Story HikmahNisa

​Review Buku “Catatan Cinta Pejuang ASI”

Assalamualaikum,

Buku ini termasuk buku baru, saya baru order PO buku ini sekitar 1bulan lalu. Sebelumnya saya mengikuti kurwap nya dulu.

Kenapa ikut kurwapnya? Karena saya merasa kurangnya ilmu mengenai perASIan ini. Seharusnya saya menggali informasi dan mempersiapkannya pada saat hamil muda. Tapi atas kelalaian saya sehingga ini menjadi terlewatkan. Alhasil saya memiliki problematika ASI di awal kelahiran putri saya. Alhamdulillah cepat teratasi dan saya tidak mau kecolongan lagi.

Hasil dari kurwap nya materi dan diskusi dengan konselor menyusui ini agaknya membuat saya berminat membeli buku ini. Yaa salah satu alasannya karena itu tadi. Walau proses menyusui saya sudah lancar, alhamdulillah. Tapi khawatir takut ada yang ‘terlewatkan’ dari proses menyusui ini. Dan juga saya perlu ilmu untuk menyapih anak kelak setelah 2tahun. Alasan itu saya akhirnya memutuskan membeli buku ini dengan PO selama kurang lebih 1minggu.

Judul buku : Catatan Cinta Pejuang ASI

Penulis : Shalihah Motherhood

Penerbit : Ihsan Media

Terdiri dari 248 halaman

-17 kisah inspiratif menyusui, Pedoman menyusui dalam Islam, Keutamaan ASI, Mitos dan Fakta Menyusui, Penyakit dan Berbagai Hal dalam Menyusui, Pedoman Menyapih dalam Islam, Diary Menyusui.-

Harga : 90.000

—————-

Buku ini diawali dengan 17 kisah inspiratif menyusui. Kisah-kisah ini bahasanya sangat ringan dengan cerita yang mengalir. Saya seperti sedang membaca curhatan para ibu yang sedang berjuang tanpa mengenal lelah apalagi menyerah.
Kisah-kisahnya beraneka ragam, namun disetiap kisah pasti selalu membuat saya bergumam dalam hati “Mahsya Allah”. Saya semakin yakin bahwa Allah memberikan kekuatan yang luar biasa untuk seorang IBU. Dan dengan karuniaNya seorang Ibu begitu dimuliakan.

Kisah-kisahnya ada yang menceritakan pengalaman bagaimana ketika :

🌸 Tidak adanya dukungan dari lingkungan terdekat untuk bisa mengASIhi Esklusif, bagaimana Ia berjuang tetap bersikukuh dengan ASI nya tersebut.

🌸 beberapa cerita bagaimana ibu harus LDR dengan sang buah hati karena satu dan lain hal sehingga ASI di pummping lalu dikirim. Berbulan-bulan berjauhan dengan sang buah hati. Bayangkaann? 😨

🌸 Berhadapan dengan berbagai masalah Payudara seperti Mastis kronis ditambah Kista. Mastis meeupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkon disertai oleh infeksi atau tanpa infeksi. Peradangan muncul milk blister (tampak menyerupai jerawat) di ujung puting, salah satu penyebabnya adalah penyumbatan ASI. Dan operasi jalan keluarnya. Baru selesai operasipun ia langsung menyusui bayinya yang sudah kehausan menanti. Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya??. Ia memutuskan untuk menunda mengangkat kistanya demi sang buah hati lulus ASI esklusif terlebih dulu. Luaarr biasaaahhh.

🌸 Bayi alegi semua produk dairyfood dan seafood. Bagaimana batinnya berjuang menghadaBayi alegi semua produk dairyfood dan seafood. Bagaimana batinnya berjuang menghadapi mereka yang gemar menunuh sesuka hati tanpa mencoba berempati “bayinya alergi ASI, ganti sufor aja”.

🌸 Perjuangan Ibu tetap menyusui selagi hamil. Beeperang batin menghadapi bisikan yang ia yakini mitos tak terpercaya sumber ilmiahnya dan tak selayaknya mengganggu keyakinannya tetap menyusui selagi hamil.

🌸 Menyusui Adik dan Kakak, sekaligus! Bertahan memberi hak pada Kakak untuk bisa menyusui sampai 2tahun, tanpa menyapih sebelum waktunya walalu adik sudah hadir didunia.

🌸 Cerita perjuangan menyapih yang tak kalah tantangannya dengan perjuangan mereka yang gemar menunuh sesuka hati tanpa mencoba berempati “bayinya alergi ASI, ganti sufor aja”.

🌸 Perjuangan Ibu tetap menyusui selagi hamil. Berperang batin menghadapi bisikan yang ia yakini mitos tak terpercaya sumber ilmiahnya dan tak selayaknya mengganggu keyakinannya tetap menyusui selagi hamil.

🌸 Menyusui Adik dan Kakak, sekaligus! Bertahan memberi hak pada Kakak untuk bisa menyusui sampai 2tahun, tanpa menyapih sebelum waktunya walalu adik sudah hadir didunia.

🌸 Cerita perjuangan menyapih yang tak kalah tantangannya dengan perjuangan mengASIhi.

Membaca cerita ibu-ibu hebat ini serasa perjuangan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Dan saya yakin banyak ibu-ibu luar biasa lainnya diluar sana yang sedang berjuang menghadapi tantangan mengASIhi ataupun menyapih. Semata hanya mencari Ridha Sang Maha Pencipta 💖💕.

