Cerita HikmahNisa

Puasa Media Sosial, See You Instagram!

Assalamualaikum,

Judulnya berasa gimana gitu ya berpisah sementara dengan instagram. Hasil evaluasi beberapa bulan ini sepertinya aku harus ambil ‘jeda’ terlebih dulu dengan yang namanya media sosial, terutama memang instagram karena satu-satunya media sosial yang aku merasa ‘aktif sekali’ didalammya. Bisa berjam-jam main instagram, mau itu edit fotonya, bikin tulisan untuk captionnya, edit video story-nya, lalu belum lagi scrolling-nya. Itu butuh waktu lamaaaa sekali, dan jujur membuat aku terlena #tsah.

Puasa media sosial? Ya, bisa dikatakan seperti itu. Why? karena aku merasa manajemen waktuku kalangkabut karena manajemen gawaiku yang memang kurang baik. Ya, aku sudah memilih untuk menjadi freelance blogger yang dimana jika ada kerjasama dengan client selalu mengkaitkannya dengan media sosial. Sehingga membuat aku memikirkan sedemikian rupa untuk membuat media sosialku cantik, folowerku bertambah, like postinganku banyak, dsb. Ya, memang tidak ada masalah dengan itu jika saja aku dapat mengontrol penggunaannya secara proporsional.ย Sayangnya tidak, aku belum mampu dan harus belajar khusus tentang manajemen gawai. Aku banyak terlena terlebih dengan isntagram, padahal banyak sekali pekerjaan online yang jauh lebih penting seperti membaca materi kuliah online yang sering sekali terlewat, akhirnya menumpuk dan tidak aku baca sama sekali. Huh.

Setelah merenung dan mengevaluasi semuanya, aku mengambil keputusan untuk memberi ‘jeda’ pada media sosialku. Puasa media sosial dulu untuk sementara ini, sampai aku dapat menemukan kebahagiaan nyata tanpa media sosial, tanpa foto yang diedit sempurna, tanpa caption yang dipikir panjang, tanpa memikirkan like postingan. Aku merasa perlu mengetahui mana kebahagiaan semu dan kebahagiaan yang nyata. Well, sudah banyak yang membicarakan penyakit mental karena media sosial yang ternyata juga membuat kecanduan. Berbeda dengan kecanduan rokok, alkohol atau narkoba yang gampang terdeteksi dan langsung bisa dibantu untuk penyembuhan. Banyaknya orang yang kecanduan media sosial ini tidak menyadari bahwa ia kecanduan, tidak mudah mengidentifikasi karena memang pikirnya bahwa memang bermain handpone, gadget, media sosial adalah hal yang lumrah karena kemajuan teknologi jaman ini.

Hasil baca-baca, nonton orang-orang yang sudah mencoba ‘puasa media sosial’ dan aku merasa saat ini aku sedang membutuhkan itu. Terutama untuk melihat, meyakinkan dan membuktikan bahwa aku akan lebih bahagia tanpa media sosial, aku tetap hidup tanpa gadget, kehidupan yang aku jalani ini ‘nyata’ bukan ‘maya’. Ini juga sekaligus membantu aku praktek mengatur waktu dan prioritas dalam gadget hanya untuk hal-hal yang penting saja.

Aku sudah memikirkan ini beberapa hari kebelakang dan belum memulai karena masih ada tanggungjawab berkaitan dengan kerjasama yang melibatkan media sosial. Alhamdulillah kini sudah selesai semua, sehingga mulai besok aku sudah bisa puasa media sosial terutama instagram. Dalam tulisan ini, aku akan menulis beberapa rencana atau komitmen yang akan aku buat selama puasa media sosial ini berlangsung/

Tujuan Puasa Media Sosial :

  • Membenahi manajemen waktu dan prioritas dalam gadget
  • Berbahagia secara ‘nyata’ bukan ‘maya’. Maksudnya, terkadang aku hanya terpaku pada kebahagiaan maya sererti banyaknya like dan komen di postinganku, aku berhasil mengedit foto/video yang sempurna menurutku, dsb. Padahal aku yakin ada kebahagiaan lain yang lebih bermakna dibandingkan ini.
  • Ingin lebih banyak melakukan kegiatan menyenangkan/hobi di dunia nyata. Seperti ; membaca buku, berolahraga, menulis, dsb.

Rencana yang Akan Dilakukan :

  • Off Instagram dan twitter secara full
  • Facebook : hanya menshare link tulisan blog terbaru di facebook grup komunitas-komunitas blogger dan mengakses materi/diskusi Bunda Cekatan Ibu Profesional, selain itu tidak ada aktifitas lain.
  • Whatsapp : aktif untuk komunikasi personal, diskusi di grup keluarga, grup Bunda Cekatan dan atau kulwap lainnya.
  • Menjadwalkan akses gadgdet, hanya di siang hari selama 1 jam, ketika pekerjaan domestik selesai dan di malam hari 1 jam, ketika anak sudah tidur.
  • Membuat jadwal rutin menulis baik di blog maupun free writing dalam word berupa diary harian.
  • Fokus untuk pengembangan diri dan keluarga.

Aku merasa waktunya juga pas, sebentar lagi ramadhan sehinga aku bisa fokus mempersiapkan rencana ramadhan serta membuat pola kebiasaan-kebiasaan baik keluarga kecilku dalam mempersiapkan ramadhan. Hasil akhirnya, aku berharap bisa lebih berbahagia dan mengontrol emosi dalam bermedia sosial, tidak lagi mencampurkan perasaan senang/sedih pada dunia maya dan kembali meluruskan niat untuk apa dan mengapa aku harus bermedia sosial. Semoga Allah memudahkan semuanya, aamiin yra.

 

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

6 thoughts on “Puasa Media Sosial, See You Instagram!

  1. Scrolling is the new smoking.

    Mungkin seperti itu analogi media sosial dalam kehidupan kita (eh saya). Segitu ngebetnya dapet banyak like, comment apalagi share, sampai-sampai lupa kalau saya juga punya kehidupan lain di luar media sosial, keluarga dan pekerjaan.

    Tampaknya memang sulit untuk lepas dari media sosial, apalagi jika kita memilih media sosial sebagai jalan rezeki. Mau nggak mau, suka nggak suka, pasti resources kita akan tersedot ke sana. Mulai waktu, tenaga, pikiran, dll.

    Kebetulan saya nggak termasuk yang memilih media sosial sebagai jalur rezeki (finansial) jadi saya nggak punya advise manajemen waktu yang baik. Tapi yang saya tahu, kita perlu tahu dan dengan sengaja menentukan skala prioritas kita, dan yang terpenting komitmen.

    Semoga segera dipertemukan dengan solusi terbaik ya mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top