Story HikmahNisa

Peluncuran S-26 Procal Gold, Mempersiapkan Generasi Alpha  #DariBelajarJadiHebat

Assalamualaikum,

Mam, postingan feed dan story instagram-ku beberapa waktu lalu, mengundang keingintahuan para mam milenial tentang bagaimana cara untuk membersamai anak generation alpha. Tanggal 19 lalu, aku berkesempatan hadir dalam acara peluncuran susu pertumbuhan S-26 Procal Gold dan mendapatkan ilmu juga informasi penting juga menarik dalam membersamai anak generasi alpha agar dapat tumbuh secara optimal sesuai zaman yang terus berkembang.

Aku mendapatkan ilmu dan informasi yang lengkap dalam acara launching produk baru dari Wyeth Nutrition, karena Narasumbernya juga lengkap lho mam, ada ;

  • Rosdiana Setyaningrum, Mpsi., MHPEd, Psikolog.
  • Dr. Attila Dewanti SpAK.
  • Yuma Soerianto dan Mama-nya.
  • Syara Latifatun Anisa, Brand Manager GUM Gold.
Para Narasumber juga Host

Yuma Soerianto, Inspirasi Anak Dari Belajar Jadi Hebat!

Acara dimulai dengan menghadirkan sosok anak inspirasi yaitu Yuma Soerianto. Yuma adalah seorang App Developer cilik asal Indonesia di usianya yang baru 12 tahun, Yuma sudah menciptakan sejumlah aplikasi. Ia belajar coding sejak usia 6 tahun dan sudah mendapatkan 3 beasiswa juga sering diundang di event-event dunia. Prestasi Yuma, sampai saat ini dia sudah menciptakan 3 games dan 6 aplikasi.

Yuma sedang menjelaskan games buatannya

Programer cilik asal Indonesia ini juga sudah mencuri perhatian Tim Cook, CEO Apple, wah keren ya mam. Dan Yuma memiliki channel youtube yaitu Anyone Can Code, tujuannya untuk berbagi ilmu kepada siapa saja yang ingin belajar coding. Artinya Yuma tidak hanya fokus mengembangkan kemampuan diri namun juga ingin berbagi dengan teman-teman lainnya. Bahkan awal-awal menciptakan aplikasi salah satu aplikasi pertamanya adalah Kids Calculator, Yuma bertutur aplikasi tersebut awalnya untuk membantu teman-temannya belajar matematika.

Masya Allah keren sekali ya mam, Yuma ini termasuk generasi Z lho, bagaimana dengan generasi anak-anak kita yaitu Alpha Generation? Tentunya akan jauh lebih hebat dengan bakatnya masing-masing jika kita memberikan dukungan berupa stimulus dan nutrisi yang tepat juga optimal bagi si kecil dalam setiap usia pertumbuhannya.

Alpha Generation

Anak-anak yang lahir tahun 2010-2025 termasuk ke dalam generasi alpha, generasi ini rata-rata lahir dari orang tua generasi milenial. Generasi Alpha dibesarkan di tengah kemajuan teknologi yang akan terus berkembang, dengan cepatnya perubahan dan digitalisasi, apa yang relevan saat ini, bisa jadi tidak relevan di masa depan sehingga tantangan zaman.

Hal ini pun sangat terlihat ketika saya mengamati dan mengobservasi Nada, keingintahuannya semakin besar terlebih pada media-media belajar berteknologi, Ia senang membaca buku yang dilengkapi dengan fitur Augmented Reality. Beberapa kali meminta video call dengan Abah dan Ambu nya di Bandung ketika sedang kangen, dan sudah bisa memotret sendiri lewat smartphone. Sepertinya si kecil begitu mudah mengenal berbagai macam teknologi, ini ciri jelas dari generation alpha.

Tantangan besar untuk orang tua milenial dalam membersamai generasi Alpha di tengah kemajuan teknologi, di masa depan persaingan akan semakin sulit, otomatisasi dimana-mana, anak-anak kita sangat mungkin bukan bersaing dengan manusia saja namun juga dengan robot.

Sosiolog Australia, Mark McCrindle yang mencetuskan Generasi Alpha. Ciri yang paling menonjol adalah technology native, terbiasa dengan voice assistant. Namun, generasi alpha tidak terlalu addict pada gadget, mereka mampu lebih seimbang dibandingkan generasi sebelumnya atau generasi milenial. Riset membuktikan 72% dari mereka suka bermain outdoor. Dan orang tua milenial lebih terbuka akan informasi parenting dalam pendidikan anak, generasi ini pun mementingkan kedekatan ayah dengan anak-anak mereka. Ini salah satu nilai plus ya mam, kuncinya memang orang tua-nya dulu yang mau terus belajar, Bagaimana agar kelak anak-anak kita mampu bersaing. Yang terpenting memang mendukung potensinya agar memiliki kemampuan belajar progresif.

