Story HikmahNisa

Day6 Game Level1 KomPros Bunsay

Hari ini Qatrunada playdate sama kakang Baim dan teteh Sarah πŸ˜€. Mumpung lagi ke Bandung saya sempatkan bertemu dan memang sudah 2tahun lebih saya dan dua sahabat saya semasa kuliah dulu tidak bertemu. Ya karena kesibukan masing-masing, sibuk menjadi istri dan ibu pastinya. Hhii.

Saya datang jam 11.00 di cafe temoat kita janjian bertemu. Saya dan Nada datang pertama, yang lain masih kejebak macet dan hujan. Memang hujan lebat di Bandung beberapa hari terakhir. 

Tidak lama mereka pun datang, ahh senangnya bisa berkumpul, berbincang lagi setelah sekian lama. Kami habiskan waktu siang hari sampai sore di cafe tersebut. Ngobrol panjang lebar, ngalor ngidul. Makan san di akhiri dengan bermain di playzone kids bersama anak-anak.

Qatrunada dan Sarah dapat kado dari kakang Baim. Ayo Nada bilang terimakasih..

“Terimakasih yaa kakang Baim” ibu mengajarkan Nada berterumakasuh sambil menatap mata nya dan senyum lebar. Membantu tangan Nada meraih kado yang diberikan kakang Baim. Nada begitu senang mendaoatkan kado langsung di uwek2 sama doi πŸ˜‚πŸ˜‚.

Karena full main, boci Nada otomatis terganggu jadwalnya. Mungkin ga hanya Nada tapi Sarah dan kakang Baim juga. Ketika jam 17.00 kami memutuskan untuk pulang walau diluar masuh hujan. Sambil menunggu taxi online kami menunggu dengan menggendong anak di loby. 

Nada sudah terlihat kesal menunggu lama sekaligus ngantuk berat. Dia terus merengek dan tidak bisa diam dalam gendongan saya sambil garuk-garuk mata dan keningnya.

Lalu saya usap kedalanya :

“Qatrunada sudah bosen ya? Sudah ngantuk ya? Sabar ya sayang sebentar lagi kita pulang”

Nada masih uring-uringan.

“Qatrunada kan anak sabar yaa, kita lagi nunggu mobilnya dulu sayang, sebentar lagi sampai ko, sabar ya” saya berkata dengan suara lembut.

Tak lama alhamdulillah datang kendaraan yang menjemput kami, sudah naik mobil Nadapun saya susui karena terlihat sudah ngantuk berat. Tak lama ia tertidur sampai kami tiba dirumah.

Alhamdulillah hari ini bisa silaturahmi plus playdate yang menyenangkan. Walau kami belum tau kapan bisa bertemu lagi. Insya Allah persahabatan dan doa kami satu sama lain tidak terputus 😊😊. Amiin.

Day5 Game Level1 KomProd Bunsay

Hari ini saya dan Qatrunada di Bandung dan ayahnya di Jakarta. Jadi komunikasi kami lewat whatsaap aja (chat, rkam suara atau video call). 

Ceritanya hari ini saya akan kirim barang ke jne. Tadinya mau pake motor ber2 aja sm Nada pakai hipseat, tapi hujan besar disini dan jalanan licin, khawatir kalau pake motor jadi saya menunggu orang pulang kerumah. 

Habis Dzuhur mamang nya Nada pulang kuliah, saya mau titipin mamang nya saja sebentar bust ke jne. Ga lupa saja ijin dl sama suami walau jauh.

“A neng mau ke jne yaa, mau kirim barang. Nada dititip sebentar sama aa handa.”

“Yakin a handa bisa?”

“Bisa, sebentar ko neng”

“Tunggu ade atau mamah aja”

“Mamah, ade pulang sore kayanya. Yg beli udah pada transfer dari pagi, ga enak.”

“Terserah deh neng, susah dikasih taunya”

Saya diam dulu sejenak, tarik nafas dalam. Oke sepertinya si suami sudah mulai kzl. Hihi. Saya harus praktekin komprod, ga bisa terus keukeuh sama pendapat dan keinginan saya.

“A a ngijinin? Ya udah kalau ga ngijinin neng ga akan kesana sekarang. Nunggu mamah ade pulang aja”

“Iya ngijininnya kalau mamah atau ade sudah pulang.”

“Iya a..”

“Neng tau ga hari ini tanggal berapa?”

” Astagfirullahh tgl 6. Ayaahhh maapin ibu lupaaa. Happy b’day ayaahh.. semoga semakin sholeh, gantengg, so sweet, πŸ˜‚ semoga semakin berkah umur dan rezekinya. Semakin baik menjadi suami dan ayah..  sllu dilindungi Allah 😘”.

Alhamdulillah komprod hari ini sukses walau lewat wa. Wkwk

Dan alhamdulillah hari ini bertepatan dengan ulang tahun si Ayah. Walau sempet lupa karena kita tidak terlalu mengistimewakan ukang tahun sebagai hal yang harus dirayakan. Cukup doa tulus agar umur yang esensinya selalu berkurang ini menjadi berkah. Amiin 😘

#day5

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Day4 Games Level1 KomProd Bunsay


Tadi malam Qatrunada bobonya ga nyenyak sampai subuh, bangun-bangun terus. Paginya main seperri biasa dengan emang dan tante-tante nya. 

