Story HikmahNisa

Al-Amin yang Memiliki Hati Seluas Samudra

Assalamualaikum,

Hi sahabat, apa kabarmu? Semoga dalam keadaan bersyukur selalu. Oia, apakah dirimu punya idola? Ya! Yang menjadi inspirasi untukmu. Selayaknya idola, kamu merasa ingin sekali bertemu dengannya, selalu mencari tahu seluk beluk tentangnya, kesehariannya, kebiasaannya, yang dia tidak suka, yang dia sukai, sampai pada ingin mengikuti semua yang dia lakukan.

Kali ini aku ingin bercerita tentang idolaku, mungkin idola kita semua. Namun benarkah kita mengidolakan dia? Atau hanya ‘mengaku-ngaku’ idola tapi kenyataannya tidak?.

Apa sih Idola itu?

Dalam kamus bahasa Indonesia, diambil dari kata ido·la adalah orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan. Yang menjadi pujaan biasanya sosok yang ideal di mata kita, yang membuat kita meleleh karenanya.

Selayaknya remaja jaman ini yang histeris ketika bertemu anggota K-Pop kesukaannya, atau aktor ganteng/cantik favoritnya. Konsernya selalu dikejar, poster di kamar selalu terpampang, dan berharap memimpikan idolanya setiap malam.

Dasar Memilih Idola

Pemilihan idola tentunya berbeda satu dengan lainnya, namun biasanya karena ada sesuatu dari sosok idola tersebut yang menjadi kesenangan/kebahagiaan orang yang mengidolakannya. Seperti ; wajahnya yang ganteng/cantik, prestasinya yang memukau, sifatnya yang ramah/baik hati, dsb. Bisa juga berkaitan dengan minat/hobi, misalnya ; seorang yang hobi menulis punya idola seorang penulis profesional, orang yang hobi olahraga basket punya idola seorang pemain basket profesional, dsb.

Yang terpenting adalah

Kita harus memilih idola yang dapat memberikan perubahan baik dan manfaat untuk diri pribadi kita.

Ya! Terkadang salah pemilihan idola membuat diri malah terlena, menjadikan diri tidak produktif  cenderung malas atau bahkan banyak membuang-buang waktu. Semoga kita terhindar dari hal tersebut ya sahabat.

Sosok Sempurna Menjadi Idola

Jadi siapa idolamu? Mungkin sama seperti aku yang menginginkan sosok idola yang sempurna. Sayangnya, manusia tidak ada yang sempurna, pasti memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Tak apa, biarkan kita belajar memilah, kebaikannya jadikan contoh dan kekurangannya jadikan pelajaran untuk diri, bukankah begitu?.

Namun ada satu sosok sempurna, banyak yang mengaku bahwa Ia adalah sosok ideal yang patut dijadikan idola, termasuk diriku dan mungkin juga kamu. Ya! Ia adalah Rasulullah Muhammad SAW.

Allahuma sholli ala Muhammad, Ya Rabbi sholli alaihi wasalim.

Semoga rahmat dan berkah selalu tercurah pada sosok mulia Rasulullah. Aamiin yra.

Rasa-rasanya aku malu mengatakan Rasul adalah sosok idolaku, karena aku merasa belum benar-benar dengan kesungguhan mengidolakannya. Aku lebih suka membaca novel-novel fiksi dibandingkan sejarah Rasul, aku lebih suka meniru lifestyle kebarat-baratan dibanding meniru cara hidup Rasul, aku seringnya lupa membaca kitab  favorit Rasul (Al-Quran), mencari tahu perkataan, perbuatan Rasul dalam hadist-hadist.

Ah.. benarkan aku hanya mengaku-ngaku saja mengidolakannya padahal tidak?!

Tidak bisa mengelak, sungguh aku mengidolakannya, mungkin juga kamu, dan kita semua. Rasul sosok yang tidak ada duanya, segala bidang kehidupannya tidak ada cacat, begitu mulia.

Al-Amin yang Memiliki Hati Seluas Samudra

Julukan Muhammad sebelum diangkat jadi Rasul, Al-Amin, jujur dan dapat dipercaya. Bahkan sebelum diangkatnya menjadi Rasul, Muhammad sudah kental dengan adab-nya, akhlaknya yang baik, sampai itu yang menjadi kemuliaan besar untuknya.

Allah sampai memberikan testimoni pada Rasulullah, kalau akhlak nabi begitu luar biasa ;

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.” (QS.Al-Qalam:4).

Well, semua penggiat parenting dan pendidikan sepakat bersuara jika Adab jauh lebih penting dari Ilmu. Akhlak harus diajarkan lebih dulu sebelum Ilmu pengetahuan.

Dan ini yang diajarkan oleh Rasul, ingatkah kisah perjuangan Rasul yang luar biasa? Dihina, diludahi, di lempar batu, diancam, dikucilkan, sampai pada dicari untuk dibunuh. Namun tidak lantas membuat hati Rasul menjadi membenci, ingin membalas dendam, dengki, sombong.

