, marah karena keinginannya tidak dipenuhi, dsb. Ayah/ibu bisa bedakan anak tantrum dengan mengetahui jenisnya, dengan begitu ayah/ibu lebih mampu mengatasi tantrum pada anak. Bisa baca selengkapnya disini : Tantrum Pada Anak, Harus Bagaimana?

Namun selain alasan itu, ada alasan sangat mendasar dan ini merupakan catatan bagi orang tua terutama ibu.

‘Rasa’ Orang Tua dan Anak ‘Terkait’.

Tak sedikit orang tua mengalami kebingungan ketika anak mereka rewel selama beberapa hari. Mencoba mengamati penyebabnya namun selalu gagal, hal ini tentu pernah terjadi padaku juga. Hal ini beberapa kali berlangsung dan mencoba mengevaluasi apa penyebabnya.

Kegersangan dan kehampaan hati ibu membuat anak pun merasakannya. Perasaan tidak nyaman, tidak tenang yang dirasakan ibu, anak mampu merasakannya juga. Hanya saja orang dewasa lebih mampu memendam perasaan, mampu untuk tidak menunjukkannya. Sedangkan anak? Adalah sosok yang jujur apa adanya, jika ia tidak nyaman tangisanlah sebagai ungkapannya.

Oh memang benar hati anak terkait dengan hati orang tua.

Kegelisahan, kehampaan orang tua menjalani hari-hari adalah karena grafik dekat dengan Rabbnya sedang menurun.

“Betul sekali, aku sedang jauh dari Sang Maha Pemberi Ketenangan”. Gumamku dalam hati ketika mencoba mengevaluasi.

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. (Qs. ar-Ra’du: 28).

Ah, sudah beberapa hari absen membaca Al-Quran, padahal itu salah satu sumber ketenangan. Hatiku hampa sampai-sampai anak pun merasakannya. Menjalani hari-hari dengan kehampaan dan kegelisahan sangat tidak nyaman, pantas saja ia rewel beberapa hari ini.

Itu Tanda CintaNya

Allah mengingat kan orang tua melalui anak. Allah mengungkapkan perasaan rinduNya kepada ayah/ibu melalui anak-anak. Memang itu tanda cintaNya kepada kita, ya kan ayah/ibu?. Allah begitu sayang kepada keluarga kita, ingin terus keluarga kita terjaga dalam ketenangan dan keberkahanNya.

Bisa dibuktikan dan coba bandingkan ketika ayah/ibu dekat dengan Rabb dan jauh denganNya. Dan itu REAL jauh berbeda baik kondisi ayah/ibu pribadi maupun anak.

Anak rewel? Upayakan menunjuk diri terlebih dahulu, apa yang salah dari diri.. bisa jadi itu bersumber dari ayah/ibu sendiri. Segera beristighfar dan kembali kepada Sang Pemberi Ketenangan, Allah S.W.T.

Senang berbagi 💕

 

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

43 thoughts on “Penyebab Anak Rewel yang Jarang Diketahui Orang Tua

  1. Tertohok banget sama bagian yg “Apabila dititipin anak bos aja, tentu kita akan memperlakukan dengan baik. Bagaimana kalau diberikan Titipan dari Allah berupa Anak?”
    Makasih banyak buat pencerahannya yah Mbak

  2. Duh, makasih sharingnya ya mak. Bener banget kalau anak rewel tanpa sebab itu biasanya ada hubungan dengan perasaan ibunya… Jadi diingetin supaya lebih dekat lagi sama Allah, huhu…

  3. Betul juga Mbak. Kalau masih punya bayi kalau anak rewel kadang karena hati oramg tuanya juga loh. Saat orang tuanya sedih atau marah atau merasa tidak nyaman bisa bikin bayi jadi rewel. Kayak nyetrum gituu..

