Story HikmahNisa

SEPENGGAL KISAH MENGHADAPI MAM WAR

Saya kembali menarik nafas panjang, menghapus air mata yang kembali mengalir. Merasa hidup saya sekarang direbut oleh bayi mungil ini. Perasaan bahagia, sedih dan tertekan, kini menjadi satu.

Sejak kuliah dulu saya aktif berkegiatan, beberapa organisasi dipegang, menjadi asisten dosen juga dijalani. Sebutlah saya tipe mahasiswi teladan, tugas harus tepat pada waktunya dan harus sebagus yang saya bisa. Ketika lulus, harus segara mendapat pekerjaan, tidak bisa berlama-lama dirumah dengan membuang waktu tak jelas. Saya sangat menjungung tinggi aturan juga norma dalam kehidupan.

Read more

OBAT OH OBAT

Assalamualaikum, kali ini saya ingin berbagi pengalaman dan tips agar anak mau minum obat tanpa dipaksa. Dulu saya sangat khawatir sekali apakah Nada akan seterusnya sulit minum obat sampai besar? Atau bahkan trauma minum obat?. Kekhawatiran saya ini berasalan, karena setiap Nada minum obat susahnya luar biasa, sudah mencoba berbagai macam cara, namun gagal, ujung-ujungnya saya kembali memaksa. Nada mengamuk meronta-ronta saya dekap dengan kuat, sampai ia tak mampu menolak, memasukan obat secara paksa ke mulutnya. Nada termasuk anak yang memiliki tenaga yang cukup kuat untuk seusianya menurut saya, sampai terkadang saya kewalahan memegangi Nada sendiri, jika tidak mampu saya minta tolong suami. Bahkan pernah suatu ketika Nada sakit bapil dan dokter menyarankan untuk Nebu, suami dan saya kewalahan memegangi Nada ketika Nebu. Sepanjang Nebu ia menangis meronta-ronta, berapa kali alat nebu lepas, saya dan suami sampai kewalahan memegangi Nada ketika itu. Huh πŸ˜₯

Read more

Anak Berlatih Memilih

“Qatrunada makan yuk, ibu hari ini masak sayur bayem, tempe goreng dan ayam goreng. Nada mau makan sama apa?”, sambil saya gendong dan menunjuk menu makanan yang tersedia kepadanya.

“Mekan (maksudnya makan), yam (maksudnya ayam)” , terkadang jawabannya hanya menunjuk menu makanannya, karena Nada masih belum lancar berbicara.

“Oh, mau makan sama ayam nak?” , ia tersenyum terkadang tepuk tangan tanda bahwa setuju dengan menu makanan yang dipilihnya.

“Nada mau makan pakai tangan atau sendok?”, sambil saya tujukan tangan dan sendok kepadanya.

Ia diam tak menjawab ataupun menunjuk, mungkin ia bingung atau belum paham maksud ‘pakai tangan dan sendok itu apa’, kalau seperti ini tugas saya mengarahkannya.

“karena Nada makannya sama ayam goreng, jadi pakai tangan saja ya, biar lebih mudah makannya”

Lagi-lagi responnya tepuk tangan dengan senyuman tanda ia setuju dengan pilihan yang saya ajukan dengan penjelasannya. Jika ia memilih makan dengan sayur tentu saya tidak akan memberikan ia pilihan, akan langsung saya sediakan sendok untuknya.

“Nada mau ibu suapin atau makan sendiri?”

“Diyi (maksudnya sendiri)”

“Iya sok atuh, Nada makannya duduk, makan yang baik ya, yang habis”

Ia langsung makan dengan lahap dan hati senang, seringkali jika makan atas pilihannya sendiri makannya lebih lahap dan sering nambah, alhamdulillah.