Sekitar jam 10.00 Qatrunada sudah terlihat ngantuk dan minta nen. Alhamdulillah saya nenen kan dan bobo. Qatrunada bobo di kamar Ambu Abahnya di lantai bawah karena di lantai atas rame sekali takut susah tidur dan kebangun-bangun lagi. Jadi saya putuskan bobo nya dibawah aja. 

Setelah Nada bobo, saya amankan dengan menumpuk bantal di pinggir-pinggirnya. Jaga-jaga karena Nada kalau bangun tidur ga nangis, langsung duduk dan ngerondang cari ibu. Apalagi ranjang di kamar abah dan ambu lumayan tinggi, khawatir jatuh.

Saya bulak-balik mengecek ke kamar takut Nada bangun dan masih aman. Akhirnya saya stay didepan pintu kamar sambil ngobrol dengan ambu nya. Eehh tetiba Nada nangis kenceng. Kagetlah saya dan cepet lari dengan paniknya kekamar. Dan benar terjadi, dia jatuh sudah posisi duduk di bawah. Saya gendong dan usap2 punggungnya. 

Nada terus nangis akhirnya saya nenenin lagi, mungkin sakit badannya tadi jatoh atau dia masih ngantuk, pikir saya. Nada nenen dengan nikmatnya sambil matanya merem melek. Saya masih merada bersalah karena Nada jatoh lagi. 

Saya usap dengan lembut kepalanya dan berkata : 

“Nada, maafin ibu yaa, bu ga tau Nada tadi bangun.” Nada melek terus merem lagi sambil terus mulutnya menghisap ASI. 

“Nanti kalau Nada bangun bobo terus ga ada ibu. Nada panggil aja ibu nya yaa ‘buu buu’ gitu aja  atau Nada bisa nangis buat panggil ibu, nanti ibu dateng.” Dia melek dengan terus menghisap ASI saya, teelihat ia sedang mendengarkan ibunya bicara.

“Nada ga usah ngerondang ya. Duduk boleh tapi jangan kemana-mana, panggil aja ibunya, nanti ibu datang, ya nak”. Sambil saya terus elus kepalanya dan berkata dengan intonasi lembut, diakhiri dengan kecupan di kening. 

Saya tidak berkata sekali, tapi berulang. Saya ukang-ulang kata-kata itu. 

Setelah itu Nada kembali main dan jam 13.00 sudah mulai mengantuk lagi. Saya nenein dan ia pun tertidur. Saya kembali bentengi dengan bantal sekelilingnya. Dan sekarang pintu kamar tidak ditutup agar tidak colongan lagi.

Dan tetiba dengar suara “wwaaaaakkkk huuuuu buuuuuu” yuupp Nada nangis, saya lari lagi dan alhamdulillah dia nangis dengan duduk di ranjang tidak bergerak di posisinya. Subhanallah, dia mengerti ucapan saya tadi, dia menangis untuk memanggil saya πŸ˜™.

Langsung saya gendong dan usap-usap punggungnya.

Alhamdulillah terimakasih Ya Allah, Komprod hari ini sukses 😊😊.

​#day4

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Games Level1 Day3 KomProd Bunsay


Hari ini saya banyak berkumpul dengan keluarga. Jujur saya sering sekali sedih dan berfikir “andai saya bisa tinggal di Bandung lagi, bisa berkempul dengan kekuarga, tidak kesepian, bisa aktif lagi kajian rutin di Bandung”. 

Ketika itu batin saya sedih, badan saya lemas, sampai setiap saya haris kembali pulang ke Jakarta selalu menangis dulu. Dan ujung-ujungnya jadi kurang bersyukur. Hikss..

Saya tau ini salah dan harus dirubah. Walau sampai saat ini sulit bagi saya untuk bisa move on dan menerima saya harus tetap tinggal di Jakarta bersama suami. 

Karena saya berfikir ini sulit jadi beneran sulit. Dan saya masih berharap besar suatu saat bisa pindah lagi tinggal di Bandung.

Tidak salah dengan harapannya tapi yang salah dengan saya yang memaksakan kehendak. Sehingga pikiran saya selalu negatif berakibat sedih, baper dan tidak bersyukur.

