Cerita HikmahNisa

Nikmat Paling Utama dari Segala Rezeki, Jangan Sampai Mengkufurinya!

Assalamualaikum,

Sekitar satu minggu aku dan Nada stay di Bandung, padahal rencana awal hanya 3 hari saja disana. Kodratullah memang sudah kehendak Allah dan kami yakin itu memang yang terbaik. Aku merasa di Bandung itu tempatnya ‘liburan’, jadi ya leyeh-leyeh, leha-leha itu boleh banget disana. Jadi ketika lama di Bandung kayak gini ya jadi lama juga kurang produktifnya, padahal ya seharusnya tidak begitu juga. Ini mungkin karena aku sudah memposisikan diri sebagai anak rantau, hehe. Next nanti aku cerita-cerita soal mengapa memilih merantau dan pisah dengan orang tua setelah menikah yes!.

Jadi selama di Bandung aku leyeh-leyeh dan banyaknya nonton youtube, wkwk. Lalu nonton beberapa youtuber Korea Selatan yang memang menyukai budaya Indonesia. Sedikit banyaknya mereka berbagi cerita tentang perbedaan budaya, kebiasaan dsb. antara Korea dan Indonesia. Salah satunya dari akun youtube Ujung Oppa yang masuk islam, Bandung Oppa, kalau Oppa ini sangat menyukai Bandung sehingga nama akunnya Bandung Oppa. Lalu aku merasa mendapatkan hikmah luar biasa dari tayangan-tanyakan tersebut. Ya, usahaku memang tidak menonton tayangan yang aku tidak mampu mengambil manfaat didalamnya. Salah satu syukur yang terdalam hasil dari tontonan tersebut akan aku ceritakan disini.

Setelah menonton beberapa tanyangan yang sangat aku syukuri adalah Allah mentakdirkan aku lahir dan besar di negara Indonesia. Why? karena Negara dengan Mayoritas Muslim.

Salah satu hal yang utama yang patut aku syukuri adalah lahir dalam negara yang mayoritas beragama Islam. bersyukur sekali Allah mentakdirkan diri ini lahir dan besar dari keturunan muslim. Karena mayoritas, tentu mendalami Islam secara menyeluruh akan jauh jauh lebih mudah dibandingkan negara dengan minoritas muslim. Aku sungguh sangat bersyukur dan merasa beruntung dengan dibukakan peluang bebas menjalankan ibadah sesuai kepercayaan. fasilitas dalam menjalankan ibadah-pun banyak dan terbuka lebar.

Syukurku ini sekaligus menjadi cambuk pengingat diri. Tak jarang, diri lalai atas apa yang dimudahkan Allah, padahal begitu banyak orang yang perlu upaya yang tidak mudah untuk ta’at. Dengan berbagai alasan diungkapkan ketika diri tidak terpaut pada Allah, lupa dan lalai akanNya. Padahal nyatanya hidayah terus menerus datang setiap saat, setiap waktu. Namun, diri menutup hati, nafsu menutup logika diri.

Di negara mayoritas muslim ini, didengarkan 1 hari 5x suara adzan yang masuk ke dalam telinga-telinga, namun dengan semua alasan yang dibuat malah acuh tak acuh pada hidayah yang Allah datangkan. Ya! nyatanya hidayah tidak ditunggu melainkan dijemput. Jika semua indera yang dimiliki dibuka untuk menerima kebaikan, akan banyak sekali hikmah yang bertebaran tanpa diminta. Banyak sekali orang diluar sana yang tidak seberuntung diri, mereka berjuang mengorbankan banyak hal untuk menjemput hidayah. Mereka berjuang dengan darah dan air mata hanya untuk mendapatkan kebebasan beribadah. Jelas! Allah Maha Adil dalam perhitungan, Allah memberikan kebaikan pahala sesuai dengan usaha yang diberikan.

Ah, apalah kita yang ketika bangun tidur dan membuka mata saja sudah banyak hidayah  yang Allah beri, namun mau atau tidak hati ini membuka pintu untuk masuknya hidayah pada hati. , kembali ke pilihan diri. Jika harus membayangkan aku terlahir di negara minoritas dan juga tidak dilahirkan sebagai muslim, entah.. entah.. bagaimana jadinya diri. Apakah nantinya aku mau dan mampu berjuang dengan mengorbankan banyak hal untuk menjemput hidayah? apakah nanti aku mau mengorbankan darah dan air mata untuk beribadah pada Allah?.

Dengan kemudahan yang Allah beri sekarang-pun, rasanya masih seringnya diri lalai akan perintah dan laranganNya. Setan dengan mudah mengrogoti hati dan menghalangi hidayah masuk tanpa perlawanan apapun dari diri. Dari hal ini saja aku merasa masih menjadi diri yang kufur nikmat, terlebih pada nikmat yang luar biasa besar, nikmat yang paling utama dari segala rezeki yang Allah beri, Ya! nikmat iman dan islam. Seperti sinar matahari yang dilihat langsung oleh mata, cahayaNya tidak akan mampu kita bendung, terlalu banyak Allah perlihatkan kebesaranNya. Masihkah kita enggan menerimanya?

Bukan, bukan hanya sebatas berucap alhamdulillah namun perlu upaya untuk membuktikan bahwa diri sangat bersyukur pada Allah dengan segala kemudahan yang diberikan, tentunya dengan mengoptimalkan diri dengan segala fasilitas, kemudahan yang Allah beri di negara mayoritas muslim ini. Jadilah sebaik-baik hamba yang mensyukuri nikmat Iman dan Islam dengan ta’at pada aturanNya. Yakinkan pada Allah bahwa diri mampu mensyukuri nikmat utama ini sehingga “Jangan Ya Allah Engkau palingkan hati ini selain pada agamaMu”, karena akan sangat fatal jika Allah cabut nikmat Iman Islam ini, nauzubillah…

“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik” Artinya “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top