Read more

Dukung Anak Memiliki Kecerdasan Menyeluruh (IQ, EQ dan SQ)

Kecerdasan seorang anak erat kaitannya dengan dukungan orang tua. Dukungan dalam arti orang tua bergerak aktif memfasilitasi, mendampingi, mendidik anak untuk memiliki dan meningkatkan kecerdasannya. Penting orang tua meningkatkan kecerdasan anak demi kebahagiaan hidup, hidup yang bermakna (Meaningful Life). Hidup yang bermakna adalah kebahagiaan dalam berbagi (pleasure in giving), lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman.

Putri kami, Qatrunada Hulwah Dawamah kini berusia 17 bulan, sudah menunjukan kecerdasan sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Kami sebagai orang tua terus belajar untuk membantu meningkatkan kecerdasan anak, agar kecerdasannya menyeluruh ke semua bagian. Karena kecerdasan dikategorikan menjadi 3 bagian, yaitu ;

1. Kecerdasan Intelegensi (Intellectual Quotient)

Anak cerdas itu memiliki kemampuan untuk menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berfikir, kemampuan bahasa, dll.

Qatrunada sudah bisa memilih buku sendiri, membuka-buka bukunya dan bercerita dengan bahasanya yang belum sempurna, meminta kami untuk membacakan buku untuknya. Anak cerdas itu cinta pada buku 😊. Ia sudah bisa menunjuk anggota badan, mengenal beberapa hewan, sayuran dan juga buah-buahan. Ia sudah mengerti bahasa perintah yang sederhana, seperti; “tolong ambilkan tisu” “tolong buang sampah ke tempatnya”, dsb. Anak cerdas itu cepat tangap.

2. Kecerdasan Emosi (Emotional Intellegence)

Anak cerdas itu memiliki kemampuan berempati, bersosialisasi, adaptasi dan memiliki attitude yang baik.

Qatrunada sudah bisa salam kepada orang yang lebih tua. Ia juga selalu mengetuk pintu ketika akan masuk rumah, mengucapkan salam ketika bertemu dengan keluarga/teman/tetangga, dadah dan kiss bye ketika berpisah. Anak cersas itu sopan dan santun.

3. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intellegence)

Anak cerdas itu memiliki kemampuan untuk mengenal Tuhan nya dan memahami posisinya sebagai hamba.

Qatrunada sering mengikuti gerakan shalat, walau belum sempurna, ia mengadahkan tangan ketika akan berdoa, bergumam dan menujuk-nunjuk isi dalam Al-Quran ketika sedang mengaji. Ketika ditanya “Binatang, ciptaan siapa?”, dan pertanyaan sejenisnya, ia akan menjawab “Awoh” maksudnya adalah Allah, ia belum mampu berbicara dengan jelas dan sempurna. Ketika sudah selesai makan dan minum selalu berkata “llaaahh”, maksudnya alhamdulillah. Anak cerdas itu yang ta’at kepada Allah dan RasulNya.

Tentunya ketiga bagian kecerdasan ini sangat penting dimiliki oleh anak, sehingga kecerdasannya menyeluruh, menyangkut IQ, EQ dan SQ. Untuk membentuk kecerdasan anak secara menyeluruh, tentunya orang tua harus memberikan effort lebih. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua dalam mendukung kecerdasan anak :

1. Memberikan Contoh/Tauladan yang Baik

Anak adalah seorang peniru ulung, apa yang ia lihat akan ia lakukan. Oleh karena itu, orang tua sebagai role model pertama dan utama untuk anak, sangat penting memberikan contoh/tauladan yang baik, dalam perilaku maupun perkataan. Bahkan banyak riset yang menunjukan bahwa anak akan lebih mudah mencontoh dibandingkan memahami perkataan orang dewasa.