Saya hari ini menikmati berkumpul dengan keluarga di Bandung. Dan mengkomunikasikan dalam hati :

“Bismillah saya bisa menjalani tantangan yang Allah berikan untuk tetap tinggal di Jakarta. Jauh dari keluarga memang harus saya jalani toh dengan jauh saya selalu memanjatkan  doa untuk mereka sehingga terasa terus dekat malah semakin dekat. Ikhlas atas takdirNya yang memang sudah menjadi pilihan yang terbaik dariNya untuk saya saat ini. Insya Allah saya yakin dan masih berharap bisa kembali hijrah ke Bandung. Mungkin ketika saya sudah bisa melewati tantangan ini. Saya yakin saya bisa”

Hati saya lebih ikhlas dan rela, walau perasaan sedih ini masih ada tapi rasa syukur tetap terjaga. Insya Allah 😊😊

#day3

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Games Level1 Day2 KomProd Bunsay

Ceritanya tadi malem Qatrunada susah tidur nyenyak. Bangun-bangun terus sampai jam 2 subuh. Nenen sudah ga mau, dilepeh-lepeh terus. Dan si ayah bobo dengan nyenyaknya. Memang tak dipungkiri ayah pulang malem terus dan kurang istirahat.

Tapi saya pun tak kalah lelahnya berkutat dengan rutinitas dirumah only ber2. Yang bikin lelah sejujurnya karena kebosanan dan sulit merasakan ‘me time’.

Saya sempat kesal juga dengan si ayah karena bobo begitu nyenyak dengan tidak menghiraukan saya yang lelah buat boboin Nada. Sampai.. saking lelahnya saya ketika Nada bangun dan nangis saya diamkan beberapa detik berharap ayahnya bangun dan mau bantu gendong eyong-eyong Nada. 

Alhasil? Failed. Si ayah cuma melek gitu aja liat anaknya nangis terus bobo lagi dengan santainya.

Paginya ayah minta tolong dipijit punggungnya. Sebelum mijit saya coba mengungkapkan unek-unek tadi malam. 

“Ayah, waktu malem Nada bangun bobo terus sampai jam 2subuh. Udah ga mau nenen, ibu udah ngantuk dan lelah banget. Ayah denger ga Nada nangis malem?”

“Denger”

“Kepengen ibu, ayah bantuin ibu kalau Nada lagi kaya gitu. Kalau nenen yaa pasti sama ibu da ayah ga punya asi kn? Tapi kalau Nada udah ga mau nenen, ayah kan bisa gendong eyong-eyong Nada.”

“Da ayah ga tau bu, kirain Nada nangis mau nenen aja.”

“Ayah liat ga waktu malem Nada didiemin sm ibu nangis beberapa detik?”

“Liat”

“Itu dia udah ga mau nenen. Ibu berharap ayah bangun dan gendong eyong2 Nada. Tapi ayah malah cuek dan bobo lagi”

“Ya ibu ga ngomong, ayah kan ga tau kalau Nada udah ga mau nenen. Kan ayah juga suga gendong eyong-eyong Nada kalau ibu ngomong mah.” 

“Ayah biasa aja dong ngomongnya.”

“Biasa ini juga.”

“Mana yang mau dipijit?.”

“Ga usah, ga jadi.”

“Jangan ngambek dong yah, ibu kan cuma ngomong keinginan ibu.”

“Enga ngambek.”

Pengaplikasian KomProd hari ini dengan si Ayah filed πŸ˜‚. Sama-sama emosi tinggi otomatis nalar pendek. Komprod hari ini gagal karena :

Situasi saya memulai pembicaraan teenyata masih direlungi emosi. Walau saya mencoba memperbaiki kalimat, mencari kalimat yang nyaman dan enak tetapi intonasi dan ekspresi saya tak sejalan, wkwk. Intonasi agak tinggi dan ekspresi masam. alhasil reaksi suamipun serupa. Iyes teori 7, 38, 55. Kata atau kalimat itu hanya 7%, intonasi 38% dan ekspresi 55%. So jadilah seperti ini.

Evaluasi dan perbaiki, Bismillah.. 😊

​#day2

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Games Level1 Day1 KomProd Bunsay

Hampir tiap hari kalau pintu depan dibuka Qatrunada selalu merangkak menuju keluar, iyuupp ke teras. No problemo jika memang lantai diluar bersih sudah saya sapu dan pel. Tapi jujurly tidak setiap hari saya sempat menyapu dan mengepel teras depan.

So sering sekali terjadi ketika ia mulai merangkak keluar pintu, reflek saya setengah berteriak dengan ekspresi cemas dan berkata :

“Ga boleh keluar Qatrunada, kotor”. Sambil saya gendong dan saya dudukan kembali didalam.

Reaksi Qatrunada ketika saya larang begitu jelas dia ngambek yaa, kzl deh. Kadang sampai nangis kadang juga cuma bergumam “eeh” “iihh” dengan ekspresi tidak suka. Apakah ia mengulanginya lagi? jawabannya iyeess, dia kembali merangkak kedepan dan kembali saya larang seperi tadi, berulang-ulang sampai akhirnya saya tutup saja pintunya. 😧

Saya menyadari sekarang, kalau saya lebay dalam hal ini. Wkwk. Kotor cukup dicuci yes, ga usah panik bin cemas seperti saya. Jangan dicontoh πŸ˜‚. Dan komunikasi saya pada Qatrunada juga tidak produktif yes. Kata negatif jelas ada yaa ‘ga boleh’ dan kalimat ambigu juga ‘kotor’. “Apanya yang kotor bu?” “Kotor itu apa bu?” Mungkin itu yang akan Nada tanyakan jika ia bisa bicara. Wkwk

Akhirnya saya resapi materi KomProd dan bismillah saya harus berubah.

