Cerita HikmahNisa

Memiliki/Menambah Anak Perlu Kesiapan, Why?

Assalamualaikum,

Dari usia Nada 2 tahun sudah beberapa orang bertanya kapan nambah anak lagi. sekarang usia Nada sudah 3 tahun semakin banyak ternyata yang bertanya hal serupa, seperti ; “Nada sudah besar ya, sudah pintar, jadi kapan?…. punya adek”. Jadi disini akan coba menjawab pertanyaan tersebut yang sebenarnya jawabannya panjang, sehingga terkadang saat ditanya aku hanya tersenyum dan berkata “Insya Allah, diwaktu yang siap”. Karena buatku memiliki atau menambah anak adalah hal yang perlu dipersiapkan. Jadi dengan adanya tulisan ini ketika ada yang bertanya kemudian tinggal aku kasih link tulisan ini. wkwk.

Buatku memiliki anak adalah sebuah keputusan, dimana pemilihan keputusan pasti dibarengi dengan kesiapan dalam memilih, Yap! sebelum memutuskan mari mempersiapkan. Pernah juga di IGStory @hikmah_nisa membahas tentang KB, mengapa memilih menggunakan KB dan apa alat kontrasepsi yang aku pilih plus alasan mengapa memilih menggunakan jenis KB tersebut. Jadi utamanya memang pada alasan KESIAPAN, karena aku sangat meyakini bahwa kesiapan terutama mental ibu sungguh sangat berpengaruh pada calon anak kelak. Ya bisa membayangkan kita jaman sekolah kalau mau ujian misalnya, pelajar yang mempersiapkan segala sesuatunya sebelum ujian tentu lebih siap dibandingkan dengan pelajar yang kurang persiapan.

Jadi aku merasa perlu siap ketika ingin menambah anak, salah satunya tentu dengan merencanakan, pemerintah juga membantu masyarakatnya dalam program Keluarga Berencana (KB). Oia, ditambah pengalamanku sebelumnya mengalami baby blues dan saat itu dirasa cukup berat adaptasi menjadi seorang ibu baru, sehingga ada hal-hal harus aku perbaiki untuk lebih optimal dalam mendampingi anak. Tidak hanya aku, namun Bilal dan Nada-pun harus siap dalam datangnya anggota baru dalam keluarga kami. Betul, ini keputusan bersama karena kami akan bekerja tim dalam kebahagiaan dan menjemput keberkahan Allah dalam keluarga kami.

Memang seberapa penting sih kesiapan ini?

Buatku sangat penting karena menyangkut ‘nyawa tak berdosa’, anak terlahir polos, bersih, suci ya kita-kita inilah sebagai orang tua dan orang dewasa yang pertama menggambar dan mewarnai kertas polos ini. Akan digambar dan diwarnai seperti apa dan bagaimana? ini sangat berkaitan dengan kesiapan tadi. Salah satu dokter sharing di media sosialnya yang intinya tak sedikit orang tua yang memiliki anak tanpa kesiapan, utamanya memang kesiapan mental dan pengetahuan dalam memberikan segala sesuatu terhadap anak/calon anak yang masih dalam kandungan.

Beberapa ibu tidak mau atau malas minum suplemen zat besi, asam folat, dsb. Merasa bahwa masih ingin menjadi ‘anak muda’ dan sebenarnya tidak mau hamil dulu, jadi yah begini malas ini, malas itu, padahal ini sangat penting bagi pertumbuhan bayi tak berdosa dalam kandungannya tersebut. Hamilnya aja begini, bagaimana nanti kalau anaknya sudah lahir?. Lalu ketika anaknya stunting, malnutrisi, malas belajar, dsb. yang marah ibu ke anaknya (again), lha? salah siapa sebenarnya?.

Jadi jika memang belum siap memiliki anak ya usahakan jangan dulu, banyak sekali pilihan ikhtiar yang bisa diupayakan, salah satunya menggunakan jenis KB, memilih KB hormonal/norhormonal atau KB alami seperti KB kalender, dsb. Diskusikan bersama suami, disesuaikan saja dengan kondisi keluarga masing-masing.

Persiapan aku, Bilal dan Nada dominannya memang lebih ke mental yang harus dibentuk sebelum memutuskan memiliki anak lagi. Aku dan Bilal tidak seideal seperti harus punya dana pendidikan dulu baru hamil lagi, harus punya rumah atau kendaraan dulu, dsb. karena kami meyakini bahwa rezeki sudah Allah jamin dan atur sedemikian rupa, sehingga kami cukup berikhitiar yang toyyib dan tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.

Ada beberapa teman juga bertanya “Jika belum siap tapi ternyata sudah dikasih gimana?”. 

Ini perlu ditelusuri dulu, apakah memang kita sudah berikhtiar untuk KB atau belum?. Jangan sampai belum berikhtiar tapi menyalahkan takdir. Ini perlu dibedakan takdir dengan pilihan. Aku pribadi tidak akan lepas KB dulu sebelum siap, artinya ketika sudah lepas KB menandakan aku sudah siap untuk hamil lagi, ini pilihan. Jika memang diperjalanannya masih KB namun tetap kebobolan, ini takdir karena sudah diluar batas kemampuan kita sehingga perlu yakin bahwa ini merupakan takdir terbaik yang sudah Allah tetapkan, perlu percaya bahwa memang ini waktu yang tepat menurut Allah dan Allah percaya kita mampu.

Ada beberapa teman yang merencanakan menunda karena ingin pacaran dulu setelah menikah, ada juga teman yang menunda untuk menyelesaikan study dulu, ada juga teman yang berencana tidak menunda karena memang ingin memiliki anak banyak, sah-sah saja.. semua boleh, karena kita yang paling tau kondisi diri kita dan keluarga kita masing-masing dan yakinkan diri bahwa itu merupakan pilihan terbaik yang diambil. Dengan merencanakan tentu kita akan lebih siap, meminimalisir hal buruk dan mengupayakan hal baik untuk anugerah dari Allah yang berharga ini. Dengan begitu kita lebih bisa mempertanggungjawabkan kualitas anak-anak kita kelak pada pemiliknya, Allah SWT. aamiin yra.

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

2 thoughts on “Memiliki/Menambah Anak Perlu Kesiapan, Why?

  1. dulu aku hanay ingin punya anak satu, tp lihat kok gak ada temennya makanay nambah satu lagi, jaraknya 4 tahun shg bisa mempersiapkan semuanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top