Cerita HikmahNisa

Menenangkan Diri dengan Berbagi Ditengah Kekhawatiran Masa Karantina

Assalamualaikum,

Malam tadi, badan terasa kurang nyaman  menyebabkan diri sulit tidur. Aku melihat jam, pukul 22.00, sambil membalurkan minyak penghangat ke badan aku membuka salah satu grup diskusi online. Membaca dan meresapi cerita dari para ibu tentang kekhawatiran karena pandemik covid-19 ini. Dalam hati berkumam “Ternyata aku tidak sendiri dengan perasaan resah, khawatir, takut dengan kondisi sekarang ini”. Sedikit banyaknya kondisi ini mempengaruhi mental hampir semua orang.

Ditambah beberapa waktu lalu Nada sakit demam, batuk dan pilek, parnonya Masya Allah. Tapi alhamdulillah batuk pilek biasa dan Nada berlangsung pulih. Tidak lama Nada sembuh, Bilal yang sakit sampai hampir dirawat karena gejala tipus. Jangan ditanya bagaimana rasanya, Ya Allah takutnya.. segala asumsi berlarian bebas sulit di dalam pikiran karena keadaan ini. Melihat berbagai berita secara online yang ‘mengerikan’ itu, membuat diri semakin resah, sedih, takut bahkan marah. Hei! ternyata hal-hal ini malah semakin memperburuk kondisi mental diri.

“Suamiku cancel semua proyek, entah bisa pulang atau tidak lebaran ini, sedangkan anak-anak sudah menanyakan ayahnya ini, kangen sekali katanya. Cicilan terus berjalan tentu menuntut dibayar, uang belanja semakin menipis. Alhamdulillahnya aku jadi rajin puasa, bisa menghemat beras sampai bulan ini.” 

“Hampir setiap suami akan bekerja aku mencari pojokan dan menangis segukan, takut sekali rasanya melepas suami pergi jadi garda terdepan penanganan covid-19 ini”.

Langsung meringis hati, sadar diluar sana banyak yang jauh lebih besar terdampak karena keadaan ini.

Rasa khawatir sebenarnya perlu kita miliki dalam berupaya menjadi diri lebih baik. Seperti sekarang, khawatir karena covid-19 kita jadi semakin aware tentang kebersihan diri dan pola hidup sehat. Namun tetaplah yang berlebihan itu tidak baik termasuk rasa khawatir yang besar dan berlebihan. Sehingga mari menarik nafas panjang secara perlahan, tahan nafas sebentar lalu buang nafas perlahan dari mulut. Tenang, tenang…

Sadari bahwa kondisi seperti ini akan berlangsung tidak sebentar, lalu apa? apa yang bisa aku lalukan sekarang?. Ya! berdoa selalu agar kondisi ini segera berakhir, namun jika tidak ada usaha, bagaimanalah Allah akan merubah takdirNya?.

Salah satu yang aku upayakan adalah hempaskan semua berita-berita covid-19 yang bikin stress sendiri, sama sekali tidak cari-cari berita apalagi di media sosial, ditambah memang kemarin sedang puasa medsos, jadi alhamdulillah sangat mengurangi ‘sesak pikiran dan panas hati’ dan kembali mencari sisi positif dari semua ini.

Salah satu poin diskusi yang aku garis bawahi adalah, apa yang membuat hati tenang ditengah kekhawatiran ini? jawabannya ialah ‘Berbagi’. Menangguk dalam hati, benar! rasanya hati tentram setelah berbagi. Betul, berbagi bukan hanya soal materi, termasuk hal-hal simple seperti :

  • Order lewat Abang ojek online

Aku termasuk yang jarang sekaliiiii (saking jarangnya) beli makan via online lewat abang ojek. Tapi sekarang beberapa kali beli lewat aplikasi online, kalau ada rezeki bisa ditambah buat tambah-tambah abang ojek beli bensin.

  • Belanja Sayur Ke Tukang Sayur Keliling yang Lewat

Biasanya aku memilih ke pasar karena lebih kumplit dan bisa stok untuk beberapa hari. Tapi sekarang lebih memilih beli ke mba sayur keliling, bisa sangat membantu dengan tidak pake nawar-nawar kalau belanja.

  • Berbagi Makanan/Cemilan Ke Tetangga

Hampir semua ibu-ibu sepakat situasi dengan suami WFH, anak-anak SFH membuat dapur ngebul, alias masak mulu, hehe. Gak berhenti bikin makanan/cemilan. Nah bisa tuh makanan/cemilannya juga bagi ke tetangga.


Well, itu contoh saja bahwa banyak hal-hal sangat sederhana untuk bisa menenangkan hati dengan berbagi ditengah wabah seperti ini. Termasuk membantu para ibu menemukan buku-buku kece untuk menemani anak-anak berkegiatan dari rumah secara berfaedah #eaangiklan 😂.

 

 

 

 

 

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top