Moment itu terjadi kembali, saya buka pintu depan dan dia merangkak menuju keluar. Sudah di ujung batas pintu saya berkata “Qatrunada…” dengan sedikit intonasi yang mengayun (seperti anak yang sedang ‘nyampeur’ kerumah temennya). Reaksi Nada, ia menoleh ke arah saya dan duduk disitu. Saya lanjutkan kalimatnya “Mainnya didalam aja ya” dengan menatap matanya dan tersenyum. Nada masih duduk disana, saya tambahkan lagi kalimat selanjutnya “diluar lantainya kotor, belum ibu pel. Qatrunada main didalam aja ya” lagi-lagi dengan intonasi lembut, tatapan mata dan tersenyum.

Reaksinya apa coba? Dia diem dong ga lanjut keluar. Duduk aja disitu. Aiihh senangnya dalam hatiii πŸ’ƒπŸ’ƒ. Saya ulang-ulang terus kalimatnya, Nada malah senyum-senyum dan agak mundur dari posisi sebelumnya. 

Nah di video ini posisi Nada udah mundur dari posisi sebelumnya. Dari awal saya tidak bergerak dari tempat saya loh ini.

Alhamdulillah.. 😊😊

#day1

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#Komunikasi Produktif

​Review Buku “Catatan Cinta Pejuang ASI”

Assalamualaikum,

Buku ini termasuk buku baru, saya baru order PO buku ini sekitar 1bulan lalu. Sebelumnya saya mengikuti kurwap nya dulu.

Kenapa ikut kurwapnya? Karena saya merasa kurangnya ilmu mengenai perASIan ini. Seharusnya saya menggali informasi dan mempersiapkannya pada saat hamil muda. Tapi atas kelalaian saya sehingga ini menjadi terlewatkan. Alhasil saya memiliki problematika ASI di awal kelahiran putri saya. Alhamdulillah cepat teratasi dan saya tidak mau kecolongan lagi.

Hasil dari kurwap nya materi dan diskusi dengan konselor menyusui ini agaknya membuat saya berminat membeli buku ini. Yaa salah satu alasannya karena itu tadi. Walau proses menyusui saya sudah lancar, alhamdulillah. Tapi khawatir takut ada yang ‘terlewatkan’ dari proses menyusui ini. Dan juga saya perlu ilmu untuk menyapih anak kelak setelah 2tahun. Alasan itu saya akhirnya memutuskan membeli buku ini dengan PO selama kurang lebih 1minggu.

Judul buku : Catatan Cinta Pejuang ASI

Penulis : Shalihah Motherhood

Penerbit : Ihsan Media

Terdiri dari 248 halaman

-17 kisah inspiratif menyusui, Pedoman menyusui dalam Islam, Keutamaan ASI, Mitos dan Fakta Menyusui, Penyakit dan Berbagai Hal dalam Menyusui, Pedoman Menyapih dalam Islam, Diary Menyusui.-

Harga : 90.000

—————-

Buku ini diawali dengan 17 kisah inspiratif menyusui. Kisah-kisah ini bahasanya sangat ringan dengan cerita yang mengalir. Saya seperti sedang membaca curhatan para ibu yang sedang berjuang tanpa mengenal lelah apalagi menyerah.
Kisah-kisahnya beraneka ragam, namun disetiap kisah pasti selalu membuat saya bergumam dalam hati “Mahsya Allah”. Saya semakin yakin bahwa Allah memberikan kekuatan yang luar biasa untuk seorang IBU. Dan dengan karuniaNya seorang Ibu begitu dimuliakan.

Kisah-kisahnya ada yang menceritakan pengalaman bagaimana ketika :

🌸 Tidak adanya dukungan dari lingkungan terdekat untuk bisa mengASIhi Esklusif, bagaimana Ia berjuang tetap bersikukuh dengan ASI nya tersebut.

🌸 beberapa cerita bagaimana ibu harus LDR dengan sang buah hati karena satu dan lain hal sehingga ASI di pummping lalu dikirim. Berbulan-bulan berjauhan dengan sang buah hati. Bayangkaann? 😨

🌸 Berhadapan dengan berbagai masalah Payudara seperti Mastis kronis ditambah Kista. Mastis meeupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkon disertai oleh infeksi atau tanpa infeksi. Peradangan muncul milk blister (tampak menyerupai jerawat) di ujung puting, salah satu penyebabnya adalah penyumbatan ASI. Dan operasi jalan keluarnya. Baru selesai operasipun ia langsung menyusui bayinya yang sudah kehausan menanti. Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya??. Ia memutuskan untuk menunda mengangkat kistanya demi sang buah hati lulus ASI esklusif terlebih dulu. Luaarr biasaaahhh.

🌸 Bayi alegi semua produk dairyfood dan seafood. Bagaimana batinnya berjuang menghadaBayi alegi semua produk dairyfood dan seafood. Bagaimana batinnya berjuang menghadapi mereka yang gemar menunuh sesuka hati tanpa mencoba berempati “bayinya alergi ASI, ganti sufor aja”.

