Cerita HikmahNisa

Kajian HCB : Lembaran Baru oleh Ustazah Yati Priyati

Assalamualaikum,

Alhamdulillah hari sabtu, 18 Januari 2020 menjadi kajian perdana yang aku ikuti di tahun ini. Pengajian Hijabers Community di Masjid WTC Jendral Sudirman. Pas banget di awal tahun kajian ini bertema “Lembaran Baru” diisi oleh Ustazah Yati Priyati.  Awal pembukaan kajian ini diawali dengan pembacaan Al-Quran surat Al-Hasyr ayat 18-19.

 “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

“Dan Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Mari Memulai Lembaran Baru

Kehidupan dunia ini seperti buku, lembar demi lembar terus dibuka sesuai bertambahnya usia dan suatu saat buku akan habis dan ditutup. Buku tersebut kelak akan dibuka kembali, lalu kita akan ditanya tentang semua hal yang sudah kita ukir dalam buku tersebut, pada akhirnya juga kita harus bisa mempertanggungjawabkan semua yang kita tulis dalam kehidupan. Buku ini akan menentukan langkah kita kedepan akan berakhir dimana? Syurga atau Neraka?.

Jika tahun-tahun sebelumnya lembaran yang kita ukir kotor maka mari mulai buka lembaran baru sekarang. Jangan dinanti-nanti, jangan ditunda-tunda karena kita tidak pernah tau kapan umur kita berakhir dan siapa tau kesempatan taubat kita hanya tinggal saat ini. Apa yang harus dilakukan dalam memulai lembaran baru?

  1. Percaya dan yakin bahwa kita akan memulai lembar baru dengan lebih baik

Awali dengan percaya pada diri kita sendiri bahwa dengan membuka lembaran baru kota akan lebih baik dan menutup lembaran lama yang kotor dan usang tersebut. Percaya dan yakin pada diri akan membawa kekuatan tersendiri untuk melangkah.

  1. Awali dengan Basmallah dalam setiap kegiatan

Mengapa Al-Quran itu baik? mengapa al quran selalu terjaga? Ya! Karena Al-Quran selalu diawali dengan kata Basmallah, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ketika kita memulai langkah mulailah dengan kata bismillah, kata tersebut akan meng kokohkan langkah karena tujuan kita hanya Allah setiap melakukan sesuatu.

ustazah yati sedang pemaparan materi

Ketika kita melakukan semua dengan diawali dengan Bismillah, maka Rahman dan rahim Allah akan menyertai setiap hari-hari kita. Kita akan menjadi lebih ‘santuy’ menjalani semua dengan senyuman, sabar dan syukur setiap prosesnya. Karena kita tahu bahwa Allah menilai setiap perjuangan. Dengan bismillah tidak ada kekecewaan karena tahu Allah melihat mencatat semua proses yang dijalani.

  1. Tulis hal yang kita inginkan dan pastikan diridhoi Allah

Niatkan dan tuliskan keinginan kita di lembaran baru, pastikan keinginan tersebut adalah kebaikan sehingga Allah meridhoi setiap prosesnya. Lalu jalani dan nikmati proses perjalanannya dengan penuh kesungguhan berharap ridho dan berkahNya semata.

  1. Tulis hal yang sesuai kemampuan

Manusia akan memperoleh hasil dengan usaha/proses yang dilakukan. Selain hal.yang kita inginkan, kita pun harus mengukur kemampuan apakah realistis dapat mencapainya/tidak. Jangan sampai ketidakmampuan kita mencapainya pada akhirnya membuat diri merasa kecewa pada Allah, seakan semua hanya karena takdir Allah, padahal sebagian besarnya adalah pilihan kita. Semua kembali pada kesalahan kita yang tidak mampu memilih hal baik yang sesuai kemampuan kita.

  1. Ubah cara pikir menjadi positif

Berprasangka baik pada Allah, cara pandang kita menentukan hati kita. Ketika ada air setengah dalam gelas, ada yang melihat dari sudut pandang air terisi setengah, ada juga yang melihat air kosong setengah. Pastikan husnudzon selalu ada dalam pikiran kita, berpikir positif atas kehidupan yang kita jalani. Tenang dan hadapi semua dengan senyuman, ciri orang beriman adalah yang selalu syukur dan sabar dalam menjalani kehidupannya.

Menikah dan Menjadi Ibu

Setelah menikah banyak orang berkata pada pasangan yang baru menikah “selamat menempuh hidup baru”, Mengapa? Ya, karena memang hidup kita akan banyak berubah setelah menikah.

Menikah itu nyaman dan bahagia ketika punya ilmu dan iman. Ketika tidak diiringi dengan ilmu juga iman akan mudah merasa bosan.

Setelah menikah beralih peran menjadi istri dan tidak lama setelah menikah perempuan bersiap menjadi ibu. Peran istri dan ibu ini sangat membuat perempuan terlihat benar-benar menjadi manusia kuat, yang memang sudah Allah berikan kekuatan kepadanya.

Dalam tubuh perempuan ada nama asmaul husna yaitu ‘rahim’, Allah menguatkan janin-janin calon bayi dalam rahim seorang ibu tentu dengan kasih sayang Allah. Maka Allah benar-benar sudah me-spesialkan seorang ibu. Ibu yang tangguh tidak akan pernah mengeluh didepan anak-anaknya. Allah memberikan kekuatan pada seorang ibu, melahirkan adalah sakit ter-luar biasa, namun tidak membuatnya menjadi trauma melahirkan, bahkan banyak para ibu yang terus mengulangi sakit-nya melahirkan tersebut dengan anak-anak yang banyak. Begitulah karunia Allah pada seorang ibu.

Kalau bukan kasih sayang allah tidak mungkin allah masih beri kesempatan kita datang kesini, kita masih diberi kesempatan hidup. Kalau bukan atas kasih sayang Allah tidak mungkin Allah beri kenikmatan keluarga.

Tips Istiqomah dalam Hijrah

Aku jauh, Engkau jauh.. Aku dekat, Engkau dekat. Lirik lagu tersebut salah, karena Allah tidak pernah menjauh, hanya kitalah yang menjauh. Iman itu naik turun, begitu juga dengan Rasulullah. Oleh karenanya Rasul memiliki punya tempat khusus untuk menyendiri yaitu gua tsur. Bagaimana agar bisa istiqomah?

  1. Cari lingkungan yang baik

Keluar dari lingkungan buruk yang menghambat hijrah kita dan cari ganti lingkungan yang baik yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.

  1. Jangan pernah lepas berdoa, meminta petunjuk pada Allah

Terus berdoa minta Allah beri petunjuk jalan yang lurus, karena kota tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Allah-lah yang maha membolak balikan hati. Maka berdoa selalu lah untuk diberi hati yang selalu taat pada Allah.

“Wahai Allah yang Maha membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu”

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top