2. Mengajak Anak Berbicara dan Bercerita

Sering mengajak anak berkomunikasi selayaknya kita mengobrol dengan teman. Coba untuk membuka diskusi dengan anak, berdiskusi hal yang simpel saja, seperti; akan menghabiskan liburan bersama dimana akhir pekan ini, ketika ibu bingung ingin memasak apa hari ini, bisa coba mintai pendapat anak. Sering bercerita tentang apa saja, bisa mendongengkan cerita di dalam buku, atau cerita tentang masa-masa ibu mengandung si kecil misalnya.
Dengan sering mengajak berbicara dan bercerita, akan meningkatkan kecerdasan anak baik dalam hal perkembangan bahasa dan otaknya. Selain itu, anak akan lebih percaya diri dan merasa berharga.

3. Mendampingi Anak dalam Bermain dan Belajar

Dampingi anak dalam proses bermain dan belajarnya, jiwa dan raga orang tua harus berada bersama anak ketika itu, dalam arti kita benar-benar bermain bersamanya, fisik, pikiran dan hati kita. Banyak orang tua yang fisiknya mendampingi namun tidak dengan pikiran dan hatinya, fisiknya ada disamping anak namun fokusnya pada smartphone. Bagaimanapun yang lebih berharga itu quality time (kualitas waktu bersama) dibandingkan quantity time (lamanya waktu bersama).

4. Memberikan Apresiasi dan Menanamkan Konsekuensi

Setiap kali anak melakukan hal baru dan itu baik, maka beri apresiasi. Apresiasi sangat sederhana, misalnya dengan mengacungkan jempol, bertepuk tangan atau mengatakan “anak ibu/ayah hebat”, itu sudah masuk ke dalam apresiasi, ini sangat bermakna untuk anak dan dapat menguatkan prilaku tersebut.

Ketika anak melakukan hal yang kurang/tidak baik, maka tanamkan konsekuensi. Misalnya; ketika ia lompat-lompat diatas kasur, dan kita ingatkan untuk turun karena khawatir terjatuh, namun ia mengabaikannya dan tetap melompat-lompat, ketika ia terjatuh maka itu konsekuensi yang ia harus terima dari pilihannya. Katakan bahwa ini adalah konsekuensi ia yang mengabaikan peringatan ibu/ayah. Ini juga membantu untuk memperlemah perilaku kurang/tidak baik.

Apresiasi dan konsekuensi ini berbeda dengan reward dan punishment. Saya pribadi lebih memilih menanamkan apresiasi dan konsekuensi.

5. Memberikan Nutrisi yang Baik dan Seimbang

Ini tak kalah penting, mencetak generasi dengan kecerdasan optimal dan menyeluruh pastinya harus dengan nutrisi yang cukup, baik dan seimbang. Beri anak makanan yang dapat membantu mengoptimalkan kecerdasannya, bantu anak untuk menyukai makanan-makanan sehat seperti sayuran, buah, daging, ikan dan perlu dibiasakan sejak dini.

Orang tua bisa memberikan Cerebrofort, multivitamin anak untuk membantu kecerdasan si kecil, kini Cerebrofort dalam berbagai kemasan yang tentunya disukai anak seperti Marine Gummy ini.

Mengisi Liburan di Rumah, Happy dan Mengedukasi.

20180710_123816-011888268992.jpeg

Sudah menjelang minggu akhir liburan sekolah, setelah libur lebih panjang dari liburan sekolah biasanya, mungkin karena bertepatan dengan libur hari Raya Idul Fitri juga, jadi hampir 1 bulan liburan seolah kali ini. Dimulai dari sebelum Idul Fitri sampai 2 minggu setelah Idul Fitri. Wah, libur panjang seperti ini senang atau sedih moms? πŸ™ˆ Hihihi. Sekarang sudah masuk minggu akhir libur ya, diminggu akhir ini adakah moms masih merencanakan keluar rumah untuk berlibur? Atau memilih stay dirumah saja?.

Eemm mungkin banyak yang akan memilih stay dirumah sekaligus mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah ya, namun tak sedikit juga yang masih memanfaatkan untuk berlibur diluar rumah. Mengisi Liburan di Rumah, Happy dan Mengedukasi.