🌸 Perjuangan Ibu tetap menyusui selagi hamil. Beeperang batin menghadapi bisikan yang ia yakini mitos tak terpercaya sumber ilmiahnya dan tak selayaknya mengganggu keyakinannya tetap menyusui selagi hamil.

🌸 Menyusui Adik dan Kakak, sekaligus! Bertahan memberi hak pada Kakak untuk bisa menyusui sampai 2tahun, tanpa menyapih sebelum waktunya walalu adik sudah hadir didunia.

🌸 Cerita perjuangan menyapih yang tak kalah tantangannya dengan perjuangan mereka yang gemar menunuh sesuka hati tanpa mencoba berempati “bayinya alergi ASI, ganti sufor aja”.

🌸 Perjuangan Ibu tetap menyusui selagi hamil. Berperang batin menghadapi bisikan yang ia yakini mitos tak terpercaya sumber ilmiahnya dan tak selayaknya mengganggu keyakinannya tetap menyusui selagi hamil.

🌸 Menyusui Adik dan Kakak, sekaligus! Bertahan memberi hak pada Kakak untuk bisa menyusui sampai 2tahun, tanpa menyapih sebelum waktunya walalu adik sudah hadir didunia.

🌸 Cerita perjuangan menyapih yang tak kalah tantangannya dengan perjuangan mengASIhi.

Membaca cerita ibu-ibu hebat ini serasa perjuangan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Dan saya yakin banyak ibu-ibu luar biasa lainnya diluar sana yang sedang berjuang menghadapi tantangan mengASIhi ataupun menyapih. Semata hanya mencari Ridha Sang Maha Pencipta πŸ’–πŸ’•.

‘Amr bin Abdillah berkata kepada istrinya yang sedang menyusui bayinya, “Janganlah engkau menyusui bayimu seperti hewam menyusui anaknya. Akan tetapi, susuilah bayimu dengan niat mencari ridha Allah dan agar dengan air susumu ini hiduplah seorang makhluk yang manauhidkan Allah san beeibadan kepada-Nya”

—————-

Menyusui Dalam Islam

“Para Ibu hendaknya menyusukan anak-anaknua selama dua tahin penuh. Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Jananlag seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetukuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anak kamu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah:233).

Iyes sesungguhnya Allah menciptakan seirang anak ‘satu paket’ dengan air susu ibunya. Selama dua tahun penuh memang periode penting dilihat dari aspek kesehatan fisik dan jiwa.

Kisah diriwayatkan oleh Imam Ahmad tentang seorang wanita Gamidhiya yang berbuat zina. Rasulullah berkata kepada wanita tersebut “Kembalilah kamu sampai melahirkan!”, setelah melahirkan dan membawa anaknya menghadap Rasulullah, beliat bersabda “Peegilah dan susui bayimu, hingga engkau menyapihnya.” Akhirnya setelah sang anak disapih, Rasulullah memerintahkan supaya anak tersebut dirawat oleh kalangan muslimin dan kemudia ibu tersebut baru mendapat hukuman rajam.

Begitu mulianya Islam, Allah sangat melindungi hak-hak penyusuan seorang anak, Mahsya Allah 😊.

————–

Buku ini juga menjelaskan mengenai :

πŸ’• Mitos dan seputar menyusui,

πŸ’• Tanda bayi cukup ASI,

πŸ’• Penyakit dan masalah menyusui,

πŸ’• Manajemen ASI Perah (ASIP),

πŸ’• Cara manual memerah ASI,

πŸ’• Perlengkapan memompa ASI,

πŸ’• Seputar gumoh pada bayi,

πŸ’• Kolik pada bayi,

πŸ’• Menyusui saat hamil (Nursing while Pregnant),

πŸ’• Menyusui lebih dari satu bayi (Tandem Nursing).

Terlalu panjang jika saya bahas satu-satu, karena ini lengkap untuk ibu baru yang haus ilmu perASIan.

Jujur saya baru menyadari ternyata perjuangan ibu tak kalah berat setelah hamil dan melahirkan yup menyusui, buanyak banget yang harus kita tau tentang perASIan ini, dan ternyata ga hanya sampai perASIan loh. Ilmu menyapih pun wajib ibu tau. Terkahir saya akan share resume bagaimana menyapih dengan cinta. πŸ’–

————-

Menyapih dengan Cinta (Weaning with Love)

Jujurly saya mendapat ilmu menyapih dengan cinta baru dari buku ini. Dan sepertinya saya juga perlu mendalami ilmu menyapih dengan cinta ini karena saya akan melewati proses ini kelak dan masih butuh asupan ilmu sampai saya benar-benar siap dengan proses menyapih nantinya.

Jelas sekali dalam Quran surat Al-Baqarah yang sudah saya kutip sebelumnya bahwa ketika ingin menyapih harus Β dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, yaa.. keduanya ibu dan anak.