Progressive Learning Ability.

Anak-anak generasi alpha penting sekali memiliki kemampuan belajar progresif atau progressive learning ability yaitu kemampuan belajar yang selalu berkembang sebagai salah satu kunci meraih kesuksesan di masa depan. Sejak berusia 0-6 tahun, anak telah memiliki tahspan tertentu dalam tumbuh krmbangnya, baik dari segi sensori-motor, kognitif, bahasa dan sosial.

Berdasarkan penelitian, orang tua yang ikut serta dalam pendidikan anak akan menambah kepercayaan diri dalam pengasuhan anak dan memiliki banyak pengetahuan terhadap tumbuh kembang anak. Kita sebagai orang tua tentunya memiliki peran dan tugas yang sangat penting dalam membersamai si kecil untuk meraih progressive learning ability dalam setiap usia perkembangannya.

“Pembelajaran anak itu harus sesuai dengan perkembangan usianya. Anak perlu merasa aman, salah satu contohnya ketika anak dilarang-larang untuk mengeksplor, niat orang tua untuk aman padahal dia akan merasa tidak aman. Yang tepat adalah mengawasi agar eksplorasinya tetap aman, bukan malah melarang.” Jelas Ibu Diana, seorang psikolog anak dan keluarga.

Kemampuan belajar progresif akan mengoptimalkan potensi anak untuk meraih pencapaian penting dalam tumbuh kembang sesuai dengan tahapan usia anak. Pentingnya orang tua mendampingi anak secara aktif dalam belajar dan mengembangkan karakter anak hebat yang akan diperlukan di masa depan.

4 Karakter Anak Hebat

Empat karakter ini merupakan ciri atau acuan anak sukses di masa depan dan dapat bersaing dengan kemajuan zaman, yaitu ;

    • Eksplorasi : Terus mencari hal baru yang dapat ia kembangkan, baik dalam diri sendiri dan lingkungannya. Orang tua penting stimulus dengan memberikan fasilitas untuk si kecil dalam mengeksplorasi segala hal yang baru.
    • Berfikir kritis : Mampu berpikir kritis di luar pola yang sudah ada. Dengan banyaknya eksplorasi yang diberikan orang tua dan yang dilakukan anak, semakin menimbulkan keingintahuan yang lebih banyak, sehingga akan membuat anak berpikir kritis.
    • Leadership : Memiliki jiwa kepemimpinan bagi diri sendiri maupun orang disekitarnya. Dengan banyak eksplorasi dan kemampuan berpikir kritis, anak akan dapat memimpin paling tidak pada dirinya sendiri dulu. Orang tua penting menstimulasi anak menjadi leader dengan membantunya untuk jadi anak yang mandiri.
    • Empati : Mampu memahami apa yang dibutuhkan orang lain dan sekitarnya. Setelah mampu memimpin dirinya sendiri, ia akan mampu berempati atau berbagi untuk orang-orang disekitarnya. Tentu ini pun perlu dilatih oleh orang tua.

 

Slide tips orangtua milenial (1)

Pertanyaan selanjutnya adalah apa langkah yang perlu dilakukan orang tua dalam mendukung si kecil memiliki 4 karakteristik anak hebat tersebut?

  • Mengenali cara belajar anak dan memberikan pengalaman kepada anak bukan sekedang barang atau uang.
  • Bebaskan anak untuk mencoba hal-hal baru. Yang paling penting adalah memberikan contoh atau tauladan yang baik agar anak bisa mengikutinya.
Tips orangtua milenial (2)

S-26 Procal Gold dengan Alpha Multiexcel Lipids System

Selain stimulasi yang tepat dan optimal, orang tua juga perlu memberikan nutrisi baik sesuai yang dibutuhkan si kecil. Untuk mendukung potensi dan kemampuan belajar anak, kini ada inovasi terbaru dari S-26 Procal Gold diperkaya dengan Multiexcel A-Lipids System, yang memiliki nutrisi penting dalam mengoptimalkan perkembangan otak anak sehingga anak dapat siap dalam menerima stimulasi yang diberikan.

Sesi Foto Para Narasumber

S-26 Procal Gold percaya bahwa setiap anak adalah hebat dengan potensi yang mereka miliki, potensi ini haruslah dikembangkan dengan proses belajar. Belajar jadi hebat merupakan dulu gan dari S-26 Procal Gold untuk membantu anak-anak Indonesia dalam belajar dengan menyediakan nutrisi terbaik, sehingga mereka bisa memiliki progressive learning ability yaitu nerail milestone dalam setiap tahapan ti buh kembang dengan optimal sehingga dapat sukses di masa depan.

