Story HikmahNisa

Bikin Motif Batik di Celana —  Belajar Gambar

Day 6 Game Level 7 – Semua Anak Adalah Bintang – BunSay IIP

Rabu, 23 Mei 2018

Hari ini Qatrunada berkreasi dengan kertas dan jiga spidol, jadilah benang kusut, wkwk 😜. Tapi jangan salah, hasil karya Nada bernilai seni luar biasa loh, tema nya abstak 😅.

Jadi awal ceritanya, saya sedang nulis di buku tulis, seperti biasa Nada selalu mengamati dan pengen tau apa yang sedang saya kerjakan. Lagi-lagi anak adalah peniru ulung, belum sampai 5 menit saya menulis, sudah di gerecokin karena pengen ikutan nulis. Okelah kalau begitu saya kasih dia spidol dan buku tulis.

Awalnya saya ajari cara memegang spidolnya, walaupun belum sepenuhnya benar tapi alhamdulillah ia tau mana ujung yang menghasilkan warna, jadi tidak lagi terbaik. Ia juga belajar mengambar bola kusut yang alhamdulillah langsung berhasil 😂. Ia juga belajar membuka dan menutup spidolnya, ini agak lama dan ia sangat focus apalagi pas bagian nutupnya, alhamdulillah berhasil sendiri 😁. Ia juga belajar melukis celananya, mungkim karena ia bosan dengan celana yang polos tidak bermotif, dan iya ingin memiliki celana batik, jadilah ia mengambar batik di celananya sendiri dengan spidol. Hasilnya? Luar biasa bagus, sangat berbakat 😍😂.

Ya Allah makasih, sudah memberikan seseorang sebagai pelipur lara dikala sang ibu sedang jenuh dengan rutinitasnya, siapa lagi kalau bukan si shalehah Qatrunada dan si shaleh Ayah Nada 😍😘.

Memotong Sayur Kangkung — Bantu Ibu Masak untuk Buka Puasa

Day 5 Game Level 7 – Semua Anak Adalah Bintang – BunSay IIP

Selasa, 22 Mei 2018

Alhamdulillah sudah hari ke-6 bulan puasa, walau sudah 3 hari saya bolong puasanya karena Qatrunada sakit dan nafsu makannya sedikit sehingga hanya mau mengusu saja. Saya memutuskan untuk tidak puasa, dengan pertimbangan agar gizi Nada terpenuhi dan segera pulih dari sakitnya. Alhamdulillah Allah memberikan keringanan bagi ibu hamil dan menyusui untuk bisa mengganti puasanya dengan fidyah.

Hari ini saya menyiapkan buka puasa untuk ayah Nada, biasanya buka puasa dikantor, harus pulang lebih lambat karena banyak deadline yang harus diselesaikan katanya. Tapu hari ini kabar gembira, ayah akan buka puasa dirumah. Saya bersiap memasak untuk ayah berbuka puasa dan Qatrunada bantu ibu memasak, hihi.

Saya memasak sayur kangkung dan mulai memotong juga memisahkan daun dan tangkainya. Awalnya ia hanya mengamati apa yang saya lakukan, lama-lama ia mengikuti apa yang saya lakukan. Di keranjang kuangkung ia mulai memetik dan memotong kangkung seperti yang saya lakukan, walau tak beraturan, tapi itu sungguh sangat membuat saya bahagia. Pasalnya saya tidak meminta ia mengikuti atau memebeeitahu langkah dan caranya. Ia hanya modal mengamati dan mengikuti saja. Memang benar ya kalau anak adalah seorang peniru ulung, hihi.

Setelah saya melihat begitu focusnya ia membantu saya, baru saya arahkan bagaimana caranya dan bagian yang harus ia kerjakan, saya juga sediakan wajan khusus untuknya. Alhamdulillah 😊😁

Scroll To Top