Selama ini yang saya temui dilingkungan, menyapih yang tokcer itu dengan menggunakan olesan-olesan pahit sehingga anak tidak mau menyusu lagi atau dengan kebohongan “ga nenen lagi ya, susu ibu sakit”.

Ternyata jelas itu tidak disarankan karena bukan dengan persetujuan dua belah pihak dan bukan dengan permusyawaratan.

Ternyata menyapih itu butuh kerelaan antara keduanya, bukan hanya anak tapi ibu juga, karena ikatan bonding menyusui itu begitu erat dan prosesnya hingga 2 tahun.

Lakukan proses menyapih secara perlahan dan bertahap. Bisa dengan sugesti-sugesti ke alam bawah sadarnya ketika anak sedang menyusui misalnya, katakan “nak, ketika usiamu sudah 2 tahun sudah tidak nenen lagi ya”. Lakukan berulang-ulang, bisa dilakukan jauh sebelum proses menyapih itu dilakukan.

Mengurangi secara bertahap frekuensi mengusui “do not offer, do not refuse”. Jangan menawarkan, tetapi jangan menolak ketika ia meminta.

Alihkan perhatian anak ketika ingin menyusu coba tawarkan jus atau air putih. Karena pada dasarnya anak ingin menyusu itu bukan karena ia lapar atau haus tapi ingin kenyamanan. Oleh karena itu ketika proses menyapih, jangan lupa menunjukan rasa cinta kita padanya, sering memeluk dan mencium ataupun mengatakan kata-kata yang menunjukkan kita menyayanginya. Bahwa kita menyapih bukan karena tidak sayang lagi tapi karena ta’at atas perintah-Nya.

Lakukan komunikasi produktif dengan anak, seberapa kecil usia anak, tetap mereka memiliki kemampuan untuk menyerti.

Hindari menyapih saat anak tidak sehat atau lonjakan emosi tidak stabil.

——–

Demikian review saya dari buku catatan cinta pejuang ASI. Semoga bermanfaat.

Senang berbagi. 😊😊

Jangan Khawatir Bunda Saliha

05.15 buka mata, masih setengah sadar, melihat jam dinding yang masih terlihat samar “astagfirullah, subuh” ucap dalam hati. Mencoba melepaskan nipple yang masih dihisap baby dengan mata terpejam. Pelan pelan, pelan pelan, berhasil. Bergegas melaksanakan shalat subuh yang sudah mepet itu.

“Hari ini jangan sampai kelewat Dhuha lagi” kembali bergumam dalam hati. Lanjut melakukan berbagai macam pekerjaan di dapur, “harus cepat sebelum baby bangun”. Mulai dari cuci piring, masak, cuci baju, jemur, sapu, pel dll. Tentu diselingi rengekan baby yang kehausan atau sekedar ingin rasa aman dalam dekapan ibunya. Lanjut siapkan bekal ayah yang akan berangkat ke kantor.
Baby bangun lanjut tugas memandikan, menyupi dan mengajak main. Melirik jam “masih keburu mandi dan makan dulu”. Tak disangka tak diduga baby sedang manja hari itu, tidak mau ditinggal ibunya. Alhasil mandi dan makanpun ngaret ditambah penuh drama. Akhirnya beres semua, melirik kembali jam 11.20. Waktu dhuha habis, “yah tak apa masih ada hari esok” kembali menyemangati.
Masuk waktu Dzuhur, alhamdulillah baby tidur, berharap bisa rawatib dulu dan lebih khusu. Seketika semua buyar mendengar rengekan baby bangun dari tidurnya. Dan shalat rawatibpun kembali terlewat, kekhusuan dalam shalatpun kembali tak didapat.
Masuk waktu Asar, berharap bisa shalat tepat waktu, ternyata baby minta ditemenin dulu, akhirnya shalatpun ditengah waktu Asar.
Magrib tiba, baby sedang anteng main sendiri, alhamdulillah bisa shalat di awal waktu, moga bisa lebih khusu. Ternyata baby naik-naik ke punggung ketika sujud, menarik-narik mukena ketika ruku. Shalatpun dengan sesekali mendudukan baby kembali keposisi aman (dulu).
Isya pun tak jauh dari itu. Setiap hari terus seperti itu. Kapan kembali bisa shalat dengan khusu? Menikmati berkomunikasi berdua dengan Rabnya dengan penuh haru? Kapan kembali bisa berlama-lama berdoa mencurahkan isi hati padaNya?
———
Dear Bunda shaliha, Allah sangat tau perasaanmu saat ini, Allah pun sangat rindu padamu, tapi ternyata Allah pun senang ketika kita merawat titipanNya dengan baik. 
Dear Bunda shaliha, bukankah niat baik kita sudah dicatat malaikat walau kita belum sempat melaksanakannya. 
β€œSesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allah tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allah menuliskannya sebagai satu kesalahan.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Dear Bunda shaliha, Allah itu Maha baik memberi kita hikmah dan pembelajaran untuk bisa menghargai waktu luang.
Jangan khawatir Bunda shaliha, kita akan kembali merasakan nikmatnya shalat dengan khusu, nikmatnya bermudajat padaNya, nikmatnya melantunkan ayat-ayatNya tanpa ada gangguan. Tapi kita pasti akan merindukan saat-saat sekarang dan ingin kembali ‘digodai’ si kecil yang sudah beranjak dewasa itu. 
Jangan khawatir Bunda shaliha, tetaplah berikan yang terbaik pada titipanNya dengan niat hanya mencari RidhaNya. Kalau sudah begitu bukankah setiap menit detik kita saat ini bernilai ibadah? 😊😊
By. Hikmah Khaerunnisa

