Cerita HikmahNisa

4 Hikmah Besar dari Wabah Pademi Virus Corona

Assalamualiakum,

Virus  corona awal mula muncul di Wuhan salah satu kota di Cina, lalu virus ini terus merambah dan memakan banyak korban sampai mendunia. Virus mematikan yang mudah sekali menular dari kontak fisik dan percikan air liur ketika batuk/bersin. Ketika awal-awal mendengar berita ini yang terjadi di Cina, Itali, dan beberapa negara lain, banyak yang bekata bahwa tidak mungkin ke Indonesia karena budaya air wudhu kita, budaya kebersihan kita dengan air selalu terjaga. Namun nyatanya, virus mematikan itu kini sudah masuk ke negara Indonesia dan sudah memakan korban meninggal sebanyak 49 orang.

Awal mula akupun masih merasa bahwa tidak akan sampai menyebar parah sampai banyak korban seperti Italy yang sampai 400 orang meinggal disetiap harinya, namun ternyata itu akan sangat mungkin terjadi ketika kita ‘meremehkan’ virus ini dan mengabaikan anjuran-anjuran medis tentang mencegahan virus ini. Buktinya sekarang yang terdeteksi positif corona ada sekitar 500 orang lebih dan ini yang terdeteksi pemerintah, yang tidak?.

Pertama kali seumur hidupku menyaksikan bahwa virus dapat mematikan semua aktifitas semua orang, ya! hampir semua instansi melakukan work from home, sekolah-sekolah diliburkan sampai pada UN tahun ini ditiadakan. Ayah Bilal juga termasuk yang mulai work from home, begitupun mamah dan bapak di Bandung, semua dirumah sekarang, tidak keluar rumah jika itu tidak urgent sekali. Media sosial dan media elektronik selalu setiap saat memberitakan tentang perkembangan virus corona, semua tertuju pada virus sangat kecil namun luar biasa ini. Pemerintah membuat rumah sakit darurat khusus pengobatan pasien positif corona yang harus di isolasi. Semua bahan pokok menjadi mahal dan sulit di daptakan, jelas perekonomian negara pun sangat terpengaruh dengan adanya virus ini.

Rasanya campur aduk mengingat kita akan masuk bulan Ramadhan hanya 1 bulan kurang, dan jika situasi belum juga membaik kemungkinan Ramadhan kali ini akan berbeda, sepi dan sunyi dari solat teraweh berjamaah, ngabuburit, buka bersama, dsb. Entah nanti orang-orang bisa mudik atau tidak, hanya Allah yang tau. Sekarang ibadah di tanah sucipun di stop dulu sampai virus ini hilang, solat jumatpun dianjurkan dirumah, solat berjamaah ditiadakan, sedih rasanya namun ternyata banyak sekali hikmah yang kita dapatkan dari kejadian ini, diantaranya :

  • Lebih Aware pada Kebersihan dan Pola Hidup Sehat 

Mewabahnya virus corona ini menjadi sarana membuka mata dan hati masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat. Hampir semua orang menjadi ‘ngeh’ bagaimana cara mencuci tangan dengan benar, bagaimana pentingnya makan makanan dan minuman yang sehat untuk daya tahan tubuh. Pademi ini juga mengajarkan kita bahwa lebih hati-hati dalam berinteraksi dengan orang sakit. Semakin aware akan kebersihan dan kesehatan diri juga lingkungan, bulan ini aku dan keluarga benar-benar diajarkan menjaga kebersihan, menjalankan pola hidup sehat se-optimal yang dianjurkan.

  • Menarik Hati Kita untuk Kembali Pada Fitrah Manusia sebagai Mahluk Berkeluarga

Pademi virus corona ini seperti memaksa kami untuk ‘We time’ dengan keluarga dirumah, mendekatkan kami satu sama lain, mencari kegiatan bersama dirumah, memaksa kita untuk semakin dekat. Mungkin banyak yang selama ini lupa bahwa kita adalah mahluk berkeluarga, fokus dengan kegiatan dan dunianya masing-masing sehingga banyak yang tidak sempat memiliki waktu bersama dengan kesibukannya. Pademi ini memaksa kita untuk berinteraksi dan semakin dekat dengan keluarga di dalam rumah. Dengan adanya #stayathome yang saat ini digalakan untuk mematikan mata rantai virus corona yang nyatanya tidak sebentar, butuh waktu minimal 14 hari untuk #dirumahaja membuat orang tua, anak berinteraksi secara intens.

  • Mengingatkan Diri bahwa Mati Itu Pasti dan Dekat

Tentu hikmah lainnya kita semakin ingat mati bahwa sangat mudah sekali bagi Allah untuk mematikan kami bahkan oleh virus yang sangat sangat kecil 150 nano. Kita semakin dipampangkan nyata bahwa mudah sekali bagi Allah untuk mematikan dan menghidupkan (kembali) makhluk hidup sesuai janji-Nya. Mati itu pasti dan dekat, tidak mengenal usia, jenis kelamin ataupun latar belakang. Semua dari kita memiliki peluang yang sama untuk mati.

  • Menguatkan Tauhid dan Ibadah Kepada Allah

Semakin mengingat mati, semakin menguatkan ketauhidan kita bahwa benar adanya kita dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Ini sangat membuka peluang kita semakin berfikhtiar untuk sehat dan beribadah juga berdoa untuk kesehatan dan keselamatan diri, orang-orang terkasih bahkan saudara-saudara kita yang sudah teridikasi positif corona. Hampir setiap saat mamah bapak di Bandung menanyakan kabar, mengingatkan dan terus menebar doa-doa semoga kita semua di lindungi oleh Allah dari virus mematikan ini. Kita jadi saling mengingatkan, mendoakan dan mendekatkan diri pada Allah.


Benar, bahwa setiap kejadian pasti ada Hikmahnya, hikmah adalah ilmu yang mendalam, pelajaran penuh pesan terlebih untuk mengevaluasi diri, menjadikan diri lebih bersyukur dan bersabar dalam setiap kejadian yang menimpa, termasuk dari kejadian pademi virus corona yang sekarang kita alami. Semoga pademi virus ini cepat berlalu, kita bisa beraktifitas seperti biasa dan dapat optimal dalam mempersiapkan Ramadhan nanti, aamiin yra.

About Hikmahnisa.com

Hallo, senang berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana menikmati peran menjadi seorang anak, istri dan ibu. Blog ini akan berisikan tulisan seputar parenting, merriage and family. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tingalkan komentar yang baik. Contact : hikmahkhaerunnisa@gmail.com

4 thoughts on “4 Hikmah Besar dari Wabah Pademi Virus Corona

  1. Banyak hikmah yang bisa di ambil dalam kejadian ini. Ada baik dan buruknya. Tapi semoga virus ini cepet selesai dan kembali aman.

  2. Assalamualaikum…Blogwalking sillaturahmi

    saya setuju mbak. kita harus berpikir positif di setiap ada bencana. Kita harus berpikir bahwa Tuhan memberi bencanasebagai pengingat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top