Mengisi liburan dirumah, terkadang memang suka bingung ya, kegiatan apa yang akan dilakukan dirumah bersama anak-anak, dan yang pastinya ingin liburan mereka tetap seru juga bermanfaat walau hanya didalam rumah. Salah satunya memfasilitasi anak-anak dengan permainan edukatif.

Apa itu Permainan Edukatif?

Permainan edukasi adalah semua bentuk permainan yang dibuat, untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemain-pemain permainan tersebut. yang diberi muatan pendidikan. (Sumber : Kompasiana).

Jadi permainan edukasi adalah permainan yang tidak hanya dapat happy namun dapat mengembangkan otak dan keterampilan anak juga. Pentingnya memilih permianan untuk anak, kenapa? Karena otak dan kemampuan anak sedang berkembang pesat, sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik di masa-masa golden age ini.

Memilih Mainan untuk Anak

Pilihkan permainan yang anak juga ikut andil berperan didalamnya, jangan berikan anak permainan yang instan. Contohnya, ketika kita memberikan mainan kereta api yang sudah bisa berjalan dengan sendirinya menggunakan baterai dan anak hanya bisa bertepuk tangan melihatnya drngan happy, tidak ada yang bisa anak lakukan lagi. Berbeda ketika kita memberikan ia permainan lego, anak akan memainkannya dengan happy dan juga merangsang kreatifitasnya, pemecahan masalahnya, melatih motoriknya dll.

Permainan edukatif tidak harus beli ko, sekarang banyak sekali orang tua yang memfasilitasi anak dengan bermain sambil belajar dengan metode montesori, sudah banyak juga pelatihan dan buku-bukunya. Permainan-permainannya dibuat sesuai tugas perkembangan usia anak, dan dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang ada dirumah, jadi ga harus mahal.

Nah selain melatih anak mengembangkan otaknya, ini juga menuntut orang tua berfikir kreatif dan tentunya kesabaran yang ekstra yaa 😊. Kenapa? Karena tentunya kita sebagai orangtua perlu mengajarkan perlahan dan berulang bagaimana cara memainkannya.

Dengan permainan edukasi juga anak mengembangkan daya juang, belajar measakan kegagalan, mengembangkan daya kreatifitas, melatih keterampilan motorik kasar dan motorik halus, pemecahan masalah, kesabaran, dan masih banyak lagi.

Contoh Permainan Edukatif

Beberapa contoh permainan edukatif sepert; puzzel, lego, flash card, dan lain-lain. Belum lagi krasi permainan sendiri yang dibuat oleh orangtua dirumah yang tentunya akan lebih beraneka ragam dan lebih kreatif yaa 😊.

Nah, saya ada rekomendasi buku yang cocok untuk menciptakan permainan edukatif dirumah. Alhamdulillah ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi, terkadang lama untuk memunculkan ide, bisa tengok-tengok buku ini, eh jadi dapet inspirasi deh buat permainan apa hari esok.

Dibuku ini juga dibedakan permainan sesuai dengan rentan usia anak, dan dijelaskan apa saja manfaat dari permainan untuk anak.

Manfaat Lainnya

Selain manfaat-manfaat yang sudah dipaparkan diatas, manfaat yang paling penting menurut saya adalah permainan edukatif ini akan menambah bonding atau kedekatan anak dengan kita selaku orang tua. Sehigga meminimalisir penggunakan gadget baik untuk anak dan kita terutama sebagai orang tua, menambah quality time yang berharga setiap detiknya. Jadi yuk manfaatkan liburan anak yang hanya beberapa hari ini dengan membuat permainan edukatif bersama dirumah πŸ˜€.

Dalam tulisannya mba Astin Astanti yang berjudul Mengisi Liburan Anak Di Rumah juga membahas beberapa tips yang bisa dilakukan bersama anak dalam mengisi liburan dan tetap seru walau hanya dirumah, yuk tengok πŸ˜€.