HANYA BISA TIDUR DI GENDONGAN

Saya sempat frustasi ketika pasca lahiran dan awal memerankan peran sebagai Ibu. Yaa.. Qatrunada hanya bisa tidur di gendongan dan hanya bisa tidur dengan menyusui pada saya.

Bisa dibayangkan baju saya ga pernah bener, kancing selalu kebuka untuk nyusuin SEHARIAN FULL, masuk angin? Udah jelas ga usah di tanya πŸ˜‚πŸ˜‚. Sesi satu kali menyusui Qatrunada bisa 2-3 jam bahkan lebih dan tidak pernah kurang πŸ˜…πŸ˜…. Ketika sudah lepas PD dan terlelap tidur, saya coba pindahin ke tempat tidur, jangan ada suara yang bikin kaget, pelaaann, pellaannn, bener-bener pelan-pelan. 

Walau saat itu saya sudah nahan pipis, nahan perut lapar, nahan bau badan sendiri gegara belum mandi. Oke alhamdulillah berhasil pindahin ke tempat tidur. Saya beranjak pergi dari kasur lagi lagi pelan-pelan, sangat pelan malahan. Ketika napak di lantai senegnya ga bangun. 

Oke lanjut beranjak antara ke dapur dan kamar mandi. Hanya beberapa langkah saja. “Eeeeaaaaaaakkkkkkkkk” 😰😰😰

Tangisan bayi sudah terdengar jelas, semakin lama semakin keras. 

REPEAT setiap saat, setiap hari sampai berbulan-bulan πŸ˜₯ pikiran saya jalan-jalan terus.

“Apa ASInya kurang?”

“Apa Qatrunada sakit?”

“Apa harus dipaksa bobo dikasur?”

“Kapan polanya berubah ya?”

“Apa seterusnya bakal kaya gini ga yah?” Dll.

Setiap hari saya selalu googling, tanya-tanya apapun tentang bayi. 

Dan kecemasan yang saya buat merambat ke hal-hal yang memang ga terlalu penting sebenernya. Dan itu semakin membuat saya mendekati frustasi.

Tubuh  masih butuh pemulihan pasca lahiran ditambah begadang terus dan Qatrunada ga bisa lepas dari gendongan saya SETIAP HARI. Belum lagi saya lelah dengan pikiran-pikiran saya sendiri. Pikiran saya harus segera ‘dijernihkan’ dari segala macam kekhawatiran dan pikiran-pikiran negatif yang berseliweran. Dari mulai konsul ke bidan dan dokter.  Saya juga sempat juga konsul dengan @ibupedia_id 

Ibu-ibu baru, adakah yang seperti saya?jika ada moga sharing saya bermanfaat yaa. Saya akan share rangkuman hasil konsultasi dan hal yang membuat saya tenang dan siap menghadapi pola bayi yang hanya ingin tidur di gendongan.

Seorang profesor bernama James McKenna menjelaskan, β€œKarena bayi secara biologis mampu untuk merasakan ada sesuatu bahaya yang terjadi ketika terpisah dari orang terdekatnya. Dan mereka merasakan, melalui kulit mereka, ada sesuatu yang berbeda seperti kehilangan kelembutan dari sentuhan ibu, panas dari tubuh ibu, bau ASI sang ibu, kelembutan gerakan ibu, dada ibu yang bernafas dan rasa terlindungi. Bayi terjaga karena merasa ditinggalkan maka ia merasa itu adalah waktu baginya untuk terbangun dan memanggil kembali orang yang paling dekat dengannya.” (Sumber : ibupedia)

Saya jadi teringat materi jaman kuliah dulu bahwa tahapan perkembangan psikososial menurut Erik Ericson, tahapan pertamanya yaitu Trust Vs Mistrust (Percaya Vs Tidak Percaya). Trust Vs Mistrust (Percaya Vs Tidak Percaya) terjadi pada usia 0 s/d 18 bulan yang merupakan tingkatan paling dasar dalam hidup yaitu membangun kepercayaan πŸ’–. Bayi sangat bergantung pada kita, perkembangan kepercayaan didasarkan pada ketergantungan dan kualitas dari pengasuhan kita pada bayi. Jika bayi berhasil membangun kepercayaan, dia akan merasa selamat dan aman dalam dunia.

