Cerita HikmahNisa

Konsep Bebenah, Makanan Utamaku Minggu Ini. Jurnal 4 Kelas Ulat-Ulat

Assalamualaikum,

Minggu ini banyak yang menambah/pindah keluarga namun aku memilih tetap di keluarga CeMaRa minggu ini. Merasa bahwa masih cetek banget ilmu yang aku miliki dalam bebenah ini, sudah mulai praktek sedikit demi sedikit namun aku merasa sudah mulai kuat konsep bebenah yang aku dapatkan dari dapur Bunda Cekatan ini.

Benar, aku melewatkan pelatihan online gemarrapi sebagaimana yang sudah dijelaskan di jurnal sebelumnya, Jurnal 3 Bunda Cekatan Kelas Ulat-Ulat. Insya Allah aku akan mengikuti batch selanjutnya dengan ijin Allah tentunya, jika sudah dirasa agak longgar, tidak terlalu banyak yang aku pelajari di waktu bersamaan, biar satu per satu namun semua terselesaikan dengan tuntas dan optimal. Jadi, udah dapat maknan utamanya minggu ini? Iyes! tentang KONSEP BEBENAH, utamanya tentang mindset.

Mengapa Rumah Selalu Berantakan?

  1. Terlalu banyak barang
  2. Kebiasaan/pola asuh
  3. Benda tidak memiliki tempat
  4. Suka menunda

Ada Rich Mindset dan Poor Mindest yang beberapa minggu lalu aku dengarkan dari mbak Desi Anwar on youtube :

  • Poor Mindset : Selalu membeli, apalagi kalau ada discount atau promo, butuh/tidak butuh ia selalu beli, it’s poor mindset, why? karena selalu merasa tidak punya!, wow menohok bukan? huhu. Ya, karena barang tersebut hanay dipakai sekali, dua kali dan akan menjadi sampah. Poor mindset adalah membeli tanpa berfikir karena kesenangan sesaat saja.
  • Mindset Status : Membeli barang harus merek itu saja, misalnya sepatu harus merk itu, tas harus selalu update merk ini, dsb. Ini disebut mindset status, dia menggantungkan dirinya pada merk tertentu yang sifatnya mungkin keren, beken, kaya, dsb.
  • Rich Mindset : Membeli barang untuk investasi jangka panjang, contohnya dia beli tas yang memang dilihat kualitas bukan kuantitas (banyaknya), karena tas ini akan dia gunakan untuk jangka panjang. Fungsi bukan gengsi, bukan tentang harus merk ini atau itu namun lebih ke fungsinya, kira-kira cukup tidak untuk membawa perlengkapannya sehari-hari?, nyaman tidak? dsb. Membeli sesuai kebutuhan bukan dibutuh-butuhin biar beli, wkwk.

Nah loh, jadi midset kita yang mana nih?. Dulu nih aku masih poor mindset, membeli barang ya karena sekedar suka aja, padahal tidak butuh sama sekali. Membeli baju, tas, sepatu atau aksesoris itu melihat kuantitas bukan kualitasnya. Jadi dulu mindsetnya masih “Beli yang murah buar banyak jadi kan bisa ganti-ganti”. Dan akhirnya cuma menuh-menuhin tempat, cepat rusak lalu jadi sampah. Buatku mindset sangat penting untuk melangkahkan kaki ke tahap selanjutnya, btw aku juga sudah menulis alasan mengapa memulai hidup minimalis dengan 5 Strong Why, siapa tahu kamu memiliki strong why yang sama denganku, selengkapnya disini ya.

Dengan mindset yang dirubah banyak perubahan terutama di pikiran tentang suatu keinginan membeli barang, jadi sekarang tuh aku sudah uninstal aplikasi belanja online, dan unfollow beberapa online shop di IG walau tidak semua. Ketika ada postingan online shop, tidak langsung lihat profil lalu di scroll lagi, hehe. Cuma melihat dan dilewat saja, wih keren kan pencapaianku? wkwk.

“Lucu sih, tapi gak butuh” Awal-awal begitu terus, lama kelamaan udah gak ada lagi sih kayak gitu jadi langsung lewat-lewat aja gitu, alhamdulillah. Jadi sangat menolong dalam declutering isi pikiran juga sih ini.

Nah sama satu lagi konsep yang emang bikin aku stop buat jadi konsumtif Setiap Barang Ada Hisabnya :

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba sampai ia ditanya…… tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan dibelanjakan untuk apa (HR. Tirmidzi no. 2417)

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai bagi kalian tiga perkara… perkara…(diantaranya) idho’atul maal (menyianyiakan harta) ” (HR. Bukhori no. 1407). Arti “ idho’atul maal ” adalah menggunakannya untuk selain ketaatan kepada Allah Ta’ala , atau membelanjakannya secara boros dan berlebihan.

Al–Imam Abu Imam Abu Ja’far bin Jarir berkata berkata dari Tsauban, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: 

“Barangsiapa yang meninggalkan harta timbunan, maka hari Kiamat tersebutakan akan berbentuk sesosok makhluk buas yang bertaring, yang akan terus mengikutinya. Orang itu berkata kepadanya : ‘‘Kurang ajar, siapakamu?”
Ia menjawab : ‘‘Aku adalah harta timbunanmu yang kamu tinggalkan.” Ia terus mengikutinya hingga melahap dan mengunyah tangan orang tersebut,  lalu diikuti dengan seluruh badannya.”

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top