  4. Setuju, Mbak. Anak rewel juga sebagai salah satu bentuk berkomunikasi. apalagi kalau anak belum lancar mengungkapkan apa yang diinginkan. Biasanya saya berusaha lebih tenang untuk menyikapi. Meskipun ya kadang-kadang gak mudah juga

  5. “kena” banget Mbaa ke aku yang belakangan sering merasa “hampa” dan itu berpengaruh ke Anak. Terlalu capek kadang membuatku lalai terhadapNya. Pada akhirnya semua kehampaan itu memang harus dikembalikan lagi ke Sang Maha. Dan Alhamdulillah ketenangan itu kembali sedikit demi sedikit, bahagia secara batin memang berdampak ke pola asuh ya. Pembelajaran tersendiri buatku.

  6. Kesabaran harusakin banyak stoknya ketika anak mulai bisa membantah..duh lucunya cuma 3 tahun..abis itu super ngegemesin ..abis kalau diomongin udah bisa ngejawab..udah punya alasan sendiri ..he2

  7. anak rewel bikin ibu jadi uring2an. kadang sebagai manusia biasa, ga bisa sabar menghadapi kelakuan anak hiks. makasi remindernya mbak. moga kita bisa jadi orang tua yg lebih baik lagi untuk anak kita tercinta 🙂

  8. Iya ya.. kalau dititipin anaknya bos, pasti kita akan menjaganya dengan sangat baik. Anak kita sendiri harusnya juga dijaga dengan baik juga ya, karena sesungguhnya anak itu titipan Allah SWT. Kalau anak rewel, iya, kita bisa mengoreksi diri kita sendiri dulu, apakah kita baik dalam merawatnya? Aaah, kelihatannya mudah, padahal prakteknya sulit, terlebih saya yang masih sebatas melihat belum merasakannya.

  9. Memang benar sih, suasana hati ibu terkoneksi dengan suasana hati anak. Makanya sebelum marah-marah ek anak yang rewel terus-terusan sebenarnya kita kudu instropeksi diri dulu, mungkin hatinya sedang tidak beres.

  10. Terima kasih sharingnya, jadi pengingat banget untukku. Kadang heran anak-anak kok risau gitu ternyata bisa akibat orang tuanya kurang ibadah, kurang ngaji ya hiks

  11. Makasih mbak. Saya jd inget pas anak-anak bayi tuh mereka rewel banget, ternyata ya memang karena awalnya saya sih, karena emosi anak sama ortu nya terkait,ketika ibunya perasaan ga enak pasti ngaruh ke anak apalagi msh menyusui

  12. Pernah dapat juga yg analogi bos ini 🙂
    Bagaimana pun juga, anak2 rewel adalah koentji doa-doa terkabul, kita jadi banyak banget berdoa ketika kesulitan ya kan. Saya jadi introspeksi setelah baca ini

  13. kadang kalo anak lagi rewel, aku muhasabah diri, apakah ada yang salah termasuk asupan gizinya apakah ada yang ngak halal di makan sebagai orang islam, tentu hal ini harus juga kita pikirkan

  14. Baru di awal aja udah berkaca – kaca bacanya (red : aku banget) sampai akhir gak sanggup nahan air mata karena ngerasa belom meksimal jadi ibu, masih banyak kurangnya, masih suka nyalahin kalo anak anak rewel. Makasih ya Mba sharingnya, semoga kita bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi ..aamiin

  15. Jangankan bayi, anak usia 5 tahun saja kalau ibu atau ayahnya sedang galau pasti ikut merasakan juga
    Bentuknya yaa rewel dan kadang “ngalem” poll

  16. Duh, jadi keingetan saat anak ketiga dulu. Dia sensitif banget karena akunya sensitif juga. Aku sedih dikit, dia ikutan. Itu sebabnya banyak yang bilang kalo hamil dan menyusui itu jangan sedih tetapi baliknya. Indonesia ß,

  17. Duh, jadi keingetan saat anak ketiga dulu. Dia sensitif banget karena akunya sensitif juga. Aku sedih dikit, dia ikutan. Itu sebabnya banyak yang bilang kalo hamil dan menyusui itu jangan sedih tetapi baliknya. Bahagia!

  18. Koneksi emosi orang tua terutama Ibu dengan anak kuat banget ya. Kalau ibunya gelisah, anak juga merasa gelisah. Ngaji ini ya yang lebih gampang untuk menenangkan diri. Terima kasih reminder-nya, mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top