Seburuk-buruknya perlakukan orang menantangnya, Ia memiliki sebaik-baik hati untuk memaafkan, bahkan sebelum orang tersebut meminta maaf. Ya! Rasul adalah sosok Al-Amin yang Memiliki Hati Seluas Samudra.

Membalas Keburukan dengan Kebaikan, Dendam dengan Maaf, Khianat dengan Kesetiaan, hanya dimiliki oleh Hati Seluas Samudra 💕.

Namun sayangnya, sosok sempurna ini seperti menjadi idola di batas lisan kita saja. 😢

Sosok Sempurna itu Sangat Mencintai-ku, Sedangkan Aku?

Aku beberapa kali meneteskan air mata ketika membaca sejarah detik-detik Rasulullah wafat. Dan ketika kembali membaca (ulang) bagian tersebut, kembali terpukul.

Biar, ku kutip sedikit kisahnya, agar kembali menjadi pengingat diri bahwa cintanya begitu luar biasa;

Malaikat maut sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah, Ia pun berkata: “Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!”

Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu, “Wahai Abdullah (hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit.”

Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi ; “Assalamualaikum, bolehkah saya masuk?”

Rasulullah mendengar suara itu, lalu bertanya kepada puterinya Fatimah: “Siapakah yang ada di depan pintu itu?”

Fatimah menjawab: “Seorang lelaki memanggil Rasulullah. Saya katakan kepadanya bahawa Rasulullah dalam keadaan sakit. Kemudian dia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma.”

Rasulullah berkata; “Tahukah kamu siapakah dia?” “Tidak wahai Rasulullah” jawab Fatimah.

Rasulullah menjelaskan: “Wahai Fatimah, dia adalah pengusir kelezatan, pemutus keinginan, pemisah manusia dan yang meramaikan kubur. Kemudian Rasulullah berkata: “Masuklah, wahai Malaikat Maut.”

Malaikat maut pun datang menghampiri,Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggil lah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasulullah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata Jibril. Namun, itu  tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya malaikat jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata Jibril.

Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah merintih. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril.

Kemudian terdengar Rasulullah merintih, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisik kan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “pelihara lah shalat dan pelihara lah orang-orang lemah di antaramu”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Umatku, umatku, umatku…..”


Satu kisah lagi yang membuatku meleleh untuk kesekian kalinya ;

Rasul sedang bersama para sahabatnya.

“Aku merindukan saudara-saudaraku” Berkata Rasul.

“Bukankah kami adalah saudara-saudaramu”, kata Abu Bakar. Begitu pula sahabat yang lain.

“Tidak kalian adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku”. Jawab Rasul.

Lantas siapa yang Rasulullah maksud sebagai saudaranya? pertanyaan yang timbul di benak para sahabat. Kemudian Rasulullah berkata ;

“Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntung lah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.”

(H.R. Muslim)

My Heroes, My Inspiration

 

Ya! Ia lah pahlawan yang paling berjasa dalam kehidupan manusia, yang memberi cahaya dalam kegelapan, memberi petunjuk arah yang lurus dari jalan yang buntu. Ajarannya begitu menenangkan jiwa, membahagiakan hati dan meringankan hidup.

Rasul lah my heroes, my inspiration.

Bisa-bisanya diri tidak total mencintai sosok sempurna, padahal Ia sangat total mencintai aku, kamu dan kita semua. Tulisan ini menjadi pengingat terutama untuk diri, semoga terus berupaya total, tidak hanya di lisan untuk mengungkap bahwa aku benar-benar mengidolakan Rasul-ku, Muhammad saw.

Allahumma sholli ala Muhammad wa ala Ali Muhammad.

Tulisan ini diikutsertakan dalam collaborations blog bersama teman-teman dari Bandung Hijab Blogger 💕.

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

14 thoughts on “Al-Amin yang Memiliki Hati Seluas Samudra

  1. Subhanallah tetehkuh.. Yang Mulia Rosullullah adalah Panutan
    Allahuma sholli ala Muhammad, Ya Rabbi sholli alaihi wasalim.

  2. Nabi Muhammad memang sosok idola seluruh umatnya. Tabarakallah, terimakasih telah menuliskan sosok idola seperti nabi Muhammad Saw.

  3. Astaghfirullah. Semoga kita sebagai umat Muslim senantiasa menjadikan beliau sebagai panutan. Bukan hanya sekedar di lisan saja, tapi juga dalam melakukan hidup keseharian.
    *Sholawat untuk Rasullullah dan keluarganya* 🙏🏼🙏🏼

  4. Semoga Rasululloh bisa menjadi panutan bagi seluruh umat Islam. Panutan yg tidak hanya di lisan, tapi juga dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
    *Sholawat untuk Baginda Rasul Dan keluarganya* 🙏🏼🙏🏼

  5. Rasulullah sangat menyayangi umatnya, bahkan disaat terakhirnya Beliau masih mengingat umatnya, ironisnya sebagian besar dari kita jarang atau bahkan tidak pernah mengingatnya dalam sehari meski hanya sekerdar bershalawat ketika nama Beliau disebut..
    Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top