Tulisan ini diikut sertakan dalam Post Trigger KEB kelompok Dian Sastro.

Bantu Ibu Bebenah Ala Maria Kondo — Konmari Method

Day 10 Game Level 7 – Semua Anak Adalah Bintang – BunSay IIP

Minggu, 27 Mei 2018

Semenjak join dinkomunitas IIP saya banyak sekali mendaparkan ilmu dan pengalaman luar biasa, alhamdulillah saya sangat bersyukur, semoga terus lebih baik dan istiqomah sampai tahap akhir nanti. Dari IIP juga saya mengenal metode bebenah konmari, awal saya membaca teorinya sudah sangat berbinar-binar, ngerasa ini metode cocok banget buat saya. Ingin sekali membeli bukunya, namun masih ada beberapa buku yang belum saya tuntaskan untuk dibaca, jadi jika beli sekarang akan mubazir.

Hanya bermodalkan materi diskusi di IIP saya mukai mengaplikasikannya, dan baru hanya pada kategori pakaian. Mulai menyortir yang sudah jarang sekali digunakan, mengucapkan salam perpisahan dan terimakasih sudah menemani pada baju-baju yang akan saya sumbangkan, karena saya yakin mereka akan lebih bermanfaat diluar sana.

Ketika sedang bebenah tak akan lepas dengan bocil, hihi. Apalagi Nada senang sekali ketika lemari baju dibuka, ia bebas bereksploasi comot sana, comot sini, bawa sana, bawa sini baju-baju nya πŸ˜‚πŸ˜‚. Ternyata ia mau membatu ibu bebenah, sayapun menjadikan ini kesempatan, saya berikan satu keranjang untuknya dan baju-baju kecil untuk disimpan dan dilipat di keranjang tersebut. Ia sangat anteng mengejakan itu, dan ketika saya telah selesai, ia kembali melihat lemari, ternyata banyak ruang kosong yang tersisa karena sortiran baju cukup banyak yang dikeluarkan, memunculkan ia ide untuk duduk di lemari πŸ˜‚, lalu ibu foto, wkwk 😁.

TIPS NGEMIL SEHAT

Untuk seorang ibu yang punya anak-anak usia sekolah, sering bingung dan khawatir dengan jajanan sekolah jaman sekarang yang kurang higienis dan belum terjamin kelayakan konsumsinya, karena ditakutkan ada bahan-bahan berbahaya di dalamnya. Walaupun saya belum memiliki anak usia sekolah, namun sudah terbayang bagaimana khawatirnya.

Sekarangpun Qatrunada 15 bulan sudah bisa memilih cemilan yang ia suka dan tidak suka, lalu bagaimana nanti jika ia sudah bisa dan mengerti jajan sendiri lalu memilih jajanan yang tidak sehat. Namun tak mungkin juga melarang ia sama sekali tak jajan diluar. Lalu bagaimana yaa menyiasatinya, simak tips berikut yuk :

1. Buatkan Bekal dari Rumah

Buatlah bekal makanan dari rumah untuk anak-anak, ini solusi untuk terjaminnya kebersihan dan kesehatan. Namun, tak sedikit anak menolak membawa bekal, ini bisa disiasati dengan menu yang bervariasi dan buat bekalnya menjadi menarik. Memang ini akan butuh effort lebih dari ibu, namun juga akan membuat ibu lebih tenang.

2. Berikan Pembiasaan untuk MakanΒ Makanan Rumah dan Tidak Jajan Sembarangan.

Ini merupakan proses panjang karena menyangkut pembiasaan. Berikan pembiasaan makan masakan rumah sejak kecil bahkan dari anak baru belajar makan, ini tentu akan meminimalisir dirinya untuk tidak sembarangan membeli jajanan luar. Sesekali ajaklah anak membeli makanan diluar, ajarkan jajan yang tidak sembarangan itu seperti apa. Sehingga ia tidak bosan dan tidak lapar mata ketika menemukan jajanan di sekoh kelak.

