Cerita HikmahNisa

Hasil Puasa Instagram Selama Seminggu, Puasa Minggu Ke-1 Kelas Kepompong

Assalamualaikum,

Seperti yang diutarakan Bu Septi, bahwa berpuasa akan meningkatkan kualitas diri kita. Puasa dari hal-hal yang nyatanya menghambat diri kita untuk optimal, puasa dari hal-hal yang memang nyatanya tidak membuat kita produktif karena terlena. Sebelum Bu Septi memaparkan tentang ‘puasa’ aku sudah memulainya tepat sehari sebelumnya, yap! aku puasa media sosial terutama instagram. Why and How? sudah aku tulis juga disini.

Sehingga aku putuskan untuk membulatkan dengan tantangan puasa minggu pertama ini dengan ‘Puasa Instagram’. Lalu bagaimana? Awalnya sungguh berat, secara hampir setiap 10 menita ku mengecek instagram yang nyatanya gak ada yang urgent sama sekali disana, lalu kenapa aku selalu ngecek? stalking?. Yap! tepatnya karena sudah kebiasaan, aku katakan ini kebiasaan buruk karena tidak banyak hal produktif yang bisa aku hasilkan dengan bermain IG berjam-jam.

  1. Hari pertama masih otomatis liat handpone dan cari ikon IG, kadang refleks ke klik gitu tapi langsung aku keluar lagi.
  2. Hari kedua aku sudah putuskan untuk uninstal saja, ngerasa berat banget tapi aku self talk lagi “lha kenapa harus ngerasa berat gini? ini bukan nyawa kok, tidak ada yang penting di IG ini, kenapa masih maju mundur buat uninstal? bukankah sudah komitmen untuk puasa IG?”. Hari kedua sebuah pencapaian luar biasa buatku karena bisa uninstal IG.
  3. Hari ketiga aku sekali ngebuka IG buat liat IG-ku lewat HP suami dan dari akun suami juga, setelah itu sudah tidak ada apa-apa kok, langsung close lagi.
  4. Hari keempat sampai hari keenam aku tidak buka-buka IG lagi sama sekali, alhamdulillah.
  5. Hari ketujuh, aku lihat postingan Bu Septi yang bekata “Selamat Buka Puasa”. aku batu ‘ngeh’ kalau hari ini adalah hari buka puasa tapi kok maju mundur ya untuk buka IG. Sepertinya aku sudah merasa nyaman tanpa IG, akhirnya aku buka IG dari PC di hari ketujuh malam untuk posting anniversari ke-4 tahun pernikahan-ku dan Bilal, setelahnya langsung close.

Sampai saat ini, aku belum instal lagi aplikasi instagram di handpone, aku merasa nyaman seperti ini. Jika memang aku butuh update, aku bisa update lewat PC lalu sudah. Selama puasa IG apa yang aku lakukan?. Hasilnya wow, aku banyak melakukan kegiatan produktif di dunia nyata dan ini sangat membahagiakan.

Salah satu hasil DIY bikin FlashCard dikala Nada tidur, hehe
  • Aku menamatkan 1 buku dalam seminggu
  • Jiwa dan ragaku ada menemani Nada bermain tanpa harus foto/video-in lalu update, hehe.
  • Kembali mengerjakan kegemaran DIY
  • Lebih banyak menulis dan update blog
  • Komunikasi secara personal dan lebih dalam dengan sahabat-sahabat lewat chat langsung, bukan medsos.
  • Grup Whatsapp terbaca satu per satu, tidak lagi ter-skip

Alhamdulillah, aku sangat bersyukur dan merasa lebih nyaman seperti ini, entah kapan aku kembali instal instagram, mungkin jika aku sudah menganggap instagram sangat penting/urgent dan atau aku sudah bisa mengontrol diri untuk tidak berlebihan, sudah dapat memperbaiki manajemen gawai dengan proporsional.

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top