Kita tidak rela dan tidak ikhlas secara emosional, atau seakan menolak mengendong bayi terlalu lama atau menolak menyusui bayi dengan waktu yang lama juga. Apalagi membiarkan ia menangis terlalu lama,  dapat mendorong perasaan tidak percaya diri pada bayi. Kegagalan dalam mengembangkan kepercayaan akan menghasilkan ketakutan dan kepercayaan bahwa dunia tidak konsisten dan tidak dapat melindunginya.

Yaa.. Qatrunada kecil dan bayi-bayi lainnya butuh percaya, percaya bahwa ia aman bersama ibunya, percaya bahwa ia terlindungi, ia dikasihi secara fisik dan emosional πŸ’ž.

Membiarkan tangisan bayi semakin menjadi  hanya membuat tingkat kecemasannya meningkat. Bayi berpikir kalau ia ditelantarkan atau ia berada di situasi yang tidak aman. Memang ini bisa melelahkan si ibu, dan kadang menjadi hal yang membuat stres. 

Hidup saya jauh lebih ringan ketika saya relakan hidup saya untuk si bayi dan tidak perhitungan lagi padanya. Perhitungan bahwa saya sudah mengendong ia seharian atau ia sudah menyusu sangat lama pada saya. Dan ternyata bayi bisa lebih bahagia ketika tidak terlalu terikat pada aturan, aturan ia harus bobo dikasur, aturan ia harus menyusui hanya dengan durasi 30 menit misalnya.

Menomorduakan semua hal yang harus saya lakukan dan mengutamakan si bayi dengan mendekapnya lembut ternyata menjadi solusi yang paling baik. Sadari bahwa bayi sedang mengkomunikasikan rasa takutnya dan bukan memanipulasi saya. Kesadaran ini menjadi sangat penting untuk saya.

“Hujan ge aya raatna”. Pola bayi akan terus berubah seiring tahapan perkembangannya. Penuhi tahapan perkembangannya dengan baik, karena tahapan itu tidah bisa kembali lagi. Mommies masalah ini akan berlalu. Semua kondisi yang ibu anggap sulit dalam merawat bayi hanya bersifat sementara 😊😊. 

Ketika si kecil sudah tidak terlalu ingin terus menerus merasa aman dalam dekapan ibunya, ia akan menjadi seseorang yang lebih percaya diri. Hal ini merupakan hal yang penting bukan?. Jadi bersabarlah para Bunda hebat. Kita sama-sama tau kalau kita selalu ingin memberikan yang terbaik bagi sang buah hati πŸ’–.

Semoga beemanfaat 😊

Apakah akan manfaat atau tidak? Apakah akan mulia atau tidak?


​Jaman sekarang, segala bentuk informasi mudah sekali tersebar luaskan. Saat ini media sosial dominan di atas segala, seakan-akan hidup kita hanya untuk si dia, si media sosial ini. Memang tidak dipungkiri informasi dan ilmu kini mudah didapatkan lewat telepon pintar dan media sosial ini. Tapi kebanyakan dari kita ternyata secara tidak sadar terlena dengan ini.

Ketika telepon pintar ini menjadi barang yang paling berhaga, ketinggalan telepon pintar adalah sesuatu hal yang fatal. Membuat kita panik, bingung, galau. Seakan-akan dunia nyata kita teralihkan dengan dunia maya, padahal kita hidup di dunia nyata loh, tapi segala energi banyak dihabiskan hanya untuk dunia maya.

Apa sih yang di cari? Informasi yang tentunya bisa membuka wawasan kita, informasi yang penting bagi kita, segala informasi yang di dapat ingin dilahap semua. Sampai-sampai kita takut ketinggalan informasi terkini. Jangan-jangan kita sudah terkena “tsunami informasi”. Atau jangan-jangan sudah ada tanda-tanda munculnya penyakit β€œFOMO” (Fear of Missing Out).

Fear of Missing Out yaitu penyakit ketakutan ketinggalan informasi. Penyakit ini juga membuat penderitanya merasa ingin terus mengetahui apa yang dilakukan orang lain di media sosial. FOMO ini  biasanya menimbulkan penyakit berikutnya yaitu”NOMOFOBIA”. Aduh apa lagi tuh?
NOMOFOBIA adalah rasa takut berlebihan apabila kehilangan atau hidup tanpa telepon pintar kita. (Sumber : IIP kelas Martikulasi)

Baru tau yaa ada penyakit ini, agar terhindar, apa sih yang harus dilakukan. Toh kita bebar-benar butuh telepon pintar ini untuk segala informasi yang kita butuhkan.

Salah satu caranya kita harus FOCUS pada apa yang kita ingin dalami, kuasai. Banyak diantara kita menganggap semua hal itu penting sehingga lupa menentukan prioritas. Hal ini yang menyebabkan hidup kita tidak focus, semua ingin dipelajari, semua ingin diketahui sampai-sampai ingin tahu apa yan dilakukan orang lain di media sosial yang pada dasarnya itu ga penting dan ternyata malah menghabiskan energi dan waktu kita.

Mari belajar memanage diri disegala aktifitas kita dengan bertanya dulu pada diri “Manfaat tidak?” “Mulia tidak?”

By. Hikmah Khaerunnisa

@hikmah.nisa

Scroll To Top