3. Beri Edukasi Tentang Jajanan Sehat dan Tidak Sehat

Setelah anak mulai mengerti, jelaskan secara perlahan tentang jajanan sehat itu yang seperti apa dan jajanan yang tidak sehat itu yang seperti apa. Jelaskan dengan bahasa sedernaha agar mudah dipahami anak.

Yang namanya cemilan ini emang ga bisa dipisahkan dalam kehidupan kita yaa, termasuk saya dan keluarga yang suka ngemil, Hihihi. Ngemil adalah sesuatu yang menyenangkan, apalagi ketika sambil nonton, sambil kumpul bersama keluarga atau teman, sambil baca buku 😍, bahkan ketika dalam perjalananpun harus sedia banyak nih cemilan. Bener apa betul? πŸ˜†.

Dalam dunia kesehatan, ngemil ini kaya rambu-rambu kuning di stopan jalan, tetap harus hati-hati, karena cemilan ini identik dengan rendah gizi dan makanan siap saji atau junkfood. Duh agak was-was, mana saya dan keluarga itu ga bisa terpisahkan sama yang namanya nyemil πŸ™Š.

Ee tapi nyemil ini bukan sesuatu yang sepenuhnya buruk loh. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) justru menyarankan pemberian camilan sehat untuk anak, sebanyak 2 kali sehari di sela waktu makan utama. Nah, ternyata nyemil juga baik loh ya asal kita bisa mengontrol dan memilih cemilan yang sehat.

Karena saya dan keluarga memang suka ngemil, jadi penting banget buat saya memilih cemilan yang sehat untuk keluarga, dan menerapkan cara ngemil sehat, apalagi saya adalah seorang ibu yang berperan penting dalam kesehatan keluarga.

Yuk simak tips ngemil sehat berikut :

1. Sediakan Cemilan yang Bergizi

Bisa memilih cemilan yang kaya nutrisi, mengandung karbohidrat, protein, lemak secara seimbang. Biasanya saya membuat cemilan sediri dirumah, lebih sehat dan hemat tentunya 😁.

2. Memilih Cemilan yang Aman

Penting banget buat kita mengecek apakah cemilan tersebut aman atau tidak untuk di konsumsi. Aman dari segi komposisinya dan proses pembuatannya, pastikan cemilan yang kita pilih sudah terdaftar BPOM. Bagi yang muslim, penting banget memastikan makanan tersebut halal untuk dikonsumsi, jadi pastikan cemilan yang kita pilih sudah tertera label Halal dari MUI.

3. Mengontrol Waktu dan Porsi Ngemil

Ini penting banget, karena tak sedikit yang lupa makan makanan utama karena sudah kenyang dengan ngemilnya ini, sesuatu yang berlebihan tetap tidak baik. Jadi pastikan porsi cemilan lebih kecil dibandingkan makanan utama dan tetapkan waktu untuk ngemil agar tidak menganggu waktu makan utama.

4. Biaskan Minum Air Putih Setelah Ngemil

Biasanya ketika ngemil lupa minum, atau biasanya minum dengan minuman berwarna atau bersoda. Minum air putih bukan hanya setelah makan makanan utama, setelah ngemilpun penting untuk melancarkan sistem kerja pencernaan. Sebagian besar tubuh kita terdiri dari cairan sehingga tak dipungkiri bahwa air putih ini penting untuk kesehatan tubuh kita.

5. Jangan Lupa Sikat Gigi Pagi dan Malam

Ini menjadi hal yang wajib bagi semua orang agar terjaga kebersihan gigi dan mulut. Apalagi bagi orang yang suka makanan manis apalagi anak-anak yaa, etapi saya dan keluarga juga suka loh makanan manis, hihihi. Para ibu yang memiliki anak-anak bisa diajarkan dan dibiasakan sejak dini yaa tentang sikat gigi pagi dan malam ini.