“Makanan-makanan yang kaya akan nutrisi dan penting untuk perkembangan sel otak anak diantaranya bayam, telur, ikan kembung, kacang-kacangan dan juga susu pertumbuhan yang mengandung Asam Lenoleat”, jelas dr. Attila, seorang pakar neurologi anak.

Foto bersama mams blogger

Nutrisi optimal membantu proses belajar anak dengan baik, sehingga orang tua bisa mendukung tahapan belajar anak sesuai dengan tahapan usianya agar dapat lebih mudah mencerna dan cepat tanggap terhadap informasi yang diterima.

S-26 Procal Gold mendukung potensi dan kemampuan belajar progresif anak dengan kandungan Asam Linoleat (omega 3) dan Asam Linoleat (Omega 6) yang diperlukan untuk membentuk membran sel otak, serta kolin dan zat besi untuk mendukung fungsi perkembangan otak dan daya ingat. Selain itu, S-26 Procal Gold juga dilengkapi protein, kalsium, vitamin D, fosfor, serta kandungan vitamin dan mineral lainnya untuk mendukung anak tumbuh aktif dan menunjang daya tahan tubuhnya.


Game konsentrasi dalam acara tersebut

Stimulasi dan nutrisi memang sebaiknya seimbang diberikan pada si kecil agar tumbuh optimal. Semangat untuk kita semua mam and pap untuk memberikan dukungan yang terbaik untuk si kecil, sehingga kelak ia mampu bersaing dengan zamannya.

Senang berbagi 💕.

 

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

47 thoughts on “Peluncuran S-26 Procal Gold, Mempersiapkan Generasi Alpha  #DariBelajarJadiHebat

  1. Yeaayy harus semangat ya…tantangan jaman now emang gak mudah…Tapi pasti bisa..Dukungan nutrisi sehat dan stimulasi yang tepat…Insyaallaah bikin anak-anak jadi hebat…

  2. Aku baru tau kalo anak-anak yang lahir 2010-2025 termasuk ke dalam generasi alpha 🙂
    Yup, simulasi dan nutrisi seimbang memang diperlukan agar anak2 tumbuh optimal ya, tentunya perlu dukungan dari ortu.

  3. Anak-anak generasi alpha memang cepat sekali menyerap segala hal yang berhubungan dengan teknologi. Kemampuan sosialnya pun perlu di asah ya, tentunya dengan stimulasi dan pendampingan dari kedua orang tuanya serta di dukung nutrisi yang tepat untuk tumbuh kembangnya

  4. Nama Yuma emang nggak asing banget mbak, Salut juga di umurnya yg 6 tahun udah belajar coding, kerenn dahhh. Percaya juga kalau generasi Alpha mudah banget kalau memahami teknologi, bahkan generasi milenial kadang malah diajarin loh hahaa..
    TFS yahh mbak

  5. 12 tahuuuun waw, 6 tahun udah bisa coding. Saya ngutak-ngatik blog aja, udah pusing. Si kecil di rumah ini udah jelas masuk gen Alpha, kalau soal doyan tekno kelihatan sih dia doyan, kadang saya yang takut aja mau mengarahkannya gimana. Kalau dapat ilmu bergizi begini, harapannya bisa tetap seimbang dalam berteknologi yang memang tidak bisa dilepaskan.

  6. Masyaa Allah tabarakallah aku sampe melongo baca prestasinya Kakak Yuma. Anak-anak generasi Z ini memang unik dan istimewa ya. Kudu banyak belajar nih sebagai orang tua, biar nggak salah jalan dalam pengasuhan anak-anak nantinya.

  7. Anak Generasi Alpha itu banyak yang kritis. Jadi orangtua kudu banget ngikuti perkembangan zaman biar bisa nyambung sama anaknya. Acara yang oke. Jadi banyak belajar deh

  8. Masya Allah, anak yang cerdas banget ya sampai bisa utak atik coding gitu. Anak-anak sekarang memang lebih progresif sih perkembangan otaknya, mereka lebih cepat berpikir saat menemukan masalah dalam pembelajaran juga di kelas

  9. Macam-macam sekali tantangan menjadi orangtua di tiap zamannya.
    Kurasa…mendidik anak Generasi Alpha ini, orangtua mesti banyak-banyak mengamati dan membersamai anak dalam kegiatan sehari-hari.
    Agar mereka bisa tumbuh secara optimal.

  10. Iya banget deh. Tantangan anak zaman sekarang makin berat ya. Itu anaknya pinter bener bisa bikin aplikasi. Semoga anak-anak kita bisa menghadapi tantangan zaman dengan sukses.

  11. Setelah generasi Z sekarang generasi alpha ya. Balik lagi ke huruf A. Xixixii.. bta itu pinter banget sih usia 12 tahun dah buat banyak aplikasi. Emang klo mau pinter tuh diawali dr nutrisinya ya, Mba

Leave a Reply to Sapti nurul hidayati Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top