Cerita HikmahNisa

Isu Sosial yang Terjadi Setelah Virus Corona Masuk ke Indonesia

Assalamualaikum,

Dua hari lalu sempat melihat berita berseliweran di media sosial tentang 2 orang teridentifikasi virus korona di Depok, Jawa Barat. Lalu diyakinkan dengan kakak ipar yang mengirim berita lengkap melalui whatsapp grup keluarga. Cukup membuat khawatir kala itu karena kakak ipar juga mertua tinggal di dekat kota Depok. Tidak lama dari itu informasi menyebar cepat tentang hal ini, banyak orang menyebarkan informasi terkait virus berbahaya ini yang sudah masuk ke Indonesia. Banyak juga informasi tentang penanganan dan cara masyarakat dalam mengantisipasi terkena virus ini.

Namun diluar itu semua ada beberapa hal yang ingin aku bahas dalam tulisan ini terlebih pada isu sosial yang terjadi setelah muncul virus mematikan ini, dan intinya kita harus menekan egois dan melatih rasa empati pada situasi seperti ini. Oia, sebenarnya sudah banyak sekali informasi tentang pencegahan virus korona ini, namun jika ada yang masih butuh bisa download informasi virus ini lengkap dengan cara penanggulangannya disini ya.

Berikut isu sosial yang sedang marak plus pandanganku tentang hal ini :

  • Berbelanja Banyak Bahan Makanan yang Katanya untuk Stok

Isu pertama adalah banyak orang berlomba-lomba berbelanja ‘banyak’ lebih dari biasanya, ini dikarenakan rasa kekhawatiran yang terjadi ketika bahan pokok habis dirumah dan harus kembali keluar, sedangkan virus ini menyebar dari udara dan banyak kontak dengan orang lain. Banyak orang memutuskan untuk tidak banyak keluar rumah sehingga merasa perlu men’stok’ makanan lebih agar tidak kekurangan.

Ya, bersyukurnya jika kita diberikan rezeki sehingga bisa men’stok’ makanan lebih, namun banyak diluar sana yang pemasukannya hanya cukup untuk makan sehari saja, bahkan terkadang untuk makan di hari esok saja belum tahu dari mana. Lalu jika semua yang mampu ini mengambil banyak sehingga stok gudang menipis lalu bagaimana dengan yang belum kebagian ini? jika barang pokok menipis bertambah naiklah harga-harga bagi mereka yang belum kebagian. Marilah bijak berbelanja, stok bahan makanan sewajarnya jangan sampai hanya karena kekhawatiran virus ini kita bersikap egois berujung menimbun terlalu banyak sehingga ujung-ujungnya-pun tidak terpakai dan menjadi sampah.

  • Kelangkaan dan Harga Masker Sudah tidak Masuk Diakal

Sempat cari-cari masker di apotek daerah dekat rumah dan anehnya semua kosong, coba cari masker di aplikasi belanja online dan Masya Allah harganya bisa mencapai 800-900 ribu perpack-nya. Luar biasa sih ini, entah kelangkaan ini karena apa dan harga yang melangit ini juga mengapa disaat semua orang butuh. Sampai beberapa kali lihat berita orang berbondong-bondong beli masker banyak sekali sampai berpack-pack.

Apakah karena ini juga kelangkaan terjadi? karena terlalu serakahkah orang-orang ini. Mungkin banyak juga oknum yang hanya memikirkan keuntungannya sendiri, menimbun barang menunggu orang-orang sangat butuh sehingga mau membeli dengan harga berapapun. Lalu kita-pun ikut menjadi serakah dengan membeli banyak sekali diluar batas kebutuhan diri. Ini sih sudah dzolim baik dengan diri sendiri maupun orang lain.


Miris rasanya, disaat-saat kita perlu empati namun ternyata banyak orang memilih egois. Sebenarnya menurutku kita tidak perlu terlalu lebay dalam menyikapi suatu hal, dalam kasus ini virus corona. Lalukan saja apa yang seharusnya kita lalukan, seperti ; berusaha untuk menjaga kesehatan agar sistem imun baik, berusaha menjaga diri dan lingkungan rumah agar selalu bersih, makan dan minum secukupnya, beristirahat yang cukup. Dan selalu berdoa untuk kesehatan dan perlindungan diri kita juga keluarga pada Allah.

 

 

Jangan terlewat juga amalan-amalan wajib juga sunnah agar Allah selalu melindungi kita dari berbagai penyakit, musibah dan gangguan buruk lainnya. Khawatir boleh untuk kita dapat berusaha mengantisipasi dari hal buruk tersebut namun janganlah terlalu panik sehingga perilaku kita agaknya bisa merugikan diri kita dan orang lain sekitar kita. Stop egois! mari berempati dan selalu mohon perlindungan pada Allah, karena Allah-lah sebaik-baik pelindung.

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top