Tak dipungkiri kalau saya dan keluarga suka dengan cemilan yang manis. Tak ada yang salah dengan cemilan manis, asal melakukan ngemil sehat seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Berbicara cemilan manis, Salah satu cemilan manis yang saya dan keluarga adalah permen pindy susu. Permen pindy susu sangat cocok menemani waktu me time dan waktu berkumpul dengan keluarga. Cocok juga untuk semua usia, dari anak-anak, remaja, dewasa sampai nene kake juga loh karena permen pindy susu ini berstektur lembut dan mudah diemut. Permen Pindy Susu ini punya tiga varian rasa yaitu rasa susu, coklat dan stroberi.

Kandungannya berbahan dasar susu dan aman untuk dikonsumsi karena sudah bersertifikat halal dari MUI nomor 00110067461213 dan sudah terdaftar di BPOM ;
🍭 Chocolate and Milk Chewy Candy, BPOM RI MD 224510031005
🍭 Milk Chewy Candy, BPOM RI MD 224510033005
🍭 Strawberry and Milk Chewy Candy, BPOM RI MD 224510008005

Jadi permen pindy susu ini aman, layak edar dan layak konsumsi yaa. Nah yang mau tau informasi lebih lanjut dari Pindy Permen Susu bisa like dan follow media sosial nya yaa facebook Permen Pindy dan instagram @permenpindyid

Pilihan cemilan untuk keluarga dan yang pasti pindy permen susu aman dikonsumsi.

Balita Belajar Nabung 😊

Menstimulasi Matematika Logis pada Anak, Games Level BunSay Day 9.

20180408_192042-0199843414.jpeg

Jadi dirumah itu ada semajam tempat untuk menyimpan recehan, karena terkadang abis belanja dan kembalian recehnya selalu tergeletak dimana aja, ini kan bahaya buat si kecil yang masih masa oral. Akhirnya saya tempatin deh di wajan yang sudah ga terpakai, dinamain “Recehan Itu Berharga Loh” 😊😊.

Yup, terkadang receh itu ga dianggap apalagi cuma 100 atau 200 perak. Ettaapii kalau dikumpulin mah lumayan juga loh, gitu-gitu juga uang ya kan. Uang yang nominalnya besar pasti dari kumculan nominal-nominal kecil dulu dong, uang 100juta kalau kurang 100perak aja tetep namanya bukan 100juta kan? πŸ˜‚πŸ˜‚. Atas dasar kesadaraan ibu ayah Nada yang suka ngeremeh temehin receh dan mau berubah akhirnya dinamain “recehan itu berharga loh”.

Nah, Nada suka kepo banget sama tempat recehan ini, mungkin karena bunyunya yanh khas kalau di goyang-goyang gitu ya. Akhirnya ibu dan Nada bermain dengan recehan itu. Nada sudah bisa membuka tutupnya dengan menggunakan gigi πŸ˜‚, dan sudah pintat menghambur-hampurkan receh. Hempaskan, hempaskan πŸ˜…πŸ˜….

Nah, kita mulai deh belajar nabung memasukan lagi recehannya ke wajannya, hangan lupa sambil berhitung yaa. “Ayoo masukin, satu, dua, tiga… sepuluh”, ulang lagi dari satu. Saya baru mengenalka Nada angka 1-10 dulu. Walau Nada masukinya ga satu per satu tapi serawu πŸ˜„ tapi gapapa namanya juga belajar sambil bermian kan, yang penting happy dan anak mau berproses. Alhamdulillah 😘

#gameslevel10hari
#gameslevel6
#kuliahbunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Menutup Wajan atau Botol Minum Bisa Melatih Ketelitian dan Kesabaran Si Kecil Loh

Menstimulasi Matematika Logis pada Anak, Games Level BunSay Day 8.