‘Amr bin Abdillah berkata kepada istrinya yang sedang menyusui bayinya, “Janganlah engkau menyusui bayimu seperti hewam menyusui anaknya. Akan tetapi, susuilah bayimu dengan niat mencari ridha Allah dan agar dengan air susumu ini hiduplah seorang makhluk yang manauhidkan Allah san beeibadan kepada-Nya”

—————-

Menyusui Dalam Islam

“Para Ibu hendaknya menyusukan anak-anaknua selama dua tahin penuh. Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Jananlag seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetukuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anak kamu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah:233).

Iyes sesungguhnya Allah menciptakan seirang anak ‘satu paket’ dengan air susu ibunya. Selama dua tahun penuh memang periode penting dilihat dari aspek kesehatan fisik dan jiwa.

Kisah diriwayatkan oleh Imam Ahmad tentang seorang wanita Gamidhiya yang berbuat zina. Rasulullah berkata kepada wanita tersebut “Kembalilah kamu sampai melahirkan!”, setelah melahirkan dan membawa anaknya menghadap Rasulullah, beliat bersabda “Peegilah dan susui bayimu, hingga engkau menyapihnya.” Akhirnya setelah sang anak disapih, Rasulullah memerintahkan supaya anak tersebut dirawat oleh kalangan muslimin dan kemudia ibu tersebut baru mendapat hukuman rajam.

Begitu mulianya Islam, Allah sangat melindungi hak-hak penyusuan seorang anak, Mahsya Allah 😊.

————–

Buku ini juga menjelaskan mengenai :

💕 Mitos dan seputar menyusui,

💕 Tanda bayi cukup ASI,

💕 Penyakit dan masalah menyusui,

💕 Manajemen ASI Perah (ASIP),

💕 Cara manual memerah ASI,

💕 Perlengkapan memompa ASI,

💕 Seputar gumoh pada bayi,

💕 Kolik pada bayi,

💕 Menyusui saat hamil (Nursing while Pregnant),

💕 Menyusui lebih dari satu bayi (Tandem Nursing).

Terlalu panjang jika saya bahas satu-satu, karena ini lengkap untuk ibu baru yang haus ilmu perASIan.

Jujur saya baru menyadari ternyata perjuangan ibu tak kalah berat setelah hamil dan melahirkan yup menyusui, buanyak banget yang harus kita tau tentang perASIan ini, dan ternyata ga hanya sampai perASIan loh. Ilmu menyapih pun wajib ibu tau. Terkahir saya akan share resume bagaimana menyapih dengan cinta. 💖

————-

Menyapih dengan Cinta (Weaning with Love)

Jujurly saya mendapat ilmu menyapih dengan cinta baru dari buku ini. Dan sepertinya saya juga perlu mendalami ilmu menyapih dengan cinta ini karena saya akan melewati proses ini kelak dan masih butuh asupan ilmu sampai saya benar-benar siap dengan proses menyapih nantinya.

Jelas sekali dalam Quran surat Al-Baqarah yang sudah saya kutip sebelumnya bahwa ketika ingin menyapih harus  dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, yaa.. keduanya ibu dan anak.

Selama ini yang saya temui dilingkungan, menyapih yang tokcer itu dengan menggunakan olesan-olesan pahit sehingga anak tidak mau menyusu lagi atau dengan kebohongan “ga nenen lagi ya, susu ibu sakit”.

Ternyata jelas itu tidak disarankan karena bukan dengan persetujuan dua belah pihak dan bukan dengan permusyawaratan.

Ternyata menyapih itu butuh kerelaan antara keduanya, bukan hanya anak tapi ibu juga, karena ikatan bonding menyusui itu begitu erat dan prosesnya hingga 2 tahun.

Lakukan proses menyapih secara perlahan dan bertahap. Bisa dengan sugesti-sugesti ke alam bawah sadarnya ketika anak sedang menyusui misalnya, katakan “nak, ketika usiamu sudah 2 tahun sudah tidak nenen lagi ya”. Lakukan berulang-ulang, bisa dilakukan jauh sebelum proses menyapih itu dilakukan.

Mengurangi secara bertahap frekuensi mengusui “do not offer, do not refuse”. Jangan menawarkan, tetapi jangan menolak ketika ia meminta.

Alihkan perhatian anak ketika ingin menyusu coba tawarkan jus atau air putih. Karena pada dasarnya anak ingin menyusu itu bukan karena ia lapar atau haus tapi ingin kenyamanan. Oleh karena itu ketika proses menyapih, jangan lupa menunjukan rasa cinta kita padanya, sering memeluk dan mencium ataupun mengatakan kata-kata yang menunjukkan kita menyayanginya. Bahwa kita menyapih bukan karena tidak sayang lagi tapi karena ta’at atas perintah-Nya.

Lakukan komunikasi produktif dengan anak, seberapa kecil usia anak, tetap mereka memiliki kemampuan untuk menyerti.

Hindari menyapih saat anak tidak sehat atau lonjakan emosi tidak stabil.

——–

Demikian review saya dari buku catatan cinta pejuang ASI. Semoga bermanfaat.

Senang berbagi. 😊😊

Scroll To Top