Cerita HikmahNisa

Jurnal Puasa Minggu Ke-3 Kelas Kepompong Bunda Cekatan

Assalamualaikum,

Alhamdulillah sudah selesai melewati puasa minggu ke-3 dan akan masuk ke puasa minggu terakhir. Rasanya tidak terasa, namun nyatanya cukup berat dilaksanakan, buktinya masih banyak badge merah yang menempel di jurnal ke-3 ini, huh!. Tapi setidaknya aku belajar berproses, membandingkan bagaimana rasanya menilai diri sendiri dan menghargai prosesnnya.

Puasa tidak mandi siang, merupakan target puasa di minggu ke-3ku. Semenjak menjadi ibu rumah tangga, hampir setiap hari aku melakukan aktivitas mandi di akhir pekerjaan domestik di pagi hari, dan rata-rata selesainya selalu siang, otomatis mandipun di siang hari. Aku jadi ingat dongeng Bu Septi jikalau beliau dulu melakukan tantangan dengan berpakaian profesional walau didalam rumah. Membuat ‘profesional’ menjalankan tugasnya sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik dengan mensetting penampilan selayaknya pekerja profesional, meinggalkan baju ternyaman (daster) bagi seorang ibu rumah tangga.

Aku merasa, akupun harus mencobanya, setidaknya menghargai diri dan profesi yang sudah diambil menjadi ibu rumah tangga dengan mandi di pagi hari. Sebelum memulai berbagai pekerjaan ibu rumah tangga, sebaiknya aku mempersiapkan diri sedari pagi dengan ‘mandi’ salah satu bukti aku siap memulai hari dengan lebih segar dan salah satu upaya menghargai diri dengan profesi yang sudah dipilih.

Targetku di puasa minggu ke-3 ini adalah ‘Mandi Sebelum Jam 9 Pagi’. Setelah dicoba, tidak begitu mudah, jelas tidak mudah merubah kebiasaan ini. Ditambah memang ke hectic-an di pagi hari yang sering terjadi membuat diri sering mengesampingkan ‘mandi’ dan memprioritaskan pekerjaan lain. Awal-awal puasa jelas masih semangat, alhamdulillah memang terasa berbeda rasanya, lebih bersemangat menjalani hari, merasa lebih profesional menjalani peran.

Namun hari ke-4 sampai ke-6 aku gagal, kembali mandi siang alias lebih dari jam 9 pagi. Alasannya? karena kesiangan dan pagi itu sangat hectic aku harus masak, menyiapkan bekal suami dan pekerjaan domestik lainnya. Alhamdulillahnya di hari terakhir aku mencoba memperbaiki semua dan bisa. Bismillah walaupun sudah berbuka, aku tetap menjalankan puasa ini untuk kedepannya. Sudah merasajab perbedaan yang nyata sangat positif, tentu aku tidak akan menyia-nyiakan ini untuk perbaikan diri. Insya Allah

Bismillah menuju tantangan minggu ke-4 sekaligus minggu terakhir, semoga Allah memudahkan selalu untuk diri dalam memperbaiki diri terus dan terus. aamiin  yra.

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top