Qatrunada lagi seneng banget nutup-nutup wajan, tempat minum dll. Nah kalau ga masuk-masuk tutupnya itu doi pasti kesel, jerit-jerit tapi tetep sambil mencoba nutup wajan/botolnya πŸ˜…πŸ˜….

Yaa, ini juga salah satu permainan yang melatih ketelitian dan kesabaran buat si kecil loh. Nah ternyata masuk ke math logis juga, kenapa? Karena si kecil perlu belajar mengukur dan menemukan pola untuk memasukan tutupnya biar pas di wajan/botol itu. ‘kalau nutupnya gini masuk ga ya?’, ‘ternyata posisinya harus gini biar masuk’ dsb.

Saya mengira-ngira mungkim begitu contoh percakapan dalam diri si kecil dalam proses menutup wajan/botolnya. Hihihi

Ternyata permainan sepele juga ada proses belajar buat si kecil loh ya, permainan yang kita angkap biasa ternyata bisa membuat otak si kecil berkembang. Siap-siap permainan apa lagi yaa yang bisa melatih math logis si balita? πŸ˜€πŸ˜€

#gameslevel10hari
#gameslevel6
#kuliahbunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Manfaat Permainan Jejak Kaki untuk Si Kecil

Menstimulasi Matematika Logis pada Anak, Games Level BunSay Day 7.

Kali ini ibu nya Nada lagi mau berkreasi tapi tetep yang simpel aja πŸ˜‚. Saya kembali buka buku “Rumah Main Anak 1”, eemm kira-kira apa yang cocok dimainkan dan peralatannya ready (ga usah beli lagi). Akhirnya memutuskan untuk membuat permainan ‘Jejak Kaki’.

Yes, peralatan untuk membuatnya sudah ada dirumah dan ga terlalu ribet juga. Akhirnga langsung eksekusi deh. Mulai demgan mencetak kaki Qatrunada, ini yang tersulit ternyata πŸ˜‚πŸ˜‚. Doi ga mau diem banget, alhasil jejak kaki seadanya, malah jadinya bukan lebih ke bentuk jejak kaki, lebih ke bentuk lonjong abstak kali yaa πŸ˜…πŸ˜…. Tapi tak apa lah yaa yang penting bermain sambil berlajarnya itu loh.

Oke, sudah di cetak dan gunting-gunting lanjut tempel-tempel di lantai. Yup beres, simpel banget kan. Naahh mulai deh ajarin Nada cara mainnya gimana. Awalnya tentu saya contohkan dulu, saya melangkah satu per satu menginjak jejak kaki yang sudah ditempel itu dan setiap melangkah menghitungnya, “satu, dua, tiga, empat …, dan masuk rumah deh”.

Qatrunada focua memperhatikan sambil sesekali tersenyum melihat tingkah dan ekspresi saya yang di lebay-lebayin biar menarik πŸ˜„. Selanjutnya saya tuntun Nafa untuk melangkah di jejak kaki nya, ga lupa juga sambil menghitungnya.

Lama-lama ia mau melakukannya sendiri, awalnya ia hati-hati agar menginjak pas dengan jejak kaki nya, tapi lama-lama ia mulai bosan alhasil hanya berjalan mengikuti alur jejak kakinya. Hhiii

Tak masalah, namanya belajar ya nak, yang penting happy 😘😘 alhamdulillah 😊.

Oia, ini beberapa manfaat permainan jejak kaki untuk si kecil ;

🌷Menstimulasi untuk mengenal bagian tubuh terutama kaki

🌷 Mengenalkan angka 1 sampai 10

🌷Mengenalkan berbagai warna

🌷Menguatkan otot kaki si kecil saat berjalan

🌷 Menstimulasi daya focus dan konsentrasi

#gameslevel10hari
#gameslevel6
#kuliahbunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Scroll To Top